BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teoritis
2.1.1 Komunikasi Antarpribadi
Komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang.10 Situasi tatap muka tersebut menyebabkan masing-masing pihak terlibat dalam proses komunikasi sehingga dapat langsung merasakan dan mengetahui umpan balik dari komunikan. Umpan balik komunikasi antar pribadi segera dapat didapatkan sebagai suatu balasan atau tanggapan yang terjadi saat itu juga.
Terdapat beberapa ahli mendefinisikan komunikasi antar pribadi, diantaranya Agus M. Hardjana yang mengatakan bahwa komunikasi antar pribadi adalah interaksi tatap muka antardua atau beberapa orang, dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula.11 Joseph A. Devito mendefinisikan komunikasi antar pribadi sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.12 Dari beberapa definisi yang dikemukakan para ahli, dapat disimpulkan bahwa
10
Wiryanto. 2006.Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta. Grasindo.Hal: 32
11
Suranto Aw. 2011.Komunikasi Interpersonal.Yogyakarta. Graha Ilmu. Hal: 3
12
Ahmad Sihabudin. Rahmi Winangsih.2012.Komunikasi Antarmanusia. Serang. Pustaka Getok Tular. Hal: 109
11
komunikasi antar pribadi terjadi ketika komunikator mengirim pesan kepada komunikan secara langsung sehingga dapat menimbulkan umpan balik seketika. Komunikasi yang berlangsung secara dialogis tersebut menunjukan adanya interaksi sehingga masing-masing pihak berfungsi menjadi pembicara dan pendengar secara bergantian.
Interaksi tatap muka antara penyuluh pertanian dengan petani pada saat penyuluhan memungkinkan adanya umpan balik secara langsung yang menjadi tolak ukur apakah pesan berupa teknologi pengelolaan tanaman terpadu padi sawah yang disampaikan oleh penyuluh tersebut diterima atau ditolak oleh petani. Proses penyuluhan secara dialogis tersebut menggambarkan situasi bahwa penyuluh dan petani tersebut berfungsi ganda dimana masing-masing secara bergantian menjadi pembicara dan pendengar sehingga tujuan kegiatan penyuluhan dapat tercapai.
Terdapat beberapa faktor yang sangat menentukan keberhasilan komunikasi antar pribadi apabila dipandang dari sudut komunikator, komunikan dan pesan.13
1. Faktor keberhasilan dilihat dari sudut komunikator
a. Kredibilitas, yaitu kewibawaan seorang komunikator dihadapan komunikan. Pesan yang disampaikan oleh seorang komunikator yang kredibilitasnya tinggi akan lebih banyak memberi pengaruh terhadap penerima pesan.
13
12
Seorang penyuluh agar memiliki kredibilitas saat melaksanakan penyuluhan harus memiliki latar belakang pendidikan di bidang penyuluhan serta memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang penyuluhan sehingga pesan yang disampaikan akan dipercaya dan mudah diterima oleh petani sebagai komunikan. b. Daya tarik, yaitu daya tarik fisik maupun non fisik. Adanya daya
tarik ini akan mengundang simpati penerima pesan komunikasi. Pada akhirnya penerima pesan akan dengan mudah menerima pesan-pesan yang disampaikan oleh komunikator.
Adanya daya tarik penyuluh sebagai komunikator akan lebih mudah menarik perhatian petani sebagai penerima pesan.
c. Kemampuan intelektual, yaitu tingkat kecakapan, kecerdasan dan keahlian seorang komunikator, terutama dalam hal menganalisis suatu kondisi sehingga bisa mewujudkan cara komunikasi yang sesuai. Kemampuan penyuluh dalam berkomunikasi juga menjadi penentu apakah pesan berupa teknologi pertanian tersebut dapat tersampaikan dengan baik ataupun sebaliknya.
d. Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalam aktivitas sehari-hari. Komunikator yang memiliki keterpaduan, kesesuaian antara ucapan dan tindakannya akan lebih disegani oleh komunikan.
Agar pesan berupa teknologi pertanian yang disampaikan oleh penyuluh lebih mudah diperhatikan bahkan sampai diterima oleh
13
petani, maka penyuluh juga dapat meyakinkan petani dengan berbagi pengalaman penyuluh tersebut yang menunjang bahwa pesan tersebut memang harus dilaksanakan.
e. Keterpercayaan, apabila komunikator dipercaya oleh komunikan maka akan lebih mudah menyampaikan pesan dan mempengaruhi sikap orang lain. Ketika penyuluh sudah mendapat kepercayaan dari para petani maka petani pun akan lebih mudah dipengaruhi terhadap apa yang disampaikan oleh penyuluh sebagai komunikator.
f. Kepekaan sosial, yaitu suatu kemampuan komunikator untuk memahami situasi di lingkungan hidupnya. Apabila situasi lingkungan sedang sibuk, maka komunikator perlu mencari waktu lain yang lebih tepat untuk menyampaikan suatu informasi kepada orang lain.
Walaupun waktu penyuluhan sudah ditentukan selama satu musim panen, namun penyuluh juga harus memperhatikan situasi dan kondisi di lapangan.Penyuluh harus menyesuaikan waktu yang tepat untuk melakukan penyuluhan agar penyuluhan dapat dihadiri oleh banyak audiens (petani).
g. Kematangan tingkat emosional, yaitu kemampuan komunikator untuk mengendalikan emosinya sehingga tetap dapat melaksanakan komunikasi dalam suasana yang menyenangkan di kedua belah pihak.
14
h. Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan, artinya seorang komunikator perlu memahami kondisi psikologis orang yang diajak bicara.
i. Komunikator harus bersikap supel, ramah, dan tegas. 2. Faktor keberhasilan diihat dari sudut komunikan
a. Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan oleh komunikator. Yang menjadi komunikan pada saat penyuluhan adalah petani. Petani yang cepat tanggap akan lebih mudah menerima dan mencerna materi berupa teknologi pertanian yang diberikan oleh penyuluh sebagai komunikator.
b. Komunikan yang memiliki pengetahuan yang luas akan cepat menerima informasi yang diberikan komunikator. Dengan keluasan pengetahuan yang dimiliki oleh petani maka teknologi pertanian yang disampaikan pun akan cepat diterima oleh mereka. c. Komunikan harus bersikap ramah, supel dan pandai bergaul agar
tercipta proses komunikasi yang lancar.
d. Komunikan harus memahami dengan siapa ia berbicara.
e. Komunikan bersikap bersahabat dengan komunikator. Dalam kehidupan bersosial tentunya setiap manusia memerlukan adaptasi dengan lingkungannya begitupun dengan petani. Petani sebagai komunikan dalam penyuluhan diharapkan mampu
15
bersikap bersahabat dengan penyuluh walaupun dengan latar belakang yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama.
3. Faktor keberhasilan dilihat dari sudut pesan
a. Pesan komunikasi antar pribadi perlu dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan perhatian komunikan. Dalam mempersiapkan pesan berupa teknologi pertanian, penyuluh melakukan perencanaan sedemikian rupa sehingga petani sebagai komunikan akan memperhatikan bahkan memberikan umpan balik secara langsung kepada komunikator. b. Lambang-lambang yang dipergunakan harus benar-benar dapat
dipahami oleh kedua belah pihak, yaitu komunikator dan komunikan.
c. Pesan-pesan tersebut disampaikan secara jelas dan sesuai dengan kondisi maupun situasi setempat. Dalam menyampaikan pesan berupa teknologi pertanian, tentunya harus menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di lapangan. Ketika teknologi pertanian tersebut memungkinkan untuk dapat dilaksanakan maka pesan tersebut dapat disampaikan, namun ketika teknologi pertanian tersebut tidak memungkinkan untuk dilaksanakan maka pesan tersebut pun susah untuk diterima oleh petani setempat.
d. Tidak menimbulkan multi interpretasi atau penafsiran yang berlainan.Teknologi pertanian yang disampaikan harus jelas sehingga tidak menimbulkan multi tafsir.
16
e. Sediakan informasi yang praktis, berguna dan membantu komunikan melakukan tindakan yang diinginkan.
f. Berikan fakta dengan cara menyampaikan kalimat konkret, detail, dan spesifik disertai bukti untuk mendukung opini. Pesan akan mudah dipercaya apabila pesan tersebut disertai fakta. Ketika teknologi pertanian disampaikan, akan lebih mudah dipercaya apabila penyuluh memberikan fakta berdasarkan pengalaman atau hasil dari penelitian sebelum teknologi pertanian tersebut diperintahkan kepada petani. Pesan tersebut bisa disertai dengan dokumentasi atau memang penyuluh tersebut berhasil melaksanakan teknologi pertanian tersebut dalam hal ini teknologi pengelolaan tanaman terpadu padi sawah.
g. Tawarkan rekomendasi dengan cara mengemukakan langkah-langkah yang disarankan untuk membantu komunikan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Kegiatan penyuluhan berlangsung secara dialogis sehingga pesan dapat didiskusikan melalui proses tanya jawab dimana penyuluh dapat meyakinkan petani dengan memberi rekomendasi langkah-langkah dalam melaksanakan teknologi pertanian tersebut.