• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMUNIKASI EFEKTIFKOMUNIKASI EFEKTIF

Dalam dokumen Modul Komunikasi Kesehatan (Halaman 26-36)

KOMUNIKASI EFEKTIF

A.

A. Pengertian Komunikasi Pengertian Komunikasi Efektif Efektif

Berkomunikasi efektif berarti bahwa pengirim (komunikator) dan penerima (komunikan) sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan. Kedua belah pihak yang berkomunikasi harus sama-sama mengerti apa pesan yang disampaikan. Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya Psikologi Komunikasi menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan. Singkatnya, komunikasi efektif merupakan kondisi komunikasi dimana pesan yang dikirim oleh pengirim (sumber) adalah sama dengan pesan yang diterima oleh penerima oleh komunikan. Penggambaran komunikasi efektif secara visual adalah sebagai berikut:

Komunikasi Efektif = ௘ ௔௡ ௔௡௚ ௜௞௜௥௜௠

௘ ௔௡ ௔௡௚ ௘௥௜௠௔=

1

Syarat-syarat untuk berkomunikasi secara efektif adalah antara lain :

Menciptakan suasana yang menguntungkan.

menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti.

pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat di pihak komunikan.

Pesan dapat menggugah kepentingan di pihak komunikan yang dapat menguntungkannya.

Pesan dapat menumbuhkan sesuatu penghargaan atau reward di pihak komunikan.

Minat akan timbul bilamana ada unsur-unsur sebagai berikut :

Tersedianya suatu hal yang menarik minat.

Terdapat kontras, yaitu perb edaan antara hal yang satu dengan lainn ya, sehingga apa yang menonjol itu menumbuhkan perhatian.

Terdapat harapan untuk mendapat keuntungan atau mungkin gangguan dari hal yang dimaksudkan.

Menurut Stephen Covey, komunikasi merupakan ketrampilan yang paling penting dalam hidup manusia. Kita menghabiskan sebagian besar waktu untuk berkomunikasi. Sama halnya dengan pernafas an, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi

begitu saja, sehingga kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif. Kita tidak pernah dengan secara khusus mempelajari bagaimana menulis dengan efektif, bagaimana membaca dengan cepat dan efektif, bagaimana berbicara secara efektif,

apalagi bagaimana menjadi pendengar yang baik.

Syarat utama agar komunikasi itu efektif adalah kredibilitas. Keterampilan komunikasi antar perorangan adalah kemampuan untuk terus menerus membangun kredibilitas dan dapat dipercayanya segala apa yang kita komunikasikan. Untuk membangun kredibilitas harus ada isi pesan yang jelas, suara/intonasi dalam menyampaikan pesan dan wahana bagaimana orang itu menyampaikan pesan. Jadi semakin seseorang tidak konsekuen

dengan ketiga hal tersebut, maka akan menentukan kredibilitas sesorang, semakin tidak konsekuen akan menjadi semakin “tidak dipercaya”.

Kita harus menguasai empat keterampilan dasar dalam komunikasi, yaitu membaca-menulis (bahasa tulisan) dan mendengar-berbicara (bahasa lisan). Begitu pentingnya keempat hal tersebut, membuat banyak orang menghabiskan waktunya untuk melakukan, paling tidak, salah satu dari keempat keterampilan itu.

Pada awal bab 3 telah dijelaskan bagaimana cara kerja komunikasi yang efektif, selanjutnya akan dibahas komunikasi sebagai kegiatan mentransfer informasi baik secara lisan maupun tulisan beserta kendalanya, karena tidak semua orang mampu melakukan komunikasi dengan baik. Terkadang ada orang yang mampu menyampaikan semua informasi secara lisan tetapi tidak secara tulisan ataupun sebaliknya.

Keterampilan dalam berkomunikasi secara efektif dapat dipelajari dan dikuasai dengan latihan rutin dan berkesinambungan secara terus menerus. Untuk dapat melakukan komunikasi efektif ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan yaitu :

1. Menganalisa 2. Menyalahkan 3. Menghakimi 4. Menasehati 5. Menginterogasi

Keterampilan yang harus dimiliki dalam melakukan komunikasi efektif adalah keterampilan mendengarkan dan bertanya. Dalam proses berkomunikasi, seseorang harus mampu mendengarkan dan memahaminya dengan baik. Dengan mendengar, ilmu bisa diserap, sebuah masalah bisa dipecahkan dan sebuah gagasan bisa diwujudkan. Hasil penelitian Rankin (1929) dan Bierker (1980) menunjukan bahwa mendengar

merupakan sarana komunikasi yang paling banyak digunaka n, dapat lihat tabel dibawah ini : Gambar 14 Gambar 14 Keterampilan Komunikasi Keterampilan Komunikasi

Mendengar merupakan awal proses dari komunikasi antar pribadi yang selanjutnya akan menghasilkan feed back berupa pengajukan pertanyaan-pertanyaan yang saling memiliki keterkaitan dan mengarah pada suatu solusi atau ketenangan untuk masing-masing pihak. Sehingga tujuan utama dalam komunikasi yang efektif adalah sebuah win-win solution. Tak ada satupun orang yang mau disalahkan, inilah konsep dasar dari komunikasi efektif.

Komunikasi efektif perlu dilakukan untuk dapat membangun sebuah kesamaan keinginan dari sebuah informasi yang disajikan. Sehingga tujuan yang ingin diraih dapat dilakukan secara bersama-sama.

Komunikasi efektif dapat dilakukan dilakukan dengan selalu melakuka n analisa saat berkomunikasi dengan mencoba menjawab bertanya pada diri sendiri mengenai

Apakah anda menemukan kesamaan antara anda berdua?

Apakah anda membuat mereka merasa nyaman?

Apakah anda membuat mereka merasa dimengerti?

Apakah hubungan anda dengan jelas didefinisikan?

Apakah mereka merasakan emosi yang positif akibat berinteraksi dengan Anda?

Beberapa hal yang dapat dilakukan saat berkomunikasi untuk mewujudkan komunikasi yang efektif, yaitu :

1. Berikan kesan antusias saat berbicara.

2. Ajukan pertanyaan tentang minat dan kehidupan audiens/khalayak. 3. Beradaptasi dengan bahasa tubuh dan perasaan audiens/khalayak. 4. Tunjukkan rasa persetujuan, kekaguman dan perhatian kepada

5. Dengarkan deng an penuh perha tian semua yang dikatakan oleh lawan bicara.

6. Lakukan kontak mata.

7. Ungkapkan diri kita sebanyak dan seterbuka mungkin, agar mendapatkan kepercayaan dari lawan bicara.

8. Berikan senyuman.

9. Tawarkan saran yang bermanfaat. 10. Berikan motivasi kepada lawan bicara.

11. Berusahalah selalu mengingat nama lawan bicara dengan menyenangkan.

12. Tawarkan untuk menjalani hubungan selangkah lebih maju.

B.

B. CiCiri ri –– CiCiriri KomKomuniunikakasi si EfEfekektitif f 1. Istilah.

Penggunaan istilah yang diartikan “sama” antara pengirim dan penerima pesan merupakan aturan dasar untuk mencapai komunikasi yang efektif. Kata – kata yang samar artinya ( mempunyai lebih dari satu makna) dapat menimbulkan

kebingungan dan salah pengertian.

2. Spesifik.

Pesan yang di pertukarkan harus spesifik. Maksudnya, pesan yang disampaikan harus jelas, sehingga si penerima pesan dapat menerima dan mengulangi dengan benar.

3. Tersusun Baik.

Pesan harus berkembang secara logis dan tidak boleh terpotong-potong. 4. Objektif, akurat, dan aktual.

Pengirim informasi harus berusaha menyampaikan pesan seobjektif mungkin. 5. Efisien. Pesan di sampaikan seringkas dan seoriginal mungkin serta harus

berusaha untuk menghilangkan kata yang tidak relavan.

C.

C. PrinsPrinsipip KomunikKomunikasi Easi Efektif fektif

Komunikasi yang efektif harus mengembangkan 4 sikap dasar, yaitu menghargai, empati, mampu mendengarkan dan didengarkan dan jelas.

Menghargai (Respect)

Untuk mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.

Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hal yang paling penting dalam berkomunikasi dengan orang lain. Semua manusia ingin dihargai dan dianggap penting.

Hendaklah selalu mengusahakan melakukan kritik atau teguran dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika komunikasi dibangun dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kerjasama pun akan terbangun sehingga dapat menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.

Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, mengatakan bahwa rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan

dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus.

Empati (Emphaty)

Empati adalah kemampuan manusia untuk menempatkan dirinya pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.

Pesan (message) akan mampu tersampaikan dengan empati dan memudahkan penerimaan pesan.

Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer’s behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen,

maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuha n, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.

Dapat dimengerti / Didengarkan (audible)

Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang disampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerim a pesan. Hal ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.

Jelas (clarity)

Selain bahwa pesan harus dapa t dimengerti dengan baik, maka prinsip keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan misinterpretation atau misunderstanding sehingga menimbulkan miscommunication.

Dari berbagai jenis komunikasi yang telah dibahas, komunikasi antarpribadi merupakan jenis komunikasi yang memiliki tingkat efektivitas paling tinggi dalam mencapai makna bersama. Hal ini disebabkan komunikasi antarpribadi memiliki daya persuasi yang tinggi

dimana pesan verbal dan non verbal digunakan secara aktif, dan sifat asal komunikasi antarpribadi yang dikutip dari De Vito layak menjadi pendukung komunikasi efektif, yakni : Keterbukaan (openness), Empati (empathy), Dukungan (supportiveness),

Perasaan positif (positiveness), Persamaan (equality).

Tugas

Tugas PeroraPeroranganngan

Berikan pendapat Saudara atas pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1. Berikan penjelasan Saudara mengenai pengertian komunikasi efektif! 2. Apakah syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menghasilkan satu

komunikasi yang efektif?

3. Berikan penjelasan Saudara mengenai hal-hal yang haru s dan tidak bole h dilakukan untuk berkomunikasi efektif!

4. Apakah 4 sikap dasar yang harus kita miliki agar komunikasi yang kita lakukan efektif?

Tug

Tugasas KeloKelompok mpok Role Play.

Dosen akan memberikan sebuah kalimat kepada salah satu dari Saudara, dan Saudara harus mencoba menyampaikan kepada rekan satu kelompok dengan waktu yang telah ditentukan. Analisa keberhasilan Saudara dalam berkomunikasi efektif!

BAGIAN 4

BAGIAN 4

HAMBA

HAMBATAN-HTAN-HAMBATAAMBATANN KOMUNIKOMUNIKASIKASI

A.

A. Macam-macamMacam-macam Hambatan Hambatan dalam Komundalam Komunikasiikasi

Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat menggang gu kelancaran jalannya proses komunikasi sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau komunikan.

Gambar 15 Gambar 15 Proses Komunikasi & Hambatan Proses Komunikasi & Hambatan

Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel , hambatan-hambatan dalam komunikasi bisa terjadi karena adanya perbedaan persepsi, perbedaan budaya, perbedaan karakter dasar, dan juga perbedaan kondisi. Berikut penjelasannya.

1. Perbedaan Persepsi

Setiap orang memiliki kemampuan yang tidak sama dalam hal mengartikan sebuah pesan atau ungkapan.

Ada orang yang mengartikan bentakan seseorang sebagai sebuah ketegasan. Namun, ada juga orang yang mengartikan bentakan tersebut sebagai sebuah kekejaman dan tindak kekerasan. Perbedaan perseps i inilah yang menjadi alasan mengapa dua pihak terlibat konflik. Kadang, perkataan yang sama bisa diartikan beda bila disampaikan pada orang yang berbeda. Setiap orang bisa mengartikan sebuah garis lurus sebagai tiang bendera , namun orang yang lainny a bisa mengartikan sebuah garis lurus tersebut sebagai tanda seru. Padahal, sama-sama garis lurus.

Perbedaan budaya juga menjadi salah satu penghambat dalam komunikasi, terlebih bila masing-masing pihak tidak mengerti bahasa yang dipergunakan. Meskipun

demikian, hal ini bukanlah masalah besar, tidak sebesar alasan nomor satu karena bisa diakali dengan cara menggunakan bahasa simbol atau saling mempelajari

kebudayaan masing-masing.

3. Karakter Dasar

Karakter dasar manusia adalah koleris, melankolis, plegmatis, dan sanguinis. Keempatnya memiliki karakter yang berseberangan. Koleris adalah karakter kuat yang kadang suka menyinggung perasaan. Melankolis adalah karakter yang lembut dan perasa. Sanguinis adalah karakter yang santai. Plegmatis adalah karakter yang suka mengalah. Perbedaan karakter inilah yang sering menjadi penghambat komunikasi.

4. Kondisi

Kondisi saat berkomunikasi dengan lawan bicara juga menjadi sebab kesalahpahaman terjadi. Bisa saja saat komunikasi antara dua pihak sedang terjadi, pihak pertama sedang dalam kondisi yang tidak enak. Akibatny a, kondisi yang tidak enak tersebut mempengaruhi cara menangkap pesan dari kawan bicara sehingga terjadilah

kesalahpahaman.

Bila sudah tahu hambatan-hambatan yang ada pada komunikasi, kita akan tahu cara mengatasinya.

Lebih luas dari pen dapat di atas, Ron Ludlow & Fergus Panton mengurai hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah masalah status, masalah semantik, masalah persepsi, perbedaan budaya, faktor-faktor fisik, gangguan media dan tidak adanya umpan balik.

1. Status effect

Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia, bisa jadi penghambat dalam proses komunikasi. Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.

2. Semantic Problems

Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan

semantis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (missunderstanding) atau salah penafsiran (missinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (misscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.

3. Perceptual distorsion

Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara menge rti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbeda an persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.

4. Cultural Differences

Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial.

5. Physical Distractions

Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan,

suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.

6. Poor choice of communication channels

Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telepon yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.

7. No Feed back

Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia.

Tugas

Tugas PeroraPeroranganngan

1. Mengapa komunikasi tidak selalu berjalan dengan baik? Jelaskan hambatan-hambatan yang sering ditemui saat berkomunikasi!

2. Bagaimana mengatasi hambatan komunikasi yang diakibatkan oleh perbedaan persepsi antara sender (komunikator) dan receiver (komunikan)? 3. Berikan contoh hambatan komunikasi yang disebabkan oleh perbedaan

BA

BAGGIAIANN 55

Dalam dokumen Modul Komunikasi Kesehatan (Halaman 26-36)

Dokumen terkait