• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Aktual Indikator Utama Pengembangan Usaha

BAB IV PROSES DAN HASIL PENGEMBANGAN USAHA

1. Kondisi Aktual Indikator Utama Pengembangan Usaha

Setelah melakukan implementasi pengembangan usaha jual beli

parfum mulai dari bulan Februari 2013 hingga Oktober 2013, maka dapat

diketahui kondisi aktual berbagai indikator yang utama dalam

pengembangan usaha. Indikator yang utama dalam pengembangan ini

adalah sebagai berikut:

1.1. Kondisi Aktual Pasar Usaha Jual Beli Parfum 1.1.1 Pasar Aktual

Pasar aktual untuk bisnis jual beli parfum yang saya geluti

ini bisa dikatakan sangatlah banyak dan luas, terutama dewasa ini

dimana parfum telah menjadi kebutuhan yang cukup penting.

Mulai dari pelajar, mahasiswa yang selalu memperhatikan

penampilan mereka di depan teman-teman mereka dan juga untuk

menaikan gengsi serta terlihat lebih menarik, belum lagi menyorot

mereka pekerja yang dituntut harus selalu berpakaian rapi dan

menarik di depan umum karena alasan pekerjaan mereka. Rata-rata

konsumen saya disini adalah mahasiswa dari berbagai kampus

karena saya menawarkan produk saya di organisasi tempat saya

1.1.2 Pasar Potensial

untuk pasar potensial adalah mereka yang selama ini telah

menggunakan parfum, baik itu pelajar, mahasiswa ataupun pekerja.

Selama mereka masih memerlukan dan senang menggunakan

parfum, mereka semua adalah pasar potensial karena mereka pasti

akan membeli parfum. Metode yang digunakan untuk menjalankan

usaha ini berbeda dimana saya yang mendekati pasar. Ini

mempermudah saya untuk menemukan pasar potensial karena

melihat kesibukan mereka yang padat dan hanya memiliki sedikit

waktu untuk pergi ke toko parfum.

1.1.3 Pasar Sasaran

Tiap pedagang atau penjual pasti memiliki pasar sasaran

yang akan dimasuki. Disini pasar sasaran saya untuk saat ini adalah

semua teman-teman yang ada di universitas sampai ke teman-teman

organisasi dimana. Disana saya melihat pasar sasaran yang sangat

jelas karena hampir semua teman-teman saya baik itu yang ada di

universitas dan yang ada di organisasi menggunakan parfum untuk

menaikan gengsi mereka dan agar tampak selalu segar dan harum

tiap kali ada acara. Dari sini saya bisa membuat target selama satu

bulan saya harus bisa menjual 5-20 botol. Dalam bulan pertama dan

kedua, yaitu Februari dan Maret saya gagal mencapai target. Namun,

1.2. Pola Perilaku Pasar Sasaran

Setelah mengetahui pasar sasaran usaha jual beli parfum,

selama masa pengembangan usaha saya menguraikan mengenai

pola perilaku dari pasar sasaran tersebut adalah para mahasiswa

yang pada masa-masa saat ini sangat memperhatikan penampilan

mereka.

1.2.1. Pola Perilaku

Berikut ini adalah pola perilaku pasar sasaran usaha

yang dimaksud:

a. Waktu pembelian biasanya dilakukan oleh pasar sasaran

saat mereka kehabisan parfum mereka dan saat mereka

mulai bosan dengan aroma jenis parfum yang lama dan

ingin mencoba aroma yang baru, waktu ini sangat tidak

menentu. Namun, rata-rata konsumen melakukan

transaksi pada sore menjelang malam hari, karena itu

waktu-waktu dimana saya dan teman-teman organisasi

saya berkumpul.

b. Kuantitas setiap pembelian tergantung pada seberapa

sering konsumen menggunakan parfum. Ada konsumen

yang hanya membeli botol dengan ukuran 5 ml dengan

harga Rp. 5,000.00 karena jarang memakai parfum, dan

bahkan 20 ml dengan harga Rp.15,000.00-Rp.20,000.00

karena mereka sering menggunakan parfum.

c. Pembayaran dilakukan secara langsung saat terjadi

transaksi.

1.2.2. Pihak-Pihak yang Terlibat

a. Initiator, pihak-pihak yang berperan sebagai initiator

dalam pembelian oleh pasar sasaran bisa oleh diri

sendiri maupun toko-toko dan mereka yang

mebutuhkan parfum untuk pemakaian pribadi.

b. Influencer, pihak yang memiliki pengaruh besar

terhadap pembelian oleh pasar sasaran adalah orang

yang sudah terikat dengan parfum dan merasa bahwa

parfum telah menjadi kebutuhan primer dalam

pembentukan penampilan, contohnya : tenaga

pemasaran, mahasiswa dan pelajar.

c. Decider, pihak yang berperan sebagai decider atau

pengambil keputusan pembelian pada bisnis jual beli

parfum adalah pasar sasaran itu sendiri

d. Buyer, pihak yang berperan sebagai buyer atau pembeli

pada bisnis jual beli parfum adalah pasar sasaran.

e. User, pihak yang berperan sebagai user atau pengguna

f. Evaluator, pihak-pihak yang berperan sebagai evaluator

bisnis jual beli parfum adalah para penjual parfum itu

sendiri.

1.3. Kondisi Aktual Industri dan Persaingan 1.3.1. Pesaing Dari Usaha Sejenis

Untuk usaha sejenis, yaitu jual beli parfum sudah banyak

ditemui di daerah Yogyakarta dan sekitarnya dan produk yang

dijual pun lebih banyak dari produk yang saya tawarkan.Selain

itu mereka yang menggeluti usaha sejenis, yaitu jual beli parfum

rata-rata telah dikenal oleh masyarakat dan mengetahui seluk

beluk penjualan parfum. Sedangkan saya masih harus banyak

belajar. Namun, saya mempunyai keuntungan dimana saya bisa

menjual secara mulut ke mulut atau sistem sales, sedangkan

kebanyak orang memilih pasif dan membuka sebuah ruko.

1.3.2. Pesaing Dari Usaha Tidak Sejenis

Parfum memiliki begitu banyak pesaing tidak sejenis

terutama di bidang pengharum tubuh, karena seperti yang kita

ketahui, dewasa ini telah banyak body lotion dan deodorant

1.3.3. Posisi Usaha

Terdapat 4 kategori dalam strategi pemasaran kompetitif

yaitu, market leader, market challenger, market follower, dan

market nicher. Posisi usaha jual beli parfum ini sendiri dalam

strategi pemasaran kompetitif masuk dalam kategori market

follower. Market follower adalah perusahaan–perusahaan nomor 3 yang selalu berusaha memperoleh pangsa pasar dan laba yang

stabil dengan mengikuti tawaran produk, harga, saluran distribusi,

dan program pemasaran pesaing. Market follower mempunyai ciri

secara terus menerus mengikuti cara–cara perusahaan-perusahaan

market leader dalam menawarkan produk,menetapkan harga, dan

menentukan saluran distribusi serta belajar dari pengalaman

market leader dalam mengembangkan produk baru serta program

pemasarannya. Sedangkan perusahaan-perusahaan market leader

dan market challenger yang menjadi pesaing berat bagi usaha

saya berada di kawasan Selokan Mataram, Sleman dan daerah

kota. Perusahaan-perusahan tersebut memiliki jumlah produksi

yang lebih beragam, memiliki pangsa pasar lebih luas, serta sudah

dikenal oleh masyarakat sekitar.

1.4. Produk yang Ditawarkan

Produk yang ditawarkan dalam usaha ini adalah bibit

alkohol. Produk ini mudah untuk dijual karena tahan lama dan

tidak akan kadalruasa sehingga bisa dijual kapanpun.

1.5Tahap Awal Usaha

Pada awalnya, sebelum menjual bibit parfum saya menjual

parfum botolan biasa yang sering ditemukan di pusat-pusat

perbelanjaan. Saya mengambil 20 jenis parfum yang terdiri atas 10

jenis parfum laki-lai dan 10 jenis pardum perempuan dengan biaya

Rp. 750.000,00. Namun, seiring berjalannya waktu, saya merasa

tidak efektif apabila saya menjual jenis-jenis parfum sepertiu itu.

Disamping harganya yang mahal kualitas parfum pun tidak sama

seperti kualitas parfum yang asli yang berada di pusat-pusat

perbelanjaan. Dari situ saya diberikan saran oleh dosen

pembimbing saya untuk pergi mengunjungi sebuah toko parfum

yang terletak di jalan Mas Soeharto bernama “sari wangi parfum”

dari sana saya mengambil 40 jenis bibit parfum yang terdiri atas 20

jenis parfum laki-laki dan 20 jenis parfum perempuan.

Gambar 4.1

Gambar 4.2

20 enis Bibit Parfum Yang Masih Murni

1.6 Proses Berjalannya Usaha

Setelah saya memiliki bibit parfum yang saya ambil dari “Sari Wangi Parfum” saya mulai membeli peralatan yang dibutuhkan,

seperti gelas takar, jarum suntik, dan botol kaca tranparan dengan

berbagai ukuran, mulai dari 5ml-20ml dan juga alkohol yang saya

pergunakan sebagai bahan pengencer parfum, karena apabila hanya

bibit parfum murni maka tidak akan memiliki tekanan dan tidak

Gambar 4.3

Ukuran botol parfum mulai dari 5ml-15ml

Gambar 4.4

Gambar 4.5

Botol-botol kosong dari konsumen yang diminta untuk diisi ulang 1.7 Proses Penjualan

1.7.1. Pemasaran

Tidak jauh beda pada bab 2 disini saya belum berani untuk

melakukan promosi ataupun iklan karena merasa belum dapat

memenuhi permintaan pasar. Sehingga pasar yang ada masih sama

ketika usaha saya berjalan dan sampai saat laporan ini saya buat,

masih terjadi transaksi baik itu dari teman-teman kost, ataupun

teman-teman organisasi saya. Disini tentunya ada niat untuk

mempeluas pasar dan mencoba untuk lebih menekuni lagi usaha ini,

karena bisa dilihat dengan bertambahnya mahasiswa tiap tahunnya di

Yogyakarta maka peluang saya pyun juga akan semakin lebih besar

1.7.2. Cakupan Daerah Penjualan

Masih sama seperti di bab 2, cakupan daerah penjualan dari

usaha saya ini masih terpusat pada teman-teman organisasi dan

juga teman-teman kost. Saya belum memperluas daerah

cakupan karena pada saat ini selain sibuk menyelesaikan kuliah

saya pun masih sibuk dalam organisasi, setelah saya lulus nanti

dan juga lepas dari organisasi, saya ingin mencoba untuk

menyewa ruko dan mencoba berjualan parfum dengan lebih

serius.

1.7.3. Keterampilan Sumber Daya Manusia yang Diperlukan

Masih sama seperti di bab 2, saya merasa dari semua

cabang manajemen baik itu operasional, pemasaran, dan

keuangan, sumber daya manusia yang paling memiliki masalah

atau hambatan, hal ini dikarenakan saya berperan langsung

sebagai sumber tenaga kerja tanpa melibatkan orang lain.

Sehingga ketika rasa malas menyerang saya, dan saya terlena

dengan kemalasan tersebut maka dapat dipastikan bahwa

semua fungsi manajemen yang lain akan lumpuh karena saya

adalah satu-satunya sumber daya manusia yang tersedia. Saat

ini saya bisa sedikit puas dengan berkata bahwa setidaknya

sampai saat ini saya berhasil keluar dari zona nyaman dan

2. Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan Aktual Selama Masa

Dokumen terkait