• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 2.21 Aplikasi Surya Termal .

Kompor surya

Ketergantungan masyarakat pedesaan terhadap kebutuhan bahan bakar seperti minyak tanah, gas dan dan kayu bakar untuk memasak dapat diatasi dengan memanfaatkan kompor/oven surya. Kompor dan oven surya adalah salah satu bentuk kolektor surya yang digunakan sebagai perangkat memasak.

Secara umum kompor surya dibedakan atas beberapa tipe, yaitu ;

1. Kompor surya tipe kotak / oven surya Kompor surya tipe ini berbentuk kotak kedap udara dengan interior berwarna gelap dan penutup bagian atas yang terbuat dari kaca/cermin untuk menjebak panas matahari didalam kotak. Prinsip kerjanya sama dengan kolektor surya pelat datar. Kompor tipe ini disebut juga oven surya karena bentuknya menyerupai oven.

Kompor masak kompor masak

MODUL

2

ENERGI SURYA

Gambar 2.22 Kompor Surya Tipe Kotak / Oven surya

Cara Membuat

Kompor berbentuk kotak dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahan seadanya atau dibuat oleh pabrik untuk dijual. Bentuknya berkisar dari kompor dari kardus kecil, cocok untuk memasak satu jenis masakan pada saat hari terang hingga kompor dari bahan kayu dan gelas yang dibangun di bagian rumah yang paling banyak kena sinar matahari. Isolasi panas pada bagian dalam kompor berbentuk kotak ini harus mampu menahan panas hingga 150 °C tanpa meleleh atau menghasilkan gas. Remasan kertas, wol, sisa kain, rumput kering, potongan kardus, dan sebagainya dapat digunakan sebagai isolasi panas pada dinding kompor. Bagian tutup yang transparan terbuat dari gelas, yang tahan lama tapi sulit penggunaannya atau kantong plastik oven tahan panas yang lebih mudah digunakan, ringan dan murah tapi tidak tahan lama. Jika panci

dan/atau bahan bagian dasar kompor berwarna hitam sulit didapatkan, bisa dengan menggunakan cat semprot hitam (yang tidak beracun ketika panas), cat tempera hitam (cat berbahan dasar telur), atau jelaga pada bagian-bagian yang sebaiknya berwarna gelap.

Pengoperasian oven surya sangat simpel dan mudah, tetapi waktu yang diperlukan untuk memasak nasi sekitar 3-5 jam. Meskipun suhu didalam oven surya tidak sepanas oven konvensional, hanya bisa mencapai 150°C tetapi masih dapat mematangkan makanan dalam waktu yang lebih lama. Makanan yang mengandung air tidak akan dapat mencapai panas lebih dari 100°C. Kompor juga dapat digunakan untuk menghangatkan makanan dan minuman serta untuk mempasturisasi air dan susu. Karena tidak dapat mencapai temperatur yang tinggi, makanan dapat dimasak sepanjang hari tanpa khawatir menjadi hangus. Namun demikian, memasak dengan kompor ini sebaiknya dilakukan sebelum tengah hari. Oven surya dengan luas permukaan 0.25 m2

memiliki kapasitas sebesar 4 kg dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga beranggota 5 orang.

Kelebihan oven surya : Bisa memasak beberapa makanan sekaligus, ringan dan portable, mudah pengoperasian dan perawatannya, bisa menyimpan makanan hangat hingga malam, mudah dibuat dan murah.

Kelemahan oven surya : proses memasak lama dan tergantung cuaca, tidak bisa digunakan untuk menggoreng dan memanggang.

2.4. SUR

PENG ANT AR ET

SUR

YA

ANGIN

BIOMASSA

MIKROHIDRO

APPENDIX

AHUL U AN

SUR

YA

2. Kompor surya tipe parabola/ konsentrator

Prinsip kerja kompor parabola ini mirip sama dengan kolektor parabola/konsentrator. Kompor parabola terdiri atas sekumpulan cermin pemantul yang disusun berbentuk parabola dan dilengkapi dengan tempat panci di titik fokus parabola yang berfungsi sebagai receiver. Cermin parabola akan memfokuskan sinar radiasi surya ke arah panci untuk memasak makanan yang ada didalam panci. Kompor jenis ini biasanya digunakan untuk memasak dalam skala besar.

Gambar 2.23 Kompor Surya Parabola Kolektor parabola berukuran 1.25 m2

dapat memasak 1 liter air selama lebih kurang 15 menit. Energi yang dihasilkan setara dengan daya 350 W pada hari cerah.

Kelebihan kompor surya parabola antara lain : proses memasak cepat, bisa

memasak hmpir semua jenis makanan dan bisa untuk memanggang.

Kelemahan menggunakan kompor jenis ini adalah kompor ini cukup sulit dibuat, membutuhkan area yang luas dan selama memasak membutuhkan pengaturan dan pengawasan agar dapat beroperasi dengan aman (karena biasanya kompor parabolik memantulkan cahaya matahari yang berbahaya bagi mata). Selain itu juga kurang praktis dan ergonomis karena harus dilakukan di bawah terik matahari.

3. Kompor surya tipe panel

Kompor panel merupakan kombinasi antara kompor parabola dengan oven surya. Kompor jenis ini yang paling banyak digunakan karena memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah temperature yang dihasilkan tidak sepanas kompor parabola sehingga relatif aman, bentuknya yang flat juga aman bagi mata, mudah diproduksi dengan teknologi sederhana dan biaya yang murah, serta mudah dibawa dan disimpan.

Gambar 2.24 Kompor Surya Tipe Panel

(www.solarcooking.org)

MODUL

2

ENERGI SURYA

Kompor surya berbentuk panel ini sangat murah biayanya, terbuat dari panel yang berkilat untuk mengarahkan sinar matahari pada panci pemasak yang diselubungi oleh kantong plastik (tahan panas). Kompor jenis ini seringkali diproduksi secara lokal dengan cara menempelkan bahan pemantul cahaya seperti kertas aluminium di atas kepingan karton/kardus yang dipotong secara khusus. Kompor jenis ini ringan dan dapat disimpan dengan cara melipatnya. Jika kompor ini dipasang, ukurannya sekitar 1 m x 1.3 m. dengan biaya pembuatannya berkisar Rp 50.000,-/ kompor.

Kompor surya ini dapat menghasilkan panas yang rendah sampai dengan sedang dan mudah mencapai temperatur untuk mempasteurisasikan air atau memasak beras. Pada hari yang cerah, kompor panel ini dapat mengumpulkan tenaga matahari cukup untuk memasak nasi, daging atau sayuran bagi keluarga dengan tiga sampai empat orang anak. Keluarga yang lebih besar jumlahnya dapat menggunakan 2 buah kompor atau lebih.

Pengoperasian kompor panel ini harus dilipat terlebih dahulu hingga berbentuk mangkuk. Makanan ditempatkan dalam panci berwarna gelap dan tertutup rapat. Kemudian panci dibungkus dengan plastik bening yang diikat atau dijepit erat dan diletakkan di dalam kompor. Kompor ditempatkan di bawah matahari hingga makanan matang, umumnya membutuhkan waktu beberapa jam untuk memasak makanan bagi sebuah keluarga. Untuk mempercepat waktu memasak, panci dapat ditaruh di atas tongkat

atau kawat sehingga udara panas dapat bersirkulasi di bawahnya. Kantong plastik tahan panas (yang biasa digunakan untuk memanggang dalam oven konvensional) dapat digunakan kembali selama lebih dari sebulan. Namun demikian, kantong plastik jenis apapun dapat digunakan asalkan kantong plastiknya tidak langsung bersentuhan dengan panci yang panas dan menjadi meleleh, misalnya dengan memasang rak kawat atau tongkat. Fungsi kantong plastik ini adalah untuk memerangkap udara panas di sekitar panci. Hal ini tidak diperlukan pada hari yang sangat cerah dan tak berangin. Kelemahan kompor panel ini sama dengan jenis kompor sebelumnya yaitu harus dilakukan di luar ruangan.

4. Sistem kompor surya indoor

Memasak menggunakan energi surya juga dapat dilakukan di dalam ruangan, yaitu membuat sistem kompor surya dengan menggunakan kolektor surya parabola atau tabung hampa. Prinsip kerja sistem kompor surya indoor ini adalah mengalirkan/ mengarahkan panas yang dihasilkan oleh kolektor surya ke dalam ruang memasak/dapur.

Perawatan kompor surya tidak terlalu sukar. Kaca reflektor harus secara rutin dibersihkan dengan menggunakan lap. Bila terkena tumpahan kuah/minyak, kaca harus dicuci dengan sabun. Meski tanpa perawatan selama 3 bulan, kompor surya masih dapat berfungsi dengan baik.

2.5. PENGERING TENA

GA SUR

PENG ANT AR ET

SUR

YA

ANGIN

BIOMASSA

MIKROHIDRO

APPENDIX

AHUL U AN

SUR

YA

Gambar 2.25a Sistem Kompor Surya Indoor Berbentuk Parabola (Sumber: JurnalNasional, 2007)

Gambar 2.25b Kompor Surya Indoor Menggunakan Kolektor Surya Tabung Hampa (Sumber: Sun2Steam, 2008)

Gambar 2.25c. Kolektor surya tabung hampa mengubah radiasi matahari menjadi uap panas dan dialirkan ke steamer berisi makanan yang akan dimasak / dipanaskan. Steamer dapat

MODUL

2

ENERGI SURYA

2.5. PENGERING