UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
3.2. TAHAP KONSTRUKSI 1. KOMPONEN FISIK KIMIA
3.2.2. KOMPONEN SOSIAL EKONOMI DAN BUDAYA 1. Kesempatan Kerja
a. Sumber Dampak
Penerimaan tenaga kerja konstruksi yang berasal dari penduduk sekitar lokasi kegiatan.
b. Jenis Dampak
Terbukanya kesempatan kerja bagi warga sekitar lokasi kegiatan. c. Besaran Dampak
Jumlah tenaga kerja konstruksi yang dibutuhkan sebanyak 500 orang. d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
1) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
Memberikan prioritas kepada masyarakat sekitar yang memenuhi kualifikasi untuk dapat bekerja di proyek.
Menginformasikan kepada masyarakat tentang adanya kesempatan kerja berikut kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan dengan memasang informasi di lokasi proyek.
Memberi upah sesuai Upah Minimum Regional, tingkat pendidikan dan keterampilan pekerja.
2) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Wilayah sekitar lokasi kegiatan khususnya Desa Kalijaya/Kecamatan Cikarang Barat.
SERTA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PT. FAJAR SURYA WISESA TBK III - 11 3) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan dilakukan pada saat penerimaan tenaga kerja konstruksi. e. Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
1) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan dengan penelahaan data tenaga kerja konstruksi. 2) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan penyerapan warga setempat dilakukan di kantor proyek pembangunan perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
3) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan 1 kali selama tahap konstruksi berlangsung. f. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak yang digunakan adalah jumlah penduduk setempat yang menjadi tenaga kerja konstruksi sekitar 10% dari total tenaga kerja konstruksi.
g. Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Instansi Pelaksana
PT. Fajar Surya Wisesa Tbk berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana pembangunan perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
2) Instansi Pengawas
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. 3) Instansi Penerima Laporan
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. 3.2.2.2. Keselamatan Pekerja Konstruksi a. Sumber Dampak
Tidak tersedianya peralatan keselamatan kerja selama pelaksanaan kegiatan konstruksi perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
b. Jenis Dampak
Terjadinya kecelakaan kerja pada masa konstruksi perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
SERTA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
c. Besaran Dampak
Kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja relatif kecil karena pihak kontraktor menerapkan prosedur K3 dan selalu melakukan patroli secara berkala.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
1) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
Menekankan kepada seluruh pekerja konstruksi untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam bekerja.
Melengkapi para pekerja konstruksi dengan alat pelindung diri seperti helm, kaca mata, safety shoes, sarung tangan, masker, rompi dan earplug disesuaikan dengan tingkat resiko pekerjaannya.
Melakukan pengawasan/patroli K3 secara berkala selama masa konstruksi dan memberikan teguran kepada pekerja konstruksi yang melanggar peraturan. 2) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan dilakukan di area pembangunan perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
3) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan lingkungan dilakukan selama konstruksi perluasan pabrik dan utilitas tambahan berlangsung.
e. Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
1) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Patroli berkala yang dilakukan harian di lokasi konstruksi. 2) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan di area tapak proyek. 3) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan setiap hari selama konstruksi perluasan pabrik dan utilitas tambahan berlangsung.
f. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak yang digunakan adalah tidak adanya kecelakaan kerja yang terjadi selama masa konstruksi.
SERTA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PT. FAJAR SURYA WISESA TBK III - 13 g. Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup
1) Instansi Pelaksana
PT. Fajar Surya Wisesa Tbk berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana pembangunan perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
2) Instansi Pengawas
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. 3) Instansi Penerima Laporan
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi. 3.2.2.3. Keamanan dan Ketertiban
a. Sumber Dampak
Kurang ketatnya penjagaan keamanan di lokasi proyek dan ketidaksigapan petugas keamanan dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.
b. Jenis Dampak
Terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lokasi proyek. c. Besaran Dampak
Tingkat gangguan keamanan dan ketertiban kemungkinannya kecil karena lokasi proyek dijaga oleh petugas keamanan perusahaan selama 24 jam.
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
1) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
Penjagaan keamanan dan ketertiban di lingkungan proyek oleh petugas SATPAM selama 24 jam non stop untuk setiap harinya.
Menggunakan peralatan komunikasi untuk mempermudah komunikasi antara petugas keamanan dengan pihak-pihak terkait termasuk kepolisian terdekat. Mendirikan pagar pembatas antara tapak proyek dengan lingkungan sekitar
untuk mencegah pencurian material bangunan atau gangguan di dalam tapak proyek.
2) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan dilakukan di tapak proyek.
SERTA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
3) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan lingkungan dilakukan selama konstruksi perluasan pabrik dan utilitas tambahan berlangsung.
e. Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
1) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan dengan penelahaan data terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lokasi proyek selama masa konstruksi.
2) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan di lokasi tapak proyek. 3) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan 1 x 24 jam selama tahap konstruksi berlangsung. f. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak yang digunakan adalah tidak adanya gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi selama tahap konstruksi perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
g. Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Instansi Pelaksana
PT. Fajar Surya Wisesa Tbk berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana pembangunan perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
2) Instansi Pengawas
BPLH Kabupaten Bekasi, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi dan Polsek Cikarang Barat.
3) Instansi Penerima Laporan
BPLH Kabupaten Bekasi, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bekasi dan Polsek Cikarang Barat.
SERTA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PT. FAJAR SURYA WISESA TBK III - 15 3.2.3. KOMPONEN LINGKUNGAN BINAAN
3.2.3.1. Estetika Lingkungan a. Sumber Dampak
Kegiatan pengangkutan dan penumpukan material akan menimbulkan banyak debu yang berhambur di lingkungan sekitarnya serta ceceran tanah/material dari kendaraan pengangkut material. Hal ini akan menimbulkan dampak berupa penurunan estetika di lingkungan proyek dan sekitarnya.
b. Jenis Dampak
Penurunan estetika lingkungan di lokasi proyek dan sekitarnya. c. Besaran Dampak
Prediksi jenis dan volume limbah padat non B3 yang akan dihasilkan selama tahap konstruksi disajikan pada tabel berikut.
No. Jenis Limbah Volume Limbah Selama Masa Konstruksi
1. Sisa/bekas material konstruksi yang tidak dapat dipakai 50 kg/hari 2. Sampah domestik dari pekerja konstruksi 15 - 20 kg/hari 3. Kardus & plastik bekas kemasan keramik, dll 300 kg
4. Bekas kemasan cat tembok 100 pcs
d. Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
1) Bentuk Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
Penyediaan tempat atau prasarana untuk pengumpulan limbah-limbah padat domestik, seperti pembangunan bak sampah di tapak proyek atau penggunaan drum-drum tertutup.
Pengelolaan sampah domestik pekerja harus dilakukan dengan memisahkan antara sampah dan limbah konstruksi seperti kayu-kayu bekas untuk memudahkan pengelolaan limbah lebih lanjut.
Limbah konstruksi yang masih bagus akan dimanfaatkan oleh pihak kontraktor pada konstruksi kegiatan lain, dan yang tidak dapat digunakan lagi akan dikumpulkan oleh pihak kontraktor di TPS non B3 yang tersedia di pabrik
existing.
Pembuangan sampah dan sisa material yang bernilai ekonomis keluar proyek dilakukan secara terintegrasi dengan pengelolaan limbah padat non B3 bernilai ekonomis yang selama ini telah dilakukan di pabrik existing, melalui
SERTA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
kerjasama dengan pihak ketiga yang selama ini telah menjadi rekanan perusahaan.
2) Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Lokasi pengelolaan dilakukan di area tapak proyek dan TPS non B3 di pabrik
existing.
3) Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pengelolaan lingkungan dilakukan selama konstruksi perluasan pabrik dan utilitas tambahan berlangsung.
e. Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
1) Bentuk Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Melakukan pengamatan visual terhadap tumpukan/volume sampah yang dihasilkan dari kegiatan konstruksi dan upaya pengelolaannya.
2) Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan di TPS non B3 di lokasi tapak proyek maupun di pabrik
existing.
3) Periode Pemantauan Lingkungan Hidup
Pemantauan dilakukan setiap hari selama konstruksi perluasan pabrik dan utilitas tambahan berlangsung.
f. Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak yang digunakan adalah kerapian dan keteraturan tata letak penumpukan material dan alat berat serta tidak adanya limbah padat pada tahap konstruksi yang berserakan di lokasi tapak proyek.
g. Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Instansi Pelaksana
PT. Fajar Surya Wisesa Tbk berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana pembangunan perluasan pabrik dan utilitas tambahan.
2) Instansi Pengawas
BPLH Kabupaten Bekasi dan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.
SERTA UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
PT. FAJAR SURYA WISESA TBK III - 17 3) Instansi Penerima Laporan
BPLH Kabupaten Bekasi dan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.
3.3. TAHAP OPERASI
3.3.1. KOMPONEN FISIK KIMIA