• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.9. Session Initiation Protocol (SIP)

2.9.2. Komponen SIP

Dalam hubungannya dengan IP Telephony, ada dua komponen yang ada di dalam sistem SIP, yaitu :

1. User Agent

User Agent merupakan sistem akhir yang digunakan untuk berkomunikasi, dimana user agent ini memiliki dua bagian, yaitu :

User Agent Client (UAC)

UAC merupakaan aplikasi pada client yang didesain untuk memulai SIP request.

UAS merupakan aplikasi server yang memberitahukan user jika menerima request dan memberikan respon terhadap request tersebut. Respon dapat berupa menerima atau menolak request.

2. Network Server

Agar user pada jaringan SIP dapat memulai suatu panggilan dan dapat pula dipanggil, maka user terlebih dahulu harus melakukan registrasi agar lokasinya dapat diketahui. Registrasi dapat dilakukan dengan mengirimkan pesan REGISTER ke server SIP. Lokasi user dapat berbeda-beda sehingga untuk mendapatkan lokasi user yang aktual diperlukan location server. Pada jaringan SIP ada dua tipe networkserver, yaitu :

Proxy Server

Proxy Server adalah server yang menerima request, mengolahnya, serta meneruskan request yang diterimanya ke next hop server setelah mengubah beberapa header pada pesan request. Next hop server dapat berupa server SIP atau server lainnya dimana proxy server tidak perlu tahu. Proxy server dapat berfungsi sebagai client dan server karena proxy server dapat memberikan request dan respon.

Komponen ini merupakan server yang menerima pesan request serta memberikan respon terhadap request tersebut yang berisi alamat dari next hopserver.

2.10 MOS (Mean Opinion Score)

MOS (Mean Opinion Score) merupakan penilaian yang berhubungan dengan kualitas suara yang didengar pada ujung pesawat penerima. Standar penilaian MOS dikeluarkan ITU-T pada tahun 1996. Penilaian dengan menggunakan MOS masih bersifat subyektif karena kualitas pendengaran dari masing-masing pendengar berbeda-beda.

Nilai MOS Kualitas

5 Sangat Bagus

4 Bagus

3 Cukup

2 Buruk

1 Sangat Buruk

21 BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Topologi Pengujian

Perancangan jaringan yang akan digunakan dalam penelitian kali ini terdiri dari beberapa komponen pembentuk yaitu PC client, HUB, dan Server. Selain itu terdapat dua skenario pengujian yaitu skenario menggunakan PC server 1 dengan spesifikasi processor intel dual core dan PC server 2 dengan spesifikasi processorintel Celeron. Pada skenario untuk kedua PC server digunakan 60 PC client yang sudah di-install softphone pada masing – masing PC untuk berkomunikasi melakukan panggilan ke setiap nomor ekstensi yang sudah ter-register pada server.

Pada server digunakan Elastix sebagai IPPBXserver. PC server dengan processor dual core dan Celeron akan digunakan secara bergantian Kemudian dilakukan pengujian concurrent call pada masing – masing PC server dengan cara panggilan secara simultan ke nomor ekstension di - softphone antar PC client sampai pada tingkat kejenuhan dimana server tidak dapat menangani panggilan lagi. Sehingga dapat di ketahui batasan concurrent call yang bisa ditangani oleh PC server dengan spesifikasi hardware yang sudah ditentukan.

Gambar 3.1 skenario topologi pengujian

Untuk mengetahui kualitas suara ketika saling berkomunikasi ,digunakan 2 PC client yang di-install aplikasi VQ manager untuk monitoring jaringan VoIP secara real time. Untuk monitoring kinerja CPU dan Memori pada PC server secara real time menggunakan web interface Elastix yang dapat di akses di browser dengan alamat IP server.

` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` Client 1-30 ` Hub LKD C Router LKD Router Lab Jarkom Server VOIP Elastix

` Login Server

Hub Lab Jarkom

` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` Client 31 - 60 ` Hub LKD A

Gambar 3.2 Tampilan home web serverElastix

3.2 Analisis Kebutuhan

Dalam mencapai tujuan implementasi dalam penelitian tugas akhir ini, dilakukan pendekatan analisis dan desain terhadap terhadap jaringan VoIP. Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka pendekatan analisis dan desain sistem yang dilakukan antara lain :

1) Hardware

2) Software

Pada sub-sub bab berikut, akan dijelaskan pendekatan analisis dan desain yang telah disebutkan di atas.

3.2.1 Hardware

Hardware adalah semua bagian fisik dari mesin dan media penghubung yang ada pada jaringan komputer. Proses kerja perangkat keras dibedakan dengan data yang beroperasi didalamnya dan dibedakan dengan perangkat lunak yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.

1) Komputer VoIP Server 1 a. Tipe : PC/Desktop

b. Processor : Pentium Dual core CPU E5500 @ 2.80 Ghz c. Memory : 512 MB RAM

d. Harddisk : 200 GB

e. Sistem Operasi : CentOS 7 2) Komputer VoIP Server 2

a. Tipe : PC/Desktop

b. Processor : Intel Celeron 420 @ 1.60 Ghz c. Memory : 512 MB RAM

d. Harddisk : 200 GB

e. Sistem Operasi : CentOS 7 3) Client VoIP (60 unit)

a. Tipe : PC/Desktop b. Processor : Dual core c. Memory : 3 GB RAM d. Harddisk : 250 GB

4) Client Login server : a. Tipe : PC/Desktop b. Processor : Dual core c. Memory : 3 GB RAM d. Harddisk : 250 GB

e. Sistem Operasi : Windows 7

3.2.2 Software

Software atau perangkat lunak adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras. Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai 'penterjemah' perintah-perintah yang dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan ke atau diproses oleh perangkat keras. Software yang akan digunakan dalam penelitian ini terdapat lima jenis, yaitu :

a. Sistem Operasi (Operating System). b. VoIP/SIP server.

c. Softphone. d. VoIP Monitor.

1) Sistem Operasi (Operating System)

Sistem operasi merupakan perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak seperti aplikasi pengolah kata data web-browser. Dalam penelitian ini sistem operasi yang digunakan

adalah Windows 7 dan CentOS 7 yang juga satu paket dengan Elastix 2.5. Windows 7 dan CentOS 7 medukung CPU dengan prosesor 32 bit dan 64 bit.

2) VoIP/SIP server

Asterisk memiliki kemampuan yang luar biasa sebagai VoIPserver, akan tetapi pada skripsi ini, penulis tidak menggunakan asterisk terlalu mendalam. Konfigurasi asterisk yang dilakukan hanya bertujuan agar asterisk dapat melakukan fungsi dasarnya sebagai SIP server yang dapat mendukung komunikasi VoIP. Asterisk sendiri sudah terdapat dalam sistem operasi Elastix.

3) Softphone

Softphone adalah pesawat telepon yang berbentuk software yang dapat di - install pada PC atau notebook. Beberapa softphone yang sering digunakan seperti Ekiga, SJPhone, dan X-lite, yang dapat didownload dengan gratis dari Internet. Selain itu juga dibutuhkan headphone/speaker dan microphone agar dapat berbicara dan mendengar suara lawan bicara. Softphone yang digunakan pada penelitian ini adalah X-lite.

4) VoIP Monitor

Perangkat lunak VoIP Monitor adalah aplikasi untuk menganalisa data-data yang lewat pada jaringan VoIP. Aktivitas jaringan sangat mempengaruhi keberadaan data-data ini, seorang administrator jaringan menggunakan aplikasi ini untuk mengoptimalkan performa jaringan, maintenance dan

melacak gangguan pada jaringan VoIP. Penelitian ini menggunakan VQ manager yang merupakan aplikasi khusus untuk memonitor dan analisa jaringan VoIP dengan parameter MOS.

3.3 Skenario Pengujian

Secara umum, skenario pengujian terbagi dalam dua bagian yaitu dengan menggunakan PC serverintel dual core dan intel celeron yang masing – masing dipasang memori 512 MB DDR 2.

Pengujian dilakukan dengan cara yang sama dan hanya berbeda spesifikasi pada PC server yang digunakan secara bergantian.

Pengujian dimulai dengan instalasi server elastix pada kedua PC server yang diujikan dan mendaftarkan nomor ekstensi yang ingin digunakan selama pemanggilan. Instalasi softphone pada masing – masing PC client menggunakan X-lite dimana protokol yang digunakan adalah SIP dan codec yang dipakai adalah G.711 U law. Kemudian melakukan proses registrasi dimana user memasukan secret number dan alamat IP domain server pada bagian konfigurasi X-lite. Kemudian X-lite akan memberikan notifikasi bahwa nomor ekstensi sudah ter-registrasi

Untuk setiap PC client semua terpasang microphone sebagai media suara yang masuk dari speaker yang sudah di- setting memperdengarkan audio tutorial bermain gitar yang di umpamakan sebagai percakapan yang masuk.

Setelah itu VQ Manager di instal pada PC client yang mempunyai nomor urut pertama dalam melakukan panggilan dan nomor urut terakhir dalam melakukan panggilan. VQ Manager hanya di- konfigurasi untuk mengetahui jumlah score MOS yang ada selama proses pengujian dilakukan selama proses komunikasi berlangsung.

Pada PC login server dipasang alat rekam video yaitu smartphone xiaomi untuk merekam kinerja CPU yang pada monitor yang menampilkan halaman dashboard web server elastix beserta panel presentasi meter CPU dan grafik nya.

Setelah semua hardware dan software pendukung sudah ter- install dengan benar maka dilanjutkan dengan pengujian concurrent call. Pengujian dilakkukan dengan mulai melakukan panggilan pada 5 menit pertama sejumlah 3 panggilan dan seterus nya sampai pada kondisi PC server tidak dapat menangani panggilan lagi. Setelah PC server tidak dapat melakukan panggilan lagi dan kinerja CPU serta memori sudah menunjukan pada skala paling tinggi pada presentasi meter dan grafik yang ada pada web server elastix. Kemudian dilakukan analisa dari pengujian yang sudah penguji implementasikan.

Adapun atribut peralatan yang dibutuhkan selama pengujian dapat dilihat pada tabel.

No Atribut Nilai

1 Topologi jaringan Star

2 PC Server 2

3 PC Client 1 pasang sampai 60 pasang 4 PC login server 1 pasang

5 Router Mikrotik

6 HUB D - Link

7 Protokol SIP

8 IPPBX server Elastix

9 Softphone X - Lite

10 Codec G.711 U - Law

11 Microphone 1 pasang sampai 60 pasang 12 Video kamera Xiaomi smartphone

Tabel 3.1 Atribut Pengujian

Untuk mempermudah pembuatan dan analisis sistem maka dibuat suatu flowchart kerja yang berfungsi menjelaskan secara sistematis bagaimana nantinya sistem tersebut dirancang diimplementasikan dan dianalisis serta parameter apa saja yang akan gunakan dan dianalisis. Adapun flowchart yang dibuat sebagai berikut.

Mulai Registrasi client ke server VoIP Instalasi & konfigurasi Elastix server Instalasi & konfigurasi softphone Pengujian Analisa Selesai Instalasi & Konfigurasi VQ Manager

31 BAB IV

PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

Pada bab ini dilakukan pengujian dan analisa performansi Server Voice over Internet Protocol (VoIP) dengan menggunakan codec G.711 U-Law dan Elastix sebagai infrastruktur jaringan VoIP. Pengujian akan dilakukan dengan memonitor kinerja CPU pada PC server dan MOS, dalam kondisi jaringan dengan gangguan yang bersifat statis .

4.1 Pengujian Sistem

Pengujian PC server dual core dilaksanakan pada tanggal 23 mei 2015 pada jam 06:00 wib dan PC server Celeron dilaksanakan pada tanggal 27 mei 2015 pada jam yang sama. 2 PC server diposisikan di lab tugas akhir jaringan komputer dan 60 PC client diposisikan di lab komputer dasar Universitas Sanata Dharma Paingan. Sambungan antar lab menggunakan kabel UTP dengan IPv4 yang terhubung pada HUB dan Router. Pengujian dilakukan pada jam diluar kerja kampus dimana penggunaan lab dan lalu lintas jaringan tidak padat pemakaiannya oleh mahasiswa. Durasi pengambilan data rekaman video berlangsung selama 55 menit. Pengujian berakhir pada jam 09:00 wib dimana proses pengambilan data sudah dilaksanakan sesua skenario pengujian yang sudah di rencanakan.

Pengujian dilakukan ketika PC client melakukan panggilan secara simultan dalam jangaka waktu 5 menit per 3 panggilan antar PC client yang melakukan komunikasi suara menggunakan jaringan VoIP. Lamanya sesi komunikasi suara antara user berlangsung selama PC server yang diujikan

mampu menerima berapa banyaknya panggilan dengan menggunakan rekaman suara tutorial teknik bermain gitar yang di asumsikan hampir mirip dengan orang yang sedang melakukan percakapan. Monitoring kinerja CPU dan memori server diambil dengan cara merekam video secara real time menggunakan Xiaomi smartphone untuk memudahkan dalam mencatat data yang terlihat pada web server elastix.

Pengujian dilakukan 1 kali untuk masing skenario dan masing-masing pengujian menggunakan 60 PC client yang sudah ter-registrasi pada nomor ekstensi di server Elastix.

Setelah topologi dibangun, akan dilakukan pengukuran terhadap performa VoIP server, yaitu banyaknya jumlah kapasitas user yang bisa melakukan panggilan secara simultan kualitas layanan selama komunikasi berlangsung. Adapun parameter yang akan diukur adalah jumlah concurrent call dan MOS yang di- capture dengan VQ manager.

4.2 Analisa Data

Pada Tugas Akhir ini dilakukan uji coba melakukan panggilan dari client secara simultan untuk mengetahui jumlah concurrent call yang mampu ditangani oleh VoIP server pada prosessor dual core dan VoIP server prosessor Celeron yang masing – masing dengan memori 512 Mb dengan 60 client yang ter-register pada PBX elastix. Pengambilan data dilakukan dengan merekam video kinerja CPU PC server elastix pada layar PC login server. Dimana pada bagian home

page web server elastix menyediakan fitur untuk memantau kinerja CPU PC server pada saat melakukan panggilan maupun sebaliknya.

Gambar 4.1 contoh tampilan dashboard web server VoIP elastix

Sedangkan untuk data MOS score diambil dari capture pada aplikasi monitoring VQ manager. Dimana dilakukan capture pada kartu jaringan antar dua PC client yang saling berkomunikasi yang hasil akhirnya dimunculkan pada media grafis web server VQ manager.

Gambar 4.2 contoh tampilan dashboard web server VQ manager

4.2.1 Pengujian PC server 1 A. PC server cual core

Pengujian pada PC Server dengan spesifikasi intel dual core prosessor dan memori 512 MB dapat di lihat pada MOS, tabel pengujian concurrent call, dan grafik sebagai berikut :

 Concurrent call

Server pentium dual core CPU

CALL PROSESSOR (%) MEMORI

MB % 3 50 % 400 MB 85 % 6 58 % 400 MB 87 % 9 45 % 400 MB 88 % 13 63 % 420 MB 87 % 15 63 % 420 MB 88 % 18 89 % 450 MB 96 % 21 96 % 450 MB 96 %

Grafik 4.1 hasil pengujian kinerja prosessor PC server 1

Grafik 4.2 hasil pengujian kinerja memori (MB) PC server 1 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 3 6 9 13 16 18 21 Call

KINERJA PROSESSOR

PROSESSOR (%) 370 380 390 400 410 420 430 440 450 460 3 6 9 13 16 18 21 Call

KAPASITAS MEMORI

MEMORI (MB) Kinerja % Kapasitas %

Grafik 4.3 hasil pengujian kinerja memori PC server 1

Dari tabel pengujian concurrent call dan grafik diatas yang mampu ditangani oleh server 1 hanyalah 21 panggilan dengan tingkat kapasitas prosessor dan memori yang semakin meningkat hingga batas dimana server VoIP tidak mampu menangani panggilan selanjutnya. Pada panggilan ke 21 server elastix tidak mampu untuk meneruskan panggilan ke panggilan 22. Ditandai dengan server elastix memutuskan panggilan ke 22 dan client berikutnya tidak mampu menerima panggilan ke 22. Sehingga total panggilan yang tercatat hanya 21 panggilan. 78% 80% 82% 84% 86% 88% 90% 92% 94% 96% 98% 3 6 9 13 16 18 21 Call

KINERJA MEMORI

MEMORI (%) Kinerja %

 MOS

Parameter MOS di capture menggunakan aplikasi monitoring VoIP VQ manager yang di –setting pada kartu jaringan kedua pasang PC client yang saling melakukan komunikasi dalam satu panggilan. Sample MOS di capture dari dua PC client yang berkomunikasi selama proses pengujian dilangsungkan secara real time. Dan hasilnya ada pada screen capture di bawah ini :

Gambar 4.3 capture MOS score pada antar dua client (skenario 1)

Gambar 4.4 capture MOS score call pada antar dua client (skenario 1) Dari hasil capture diatas nilai MOS untuk panggilan diatas bisa di katagorikan 4.3 adalah nilai yang bagus dan sesuai dengan range rata – rata nilai MOS yang sesuai standar penilaian MOS dikeluarkan ITU-T pada tahun 1996.

4.2.2 Pengujian PC server 2 B. PC serverceleron

Pengujian pada PC Server dengan spesifikasi intel celeron prosessor dan memori 512 MB dapat di lihat pada MOS, tabel pengujian concurrent call, dan grafik sebagai berikut :

 Concurrent call

Server celeron CPU

CALL PROSESSOR (%) MEMORI

MB % 3 10 % 290 MB 67 % 6 10 % 290 MB 68 % 9 40 % 300 MB 72 % 13 40 % 320 MB 80 % 15 70 % 450 MB 90 % 18 80 % 450 MB 93 % 19 80 % 450 MB 95 %

Tabel 4.2 Jumlah concurrent call PC server 2

Grafik 4.4 hasil pengujian kinerja prosessor PC server 2 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 3 6 9 13 16 18 19 Call

PROSESSOR (%)

PROSESSOR (%) Kinerja %

Grafik 4.5 hasil pengujian kinerja memori PC server 2

Grafik 4.6 hasil pengujian kinerja memori PC server 2

Dari tabel pengujian concurrent call dan grafik diatas, yang mampu ditangani oleh PC server 2 hanyalah 19 panggilan ,kurang 2 panggilan dari jumlah

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500 3 6 9 13 16 18 19 Call

KAPASITAS MEMORI

MEMORI (MB) 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% 3 6 9 13 16 18 19 Call

KINERJA MEMORI

MEMORI (%) Kapasitas % Kinerja %

kemampuan PC server 1 yang bisa menangani panggilan lebih banyak dari PC server yang mempunyai prossesor intel celeron.

Dengan tingkat kapasitas prosessor dan memori yang semakin meningkat hingga batas dimana server VoIP tidak mampu menangani panggilan selanjutnya. Pada panggilan ke 19 server elastix tidak mampu untuk meneruskan panggilan ke panggilan 20. Ditandai dengan client berikutnya tidak mampu menerima panggilan ke 20. Sehingga total panggilan yang tercatat hanya 19 panggilan.

 MOS

Parameter MOS di capture menggunakan aplikasi monitoring VoIP VQ manager yang di –setting pada kartu jaringan kedua pasang PC client yang saling melakukan komunikasi dalam satu panggilan. Sama seperti skenario pada PC server 1, SampleMOS di- capture dari dua PC client yang berkomunikasi selama proses pengujian dilangsungkan secara real time. Pada hasil capture nilai MOS yang didapat adalah 4.4 merupakan nilai MOS yang bagus sesuai standar penilaian. Data MOS ada pada screen capture di bawah ini :

Gambar 4.5 capture MOS score pada antar dua client (skenario 2)

4.3 Perbandingan concurrent call

Grafik 4.7 menunjukan perbandingan tingkat concurrent call pada PC server dengan prosessor intel dual core dan Celeron. Grafik concurrent call prosessor intel dual core lebih banyak meningkat dibandingkan prosessor celeron. Intel dual core mampu menangani 20 panggilan dan Celeron hanya mampu menangani 19 panggilan saja.

Grafik 4.7 perbandingan jumlah concurrent call

4.4 Perbandingan MOS

Grafik 4.8 menunjukan perbandingan nilai Mean Opinion Score (MOS) untuk kedua PC server tidak jauh berbeda. Dan masih dalam katagori kualitas bagus dari skala 1 – 5 dimana nilai minimum adalah kualitas sangat buruk. Nilai MOS prosesor dual core adalah 4.3 sedangkan prosesor Celeron 4.4.

20 19 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21

Dual core Celeron

Grafik 4.8 Perbandingan MOS kedua PC server

4.3 Perbandingan Performansi Perangkat Keras

Grafik 4.9, 4.10, dan 4.11 menunjukan perbandingan performansi perangkat keras meliputi kapasitas memori ,kinerja prosessor dan kinerja memori. Saat pengujian kinerja prosessor dual core menunjukan angka yang lebih signifikan dibandingkan prosessor Celeron. Prosessor dual core lebih banyak menggunakan resourses Prosessor dan memori nya dari awal panggilan dilakukan. Hal itu dikarenakan adanya anomali versi server elastix yang digunakan dalam pengujian ini masih menggunakan sistem operasi versi lama yaitu CentOS 7. Dari data grafik yang dihasilkan menunjukan bahwa CentOS 7 lebih cocok digunakan untuk PC server celeron dibandingkan dengan PC server dual core dalam hal performa perangkat keras.

4.3 4.4 1 2 3 4 5

Dual Core Celeron

Grafik 4.9 Perbandingan kinerja prosessor kedua PC server

Grafik 4.10 Perbandingan kapasitas memori kedua PC server

50% 58% 45% 63% 63% 89% 10% 10% 40% 40% 70% 80% 3 6 9 13 16 18 Call

Kinerja Prosessor (%)

Dual Core Celeron

400 400 400 420 420 450 290 290 300 320 450 450 3 6 9 13 16 18 Call

Kapasitas Memori (MB)

Grafik 4.11 Perbandingan kinerja memori kedua PC server 85% 87% 88% 87% 88% 96% 67% 68% 72% 80% 90% 93% 3 6 9 13 16 18 Call

Kinerja Memori (%)

46 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 1.1 Kesimpulan

Dari analisis tingkat performansi server VoIP dalam menangani concurrent call yang sudah di implementasikan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Jumlah concurrent call yang diukur pada uji coba ini berbanding lurus dengan tingkat spesifikasi PC server. Semakin tinggi spesifikasi PC server yang di install dengan server VoIP maka semakin tinggi juga tingkat kemampuan PC server tersebut bisa menangani banyaknya panggilan yang ada.

2. Dari anomali data performansi perangkat keras yang diuji terlihat optimalisasi kinerja kedua server. CentOS 7 lebih optimal kinerja nya pada prosessor Celeron dibandingkan Prosessor Dual core.

1.2 Saran

Terdapat beberapa saran dari penulis agar peneliti selanjutnya dapat memperhatikan hal – hal dibawah ini, guna perbaikan dan pengembangan kearah yang lebih baik, Adapun saran tersebut adalah :

1. Untuk pengembangan lebih lanjut bisa menggunakan PC server lebih dari 2 dan dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

2. Pengujian dengan codec yang berbeda dan menambah lebih banyak parameter.

3. Penggunaan elastix lebih diperdalam lagi misalnya dengan menerapkan call conference ,video call dan voice mail.

4. Menggunakan server VoIP selain server elastix. 5. Pengujian dilakukan menggunakan IP Phone.

48

DAFTAR PUSTAKA

Johnston, Alan B. (2001). SIP : Understanding the Session Initiation Protocol. Artech House.

Brokish, C.W. & Lewis, M. (1997) A-Law and mu-Law Companding Implementations Using the TMS320C54x [Internet], Texas Instruments. <http://www.voip-sip.org> diakses 27 Mei 2012

ITU-T G.107. The E-model, a computational model for use in transmission planning.

Harahap,M.I., “Pengantar Jaringan VoIP”,

http://ilmukomputer.org/2008/11/25/pengantar-jaringan-voip> (diakses tanggal 17 maret 2015)

Allmaadin, Yuni 2009. “RANCANG BANGUN SERVER VOIP BERBASIS

METODE PARALLEL PROCESSING” Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS Sukolilo, Surabaya.

Lazuardi, N. (2008) Perencanaan Jaringan Komunikasi VoIP Menggunakan Asterisk SIP. Skripsi, Universitas Sumatera Utara.

Purbo, O.W. & Raharja, A. (2010) VoIP Cookbook: Building Your Own Telecommunication Infrastructure [internet]. Jakarta: One Destination Center. <http://opensource.telkomspeedy.com> diakses 15 maret 2015 VoIP Mechanic. MOS-Mean Opinion Score for VoIP Testing.

< http://www.voipmechanic.com/mos-mean-opinion-score.htm> diakses 20 april 2015

Yletyinen, T. 1998. The Quality of Voice Over IP. Helsinki University Of Technology

Elastix manual e-book http://blogs.elastix.org/en/manuals/ (di- download tanggal 9 maret 2015)

Zuhdan, Muhammad. 2008. Rancang Bangun Dan Unjuk Kerja Mobile VoIP Berbasis Session Initiation Protocol Dengan Menggunakan Codec G.711, GSM dan iLBC. Skripsi, Universitas Indonesia.

50 LAMPIRAN A. Proses Instalasi Elastix Server

1. Download image ISO Elastix 2.4.0 (IP PBX, Email, IM, Faxing, Collaboration) Appliance. Yang bisa didapat disini :

http://www.elastix.org/index.php/en/downloads.html

2. Burning iso tersebut diatas ke dalam sekeping CD

3. Setting BIOS pada Server agar booting awal ke CD Drive / DVD Drive. Dan lanjutkan seperti langkah-langkah berikut ini :

5. Keyboard Type pilih “us” :

Dokumen terkait