• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kondisi Kelembagaan Pemerintahan Desa

BAB II PROFIL DESA

2.3. Kondisi Kelembagaan Pemerintahan Desa

Desa Tokalimbo yang memiliki luas 69. Km2 terbagi atas 2 Dusun yakni : Dusun Beau dan Dusun Babasalo, Serta memiliki 5 RT. Sedangkan Jarak ibu kota Kecamatan ± 31 km (8 Km lintas darat ditambah 23 Km lintas Danau) dan jarak dari ibu kota Kabupaten ± 90 km serta jarak dari ibu kota Propinsi ± 700 km dengan ketinggian antara 300 400 m diatas permukaan laut.

Secara geografis wilayah Desa Tokalimbo berbatasan dengan beberapa wilayah sebagai berikut :

a. Sebelah Utara : Berbatasan Desa Loeha b. Sebelah Timur : Berbatasan Desa Bantilang c. Sebelah Selatan : Berbatasan Desa Bantilang d. Sebelah Barat : Berbatasan Desa Danau Towuti 2.3.2 Struktur Organisasi Pemerintahan Desa

Struktur Pemerintahan Desa Tokalimbo terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan, Kepala Seksi, Staf, Kepala Dusun dan RT serta Ketua BPD dan Angota- anggotanya. Yang akan melaksanakan Roda Pemerintahan Desa Tokalimbo berdasarkan Tugas dan Fungsinya Masing- masing.

Pemerintahan Desa dan Fungsinya untuk lebih jelasnya dapat diuraikan di bawah ini :

1. Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakanpembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Kepala Desa memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:

a. menyelenggarakan Pemerintahan Desa, seperti tata praja Pemerintahan, penetapan peraturan di Desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban, melakukan upaya perlindungan masyarakat, administrasi kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah.

b. melaksanakan pembangunan, seperti pembangunan sarana prasarana perdesaan, dan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan.

c. pembinaan kemasyarakatan, seperti pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, partisipasi masyarakat, sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan.

d. pemberdayaan masyarakat, seperti tugas sosialisasi dan motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna.

e. menjaga hubungan kemitraan dengan lembaga masyarakat dan lembaga lainnya

2. Sekretaris Desa berkedudukan sebagai unsur pimpinan Sekretariat Desa. Untuk melaksanakan tugas Sekretaris Desa mempunyai fungsi:

a. Melaksanakan urusan ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi surat menyurat, arsip, dan ekspedisi.

b. Melaksanakan urusan umum seperti penataan

administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor, penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi, perjalanan dinas, dan pelayanan umum.

c. Melaksanakan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi keuangan, administrasi sumber-sumber pendapatan dan pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan admnistrasi penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, dan lembaga pemerintahan desa lainnya.

d. Melaksanakan urusan perencanaan seperti menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan, melakukan monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan laporan.

3. Kepala urusan berkedudukan sebagai unsur staf sekretariat.Kepala urusan bertugas membantu Sekretaris Desa dalam urusan pelayanan administrasi pendukung pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.Untuk melaksanakan tugas kepala urusan mempunyai fungsi:

a. Kepala urusan tata usaha dan umum memiliki fungsi seperti melaksanakan urusan ketatausahaan seperti tata naskah, administrasi surat menyurat, arsip, dan ekspedisi, dan penataan administrasi perangkat desa, penyediaan prasarana perangkat desa dan kantor, penyiapan rapat, pengadministrasian aset, inventarisasi, perjalanan dinas, dan pelayanan umum.

b. Kepala urusan keuangan memiliki fungsi seperti melaksanakan urusan keuangan seperti pengurusan administrasi keuangan, administrasi sumber-sumber

pendapatan dan pengeluaran, verifikasi administrasi keuangan, dan admnistrasi penghasilan Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, dan lembaga pemerintahan desa lainnya.

c. Kepala urusan perencanaan memiliki fungsi mengoordinasikan urusan perencanaan seperti menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja desa, menginventarisir data-data dalam rangka pembangunan, melakukan monitoring dan evaluasi program, serta penyusunan laporan.

4. Kepala seksi berkedudukan sebagai unsur pelaksana teknis.Kepala seksi bertugas membantu Kepala Desa sebagai pelaksana tugas operasional. Untuk melaksanakan tugas Kepala Seksi mempunyai fungsi:

a. Kepala seksi pemerintahan mempunyai fungsi melaksanakan manajemen tata praja Pemerintahan, menyusun rancangan regulasi desa, pembinaan masalah pertanahan, pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat, kependudukan, penataan dan pengelolaan wilayah, serta pendataan dan pengelolaan Profil Desa.

b. Kepala seksi kesejahteraan mempunyai fungsi melaksanakan pembangunan sarana prasarana perdesaan, pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, dan tugas sosialisasi serta motivasi masyarakat di bidang budaya, ekonomi, politik, lingkungan hidup, pemberdayaan keluarga, pemuda, olahraga, dan karang taruna.

c. Kepala seksi pelayanan memiliki fungsi melaksanakan penyuluhan dan motivasi terhadap pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat, meningkatkan upaya partisipasi

masyarakat, pelestarian nilai sosial budaya masyarakat, keagamaan, dan ketenagakerjaan.

5. Kepala Kewilayahan atau sebutan lainnya berkedudukan sebagai unsur satuan tugas kewilayahan yang bertugas membantu Kepala Desa dalam pelaksanaan tugasnya di wilayahnya. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Kepala Kewilayahan/Kepala Dusun memiliki fungsi:

a. Pembinaan ketentraman dan ketertiban, pelaksanaan upaya perlindungan masyarakat, mobilitas kependudukan, dan penataan dan pengelolaan wilayah.

b. Mengawasi pelaksanaan pembangunan di wilayahnya.

c. Melaksanakan pembinaan kemasyarakatan dalam meningkatkan kemampuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

d. Melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dalam menunjang kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Selain itu perlu kita ketahui keberadaan kelembagaan desa BPD, Pemuda, LKMD menurut tingkat perkembangannya dalam kategori persiapan.

STRUKTUR PEMERINTAH DESA TOKALIMBO

Keterangan : Garis komando Garis koordinasi

STRUKTUR BADAN PERMUSYAWARATAN DESA TOKALIMBO

Keterangan : Garis komando Garis koordinasi

Organisasi dan kelembagaan di Desa Tokalimbo belum berkembang sebagai mana yang terjadi di desa-desa berkembang.

Aparat pemerintahan desa masih membutuhkan peningkatan kapasitas untuk mendukung terlaksananya roda pemerintahan yang ideal.

Organisasi dalam pemerintahan desa seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah terbentuk namun belum memberi kontribusi maksimal. Sedangkan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) belum memiliki struktur, sehingga peran organisasi ini hanya dikendalikan oleh aparat Desa. Kelembagaan masyarakat lainnya seperti kelompok tani, dasawisma, PKK dan lain-lain memiliki

KETUA BPD

SIRAMANG

SEKRETARIS BPD

MANSUR

ANGGOTA BPD

AHMADI

ANGGOTA BPD

TAMRIN

BENDAHARA BPD

ANDIKA

KETUA BPD

SIRAMANG

kondisi serupa dengan organisasi di atas, yaitu belum aktif dan membutuhkan peningkatan kapasitas anggotanya.

BAB III.

MASALAH, POTENSI DAN GAGASAN 3.1. Masalah

Desa Tokalimbo merupakan Desa yang baru terbentuk sejak tahun 1993 yang tentunya banyak masalah yang terjadi dan sangat bervariasi dari semua bidang, baik Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Untuk lebih jelasnya secara garis besarnya masalah yang terjadi desa sebagai berikut :

1. Masalah di Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Ada beberapa masalah yang berkaitan dengan pengembangan Bidang pengembangan wilayah di Desa Tokalimbo meliputi :

a. Sumber Daya Manusia yang tergolong masih sangat rendah b. Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa

c. Data terkait dengan Propil Desa yang belum lengkap Datanya d. Penetapan Tapal Batas Desa dan Peta Administarsi desa yang

belum ada

e. pengelolaan informasi Desa;

f. penyelenggaraan perencanaan Desa;

g. penyelenggaraan kerjasama antar Desa;

h. Fasilitas Bangunan serba Guna yang belum ada

Berdasarkan Masalah yang berhubungan dengan Bidang Penyelenggaraan Pemrintahan Desa tersebut diatas dengan potensi yang dimiliki di Desa Tokalimbo maka pemerintah desa melakukan beberapa kebijakan dengan memprogramkan diantaran : Peletihan, Bimtek Aparat Desa dan BPD, Melakukan Pemuktahiran Data setiap Tahunnya, Mensosialisasikan terkait dengan Tapal Batas Desa, Pengadaan Buku Inventarisasi dan Papan Infiormasi, senantiasa

melakukan Musyawarah terkait dengan Perencanaan Desa, Membuka ruang terkait dengan kegiatan yang dapat dikerjasamakan dengan desa lain.

2. Masalah Di Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Ada beberapa masalah yang berkaitan dengan Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa meliputi :

a. pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan infrasruktur dan lingkungan Desa antara lain:

1) Jalan pemukiman yang sering becek dan Bergelombang sehingga ketika hujan air tergenang dijalan

2) jalan Poros Desa sebagai Jalan Penghubung antara Desa yang sering becek dan Bergelombang sehingga ketika hujan air tergenang dijalan

3) Masyarakat Kesulitan dalam hal Jaringan Listrik

4) lingkungan permukiman masyarakat sering tergenang Air karena saluran air yang tidak lancara yang disebabkan saluran air belum permanen sehingga mudah tertimbun tanah

5) Masih banyak jembatan dan Plat Duicker yang belum terbangun dan perlu pemeliharaan

b. Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana

kesehatan antara lain:

1) Air bersih berskala Desa;

2) Sanitasi lingkungan;

3) Pelayanan kesehatan Desa seperti posyandu; dan lain-lain c. Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan

prasarana

pendidikan dan kebudayaan antara lain:

1) Taman bacaan masyarakat;

2) Taman Baja Masjid Babul Jannah 3) Pendidikan anak usia dini;

4) Sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan lainnya d. Pengembangan usaha ekonomi produktif serta pembangunan,

pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana ekonomi antara lain:

Pasar Desa;

1) Pembentukan dan pengembangan BUM Desa dan penguatan permodalan BUM Desa

2) Penguatan dana Gapoktan 3) pembibitan tanaman pangan;

4) penggilingan padi;

5) pembukaan lahan pertanian;

6) pengelolaan Lahan Desa;

7) kolam ikan dan pembenihan ikan 8) Peternakan,Sapi, Kambing, Itik, Ayam

9) Penerapan Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi 10) Irigasi

11) Alat Mesin Pertanian (Alsintan)

12) Sarana Pendukung Peningkatan dan Pengelolaan Hasil Petranian

e. Pelestarian lingkungan hidup antara lain:

1) Penghijauan;

2) Pembersihan daerah aliran sungai;

Bedasarkan Masalah yang berhubungan dengan Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa tersebut diatas dengan potensi yang dimiliki di Desa Tokalimbo, maka pemerintah desa melakukan beberapa kebijakan dengan memprogramkan diantaranya :

1) Senatiasa Berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan instansi terkait

2) Senantiasa Memasukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa walaupun dana tidak dapat terpenuhi secara keseluruhan mengingat dana yang sangat terbatas.

3) Memasukan dalam Anggaran yang bersumber dari Pihak ketiga

4) Penguatan Modal Stimulan, Gapoktan, dan BUM desa 3. Masalah pada Bidang Pembinaan Kemasyarakatan

Ada beberapa masalah yang berkaitan dengan Bidang Pembinaan Kemasyarakatan meliputi :

a. pembinaan lembaga kemasyarakatan;

b. penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban;

c. pembinaan kerukunan umat beragama;

d. pengadaan sarana dan prasarana olah raga;

f. pembinaan kesenian dan sosial budaya masyarakat;

Berdasarkan masalah yang berhubungan dengan Bidang Pembinaan Kemasyarakatan maka pemerintah desa melakukan beberapa kebijakan diantaranya :

a. Memberikan Anggaran Pelaksanaan Kegiatannya yang bersumber dari APBDes

b. Memberikan Insentif kepada Linmas/Hansip yang bersumber dari APBDes

c. Membangun sarana Olah Raga

4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat antara lain:

Ada beberapa masalah yang berkaitan dengan Bidang Pemberdayaan Kemasyarakatan meliputi :

a. pelatihan usaha ekonomi, pertanian, perikanan dan perdagangan;

c. pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bagi kepala Desa, perangkat Desa, dan Badan Pemusyawaratan Desa;

d. peningkatan kapasitas masyarakat, antara lain:

1) kader pemberdayaan masyarakat Desa;

2) kelompok usaha ekonomi produktif;

3) kelompok perempuan, 4) kelompok tani,

5) kelompok masyarakat miskin, 6) kelompok pengrajin,

7) kelompok pemerhati dan perlindungan anak, 8) kelompok pemuda;

Berdasarkan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah di atas dengan melihat potensi yang dimiliki maka pemerintah desa lebih terarah dalam membuat kebijakan dalam menjalankan pemerintahannya untuk mensukseskan program pembangunan secara berkesinambungan di Desa.

Program Pembangunan Desa

Program pembangunan desa yang tertuang ke dalam Rencana Pembangunan jangka menengah Desa (RPJM-Desa) terdiri dari :

1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebanyak `17 Kegiatan

2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sebanyak 154 Kegiatan 3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa Sebanyak 17 Kegiatan 4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Sebanyak 8 Kegiatan

3.1.2. Strategi Pencapaian

Strategi pencapaian pembangunan Jangkah Menegah Desa tahun 2016 s/d 2021 di Desa Tokalimbo sebagai berikut :

1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Strategi pencapaian yang dapat dilakukan di bidang pengembangan wilayah adalah sebagai berikut :

a. Memberikan Dukungan/Motivasi kepada Aparat Desa agar senantiasa Mengikuti Pelatihan,Pendidikan,Bimtek terkait dengan Proses pelaksanaan Pemerintahan Desa

b. Membangunan Sarana dan Prasarana Kantor Desa

c. Memberikan Anggaran dalam setiap tahun dalam Pemuktahiran terkait dengan Data Profil Desa.

d. Menyelesaikan berbagai macam permasalahan lahan khususnya terkait dengan wilayah lahan masyarakat, sehingga nantinya akan memberikan kemudahan dalam penetapan batas wilayah administrasi Desa

e. Membuat papan informasi sehingga masyarakat mudah membaca dan mengetahui informasi terkait dengan perencanaan pelaksanaan pemerintahan di Desa

f. Mengikut sertakan unsur masyarakat dalam pembahasan perencanaan Pemerintahan Desa

g. Membangun Koordinasi dengan baik Khususnya Desa tetangga.

h. Membeiakan penjelasan kepada masyarakat akan pentingnya Gedung serba Guna sehingga dapat direncanakan pembangunannya.

2. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Strategi pencapaian penanggulangan di Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa berikut :

1) Strategi yang dilakukan adalah Melaksanakan Pembangunan secara merata berdasarkan kebutuhan yang ada diwilayah Dusun, Memanfaatan dan melakukan pemeliharaan infrasruktur di Desa dengan memanfaatkan potensi yang ada

di Desa serta memberikan himbauan kepada masyarakat agar dapat memelihara inprastruktur yang selama ini telah dibangun agar tetap awet sehingga dapat dimanfaatkan setiap saat.khususnya terhadap Prasarana Jalan, Saluran Air, Plat Duicker, Jembatan dan Lain-Lain

2) Strategi yang kami tempu dalam Pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan antara lain:

a. Membangun Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Dusun Khususnya Pembangunan Poskesdes dan Posyandu

b. Membuat Perencanaan Pengadaan Armada Pengangkut Sampah

c. Mencari Lokasi yang layak dalam Hal Perencanaan Pembangunan Sarana Air Bersih Skala Desa

3) Strategi yang dilakukan dalam Pembangunganan, Pemanfaatan dan Pemeliharahaan sarana dan Prasarana Pendidikan dan Kebudayaan adalah :

a. Membangun Koordianasi dengan pihak sekolah mulai dari Tingkat ,TK sampai dengan SMA dengan tujuan untuk membuat sebuah perencanaan demi kemajuan pendidikan yang ada di wilayah perintahan Desa

b. Merencanakan Pembangunan Pembinaan Keagamaan seperti TPA

4) Stratedi yang kami lakukan dalam Pembangunan usaha ekonomi produktif serta Pemanfaatan dan pemelihaharaan usaha ekonomi adalah:

a. Membangun sebuah Pasar Desa

b. Membentuk/Mendirikan sebuah Badan Usaha Milik Desa sehingga nantinya masyarakat yang ingin mengembangkan

usahanya dapat di bina melalui BUMDesa dengan memberikan sebuah pinjaman.

c. Merencanakan Pembangunan/Pengadaan Toko Tani sehingga memberikan kemudahan petani mendapatkan kebutuhannya.

d. Bersama PPL dan Pemerintah Desa Memberikan Motivasi Kepada Petani agar Lahan Pertaniannya untuk segerah di kelolah serta membentuk Kelompok agar mudah untuk diajukan dilakukan percetakan sawah

e. Bersama PPL dan Pemerintah Desa memberikan motivasi bagi masyarakat untuk membentuk kelompok khususnya kelompok ternak Sapi/Kambing serta Empang Air Tawat f. Merencanakan Pembangunan Pendungan/Dam dibeberapa

Titik, Pembangunan Irigasi, Pintu Pembagi Air sehingga Masyarakat mudah mendapatkan Air yang dapat dimanfaatkan untuk Perawahan

g. Pengadaan Alsintan dan Saprodi

3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Strategi pencapaian penanggulangan di Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa adalah sebagai berikut :

a. Mendorong kepada semua lembaga yang ada di Desa agar sekiranya aktif dalam setiap kegiatan Tuagas dan Tanggung Jawabnya dari Lembaga Tersebut

b. Membangun Beberapa Fasiltas Olah Raga

c. Membangun Fasilitas Keamanan dan Memberikan Insentif terhadap Linmas walaupun masih dianggap sangat minim

d. Memberikan Insentf Kader yang ada di Desa

e. Memberikam pembinaan kerukunan Umat Beragama

4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Strategi pencapaian penanggulangan di Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagai berikut :

a. Kepala Desa dan aparat Desa serat BPD Senatiasa Mengikuti Pendidikan, Pelatihan, Bimtek

b. Peningkatan kapasitas Kader Desa, Kelompok Tani Kelompok Usaha Ekonomi,Pengrajin

3.2. Potensi

Desa Tokalimbo Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur memiliki potensi yang cukup besar, baik potensi yang sudah dimanfaatkan maupun yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Potensi yang ada, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya perlu terus digali dan dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat secara umum.

Banyaknya potensi yang layak untuk dikembangkan secara optimal di Desa Tokalimbo karena selain di dukung oleh letaknya secara geografis, Tanah yang subur, curah hujan merata sepanjang tahun yang termasuk tipe iklim C dan B sehingga memungkinkan warga untuk dapat lebih memaksimalkan potensi penggunaannya.

Adapun topografi memiliki tanah yang datar, Berbukit yang sangat mendukung pengelolaan potensi desa disetiap sektor.

Potensi sektor pertanian dan perkebunan terutama kelapa sawit, padi, Lada, palawija/kacang-kacangan, serta tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan (rambutan, durian dan lainnya) serta potensi peternakan selain itu juga potensi lahan pertanian yang sangat subur.

Di samping Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdapat di desa masih terjaganya nilai-nilai kegotong royong-nya dan musyawarah sehingga setiap permasalahan yang ada di desa dapat di selesaikan

secara bersama – sama oleh setiap warga. Yang umumnya difasilitasi oleh tokoh masyarakat.

e. Potensi Sumber Daya Alam

Potensi sumber daya alam Desa Tokalimbo cukup besar yang didominasi oleh perkebunan dan pertanian. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6 berikut ini :

Tabel 5. Potensi Sumber Daya Alam Desa Tokalimbo Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Propinsi Sulawesi Selatan2016

No Uraian Sumber Daya Alam Luas (Ha) Pesentase (%)

1 Kebun Kakao 7 0.11

2 Kebun Merica 360 5.54

3 Sawah 128.5 1.98

4 Cengkeh 4.5 0.07

5 Pemukiman 26 0.40

6 Danau 574 8.83

7 Hutan Lindung 5400 83.08

Total 6500 100.00

Sumber : Data Primer, 2016

Luas wilayah Desa Tokalimbo. mencapai 6.900 Ha. Dari luas wilayah tersebut tergambar dengan penggunaan seperti : Luas daerah pertanian dan perkebunan didominasi oleh Lada/Merica dengan luas 360 Ha.

f. Potensi Sumber Daya Manusia

Potensi sumber daya manusia Desa Tokalimbo Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur masih sangat minim, dengan tingkat pendidikan terinci pada Tabel berikut :

Tabel 6. Potensi Sumberdaya Manusia Berdasarkan Tingkat Pendidikan dari Data Dasar Penduduk, Desa Tokalimbo, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan 2016

TS BS SD SLTP SLTA D3 S1 S2

1 Beau 16 117 188 90 121 12 9 1 554

2 Babasal

o 23 63 113 55 49 1 2 0 306

39 180 301 145 170 13 11 1 860

No Dusun Pendidkan (orang) Total

PDDK.

(jiwa)

Total

Sumber : Data Primer, 2016

Tabel di atas menunjukkan Potensi Sumberdaya Manusia Berdasarkan Tingkat Pendidikan dari Data Dasar Penduduk, Desa Tokalimbo, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan memperlihatkan bahwa jumlah yang tidak sekolah (TS) sebanyak 10 orang, yang belum sekolah (BS) sebanyak 89 orang, Tingkat pendidikan SD sebanyak 510 orang, tingkat pendidkan SLTP 149 orang, tingkat pendidikan SLTA sebanyak 55 orang, tingkat pendidikan diploma tiga (D3) 1 orang, dan strata satu (S1) 16 orang dan Master sebanyak 0 orang sehingga total jumlah potensi SDM sebanyak 840 orang.

g. Potensi Ekonomi

Adapun potensi ekonomi Desa berdasarkan bidang usaha dengan jumlah kepala keluarga yang menggelutinya dan potensi usaha yang ada dapat terlihat dalam tabel Tabel 8 dan 9 berikut ini :

Bidang usaha Kepala keluarga berdasarkan dari jenis usaha atau kegiatan ekonomi yang ada di desa terlihat pada Tabel 8 berikut ini :

Tabel 7. Tingkat Bidang Usaha dengan Jumlah KK yang adan di Desa Tokalimbo, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, 2016

No Bidang usaha Jumlah KK

1 Pertanian / Perkebunan 224

2 Peternakan 0

3 Perikanan air Tawar 15

4 Perdagangan 15

5 Pertukangan 2

6 Perbengkelan 1

Sumber : Data Primer 2016

Tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa yang berusaha disektor pertanian /perkebunan sebanyaK 139 KK, peternakan 7 KK, perdagangan (campuran skala rumah tangga) 13 KK,Perbengkelana 5 KK dan pertukangan sebanyak 3 KK.

Tabel 8. Potensi Ekonomi Berdasarkan Jumlah (unit) Desa Tokalimbo, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, 2016

No POTENSI UNIT

1 Usaha Dagang Hasil Bumi 5

2 Usaha Dagang Campuran (Skala Rumah

Tangga) 11

3 Usaha Pertukangan / Somel 3

Sumber : Data Primer, 2016

Tabel tersebut di atas menunjukkan potensi ekonomi berdasarkan jumlah (unit), yang mana menunjukkan Usaha dagang hasil bumi sebanyak 2 unit, usaha dagang campuran skala rumah tangga sebanyak 11 unit dan usaha pertukangan/somel sebanyak 3 unit

3.3 Gagasan

Pada dasarnya suatu gagasan itu ada karena adanya masalah yang dihadapi dan tersedianya potensi yang dapat digunakan dalam penyelesaian masalah tersebut. Gagasan itu apakah bersumber dari kelompok masyarakat atau besumber dari unsur masyarakat yang berkepentingan dalam hal tersebut.

Dalam menentukan sebuah gagasan sebaiknya dilakukan melalui musyawarah sehingga nantinya akan memunculkan sebuah gagasan yang dapat dilaksanakan dengan tersedianya berbagai macam potensi pendukung dalam melaksanakan gagasan tersebut

BAB IV.

PROSES PERUBAHAN RPJM DESA

4.1 Pembentukan Tim Perubahan RPJM Desa

Dalam proses pembentukan tim Perubahan Rancana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJM Desa) dilakukan melalui musyawarah Desa yang dihadiri oleh Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, Pendamping Lokal Desa, dan unsur masyarakat.

Musyawarah Desa sangat penting dilakukan sebab nantinya orang-orang yang akan terpilih sebagai tim sangat dibutuhkan tenaga, pikiran, waktunya dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas sebagai tim Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa.

Sebelum dilakukan proses pemilihan tim dilakukan terlebih dahulu memberikan penjelasan kepada seluruh peserta rapat maksud dan tujuan pelaksanaan Musyawara Desa dan memberikan penjelasan terkait dengan siapa saja yang berhak atau dapat dipilih sebagai tim.

Berikut unsur-unsur yang dapat dipilih sebagai tim Perubahan;

1. Kepala Desa sebagai enenggung Jawab 2. Sekretaris Desa sebagi Ketua Tim

3. Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Desa Tokalimbo Sebagai Sekretariaan Tim

4. Anggora : Aparat Desa, Anggota BPD, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda.

Jumlah dari tim Perubahan RPJM Desa ini Minimal 7 orang dan Maksimal 11 orang dengan mengikutsertakan perempuan minimal satu orang dalam susunan tim tersebut. adapun Tugas dan fungsi tim Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) adalah sebagai Berikut:

1. Penyelarasan arah kebijakan pembangunan Kabupaten/Kota sekurang-kurangnya meliputi :

a. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten/Kota

b. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah c. Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota d. Rencana Rinci Tata Ruang Wialay Kabupaten/Kota e. Rencana Pembangunan Kawasan Pedesaan

2. Melaksanakan kegiatan pengkajian keadaan Desa Meliputi : a. Penyelarasan Data Desa

b. Penggalian Gagasan Masyarakat

c. Penyusunan Laporan Hasil Pengkajian Keadaan Desa 3. Perubahan Rancangan RPJMDesa

4. Melaksanakan penyempurnaan Rancangan RPJMDesa

Setelah melalui proses pemilihan Tim Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJM Desa) berdasarkan dengan peraturan yang berlaku, Nama yang telah terpilih sebagai hasil akhir musyawarah dikukuhkan/ditetapkan dalam Surat Kepusan Kepala Desa Tentang Susunan Tim Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa Tokalimbo periode 2013-2018. Lebih lanjut Surat Keputusan tersebut terlampir.

4.2 Penyelarasan Kebijakan Pembangunan Kabupaten

Dalam penyelarasan arah kibijakan dialkukan untuk mengintegrasikan program dan kegiatan pembangunan Kabupaten/Kota dengan pembangunan Desa dengan tujuan bahwa dalam proses Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Dalam penyelarasan arah kibijakan dialkukan untuk mengintegrasikan program dan kegiatan pembangunan Kabupaten/Kota dengan pembangunan Desa dengan tujuan bahwa dalam proses Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Dokumen terkait