BAB II URAIAN TEORITIS
2.1.2. Komunikasi Antar Pribadi
2.1.2.1 Definisi Komunikasi Antar Pribadi
Josep A. Devito dalam bukunya “The Interpersonal Communication Book”
mendefinisikan komunikasi antar pribadi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa aspek dari beberapa umpan balik seketika (Devito,1989:4). Berdasarkan definisi itu, komunikasi antarpribadi dapat berlangsung antara dua orang yang sedang dalam suatu pertemuan. Adapun beberapa definisi komunikasi antarpribadi menurut para ahli, yaitu :
a. Menurut Effendy, komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan.
b. Menurut Dean C. Barnlund, komunikasi antarpribadi biasanya dihubungkan dengan pertemuan antara dua orang, atau tiga orang atau mungkin empat orang yang terjadi secara sangat spontan dan tidak berstruktur.
c. Menurut Tan, komunikasi antarpribadi merupakan komunikasi tatap muka antara dua orang atau lebih
d. Menurut Rogers, komunikasi antar pribadi adalah komunikasi dari mulu ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi (Liliweri, 1991:13).
Komunikasi antarpribadi sebenarnya merupakan suatu proses sosial dimana orang-orang yang terlibat didalamnya saling mempengaruhi. Proses saling mempengaruhi ini merupakan suatu proses bersifat psikologis dan karenanya juga merupakan permulaan dari ikatan psikologis antar manusia yang memiliki suatu pribadi. Pentingnya situasi komunikasi antar pribadi ialah karena prosesnya memungkinkan berlangsung secara dialogis, dimana selalu lebih baik daripada secara monologis. Monolog menunjukkan suatu bentuk komunikasi dimana seorang berbicara, yang lain mendengarkan, jadi tidak terdapat interaksi. Dialog adalah bentuk komunikasi antarpribadi yang menunjukkan adanya interaksi. Mereka yang terlibat dalam komunikasi bentuk ini berfungsi ganda, masing-masing menjadi pembicara dan pendengar secara bergantian (Fajar, 2009:78).
2.1.2.2 Karakteristik-karakteristik Efektifitas Komunikasi Antar Pribadi
Menurut Joseph Devito (dalam Fajar,2009:84) efektifitas komunikasi dilihat dari 2 perspektif, yaitu :
A. Sudut pandang Humanistik
Sudut pandang ini menekankan pada interaksi yang bermakna jujur dan memuaskan yang menentukan terciptanya hubungan antar manusia yang superior.
Ada lima kualitas umum sudut pandangan humanistik, yaitu : a. Keterbukaan
Sifat keterbukaan menunjuk paling tidak ada 2 aspek tentang komunikasi antar pribadi. Aspek pertama adalah bahwa kita harus terbuka pada orang-orang yang berinteraksi dengan kita. Aspek kedua, dari keterbukaan menunjuk pada kemauan kita untukj memberikan tanggapan terhadap orang lain dengan jujur terus terang tentang segala sesuatu yang dikatakannya.
b. Empati
Empati adalah kemauan seseorang untuk menempatkan dirinya pada peranan atau posisi orang lain.
c. Perilaku Suportif
Jack R. Gibb (dalam Fajar, 2009:84) menyebutkan tiga perilaku yang menimbulkan perilaku suportif, yakti :
1. Deskriptif, suasana yang deskriptif akan menimbulkan sikap suportif dibanding dengan suasana yang evaluatif.
2. Spontanitas, orang yang spontan dalam berkomunikasi adalah orang yang terbuka dan terus terang tentang apa yang dipikirkannya.
3. Profesionalisme, seseorang yang memiliki sifat ini adalah orang yang memiliki sikap terbuka, ada kemauan untuk mendengar pandangan yang berbeda dan bersedia menerima pendapat orang lain, bila memang pendapatnya keliru.
d. Perilaku Positif
Komunikasi antarpribadi anak berkembang bila ada pandangan positif terhadap orang lain dan berbagai situasi komunikasi.
e. Kesetaraan
Hal ini mencakup dua hal, pertama, kesamaan bidang pengalaman diantara para pelaku komunikasi. Kedua, kesamaan dalam percakapan diantara para pelaku komunikasi memberi pengertian bahwa dalam komunikasi antarpribadi harus ada kesamaan dalam hal mengirim dan menerima pesan.
B. Sudut pandang Pragmatis
Sudut pandang ini menekankan pada manajemen dan kesegaran interaksi. Dan secara umum, kualitas-kualitas yang menentukan pencapaian tujuan yang spesifik. Ada lima efektifitas, yaitu :
a. Bersikap Yakin
Komunikasi antarpribadi akan lebih efektif bila seseorang mempunyai keyakinan diri. Orang yang mempunyai sifat semacam ini akan bersikap luwes dan tenang, baik secara verbal maupun non verbal.
b. Kebersamaan
Orang dengan sifat ini, akan memperlihatkan dan merasakan kepentingan orang lain. Sikap kebersaman ini dikomunikasikan baik secara verbal maupun non verbal.
c. Manajemen Interaksi
Seseorang yang menginginkan komunikasi yang efektif akan mengontrol dan menjaga interaksi agar dapat memuaskan kedua belah pihak. Hal ini ditunjukkan dengan mengatur isi, kelancaran dan arah pembicaraan secara konsisten.
d. Perilaku Ekspresif
Perilaku ini memperlihatkan keterlibatan seseorang secara bersungguh-sungguh dam berinteraksi dengan orang lain.
e. Orientasi Pada Orang Lain
Untuk mencapai efektifitas komunikasi, seseorang harus memiliki sifat-sifat yang berorientasi pada orang lain. Artinya, kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan orang lain selama komunikasi antarpribadi.
2.1.2.3 Ciri-ciri Komunikasi Antar Pribadi
Menurut Barlund (dalam Liliweri, 1991: 13), ada beberapa ciri yang bisa diberikan untuk mengenal komunikasi antar pribadi, yaitu :
1. Komunikasi antar pribadi terjadi secara spontan.
2. Tidak mempunyai struktur yang teratur atau diatur.
3. Terjadi secara kebetulan.
4. Tidak mengejar tujuan yang telah direncakana terlebih dahulu.
5. Identitas keanggotaannya kkadang-kadang kurang jelas.
6. Bisa terjadi hanya sambil lalu.
Menurut Reardon (1987 dalam Liliweri, 1991 :13) juga mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi mempunyai paling sedikit enam ciri yaitu :
1. Dilaksanakan karena adanya perbagai faktor penorong.
2. Berakibat sesuatu yang disengaja maupun tidak disengaja.
3. Kerapkali berbalas-balasan.
4. Mempersyaratkan adanya hubungan (paling sedikit dua orang) antar pribadi.
5. Serta suasana hubungan harus bebas, bervariasi, dan adanya keterpengaruhan.
6. Menggunakan berbagai lambang-lambang yang bermakna.
De Vito (dalam Liliweri, 1991: 13) mengemukakan komunikasi antar pribadi mempunyai lima ciri yaitu :
1. Keterbukaan (Openness).
Kemauan menanggapi dengan senang hati informasi yang diterima di dalam menghadapi hubungan antar pribadi.
2. Empati (emphaty).
Merasakan apa yang dirasakan orang lain.
3. Dukungan (supportiveness).
Situasi yang terbuka untuk mendukung komunikasi berlangsung efektif.
4. Rasa positif (positiveness).
Seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.
5. Kesetaraan (equality).
Pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. Pada bukunya (Liliweri, 1991: 31), ada tujuh sifat yang menunjukkan bahwa suatu komunikasi antar dua orang merupakan komunikasi antar pribadi dan bukan komunikasi lainnya. Sifat-sifat komunikasi antar pribadi adalah:
1. Melibatkan didalamnya perilaku verbal dan non verbal. Dalam komunikasi, tanda-tanda verbal diwakili dalam penyebutan kata-kata, pengungkapannya baik yang lisan maupun tertulis. Sedangkan tanda-tanda non verbal terlihat dalam ekspresi wajah, gerakan tubuh atau gestur.
2. Melibatkan pernyataan/ungkapan yang spontan, scripted dan contrived. Perilaku spontan dalam komunikasi antar pribadi dilakukan secara tiba-tiba, serta merta menjawab sesuatu rangsangan dari luar tanpa terpikir dahulu. Bentuk perilaku scripted terjadi atas reaksi dari emosi terhadap pesan yang diterima jika pada taraf yang terus menerus dan akhirnya perilaku ini dilakukan karena dorongan faktor kebiasaan.
Perilaku contrived merupakan perilaku yang sebagian besar didasarkan pada pertimbangan kognitif.
3. Komunikasi antar pribadi tidaklah statis melainkan dinamis
4. Komunikasi antar pribadi harus menghasilkan umpan balik, mempunyai interaksi dan koherensi (pernyataan yang satu harus berkaitan dengan yang lain sebelumnya).
5. Komunikasi antar pribadi dipandu oleh tata aturan yang bersifat intrinsik dan ekstrinsik. Komunikasi yang bersifat intrinsik adalah suatu standart dari perilaku yang dikembangkan oleh seorang sebagai pandu bagaimana mereka melaksankan komunikasi. Sedangkan komunikasi yang bersifat ekstrinsik adalah adanya standart atau tata aturan lain yang ditimbulkan karena adanya pengaruh pihak ketiga atauh pengaruh situasi dan kondisi sehingga komunikasi antar manusia harus diperbaiki atau malah dihentikan.
6. Komunikasi antar pribadi merupakan suatu kegiatan dan tindakan. Kedua pihak yang berkomunikasi harus sama-sama mempunyai kegiatan, aksi tertentu sehingga tanda bahwa mereka memang berkomunikasi.
7. Komunikasi antar pribadi merupakan persuasi antar manusia. Persuasi tidak lain merupakan teknik mempengaruhi manusia dengan memanfaatkan data dan fakta psikologis maupun soosiologis dari komunikan yang hendak dipengaruhi.
2.1.2.4 Faktor-faktor Komunikasi Antar Pribadi
Menurut pendapat Halloran, 1980 (dalam Liliweri 1991: 48) mengemukakan bahwa manusia sebenarnya berkomunikasi dengan orang lain karena beberapa faktor, yatu:
1. Perbedaan Antar Pribadi
2. Manusia meskipun makhluk yang utuh, namun tetap mempunyai kekurangan 3. Adanya perbedaan motivasi antar manusia
4. Kebutuhan akan harga dri yang harus mendapat pengakuan dari orang lain
Cassagrande (dalam Liliweri, 1991:48) juga berpendapat hampir senada, bahwa orang berkomunikasi dengan orang lain karena:
1. Setiap orang memerlukan orang lain untuk saling mengisi kekurangan dan membagi kelebihan
2. Setiap orang terlibat dalam proses perubahan yang relatif tetap
3. Interaksi hari ini merupakan spektrum pengalaman masa lalu, dan buat orang mengantisipasi masa depan
4. Hubungan yang diciptakan kalau berhasil merupakan paengalaman yang baru.
2.1.2.5 Sifat Komunikasi Antar Pribadi
Selanjutnya untuk membedakan komunikasi antar pribadi dan yang bukan komunikasi antar pribadi, ada baiknya kita mengenal sifat-sifatnya. Rangkuman dari pendapat-pendapat Readon, Effendy, Porter dan Carnovar (Liliweri, 1997:178) menyebutkan sifat-sifat yang membedakan tersebut adalah :
1. Komunikasi antar pribadi melibatkan di dalamnya perilaku verbal maupun nonverbal.
Perilaku verbal maupun nonverbal masing-masing dapat menunjukkan seberapa jauh hubungan antara pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
2. Komunikasi antar pribadi melibatkan perilaku yang spontan, scripted dan contrived.
Suatu perilaku spontan timbul karena kekuasaan emosi yang bebas dari campur tangan kognisi. Perilaku scripted merupakan hasil belajar seseorang secara terus menerus.
Terakhir perilaku yang contrived karena dikuasai sebagian besar oleh keputusan-keputusan yang rasional.
3. Komunikasi antar pribadi sebagai suatu proses yang berkembang. Proses yang berkembang menandakan adanya kedinamisan yang pada gilirannya meningkatkan mutu studi komunikasi antar pribadi.
4. Komunikasi antar pribadi harus menghasilkan umpan balik, mempunyai interaksi dan koherensi. Suatu komunikasi antar pribadi harus ditandai dengan adanya umpan balik dan interaksi yang terjadi mengandalkan suatu perubahan dalam sikap, pendapat dan pikiran, perasaan dan minat ataupun tindakan tertentu. Koherensi menandakan adanya suatu benang merah yang terjalin antara pesan-pesan yang terungkap sebelumnya dengan yang baru saja yang diungkapkan.
5. Komunikasi antar pribadi biasanya diatur dengan tata aturan yang bersifat intrinsik dan ekstrinsik. Pengertian intrinsik dimaksudkan adalah suatu standart dari perilaku yang dikembangkan oleh seseorang sebagai panduan bagaimana mereka melaksanakan komunikasi. Sedangkan ekstrinsik yaitu adanya aturan lain yang ditimbulkan karena adanya pengaruh pihak ketiga atau pengaruh situasi dan kondisi sehingga komunikasi antar manusia harus diperbaiki atau malah dihentikan.
6. Komunikasi antar pribadi menunjukkan adanya suatu tindakan.
7. Komunikasi antar pribadi merupakan usaha yang bersifat persuasif karena untuk mencapai sukses harus dikenal latar belakang psikologis dan sosiologis seseorang.an adanya suatu tindakan.
2.1.3. Teori Pengurangan Ketidakpastian (Uncertainty Reduction Theory)