Laboratorium Hama Tumbuhan
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Pertanian Undana, mulai beroperasi semenjak tahun 1999 seiring dibukanya Program Studi hama Penyakit Tumbuhan di Fakultas Pertanian Undana. Lab ini dipimpin oleh seorang Kepala Lab dan seorang laboran yang cukup profesional. Kepala lab Hama Tumbuhan mempunyai kemahiran dalam melakukan Identifikasi serangga hama dan musuh alami dan cukup mahir melakukan Analisis Residu Pestisida. Sementara itu, laboran yang ada dalam Lab Hama Tumbuhan kurang mahir melakukan Identifikasi serangga hama dan musuh alami.
Terdapat sekitar 57 jenis peralatan lab yang sebagian besar pengadaannya dari tahun 1977. Pada saat ini, lebih dari 90% peralatan masih dalam kondisi baik. Intensitas pemanfaatan peralatan berkisar antara 10 kali hingga 120 kali dalam setahun, artinya hampir setiap bulan semua peralatan dipergunakan dengan kisaran satu kali hingga 10 kali per bulan. Pemanfaatan alat-alat lab tersebut adalah untuk praktikum mahasiswa serta untuk penelitian mahasiswa maupun untuk penelitian dosen. Sementara itu, peralatan-peralatan seperti: autoclave, refrigerator, wet shaker dan overhead projector dalam keadaan rusak dikarenakan kondisi aliran listrik yang tidak stabil. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, kepala Lab cukup mahir dalam mengoperasikan semua peralatan di atas, sementara laboran pada umumnya kurang mahir dalam mengoperasionalkan peralatan-peralatan tersebut. Keterbatasan kemampuan laboran tentunya sangat merepotkan Kepala Lab. Sebenarnya, tidak ada alasan bagi laboran untuk tidak melatih kemampuan mengoperasionalkan peralatan-peralatan yang ada mengingat masa tugas laboran sudah cukup lama.
Dalam menjalankan fungsinya, kegiatan praktikum rutin mahasiswa tidak dikenakan biaya tambahan di luar biaya SPP, namun untuk kegiatan penelitian mahasiswa, penelitian dosen dan
41 |P a g e
stakeholders dikenakan biaya. Besarnya biaya untuk melakukan analisis identifikasi serangga sebesar Rp40.000,- per jenis hama; biaya untuk identifikasi musuh alami sebesar Rp40.000,- per jenis musuh alami dan biaya untuk analisis residu pestisida sebesar Rp 600.000,- per sample. Beberapa hambatan/kendala yang sering terjadi di Lab Hama Tumbuhan antara lain meliputi:
Ruang laboratorium terlalu sempit, tidak bisa menampung mahasiswa lebih dari 25 orang sehingga pelaksanaan praktikum harus dibuat shift/gelombang.
Tidak ada ruang kerja kepala laboratorium yang terpisah dari ruang untuk praktikum dan penelitian.
Laboran merangkap pekerjaan administrasi di kantor, sehingga kepala laboratorium harus turun tangan sendiri untuk mendampingi/melayani mahasiswa yang akan menggunakan dan mengembalikan peralatan laboratorium baik untuk praktikum maupun penelitian. Kamar mandi/WC untuk mahasiswa tidak tersedia di Fakultas, sehingga mahasiswa yang
praktikum sampai sore harus ke WC mahasiswa di luar Fakultas.
Cleaning service jarang membersihkan laboratorium dan sulit dicari, sehingga kepala lab. terpaksa membersihakan sendiri dan menata ruangan setelah pelaksanaan praktikum atau perkuliahan berlangsung.
Lemari dan rak-rak untuk menyimpan peralatan dan bahan masih kurang. Banyak peralatan dan bahan terpaksa harus disusun terlalu rapat. Tempat untuk menyimpan specimen atau koleksi hama dan gejala kerusakannya juga tidak ada/tidak tersedia.
Laboratorium Kimia dan fisika Tanah
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Pertanian Undana dan mulai beroperasi semenjak tahun 1998 seiring dibukanya Program Studi Ilmu Tanah di Fakultas Pertanian Undana. Lab ini dipimpin oleh seorang Kepala Lab yang cukup profesional dan dibantu seorang laboran dan seorang tenaga kontrak. Beberapa pelatihan untuk meningkatkan kemampuan profesional kepala Lab tercermin pada Lampiran 11. Menurut Lampiran tersebut, cukup banyak kesempatan pelatihan profesional untuk kepala laboratorium kimia dan fisika tanah guna menunjang pelaksanaan tugasnya. Berbagai sumber pendanaan baik dari tingkat jurusan, fakultas, universitas, Dikti maupun Lembaga-Lebaga dari Luar Negeri telah memberi kontribusi positip terhadap terealisasinya peningkatan kemampuan profesionalisme kepala lab.
42 |P a g e
Pada saat ini, Kepala lab Kimia & Fisika Tanah mempunyai kemahiran dan cukup expert dalam melakukan analisis Kimia tanah metode proksimat: unsur NPK, analisis mineral dengan AAS dan analisis peta rupa bumi. Sementara itu, kegiatan profesional yang telah diikuti oleh laboran Lab. Kimia Tanah tercermin pada Lampiran 11 Seperti halnya Kepala lab Kimia & Fisika Tanah, Laboran dari Lab Kimia dan Fisika Tanah ini diberi kesempatan pelatihan untuk menunjang tugas-tugasnya, sehingga laboran yang ada dalam Lab ini sudah mempunyai kemahiran melakukan analisis Kimia tanah metode proksimat: unsur NPK, analisis mineral dengan AAS, analisis peta rupa bumi dan analisis soklet. Jenis asset yang ada di Lab Kimia & Fisika tanah tercermin pada Lampiran 12. Baik Kepala Lab, Laboran maupun tenaga kontrak mahir atau cukup mahir dalam mengoperasionalkan peralatan-peralatan di atas. Kemahiran tersebut karena adanya kesadaran laboran untuk meningkatkan profesionalisme kerjanya, ditunjang oleh kenyataan bahwa lab kimia tanah ini memiliki intensitas analisis cukup tinggi. Sementara itu, besarnya biaya analisis untuk pengguna pada setiap unit aktivitas adalah sebesar Rp40.000,- per unit aktivitas/sample. Sebagaimana lab. Hama tumbuhan, kegiatan untuk praktikum rutin mahasiswa tidak dikenakan biaya; namun kegiatan untuk penelitian mahasiswa, penelitian dosen dan stakeholders dikenakan biaya. Menurut Lampiran 12 di atas, sedikitnya terdapat 20 penelitian dosen per tahun dan 10 kali pesanan stakeholders. Setiap penelitian memiliki sample berkisar antara 10 – 40 sample; maka potensi lab kimia tanah menghasilkan
revenue generating sekitar Rp12 juta –Rp 48 juta per tahun.
Beberapa hambatan/kendala yang sering terjadi di Lab kimia & Fisika tanah antara lain meliputi: Ruang laboratorium terlalu sempit, tidak bisa menampung mahasiswa lebih dari 25 orang
sehingga pelaksanaan praktikum harus dibuat shift/gelombang.
Lampu di laboratorium semuanya mati, apabila cuaca mendung dan turun hujan ruang lab. menjadi gelap sehingga pelaksanaan praktikum terhambat.
Listrik sering mati dan tegangannya tidak stabil.
Banyak alat yg rusak dan out off order sebagai dampak tidak stabilnya listrik. Air yang sangat terbatas
43 |P a g e
Kebun Percobaan Dan Rumah Kaca Faperta Undana
Kebun Percobaan dan rumah kaca ini dikelola oleh Fakultas Pertanian Undana, mulai beroperasi semenjak tahun 1989 dan dipimpin oleh seorang Kepala Lab yang cukup profesional dan dibantu seorang tenaga harian lepas. Beberapa kemampuan profesional kepala Kepala Kebun Percobaan & Rumah Kaca antara lain: analisis pertumbuhan tanaman, analisis vegetasi, analisis komponen kimia bahan pertanian dan analisis statistik data hasil penelitian. Kecuali itu, kepala Kebun Percobaan dan rumah kaca memiliki kemampuan penguasaan/ pengoperasian peralatan laboratorium/lapangan seperti: Mikro Kjeldahl, Spektrofotometer, Oven vacuum, Berbagai Timbangan berat, Refraktometer, Loyd Material Testing Machine, Colormeter dan mikroskop.
Beberapa asset yang dimiliki Kebun Percobaan dan Rumah Kaca tercermin pada Lampiran 14. Sedang ketersediaan bahan di Kebun Percobaan dan Rumah Kaca tercermin pada Lampiran 15. Menurut Lampiran 15, meski bahan-bahan di Kebun Percobaan dan Rumah kaca tersedia, namun beberapa jenis bahan masih dalam kondisi kurang karena tingginya kebutuhan pemakaian. Jenis kegiatan dan aktivitas pelayanan yang diberikan oleh Kebun percobaan dan Rumah Kaca tercermin pada Lampiran 16. Aktivitas penelitian di Kebun percobaan dan rumah kaca yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen maupun stakeholders cukup padat, sehingga Kebun percobaan dan rumah kaca ini juga cukup potensial untuk menghasilkan revenue generating.
Beberapa kendala/permasalahan yang dihadapi Kebun Percobaan dan Rumah Kaca antara lain: Banyak peralatan yang rusak
Tidak adanya ruang peralatan yg memadai untuk operasional dan menyimpan alat Tidak adanya ruang kerja kepala kebun percobaan dan rumah kaca
Perlu adanya tenaga pembantu tetap di kebun percobaan dan rumah kaca yang membantu kerja kepala kebun perc dan rmh kaca
ketersediaan air untuk pemeliharaan tanaman yang sangat terbatas dari pasokan mobil tangki undana sehingga perlu adanya mobil tangki air khusus inventarisasi kebun percobaan untuk angkut air untuk pemeliharaan tanaman.
Rumah kaca telah rusak, tiang roboh karena telah rapuh, sehingga kurang memadai sbg tempat praktikum dan penelitian karena mengancam nyawa orang
44 |P a g e
Tidak adanya blok-blok penanaman/bedengan yang memadai untuk tempat praktikum dan penelitian
Tidak adanya kebun percobaan yang memadai dan ada sumber air yang permanen sebagai tempat praktikum dan penelitian mahasiswa dan dosen.
Laboratorium Penyakit Tumbuhan
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Pertanian Undana, mulai beroperasi semenjak tahun 1999 seiring dibukanya Program Studi hama Penyakit Tumbuhan di Fakultas Pertanian Undana. Lab ini dipimpin oleh seorang Kepala Lab dan seorang tenaga harian lepas. Intensitas pemakaian alat cukup tinggi karena derajat kepekaan alat mengharuskan bahwa dalam kondisi dipakai maupun tidak dipakai maka beberapa alat harus dalam keadaan “on”. Dampak aliran listrik yang mati hidup dan tidak adanya laboran adalah beberapa peralatan tidak kontinyu dalam kondisi
in-use seperti pada mikroskop binokuler.
Beberapa jenis jasa yang ditawarkan oleh lab penyakit tumbuhan adalah analisis/ Isolasi dan identifikasi beberapa jenis jamur tanah dan Isolasi dan identifikasi beberapa jenis bakteri /PGPR, dimana harga setiap unit analisis/sample adalah sebesar Rp 40.000,-. Selama ini, pengguna lab adalah penelitian mahasiswa dan dosen. Diharapkan, dengan perbaikan sarana/prasarana laboratorium, penambahan laboran yang profesional maka lab penyakit tumbuhan ini cukup potensial menghasilkan revenue generating di masa mendatang.
Beberapa permasalahan yang dihadapi lab penyakit tumbuhan ini antara lain:
Tidak adanya teknisi dan laboran yang dapat melakukan pemeliharaan alat, seperti misalnya mikroskop. Semua mikroskop di laboratorium penyakit tumbuhan tidak dapat digunakan karena lensanya obyektif dan okulernya kotor dan mungkin juga bagian lainnya sehingga tidak dapat berfungsi.
Alat mechanical shaker sudah rusak akibat tegangan listrik yang tidak stabil
Pada bagian dalam Inkubator perlu dipasangi rak agar dapat memuat lebih banyak cawan petri atau material lainnya.
45 |P a g e
Laboratorium Mikrobiologi
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Pertanian Undana dan mulai beroperasi semenjak tahun 1999 dan dipimpin oleh Kepala Laboratorium tanpa dibantu laboran maupun tenaga lepas. Daftar bahan yang dimiliki oleh Lab Mikro Biologi untuk melakukan berbagai aktivitas penelitian/pengujian meliputi:
Beberapa jenis jasa yang ditawarkan oleh lab Mikro Biologi adalah analisis/ Isolasi dan identifikasi beberapa jenis jamur tanah dan Isolasi dan identifikasi beberapa jenis bakteri /PGPR, dimana harga setiap unit analisis/sample adalah sebesar Rp40.000,-. Selama ini, pengguna lab adalah penelitian mahasiswa dan dosen. Diharapkan, dengan perbaikan sarana/prasarana laboratorium, penambahan laboran yang profesional maka lab penyakit tumbuhan ini cukup potensial menghasilkan revenue generating di masa mendatang.
Beberapa Aktivitas/Hasil di laboratorium Mikrobiologi seperti Nampak pada Gambar berikut: Beberapa permasalahan/kendala yang dihadapi oleh lab mikro biologi ini antara lain:
Tidak tersedianya laboran/teknisi lab
Tidak tersedianya alat-alat dasar mikrobiologi seperti Laminar Air Flow sehingga kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan mikro organism tidak dapat dilakukan Kondisi fisik tempat penyimpanan bahan kimia sudah lapuk sehingga menyulitkan untuk
menyimpan bahan-bahan kimia lab secara baik dan bertahan lama.
White board di lab sudah rusak sehingga menghambat kegiatan praktikum di lab
AC di lab sudah rusak semua sehingga kondisi lab kurang nyaman bagi pemakai, terutama pada saat musim panas
Laboratorium Produksi Tanaman dan Teknologi Benih
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Pertanian Undana dan mulai beroperasi semenjak tahun 1989, dipimpin oleh Kepala laboratorium tanpa dibantu laboran maupun tenaga lepas dengan demikian tidak mempunyai Struktur Organisasi. Namun demikian, laboratorium ini mempunyai Standar Operasional Prosedur yang jelas.
46 |P a g e
Cukup banyak pelatihan profesional Kepala Laboratorium Produksi Tanaman dan Teknologi Benih yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola laboratorium secara professional. Sebagian besar peralatan (>90%) pengadaannya sebelum Tahun 2000 atau diatas 10 tahun. Sekitar 25% alat rusak dan peralatan yang rusak tersebut merupakan peralatan yang sangat vital dibutuhkan oleh laboratorium seperti Thermohygrograph (pengukur suhu sekaligus kelembaban), Ultrasonic Bath (peralatan analisis), speedy moister tester (alat pengukur kadar air secara cepat), Solary meter (pengukur cahaya) dan pH meter (mengukur tingkat keasaman). Kepala laboratorium Produksi Tanaman dan Teknologi benih memiliki kualifikasi “sangat mahir” untuk mengoperasikan semua peralatan yang ada; juga “sangat mahir” untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti: paket analisis proximat, analisis sifat fisik produk, analisis benih, analisis kadar air bahan, analisis komponen gizi, analisis komponen bio kimia serta analisis organoleptis.
Sebagaimana laboratorium lainnya yang ada di lingkungan Undana, beberapa permasalahan yang dihadapi adalah tidak adanya laboran, tidak adanya teknisi, listrik yang sering padam, tegangan listrik yang tidak stabil, air tidak mengalir secara kontinyu, ditambah dengan keberadaan tenaga cleaning service yang tidak berfungsi dengan optimal. Semua kondisi tersebut berdampak pada rusaknya beberapa peralatan/instrument lab yang memerlukan pemeliharaan secara kontinyu.
Laboratorium Teknologi Hasil Ternak
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Peternakan Undana dan mulai beroperasi semenjak tahun 2001/2002 dan dipimpin oleh Kepala laboratorium tanpa dibantu laboran maupun tenaga lepas. Meski demikian, terkesan bahwa administrasi lab kurang optimal karena tidak jelas bagaimana frekwensi penggunaan peralatan laboratorium tersebut.
Laboratorium THT sebagai salah satu lab yang berpotensi menghasilkan income generating bagi universitas, karena laboratorium ini dapat dipakai untuk menyimpan daging segar, pembuatan produk olahan daging seperti bakso, daging sei, dendeng, abon, kerupuk kulit sapi dan cakar ayam, ice cream dan yoghurt. Beberapa jenis jasa yang sudah dilaksanakan oleh lab Teknologi Hasil Ternak adalah untuk praktikum mahasiswa dikenakan biaya Rp. 200.000. Penelitian mahasiswa Rp. 100.000, Penelitian dosen Rp. 100.000, dan workshop Rp.
47 |P a g e
Tidak tersedianya laboran/teknisi lab
Kurang air bersih dan kadang-kadang tidak ada sama sekali Listrik sering padam dan tegangan yang tidak stabil
Tidak adanya peralatan analisis kimia untuk menganalisis kimia produk olahan
Solusi penggunaan genset tidak akan menyelesaikan masalah karena dianggap mentolerir incontinuitas listrik yang memang harus segera dibenahi. Demikian pula halnya dengan aliran air. Pengadaan tangki air juga tidak akan menyelesaikan masalah karena kontinuitas alir yang mengalir merupakan prasarat utama terhadap adanya laboratorium.
Laboratorium Lapangan
Laboratorium Lapangan ini dikelola oleh Fakultas Peternakan Undana, dan mulai beroperasi semenjak tahun 1992 dan dipimpin oleh seorang Kepala Lab yang cukup profesional dan dibantu seorang tenaga kandang. Data menunjukkan bahwa laboratorium lapangan Fapet dipergunakan tidak saja untuk tempat penelitian dan praktikum melainkan telah menjalankan usaha produktif yakni usaha ternak babi, sapi, penggemukan sapi dan usaha bokhasi.
Beberapa kendala/permasalahan yang dihadapi Laboratorium Lapangan antara lain:
Tenaga kandang hanya 1 orang sehingga skala usaha terbatas. Untuk dikembangkan menjadi unit usaha yang produktif, skala usaha perlu ditambah dengan menambah modal dan tenaga kandang.
Tidak adanya instalasi air ke masing-masing kandang
Sumber pakan sendiri tidak tersedia dan untuk pengadaan pakan dari luar tidak tersedia alat angkut sehingga biaya angkut lebih mahal dari biaya pengadaan pakan. Oleh karenanya, sudah saatnya laboratorium lapangan membuka kebun Hijauan Makanan Ternak sendiri.
Laboratorium Kimia Makanan
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Peternakan dan dipimpin oleh seorang Kepala Laboratorium yang cukup profesional dan dibantu seorang laboran dan seorang tenaga kontrak.
48 |P a g e
Kepala dan laboran lab Kimia Makanan mempunyai kemahiran mengoperasikan semua peralatan yang ada serta mempunyai kemahiran dalam melakukan analisis proximat; analisis ADF dan NDF; serta analisis In Vitro. Sebagaimana laboratorium lainnya, kegiatan untuk praktikum rutin mahasiswa tidak dikenakan biaya; namun kegiatan untuk penelitian mahasiswa, penelitian dosen dan stakeholders dikenakan biaya. Untuk analisis proximat dikenakan biaya Rp. 75.000,- per sampel, sedangkan untuk analisis in vitro dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000,- per sampel. Selain kedua analisis tersebut, laboratorium kimia makanan bisa melakukan analisis asam amino, asam lemak, dan analisis parsial lainnya. Kemampuan laboratorium melakukan berbagai aktivitas analisis tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan income generating bagi laboratorium maupun bagi Undana.
Beberapa hambatan/kendala yang sering terjadi di Laboratorium kimia makanan antara lain meliputi:
Sudah 3 tahun terakhir tidak ada pengadaan bahan kimia sehingga untuk praktikum menggunakan sisa bahan kimia yang masa pakainya sudah habis (expired).
Listrik sering mati dan tegangannya tidak stabil.
Peralatan yang ada kebanyakan telah berumur di atas 20 tahun sehingga tingkat akurasinya berkurang. Banyak pula alat yg rusak sebagai dampak tidak stabilnya aliran listrik.
Air yang sangat terbatas, dan instalasi yang tidak baik.
Laboratorium Biologi Reproduksi dan Kesehatan Ternak
Laboratorium ini beroperasi sejak tahun 2001 dan dikelola oleh Fakultas Peternakan. Laboratorium dipimpin oleh seorang Kepala Lab yang cukup profesional dan dibantu seorang laboran dan seorang tenaga kontrak. Baik Kepala Laboratorium maupun Laboran cukup mahir dalam mengoperasionalkan peralatan-peralatan di atas. Kemahiran tersebut karena adanya kesadaran laboran untuk meningkatkan profesionalisme kerjanya.
49 |P a g e
Beberapa hambatan/kendala yang sering terjadi di Laboratorium Bioreproduksi dan Kesehatan Ternak antara lain meliputi:
Atap lab bocor
Peralatan yang ada kebanyakan sudah termakan usia sehingga tingkat akurasinya berkurang.
Listrik sering mati dan tegangannya tidak stabil.
Banyak alat yg rusak dan out off order sebagai dampak tidak stabilnya listrik. Air yang sangat terbatas, dan instalasi yang tidak baik.
Laboratorium Perikanan
Laboratorium Perikanan mulai beroperasi semenjak tahun 1993 dan dikelola oleh Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan dan Kelautan. Laboratorium dipimpin oleh seorang kepala lab yang sekaligus merangkap sebagai teknisi dan laboran. Aset peralatan laboratorium tidak dapat diidentifikasi karena kebanyakan telah rusak. Namun demikian, laboratorium ini masih bisa melakukan beberapa aktivitas pelayanan seperti: pemeriksaan kualitas air, pemeriksaan produktivitas perairan serta pemeriksaan hama dan penyakit ikan. Belum ada standar biaya yang baku terhadap jasa pelayanan laboratorium ini, meski begitu dijelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir pelayanan laboratorium cenderung meningkat dengan konsumen utama adalah penelitian tugas akhir mahasiswa dan Dinas Perikanan dan Kelautan.
Permasalahan yang dihadapi laboratorium perikanan adalah: Terbatasnya peralatan laboratorium,
Materi praktikum sudah ketinggalan dengan tuntutan kemajuan
Pengadaan bahan kimia untuk praktikum sering tidak sesuai dengan yang dibutuhkan oleh setiap mata kuliah yang praktikum.
Laboratorium Gizi dan Pangan
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Laboratorium ini memiliki alat-alat Lab melalui bantuan Daerah yang cukup lengkap, namun pada bulan Mei
50 |P a g e
2010 kejadiannya di siang hari mengalami kebakaran dimana sebelumnya terjadi pemadaman listrik secara berulang kali sehingga sangat memungkin adannya ketidak stabilan Voltage listrik sehingga terjadi kebakaran, namun dapat dipadamkan setelah sijago merah melalap habis isi dari lab gizi pangan.
Laboratorium gizi pangan belum memiliki tenaga laboran sehingga jalan keluarnya adalah menggunakan tenaga laboran dari luar fakultas yaitu biasanya dari Akademi Farmasi. Kebutuhan mendesak yaitu membutuhkan: tenaga laboran beserta alat-alat laboratorium.
Sebenarnya Lab Gizi Dan Pangan dapat menghasilkan jasa yang berpeluang menghasilkan revenue generating berupa :
Analisa Proximat bahan makanan dan hasil ikutanya Konsultasi dan pengolahan tataboga
Klinik Konsultasi diet bagi penderita diabetes, obesitas dll Fitness dan aerobic
Laboratorium EPIB ( Epidemologi Dan Biostrad )
Laboratorium ini dikelola oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan memiliki alat-alat Lab melalui bantuan Pemerintah Daerah NTT yang cukup lengkap (daftar nama alat terlampir) sehingga lab EPIB dapat menghasilkan jasa :
SIG (system informasi Geografi ) untuk daerah rawan gizi dan rawan epidemic malaria. Kursus komputer dengan berbagai program
Analisis perhitungan diet
Laboratorium EPIB belum memiliki tenaga laboran sehingga beberapa alat-alat laboratorium rusak sebelum dipergunakan, oleh karenanya jalan keluarnya adalah menggunakan tenaga dosen pengasuh mata kuliah.
51 |P a g e
Laboratorium Lingkungan
Seperti halnya dengan lab-lab lain yang ada di FKM, maka semua pengadaan melalui bantuan pemerintah daerah NTT dengan peralatan yang cukup lengkap (daftar nama alat terlampir) sehingga lab Ipie dapat menghasilkan jasa :
Menilai tingkat kelayakan suatu daerah/wilayah untuk menentukan tataguna kota seperti : mengukur tingkat kebisingan untuk menentukan apakah wilayah tertentu cocok untuk wilayah perkantoran, wilayah kampus, rumah sakit dll.
Mengukur kandungan air tanah Mengukur tingkat polusi Analisa Sanitasi makanan
Laboratorium lingkungan belum memiliki tenaga laboran sehingga beberapa alat-alat lab rusak sebelum dipergunakan, oleh karenanya jalan keluarnya adalah menggunakan tenaga dosen pengasuh mata kuliah.
Laboratorium Pendidikan ilmu Perilaku Kesehatan (PIPK)
Seperti halnya dengan lab-lab lain yang ada di FKM, maka semua pengadaan melalui bantuan pemerintah daerah NTT dengan peralatan yang cukup lengkap (daftar nama alat terlampir). Bahkan Kepala Labnya menjelaskan bahwa dia tidak tau apa yang harus dihasilkan oleh laboratorium ini. Tidak ada tenaga laboran sehingga diperkirakan banyak peralatan lab yang dalam kondisi rusak dalam penyimpanan.
Selama ini biaya operasional Laboratorium FKM didanai oleh dana praktikum dan dana bantuan dari kumpulan orang tua mahasiswa (IKOMA). Sedangkan dari hasil jasa analisis belum ada standart harga maupun penawaran ke luar.