D. Tinjauan Pustaka
2. Komunikasi Pemasaran Terpadu
Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk, dan / atau meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono, 1997:219).
Kotler dan Keller (2007:2004) menjelaskan komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen langsung atau tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.
Sulaksana (2007:23) menjelaskan pengertian komunikasi pemasaran secara ringkas, komunikasi pemasaran adalah proses penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar sasaran.
15 Komunikasi pemasaran (Marketing Communication) yang tepat dapat menghindarkan perusahaan dari kerugian yang disebabkan oleh kegiatan promosi yang tidak efektif dan efisien. Dalam kajian pemasaran, kegiatan promosi yang efektif dan efisien dapat dimasukkan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran (Marketing Communication Mix) (Soemanegara, 2012:1).
Bauran komunikasi pemasaran selalu dikaitkan dengan sejumlah penyampaian pesan tentang: barang, jasa pelayanan, pengalaman, kegiatan, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi, dan gagasan. Luas cakupan kegiatan pemasaran ini tidak terlepas dari peran komunikasi karena pada dasarnya, bentuk penyampaian informasi tentang apa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen tidak terlepas dari penetapan bentuk-bentuk media penyaluran pesan, dan pesan itu sendiri. Pentingnya pemahaman tentang komunikasi ini ditujukan agar informasi yang disampaikan dapat memberikan dampak yang diinginkan dan mencapai sebuah kesamaan kehendak (Soemanegara, 2012:2).
Bauran komunikasi pemasaran merupakan penggabungan dari enam model komunikasi dalam pemasaran, yaitu: Advertising (periklanan), Personal Selling (penjualan personal), Public Relations (hubungan masyarakat), Internet Marketing (penjualan melalui internet), Direct Marketing (penjualan langsung), Sales Promotion (promosi penjualan) (Morissan, 2014:7).
16 a. Periklanan (Advertising)
Komunikasi komersil dan non personal, tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan kepada khalayak target melalui media bersifat masal seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, reklame luar ruang, dan media lainnya (Morissan, 2014:17)
b. Penjualan personal (personal selling)
Suatu bentuk komunikasi langsung antara seorang penjual dengan calon pembelinya, dalam hal ini penjual berupaya untuk membantu membeli produk yang ditawarkan. Penjualan personal melibatkan kontak langsung antara penjual dan pembeli baik secara tatap muka ataupun melalui alat telekomunikasi seperti telepon. Penjualan personal juga dapat ditujukan kepada calon pembeli yang dinilai potensial paling prospektif untuk menjadi pelanggan di masa depan (Morissan, 2014:34).
c. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
Sesuatu yang merangkum dari keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu kedalam maupun keluar antar suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian (Morissan, 2014:26)
17 d. Internet Marketing
Kemajuan teknologi komunikasi yang memungkinkan dilakukannya komunikasi secara interaktif melalui media massa, dalam hal ini yang utama adalah internet, khususnya pada fasilitas yang dikenal dengan Worl Wide Web (WWW). Media interaktif memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik yang memungkinkan pengguna dapat berpartisipasi dan memodifikasi bentuk dan isi informasi pada saat itu juga atau real time (Morissan, 2014:23)
e. Direct Marketing
Media merupakan suatu bentuk distribusi yang artinya kegiatan-kegiatan perdagangan melalui pos, terlepas dari media yang digunakan untuk penawaran produknya. Konsekuensinya
Direct Marketing tidak terbatas untuk pemasaran secara langsung
saja, pedagang eceran juga dapat memanfaatkannya untuk menarik para pembeli ke tokonya (Morissan, 2014:22)
f. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Suatu kegiatan pemasaran yang memberikan nilai tambah atau intensif kepada tenaga penjual, distributor atau konsumen yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan. (Morissan, 2014:25).
Komunikasi pemasaran dapat dikatakan sebagai aktivitas ekonomi. Islam telah mengajarkan hal tersebut melalui Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasllam pada umatnya untuk berdagang dengan
18 menjunjung tinggi etika keislaman. Dalam beraktivitas ekonomi, umat islam dilarang melakukan tindakan bathil. Namun nharus melakukan kegiatan ekonomi yang dilakukan saling ridho, sebagaimana firman Allah,
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di anatara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah maha Penyayang kepadamu” (QS. An-Nisaa : 29)
Allah menjelaskan bahwa orang beriman dilarang saling memakan, memanfaatkan, dan menggunakan harta orang lain dengan jalan yang bathil, artinya adalah sesama manusia dilarang menggunakan jalan saling riba, saling menipu, berjudi, dan segala bentuk cara yang tidak baik oleh ajaran Islam. Berdagang hanya dengan jalan Allah yang ikhlas, atas dasar suka saling suka, tidak ada paksaan. Allah juga melarang untuk bunuh diri dan saling membunuh, karena sesungguhnya Allah itu Maha kasih Sayang kepada umatNya.
19 3. Iklan
a. Pengertian Iklan
Periklanan adalah komunikasi komersil dan nonpersonal tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target media bersifat massal seperti televisi, radio, koran, majalah, direct mail (pengeposan langsung), reklame luar ruang, atau kendaraan umum (Monlee Lee, 2007:3).
Periklanan (advertising) adalah suatu proses komunikasi massa yang melibatkan sponsor tertentu, yakni si pemasang iklan (advertiser), yang membayar jasa sebuah media massa atas penyiaran iklannya, misalnya melalui siaran televisi (Kustadi, 2010:13).
Periklanan merupakan salah satu jenis teknik komunikasi massa dengan membayar ruangan atau waktu yang disediakan media massa tersebut untuk menyiarkan informasi tentang barang atau jasa yang ditawarkan oleh si pemasang iklan (produsen atau penjual barang maupun jasa).
Lebih singkatnya pengertian yang dikemukakan oleh Schindler (1970:79) dalam buku Periklanan Manajemen, Kiat dan Strategi, periklanan adalah salah satu metode untuk memperkenalkan barang, jasa, atau gagasan ke publik.
Iklan atau advertising dapat didefinisikan sebagai setiap bentuk komunikasi interpersonal mengenai suatu organisasi, produk, servis, atau ide yang dibayar oleh suatu sponsor yang diketahui.
20 Iklan merupakan salah satu bentuk promosi yang paling dikenal dan paling banyak dibahas orang, hal ini kemungkinan karena daya jangkauannya yang luas. Iklan juga menjadi instrumen promosi yang sangat penting, khususnya bagi perusahaan yang memproduksi barang atau jasa yang ditentukan untuk masyarakat luas (Morissan, 2014:14).
b. Pemasang Iklan
Pemasang iklan atau klien (advertiser) adalah pihak paling penting dalam proses periklnan dan promosi. Pemasang iklan adalah pemilik modal pemilik produk (barangdan/atau jasa) yang akan dipasarkan dan juga penyedia dana yang akan digunakan untuk iklan dan promosi. Pemasang iklan juga bertanggung jawab untuk merencanakan program pemasaran dan membuat keputusan mengenai program periklanan dan promosi yang akan dilakukan.
Pemasang iklan dapat saja melakukan sendiri seluruh keguatan tersebut melalui departemen periklanan internal yang sudah ada atau dibentuk suatu unit departemen iklan internal.
Namun demikian, banyak perusahaan yang lebih suka menggunakan jasa perusahaan iklan eksternal, yaitu perusahaan luar yang khusus bekerja untuk menciptakan, memproduksi, dan/atau menempatkan pesan komunikasi pemasaran (Morissan, 2014:102).
21 4. Minat
a. Pengertian Minat
Minat didefinisikan berbeda oleh beberapa orang ahli namun memiliki tujuan yang sama. Masing-masing ahli mendefinisikannya sesuai dengan pandangan dan disiplin keilmuan masing-masing. Keinginan atau minat dan kemauan atau kehendak sangat mempengaruhi corak perbuatan yang dilakukan seseorang. Minat/keinginan erat hubungannya dengan perhatian yang dimiliki, karena perhatian mengerahkan timbulnya kehendak pada seseorang (Sobur, 2003:246).
Menurut kamus lengkap psikologi, minat (interest) adalah sebagai berikut:
1. Suatu sikap yang berlangsung terus menerus yang memolakkan perhatian seseorang, sehingga membuat dirinya menjadi selektif terhadap objek minatnya.
2. Perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas, pekerjaan, atau objek itu berharga atau berarti bagi individu.
3. Suatu keadaan motivasi, atau satu set motivasi yang menuntun tingkah laku menuju satu arah (sasaran) tertentu (Chaplin, 2008:255)
Menurut Crow & Crow (dalam Abror, 1993:112) minat adalah sesuatu yang berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda, kegiatan ataupun
22 bisa berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri.
Jadi minat merupakan kecenderungan atau arah keinginan terhadap sesuatu untuk memenuhi dorongan hati. Minat merupakan dorongan dari dalam diri yang mempengaruhi gerak dan kehendak terhadap sesuatu, merupakan dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya.
b. Faktor-faktor pembentuk minat memasang iklan
Faktor yang menjadi pertimbangan bagi pengiklan adalah faktor kualitas jasa yang diberikan oleh perusahaan media itu sendiri. Di sini pengiklan berperan sebagai konsumen, dimana pengiklan membayar jasa atas pemasangan iklan di media. Pada usaha di bidang jasa, terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan konsumen. Zeithaml, Berry, dan Parasuraman dalam Griselda dan Panjaitan (Jurnal Manajemen vol 2, no 1, Januari 2007:43) menyebutkan lima dimensi pokok dalam kualitas jasa, yaitu :
1. Tangible
Tangible diartikan sebagai wujud atau tampilan fisik
perusahaan. Yang dimaksud tampilan fisik adalah penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaa, serta keadaan lingkungan di sekitarnya. Dimensi ini dilihat dari peralatan, penapilan karyawan, fasilitas gedung, dan lainnya.
23 Dimensi tangible ini umumnya digunakan untuk menaikkan
image di mata konsumen.
2. Reliability
Reliability adalah kemampuan untuk memberikan pelayanan
sesuai yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya. Dimensi ini sangat penting bagi sebagian pelanggan, sehingga mereka bersedia mengeluarkan biaya tambahan agar perusahaan melakukan transaksi sesuai yang dijanjikan.
3. Responsiveness
Responsiveness adalah kesediaan untuk membantu pelanggan
dan memberikan pelayanan dengan cepat dan tepat. Dimensi ini menekankan pada perhatian dan kecepatan dalam menghadapi permintaan, pertanyaan, keluhan, serta kesulitan pelanggan.
4. Assurance
Assurance adalah jaminan dan kepastian berupa pengetahuan
keramahan serta kemampuan karyawan yang menimbulkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan. Dalam dimensi ini, terdapat beberapa komponen antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi, dan sopan santun.
5. Emphaty
Emphaty adalah perhatian yang bersifat individu atau pribadi
24 pelanggan merasa penting, dihargai dan dimengerti oleh perusahaan. Inti dari dimensi ini adalah bagaimana perusahaan meyakinkan pelanggannya bahwa mereka istimewa.
25 F. Kerangka Pemikiran
Bagan 1
Kerangka berfikir penelitian
(sumber : olahan penelitian) Persaingan ketat radio
siaran di Kota Solo dalam mendapatkan pemasang iklan Presentase radio mendapatkan iklan lebih sedikit dibandingkan media lain Komunikasi pemasaran yang dilakukan Radio Metta FM dalam menarik
minat pemasang iklan
Strategi IMC : 1. Advertising 2. Personal selling 3. Public relations 4. Internet Marketing 5. Direct Marketing 6. Sales Promotion Faktor-faktor pembentuk minat memasang iklan : 1. Tangible 2. Reliability 3. Responsiveness 4. Assurance 5. Emphaty Diperolehnya Pemasang Iklan
26 G. Metode Penelitian