BAB 7 RENCANA PEMBANGUNAN INVESTASI CIPTA KARYA
7.3 Sektor Penataan Bangunan Dan Lingkungan
7.3.1 Kondisi Eksisting
1. Gambaran Umum Penataan Bangunan dan Lingkungan
Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus (UU/28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung).
Rumah Negara adalah bangunan yang dimiliki negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas Pejabat dan/atau Pegawai Negeri (PP/40 Thn 1994 ttg Rumah Negara).Ditinjau dari tata letak kota, bangunan gedung yang ada di kabupaten/kota pada umumnya terletak di pusat kota (ibu kota kabupaten, dan kawasan ibu kota kecamatan). Yang lainnya tersebar di kawasan permukiman perdesaan dan kawasan rumah siap huni (kawasan perumahan).
Bangunan gedung yang ada pada umumnya adalah untuk hunian atau tempat tinggal (90%) sedangkan yang lainnya untuk aktivitas usaha, sosial budaya, keagamaan dan kegiatan khusus lainnya (10%).Umur bangunan sebagian besar > dari 20 tahun. Bangunan gedung selain untuk peruntukan hunian atau tempat
BAB 7 56
RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH 2015-2019 Kab.Bolaang
Mongondow
tinggal yang ada pada umumnya merupakan fasilitas sosial-budaya (pendidikan dan kesehatan), fasilitas keagamaan, dan fasilitas dan fasilitas ekonomi (usaha) termasukperkantoran pemerintah. Fungsi bangunan gedung ada yang memiliki beberapa fungsi, seperti fungsi usaha dan fungsi tempat tinggal.
2.Kondisi Penataan Bangunan Gedung dan lingkungan
Peraturan perundang-undangan yang terkait dengan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bangunan gedung sebagian besar masih menggunakan standar nasional dan belum ditindaklanjuti dengan peraturan daerah. Prasarana dan sarana hidran yang terbangun masih sangat terbatas, baik kauntitas maupun kualitasnya. Pelayanan perijinan terkait dengan bangunan, khususnya Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dilaksanakan secara satu pintu.
3.Bangunan Gedung dan Rumah Negara
Persyaratan keselamatan bangunan gedung meliputi persyaratan kemampuan bangunangedung untuk mendukung beban muatan, serta kemampuan bangunangedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran danbahaya petir.
Persyaratan kesehatan bangunan gedung meliputi persyaratan sistem penghawaan, pencahayaan, sanitasi, dan penggunaan bahan bangunan gedung.Persyaratan kenyamanan bangunan gedung meliputi kenyamanan ruang gerak dan hubunganantarruang, kondisi udara dalam ruang, pandangan, serta tingkat getarandan tingkat kebisingan.
Persyaratan kemudahan meliputi kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung, serta kelengkapan prasarana dan sarana dalam pemanfaatan bangunan gedung.Bangunan gedung dan rumah negara umumnya adalah bangunan gedung dan rumah negara yang merupakan tempat bekerja dan atau tempat tinggal dari Anggota ABRI/TNI POLRI dan bangunan/rumah lainnya yang ditempati oleh PNS Instansi Sektoral, BUMN, Perkantoran Instansi Pemerintah Daerah, bangunan dan gedung unit sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya, rumah dinas pejabat eksejutif dan legislatif, rumah dinas tenaga pendidik dan kependidikan, rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, rumah dinas tenaga kesehatan, bangunan dan gedung BUMD serta fasilitas sosial lainnya. Bengunan gedung yang ada pada umumnya sudah memenuhi persyaratan keselamatan bangunan. Seperti halnya bangunan gedung, rumah negara diperhadapkan pada kondisi persyaratan kesehatan (khususnya sanitasi), kenyamanan (pandangan, getaran dan kebisingan) serta kemudahan (kelengkapan prasarana dan sarana, serta aksesibilitas bagi penyandang cacat/lansia) yang kurang memadai.
BAB 7 57
RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH 2015-2019 Kab.Bolaang
Mongondow 4.Penataan Lingkungan Permukiman
Lingkungan/permukiman kumuh adalah lingkungan hunian usaha yang tidak layak huni, dan keadaannya tidak memenuhi persyaratan teknis, sosial, kesehatan, keselamatan, kenyamanan, ekologis dan administrasi, yang dicirikan oleh:
- Banyaknya rumah kumuh
- Banyaknya saluran pembuangan air limbah yang macet - Penduduk/bangunan sangat padat
- Berada di areal marginal/di tepi sungai/gang-gang sempit
- Banyak penduduk yang buang air besar tidak di jamban, melainkan di pinggir kali/sungai/danau atau pantai.
5.Pemberdayaan Masyarakat di Perkotaan
Kondisi pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lingkungan dan bangunannya baik melalui kelembagaan komunitas maupun kelembagaan pemerintahan di Kota Kotamobagu terus meningkat seiring dengan implementasi PNPM Mandiri Perkotaan. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan penetapan prioritas pembangunan di wilayahnya khususnya mengenai penataan bangunan dan lingkungan dikembangkan melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan, baik yang dilaksanakan rutin oleh kelurahan maupun dilaksanakan melalui program seperti PNPM Mandiri Perkotaan.
6. Permasalahan dan Tantangan
a. Permasalahan dan tantangan di bidang bangunan gedung
- Peraturan perundang-undangan yang ada belum ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah
- Kondisi prasarana dan sarana hidran kebakaran belum tersedia dalam jangkauan yang luas serta belum berfungsi optimal
- Pengaturan penyelenggaraan bangunan gedung dilaksanakan melalui kantor pelayanan perijinan terpadu
b. Permasalahan dan tantangan di bidang bangunan gedung dan rumah negara - Sebagian besar gedung dan rumah negara masih terbatas dalam hal dukungan fasilitas penunjang keselamatan, kenyamanan dan kesehatan.
- Penyelenggaraan bangunan gedung dan rumah negara dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku secara nasional. Namun demikian masih terbatas dalam hal pengadministrasian, pengarsipan/dokumentasinya.
c. Permasalahan dan tantangan di bidang penataan lingkungan
- Masih terdapat permukiman kumuh di bagian wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow
BAB 7 58
RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH 2015-2019 Kab.Bolaang
Mongondow
- Permukiman tradisional dan bangunan gedung bersejarah belum ditata sedemikian rupa sehingga dapat menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Sebagian besar ibu kota kecamatan belum mampu mendorong pertumbuhan wilayah secara keseluruhan. Bagian utara dan timur Kabupaten Bolaang Mongondow sebagai Kota belum berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru untuk mendorong perekonomian kota.
- Taman kota yang ada di ibukota kabupaten masih terbatas luasan dan fasilitas penunjangnya ( ±1 ha), sedangkan di ibukota kecamatan belum dikembangkan. Public space yang digunakan utamanya adalah ruas jalan raya. Prasarana dan sarana olahraga sudah cukup tersedia namun masih terbatas pada cabang olahrag tertentu (Tenis Indoor, bulutangkis, basket/volley ball) dan bersifat multifungsi.
d. Permasalahan dan tantangan di bidang pemberdayaan masyarakat di perkotaan - Kelembagaan komunitas dalam rangka peningkatan peran masyarakat sampai saat ini sudah terbentuk melalui fasilitasi program PNPM Mandiri- Perkotaan dan program-program lainnya (PNPM Mandiri Perdesaan, PPIP, dan program lainnya).
- Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan penetapan prioritas pembangunan sudah cukup memadai terlihat dari peran aktif mereka dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat desa/kelurahan atau Musyawarah desa/kelurahan. Namun demikian masyarakat di kalangan bawah tingkat partisipasinya masih terbatas.
- Terdapat penduduk miskin di perkotaan dan perdesaan
- Belum mantapnya kelembagaan komunitas untuk meningkatkan peran masyarakat
- Belum dilibatkannya masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan, dan penetapan prioritas pembangunan di wilayahnya.
e. Tantangan penataan bangunan dan lingkungan
- Amanat Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UUBG, bahwa semua bangunan gedung harus layak fungsi pada tahun 2010.
- Komitmen terhadap kesepakatan internasional tentang Millenium
Development Goals (MDGs), bahwa pada tahun 2015, 2000 daerah kabupaten/kota bebas kumuh dan 2025 semua daerah bebas kumuh.