• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Hambatan- Hambatan Program Wajib Belajar

4.3.4 Kondisi Lingkungan Tempat Tinggal

Suradadi Kabupaten Tegal 2019

No Variable Kategori Frekuensi Persentase (%)

3. Jumlah anggota diluar keluarga inti

Tidak ada 42 73,6%

1 4 7,0%

2 7 12,2%

>2 4 7,0%

Jumlah 57 100%

Sumber : Data Penelitian Tahun 2019

Tabel tersebut menjelaskan jumlah anggota keluarga inti responden, terdapat 42 atau 73,6% yang tinggal bersama keluarga inti, dan paling banyak terdapat 7 orang yang tinggal bersama lebih dari keluarga inti. Keluarga besar merupakan gabungan dari beberapa keluarag inti atau ditambah dengan anggota lain yang sudah atau belum menikah.

4.3.4 Kondisi Lingkungan Tempat Tinggal Keluarga yang Memiliki Anak Usia 16-18 tahun yang Tidak Melanjutkan Sekolah di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal 2019

Tabel 4.31. Dukungan yang diberikan Kepada Anak Usia 16-18 tahun yang Tidak Melanjutkan Sekolah di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal 2019

No Variable Kategori Frekuensi Persentase (%)

1. Dukungan yang diberikan Kepada Anak Motivasi belajar 51 89,4% Melengkapi semua kebutuhan anak 2 3,5% Lainnya... 3 5,2% Jumlah 57 100%

Tabel diatas terdapat informasi mengenai dukungan yang diberikan orangtua terhadap anak, terdapat banyak bentuk dalam motivasi belajar. Orangtua berperan penting dalam membantu anak menumbuhkan motivasi berprestasi yang tinggi. Orangtua merupakan guru pertama bagi anak karena yang pertama kali mendidik dan menanamkan pendidikan kepada anak adalah orangtua.

Orangtua hendaknya menyediakan fasilitas belajar yang memadai, memberikan motivasi dan dukungan serta membimbing anak dalam belajar. Benjamin Bloom (Reni Akbar-awadi, 2003: 94) menyatakan bahwa dorongan orangtua merupakan hal yang utama dalam mengarahkan tujuan belajar anak. Dukungan orangtua dalam bentuk kasih sayang, perhatian dan penghargaan akan menumbuhkan mental yang sehat bagi anak.

Tabel 4.32 Waktu yang dibutuhkan Orangtua Membimbing Belajar Anak Usia 16-18 tahun yang Tidak Melanjutkan Sekolah di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal 2019

No Variable Kategori Frekuensi Persentase (%)

2. Waktu yang di Butuhkan Bpk/Ibu Membimbing Anak untuk Belajar

<1 jam 57 100%

1-3 jam 0 0%

4-5 jam 0 0%

>5 jam 0 0%

Jumlah 57 100%

Sumber : Data Penelitian Tahun 2019

Tabel diatas terdapat informasi mengenai waktu yang biasa diperlukan orangtua dalam mendampingi anak untuk belajar, semua responden meluangkan waktu kurang dari satu jam daam mendampingi anak untuk belajar.

Tabel. 4.33 Teman Bergaul Anak Usia 16-18 tahun yang Tidak Melanjutkan Sekolah di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal 2019

No Variable Kategori Frekuensi Persentase (%)

3. Bergaul dengan siapakah anak anda setiap harinya Teman sebaya yang melanjutkan sekolah 12 21,0% Teman sebaya yang tidak melanjutkan sekolah 6 10,5% Teman sebaya yang sudah bekerja

34 59,6%

Orang dewasa 5 8,7%

Jumlah 57 100%

Sumber : Data Penelitian Tahun 2019

Dari tabel diatas dapat kita ketahui bahwa mayoritas anak responden bergaul dengan teman sebaya yang sudah bekerja, interaksi dengan teman sebaya merupakan permulaan hubungan persahabatan yang didalemnya terdapat hubungan timbal balik. Teman sebaya memiliki peran bagi perkembangan perilaku sosial anak, tmena sebaya memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan orang di luar enggota keluarganya.

Tabel 4.33. Alasan Anak Usia 16-18 tahun Tidak Melanjutkan Sekolah di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal 2019

No Variable Kategori Frekuensi Persentase (%)

4. Alasan anak tidak melanjutkan Wajib Belajar 12 Tahun Biaya 35 61,4% Faktor internal anak 12 21% Pengaruh teman 10 17,5% Lainnya.. 0 0% Jumlah 57 100%

Dari tabel diatas terdapat informasi mengenai alasan anak tidak melanjutkan sekolah, sebanyak 35 atau 61,4% dikarenakan faktor biaya. Faktor ekonomi merupakan faktor utama penyebab anak putus sekolah. Ketidakmampuan keluarga untuk membiayai segala proses yang dibutuhkan selama menempuh pendidikan atau sekolah dalam satu jenjang tertentu, walaupun pemerintah telah mencanangkan Program Pendidikan Gratis dua belas tahun, namun belum berdampak maksimal terhadap penurunan jumlah anak putus sekolah.

Tabel 4.34 Sosialisasi mengenai Progran Wajib Belajar 12 Tahun dari Dinas Pendidikan

No Variable Kategori Frekuensi Persentase (%)

5. Adakah sosialisasi mengenai Progran Wajib Belajar 12 Tahun dari Dinas Pendidikan

Ada 0 0%

Tidak 57 100%

Jumlah 57 100%

Sumber : Data Penelitian Tahun 2019

Dari tabel diatas diketahui bahwa kurangnya keterlibatan dari Dinas Pendidikan Kab Tegal dalam sosialisasi untuk program ini, dalam program wajib belajar 12 tahun ini, dinas pendidikan memiliki tugas didalamnya, yaitu salah satunya melakukan sosialisasi untuk program ini, melakukan koordinasi dengan semua yang terlibat, kemudian melakukan monitoring dan evaluasi mengenai program ini di lapangan.

No Variable Kategori Frekuensi Persentase (%) 6. Tujuan Menyekolahkan Anak Agar dapat melanjutkan ke Jenjang Lebih Tinggi 2 3,5% Agara dapat bekerja di tempat yang layak 13 22,8% Agara menjadi orang pintar 12 21,0%

Agar dapat hidup mandiri

30 52,6%

Jumlah 57 100%

Sumber :Data Penelitian Tahun 2019

Dari tabel diatas diketahui informasi mengenai tujuan orangtua menyekolahkan anak, semua orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya dan dapat hidup mandiri. Tujuan atau motivasi orangtua itu sendiri merupakan dorongan orangtua yang timbul karena kemampuannya, dimana kemampuan orang tua karena kondisi sosial yang baik. Kondisi sosial keluarga meliputi kondisi ekonomi yaitu pendapatan dan kondisi sosial yang baik yaitu latar belakang pendidikan orangtua, harapan atau keinginan orangtua, cita-cita, lingkungan sekitar, dan teman sebaya.

Keutuhan keluarga dapat membawa dampak pada psikis anak dalam meneriman ataupun melakukan kegiatan belajar. Karena dengan dukungan dan dorongan keluarga maka anak akan memiliki semangat untuk melakukan kegiatannya. Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia, tempat pertama diaman anak belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial dalam hubungan interaksi dengan kelompoknya.

Mayoritas aktivitas yang dilakukan anak usia 16-18 tahun di Kecamatan Suradadi yaitu bekerja sebanayak 43 orang atau 75,4%, hal ini bisa dipengaruhi karena banyak diantara mereka yang beraktivitas dengan anak yang sudah bekerja sebanyak 23 orang atau 40,3%. Lingkungan keluarga memberikan pengaruh terhadap anak, kondisi lingkungan dimana anak tinggal adan berada dapat menjadikan faktor penghambat kelangsungan pendidikan anak. Keluarga memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian anak. Dukungan dan dorongan keluarga dapat memberikan hal yang positif maupun negative kepada anak untuk melanjutkan pendidikan, orangtua sebenarnya paham akan pentingnya pendidikan namun karena berbagai faktor yang mengharuskan anak tidak dapat melanjutkan sekolah karena harus ikut bekerja untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

4.3.5 Faktor Jarak dari Rumah ke Sekolah

Dokumen terkait