1. BAHAN DAN REAGEN
Gelas dari bahan akrelik
Cairan aniozym 5 %
Cairan steranios 2%
2. URAIAN PROSEDUR Langkah kegiatan
1 Pastikan semua alat (Gunting, Pean, Pinset anatomis) sudah bersih dan steril.
2 Siapkan 3 comb yang sudah diberi label
3
Masing-masing :
- Comb 1 Untuk Pinset anatomis berisi Cairan Steranios 2%
- Comb 2 Untuk Gunting dan Pean berisi Cairan Aniozym 0,5%
- Comb 3 Untuk Gunting dan Pean berisi Cairan Steranios 2%
4 Masukkan Pinset di Comb 1 yang berisi
Teknologi Transfusi Darah I | 63 Cairansterranios 2%
5 Masukkan Gunting dan Pean di Comb 2 yang berisi Aniozym 0,5%
6 Kemudian masukkan ke Comb 3 yang berisi Cairan Steranios 2%
7 Cairan Steranios 2% diganti setiap 2 minggu sekali atau bisa diganti apabila sudah kotor.
8 Cairan Aniozym 0,5% diganti setiap hari.
64 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
H. PENGAMBILAN SAMPE DENGAN SPUIT
1 Donor mengisifomulir pendaftaran (warnakuning).
2 Fomulir pendaftaran dijadikan satu dengan surat permintaan darah dari RumahSakit.
3 Dilakukan pemeriksaan fisik donor oleh petugas yang berwenang.
4 Dilakukan pemeriksaan Hb, golongan darah dan Rhesus serta tekanan darah pendonor.
5 Pasang Tensimeter ke lengan antecubital.
6 Tusukan jarum syiringe ke vena secara hati-hati dan halus sesuai arah vena.
7 Tarik syringe sampai volume darah 6 ml untuk trombopheresis maupun untuk PRP.
8 Kendorkan tensimeter sampai angka 0.
9 Tarik Jarum Syiringe dan tutup bekas luka dengan kassa steril.
10 lepaskan tensimeter dari lengan.
11 Masukkan darah dari syiringe ke tabung plain 3 ml dan
Teknologi Transfusi Darah I | 65 tabung EDTA 3 ml.
12 Tulis nama lengkap donor,tanggal pengambilan sampel dan tanggal lahir.
13 Sampel darah donor, fomulir pendaftaran dan surat permintaan dari Rumah Sakit diserahkan ke bagian IMLTD, selanjutnya dari IMLTD diserahkan kebagian laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.
66 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
I. PENGAMBILAN SAMPEL DENGAN VACUTAINER
a. Persiapan Langkah Kegiatan
1 Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai SPO kewaspadaan universal saat melakukan persiapan peralatan dan bahan habis pakai.
2 Siapkan peralatan dan bahan habis pakai sesuai kegiatan pengambilan.
3 Lakukan pengecekan peralatan sebagai validasi sebelum digunakan.
4 Lakukan dekontaminasi meja kerja menggunakan tissu dan alcohol 70 % sebelum dan sesudah melakukan pengambilan darah donor.
Teknologi Transfusi Darah I | 67 b. Cuci Lengan Donor
Langkah Kegiatan
1 Persilahkan donor mencuci kedua lengannya di wastafel yang sudah di sediakan.
2 Pastikan donor membasahi kedua lengannya dengan air bersih mengalir.
3 Pastikan donor menggunakan sabun cuci lengan untuk membersihkan kedua lengannya.
4 Pastikan kedua lengan donor sudah dibilas dengan air bersih mengalir atau hair driyer 5 Pastikan kedua lengan donor dikeringkan
dengan menggunakan tissue.
6 Jika tidak tersedia air gunakan tissu basah antiseptik untuk membersihkan kedua lengan.
c. Pengambilan Sampel Langkah Kegiatan
1 Persilahkan donor duduk di kursi donor yang sudah disediakan.
2 Lakukan konfirmasi ulang dengan donor secara pasif (minimal tanyakan nama, alamat, tanggal
68 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati lahir dan golongan darah donor).
3 Lakukan validasi kantong darah berupa :
a. Melihat kekeruhan warna antikoagulan secara makroskopis
b. Memeriksa kebocoran kantong dan selang kantong
c. Memeriksa selang kantong apakah ada yang melilit/terjepit
d. Memeriksa label kantong apakah menempel sempurna atau tidak
4 Beri stiker karantina pada kantong darah dengan identitas meliputi:
Golongan darah dan Rhesus
Tanggal pengambilan
Tanggal kadaluwarsa
Inisial petugas aftap
Waktu/durasi pengambilan untuk komponen darah
5 Tempel barcode pada kantong darah utama, kantong darah satelit, minimal 2-3 buah tabung sampel, formulir barcode, formulir kuesioner dan informed consentdan sisa barcode harus
Teknologi Transfusi Darah I | 69 dimusnahkan di sisi kursi donor (donor diberi informasi tentang pemusnahan sisa barcode yang tidak digunakan).
6 Tempatkan tangan donor lurus disamping dengan posisi menghadap keatas.
7 Pasang tensimeter dengan posisi selang / pipa tensimeter diatas.
8 Naikkan tensimeter sampai batas antara sistolik dengan diastolik, raba dan tentukan letak vena dimana akan dilakukan penusukan, turunkan tensimeter.
9 Ambil kapas larutan Iodine menggunakan pinset, kemudian pakai untuk desinfeksi lokasi yang akan ditusuk dari satu titik ditengah dengan gerakan melingkar dari arah dalam keluar 1 kali. Hindari arah berlawanan karena dapat membawa kotoran kelokasi penusukan vena. Ambil kapas alkohol 70 %, lakukan desinfeksi vena dengan cara yang sama sebanyak 2 kali. Gunakan kapas baru untuk pengulangan.
10 Pasang Jarum dengan Holder, Pastikan letak jarum jangan sampai terbalik ( Jarum Lancip
70 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati dari stenlies )
11 Tusukan jarum syiringe ke vena secara hati-hati dan halus sesuai arah vena.
12 Tusukkan tabung PLAIN atau EDTA ke jarum sebelahnya (Jarum agak tumpul/berlapis karet).
13 Biarkan darah mengalir sesuai dengan volume yang diinginkan ( darah akan berhenti mengalir bila sudah sessuai volume tabung )
14 Beri identitas sampel (Nomor kantong/ nama, golongan darah)
Teknologi Transfusi Darah I | 71
J. PENGAMBILAN DARAH DONOR
Pengambilan Darah Donor adalah kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan darah yang aman dan sehat dengan proses meliputi pencucian lengan donor, desinfeksi lengan donor, pengambilan darah dan sampel darah donor, penanganan donor yang gagal serta penanganan reaksi selama dan pasca penyumbangan darah hingga pencatatan dan pelaporan
1. Bahan
Bahan Habis Pakai : a. Cuci Lengan Donor
Air
Sabun untuk cuci lengan
Tissu
Tissu antiseptik (jika tidak tersedia air) b. Pengambilan Darah Donor
Alkohol 70%
ATK
Botol limbah jarum atau Biohazard .
72 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
Kantong darah
Kassa steril
Larutan Iodine
Meditape
Plastik limbah infeksius
Plester
Tabung sampel darah
c. Penanganan Pengambilan Darah Donor Yang Gagal
Wadah limbah non infeksius b. Pengambilan Darah Donor
Arteri klem/pean
Guntingstainless
Teknologi Transfusi Darah I | 73
Hemoscale
Kursi donor
Pinset stainless
Rak tabung
Stripper/Hand sealer
Tempat gunting/termometer jar
Tempat kapas/stainless set
Tempat kassa steril/tromol diam stainless
Tempat limbah infeksius
Tempat pinset/termometer jar Tensimeter
c. Penanganan Pengambilan Darah Donor Yang Gagal
Arteri klem / pean
Gunting stainless
Hemoscale
Kursi Donor
Pinsetstainless
Rak tabung
Stripper/Hand sealer
Tempat gunting/termometer jar
Tempat kapas/stainless set
Tempat kassa steril/tromol diam stainless
74 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
Tempat pinset/termometer jar
Tensimeter
3. Prosedur
a. Persiapan Langkah Kegiatan
1 Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai SPO kewaspadaan universal saat melakukan persiapan peralatan dan bahan habis pakai.
2 Siapkan peralatan dan bahan habis pakai sesuai kegiatan pengambilan.
3 Lakukan pengecekan peralatan sebagai validasi sebelum digunakan.
4 Lakukan dekontaminasi meja kerja menggunakan tissu dan 70 % sebelum dan sesudah melakukan pengambilan darah donor.
Teknologi Transfusi Darah I | 75 b. Cuci Lengan Donor
Langkah Kegiatan
1 Persilahkan donor mencuci kedua lengannya di wastafel yang sudah di sediakan.
2 Pastikan donor membasahi kedua lengannya dengan air bersih mengalir.
3 Pastikan donor menggunakan sabun cuci lengan untuk membersihkan kedua lengannya.
4 Pastikan kedua lengan donor sudah dibilas dengan air bersih mengalir.
5 Pastikan kedua lengan donor dikeringkan dengan menggunakan tissue.
6 Jika tidak tersedia air gunakan tissu basah antiseptik untuk membersihkan kedua lengan.
c. Pengambilan Darah Donor Langkah Kegiatan
1 Persilahkan donor duduk di kursi donor yang sudah disediakan.
2 Lakukan konfirmasi ulang dengan donor secara pasif (minimal tanyakan nama, alamat, tanggal
76 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati lahir dan golongan darah donor).
3 Lakukan validasi kantong darah berupa :
Melihat kekeruhan warna antikoagulan secara makroskopis
Memeriksa kebocoran kantong dan selang kantong
Memeriksa selang kantong apakah ada yang melilit/terjepit
Memeriksa label kantong apakah menempel sempurna atau tidak
4 Beri stiker karantina pada kantong darah dengan identitas meliputi:
Golongan darah dan Rhesus
Tanggal pengambilan
Tanggal kadaluarsa
Inisial petugas aftap
Waktu/durasi pengambilan untuk komponen darah
5 Tempel barcode pada kantong darah utama, kantong darah satelit, minimal 2-3 buah tabung sampel, formulir barcode, formulir kuesioner dan informed consentdan sisa barcode harus
Teknologi Transfusi Darah I | 77 dimusnahkan di sisi kursi donor (donor diberi informasi tentang pemusnahan sisa barcode yang tidak digunakan).
6 Tempatkan tangan donor lurus disamping dengan posisi menghadap keatas.
7 Pasang tensimeter dengan posisi selang / pipa tensimeter diatas.
8 Naikkan tensimeter sampai batas antara sistolik dengan diastolik, raba dan tentukan letak vena dimana akan dilakukan penusukan, turunkan tensimeter.
9 Ambil kapas larutan Iodine menggunakan pinset, kemudian pakai untuk desinfeksi lokasi yang akan ditusuk dari satu titik ditengah dengan gerakan melingkar dari arah dalam keluar 1 kali. Hindari arah berlawanan karena dapat membawa kotoran kelokasi penusukan vena. Ambil kapas alkohol 70 %, lakukan desinfeksi vena dengan cara yang sama sebanyak 2 kali. Gunakan kapas baru untuk pengulangan.
10 Buatlah simpul longgar pada selang kantong darah ± 15 cm dari arah jarum.
78 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
11 Tempatkan kantong darah diatas Hemoscale yang sudah di set dengan posisi label menghadap kebawah.
12 Naikkan tensimeter 40 – 60 mmHg untuk melakukan penusukan.
13 Lakukan penusukan vena dengan cara :
Buka tutup jarum, posisi lubang jarum menghadap ke atas
Tekan secara pelan lengan donor dibawah lokasi penusukan dengan tangan kiri
Tusukan jarum 1 atau 2 cm dari vena, dorong sampai berada ditengah vena JANGAN SAMPAI MENEMBUS SISI VENA YANG LAIN. BISA TERJADI HEMATOMA PADA LENGAN DONOR
Aturlah posisi jarum searah dengan vena setelah darah keluar
Turunkan tensimeter antara 20 mmHg – 40 mmHg
Lakukan fiksasi selang dilengan donor dengan menggunakan meditape di 2 (dua) tempat agar kedudukan jarum tidak berubah (bonggol jarum dan selang
Teknologi Transfusi Darah I | 79 kantong dibawahnya)
Tutup tempat penusukan lengan donor dengan kassa steril
14 Apabila volume darah sudah tercapai sesuai dengan jenis kantong darah yang dipakai, jepitlah selang dengan klem A ± 5 cm dari arah jarum.
15 Serut selang kantong dari klem A kearah kantong darah dengan menggunakan stripper sepanjang ± 5cm, kemudian jepit selang kantong darah dengan klem B ± 2cm dari klem A.
16 Potong selang kantong darah diantara klem A dengan klem B, pilih selang yang paling bersih dari darah donor kemudian kencangkan simpul pada selang.
17 Tempatkan tabung sampel diujung potongan selang, buka klem A dan isilah tabung sampel tersebut dengan darah vena donor dengan cara tabung dimiringkan, sehingga darah mengalir melalui dinding tabung sampel sesuai volume tabung langsung dari selang yang masih ada ditangan donor tersebut. Bila diperlukan
80 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
homogenkan tabung sampel dengan cara diputar membentuk angka 8 sebanyak minimal 3 kali.
18 Tutup klem A.
19 Turunkan tensimeter sampai batas nol, buang kassa steril ke tempat limbah infeksius.
20 Ambil kapas yang diberi alkohol 70 % letakkan diatas tusukan vena dengan sedikit ditekan, kemudian cabutlah jarum dari lengan donor secara perlahan
21 Minta donor menekan bekas tusukan pada vena dengan kapas yang diberi alkohol 70 % tadi, lepas tensi meter dan minta donor untuk mengangkat tangan keatas.
22 Buang jarum kedalam tempat limbah tajam infeksius.
23 Serut selang kantong darah dengan menggunakan stripper ke arah kantong darah hingga darah masuk kedalam kantong darah, homogenkan perlahan agar tercampur sempurna (diayun keatas dan kebawah dengan sudut 90 derajat sebanyak 10 kali), lepaskan stripper hingga selang darah dapat terisi
Teknologi Transfusi Darah I | 81 kembali dengan darah yang telah tercampur antikoagulan ulangi sebanyak 2 kali, rapikan selang.
24 Cocokkan nomor sampel dengan nomor kantong, nomor tabungsampel dengan formulir barcode dan formulir kuisioner dan informed consent.
25 Catat waktu pengambilan dengan melihat waktu pengambilan di hemoscale atau stop watch jika hemoscale tidak terdapat durasi waktu pengambilan darah.
26 Simpan darah dalam blood bank pada suhu 4ºC
± 2ºC atau biarkan disuhu kamar 22ºC ± 2ºC bila darah tersebut diperuntukkan untuk komponen Trombosit.
27 Periksa luka tusukan pada vena donor, bila tidak ada perdarahan tutup dengan plester, amati ± 1 menit
28 Persilahkan donor ke ruang refreshment bila tidak ada keluhan dari donor dengan lengan donor tetap posisi ke atas selama ± 2 menit
82 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
d. Penanganan Pengambilan Darah Donor Yang Gagal
Langkah Kegiatan
1 Pastikan telah terjadi kegagalan pengambilan darah donor.
2 Hentikan proses pengambilan darah donor.
3 Rawat luka bekas pengambilan darah donor yang gagal.
4 Tanyakan kesediaan donor untuk pengambilan darah donor di lengan yang lain.
5 Lakukan pengambilan darah donor di lengan berbeda jika volume darah yang diambil masih memenuhi perhitungan total volume darah donor.
a. Untuk donor dengan pengambilan darah 350 ml tidak dapat diambil dengan kantong baru jika volume gagal melebihi 50 ml.
b. Untuk donor dengan pengambilan darah 450 ml dapat diambil dengan kantong baru ukuran 350 ml jika volume gagal tidak melebihi 100 ml
Teknologi Transfusi Darah I | 83 6 Jika donor bersedia, ganti kantong darah yang
gagal dengan kantong darah yang baru.
7 Pencatatan dan pelaporan pada formulir barcode donor, pengambilan darah donor yang gagal diberi keterangan bahwa pengambilan darah “gagal”.
8 Lakukan proses pengambilan darah donor sesuai Prosedur Pengambilan Darah Donor
9 Lakukan pencatatan dan pelaporan kembali.
84 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
K. PENANGANAN REAKSI DONOR
1. BAHAN DAN ALAT
Gel anti hematoma
Cologne
Es
Kassa steril
NaCl 0,9%
Perban tekan
Plastik limbah infeksius
Plastik limbah non infeksius
2. PROSEDUR
Langkah Kegiatan
1 Baringkan donor tanpa alas dengan posisi kedua kaki dinaikkan dengan posisi kedua kaki lebih tinggi dari kepala.
2 Longgarkan pakaian dan ikat pinggang.
3 Yakinkan bahwa donor mendapatkan udara
Teknologi Transfusi Darah I | 85 a. Pingsan,Mual dan Muntah
Langkah Kegiatan
1 Buat donor senyaman mungkin.
2 Instruksikan donor yang mual untuk menarik nafas dalam dan pelan.
3 Miringkan kepala donor ke samping.
4 Sediakan tissu bersih dan wadah jika donor muntah.
5 Pastikan kepala donor miring ke samping agar tidak terjadi aspirasi.
6 Berikan air untuk membilas mulut donor setelah donor berhenti muntah.
yang cukup, berikan oksigen jika diperlukan.
4 Monitor tekanan darah donor, pulsasi nadi dan frekuensi pernafasan periodik hingga donor pulih.
5 Donor dengan hipotensi mungkin memerlukan infus NaCl 0,9% atas instruksi dan pengawasan dokter dirujuk ke RS terdekat.
86 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
b. Hematoma selama atau sesudah donasi Langkah Kegiatan
1 Cabut jarum dari lengan donor.
2 Lepaskan tensimeter dari lengan donor.
3 Letakkan 3-4 kassa steril di atas luka tusukan.
4 Tekan keras dengan jari hingga 7-10 menit.
5 Letakkan es/kompres dingin di area yang hematoma selama 5 menit, jika disetujui oleh donor.
6 Jika arteri yang tertusuk : a) segera cabut jarum
b) tekan keras selama 10 menit c) Letakkan perban tekan d) Cek nadi radius
e) Jika nadi tidak teraba atau lemah segera lapor dokter
Teknologi Transfusi Darah I | 87 c. Kejang
Langkah Kegiatan
1 Letakkan benda yang lunak/ kassa steril gulung ke rongga mulut supaya lidah tidak tergigit.
2 Donor dimiringkan supaya tidak terjadi aspirasi.
3 Jauhkan dari tempat yang membahayakan donor.
4 Berikan oksigen 2-3L/menit.
5 Segera lapor dokter, atas instruksi dan pengawasan dokter dirujuk ke RS terdekat.
d. Kesulitan Jantung Serius Langkah Kegiatan
1 Segera hubungi bantuan medis atau bagian gawat darurat.
2 Berikan CPR hingga bantuan datang jika donor mengalami ”jantung berhenti”.
88 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
Teknologi Transfusi Darah I | 89
90 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
Teknologi Transfusi Darah I | 91
L. LABELING
1. TUJUAN
Memberi identitas darah dan sampel darah yang sesuai agar tidak salah dalam pendistribusian darah.
2. DEFINISI
a. Stiker adalah Identitas yang digunakan untuk darah dan sampel.
b. Label adalah Identitas yang digunakan untuk pasien.
c. Barcode adalah Identitas selang kantong darah.
3. INFORMASI UMUM
Setiap Stiker dan label mempunyai warna menurut golongan darahnya, WarnaStiker dan label sama dengan warna kartu golongan darah.
- Golongan darah A warna Kuning - Golongan darah B warna Merah Muda - Golongan darah O warna Biru
- Golongan darah AB warna Putih
92 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati Untuk stiker pada tabung sampel:
- Triple bag warna biru
- Double dan single bag tanpa stiker
- Untuk donor yang langsung dipakai pasien warna hijau
4. BAHAN DAN ALAT
- Stiker sesuai dengan golongan darah - Stiker warna biru dan hijau
5. PROSEDUR KERJA
a. PENGISIAN LABEL GOLONGAN DARAH / STIKER
1 Siapkan formulir seleksi donor yang sudah diisi lengkap.
2 Siapkan label/stiker yang golongan darahnya sesuai dengan golongan darah yang tertulis di formulir seleksi donor.
3 Label / Stiker yang memuat:
4 Nomor Kantong
Tempat pengambilan di PMI donor sukarela (DS) atau mobil unit (MU)
Golongan darah
Teknologi Transfusi Darah I | 93
Tanggal Penyadapan
Jam mulai penyadapan
Jam selesai penyadapan
Tanggal Kadaluwarsa
Nama Pengambil Darah / Aftaper
Tanggal Pengeluaran
Jenis Darah
Nama Pasien
Rumah Sakit
Bangsal
Hasil Pemeriksaan
Volume Darah
5 Siapkan Kantong darah yang akan digunakan untuk mengambil Donor
6 Ambil stiker barcode yang tertempel di kantong darah, Di depan no Barcode ditulis DS, Di belakang no barcode ditulis tanggal,bulan dan tahun pengambilan.
7 Masing-masing barcode ditempelkan pada :
Label Golongan Darah / Stiker
Tabung plain Sampel darah Donor - Stiker Biru untuk tabung Triple bag
94 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati -
- Stiker Hijau untuk donor langsung pasien - Tanpa stiker untuk tabung Double bag
- Tabung EDTA untuk konfirmasi golongan dengan sticker biru
Tabung EDTA Sampel Untuk Pemeriksaan NAT ( Untuk DS )
Formulir Donor
Formulir Pengiriman Darah ke distribusi
Formulir Pengiriman Darah ke Komponen
Formulir Pengiriman Sampel IMLTD
Formulir Pengiriman Sampel konfirmasi golongan darah
8 Setelah label atau stiker diisi secara lengkap sesuai dengan no kantong dan golongan darah, kemudian tempelkan pada induk kantong darah dan tabung sampel.
9 Untuk darah donor yang langsung dipakai pasien, penempelan label dilakukan dibagian komponen.
Teknologi Transfusi Darah I | 95
M. PENGIRIMAN DARAH DAN SAMPEL
1. TUJUAN
Mengirim darah dari bagian penyadapan donor ke bagian distribusi dengan cara yang benar, kualitas darah yang memadai dan tepat waktu.
2. DEFINISI
Pengiriman darah dan sampel donor dilakukan petugas penyadapan donor dengan memberikan darah dan sampel kepada petugas distribusi, IMLTD dan komponen unit tranfusi darahPMI Surakarta untuk dibuat komponen atau disimpan beserta formulir pengiriman darah dan sampelnya memakai coolbox yang ditentukan temperaturnya.
3. INFORMASI UMUM
Pengiriman darah dan sampel harus dilakukan secepatnya baik darah akan diolah menjadi trombosit (tidak lebih dari 6 jam) maupun dibuat komponen lainnya sesuai suhu yang ditentukan. ( kurang dari 10 oc untuk double bags, ±18 oc - 24 oc untuk triple bag)
96 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati 4. BAHAN DAN ALAT
Coll box
Thermometer
Ice Pack
Alat Transportasi Darah Alat Pencatatan
- Formulir Pengiriman Darah dan sampel Donor Sukarela .
5. PROSEDUR KERJA
1
Petugas penyadapan donor baik donor sukarela maupun mobil unit mempersiapkan formulir pengiriman darah dan formulir pengiriman sampel yang berisi :
2
Tanggal pengiriman
No kantong
Jam penusukan
Jam selesai penusukan
Jenis kantong darah yang digunakan
Golongan darah dan rhesus
Petugas aftap
No spekmomanometer yang digunakan
No hemolight yang digunakan
Jam penerimaan darah dan sampel
Teknologi Transfusi Darah I | 97
Petugas distribusi, komponen dan IMLTD
3
Petugas penyadapan donor mengisi formulir pengiriman darah dan pengiriman sampel dengan lengkap.
Petugas penyadapan donor menyiapkan coolbox dan Ice Pack yang sudah terkontrol suhunya.
4
Petugas penyadapan donor menyerahkan darah dan sampel beserta formulir pengiriman darah dan sampel ke petugas distribusi, komponen dan IMLTD.
5 Petugas distribusi, komponen dan IMLTD menerima dan mengecek darah dan sampel apakah sudah sesuai dengan formulir pengiriman darah dan sampel.
6 formulirnya, petugas distribusi, komponen dan IMLTD harus menandatangani formulir pengiriman darah dan formulir pengiriman sampel.
6.2.1 8
Petugas distribusi dan komponen menyimpan darah di blood bankrefrigerator yang sudah terkontrol suhunya (2°C - 6°C), atau segera diproses menjadi komponen sesuai yang dibutuhkan.
98 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati
N. PENGGUNAAN MESIN APHERESIS ( COM-TEC )
1. TUJUAN
Melakukan pengambilan darah donor apheresis menggunakan mesin apheresiscomtec sesuai dengan petunjuk alat.
2. DEFINISI
Mesin apheresis adalah suatu alat untuk mendapatkan komponen darah tertentu dari seorang donor dan mengembalikan sisanya kembali ketubuh donor tanpa mengganggu kesehatannya.
Penggunaan Mesin Apheresis adalah suatu kegiatan pengoperasi anmesin apheresis dari mulai persiapan alat sampai dengan selesai penggunaannya.
Thrombopheresis kit dan Plasmapheresis kit adalah bahan habis pakai disposable yang digunakan untuk prosedur thrombopheresi smenggunakan mesin apheresis.
Teknologi Transfusi Darah I | 99 3. INFORMASI UMUM
Mesin Apheresis selain digunakan untuk donor apheresis juga bisa digunakan untuk Apheresis Therapeutic .
4. ALAT DAN BAHAN a. Mesin Apheresis b. Thrombopheresis kit c. Plasmapheresis kit d. Larutan Na sitrat
e. Cairandesinfektan (Alkohol swab, PovidoneIodin 10%)
f. Tablet Kalsium bila diperlukan ( Protecal , redoxon )
g. Saline / NaCl 0,9%
h. Cairan Pengganti (Tergantung Permintaan Dokter)
i. Handscoon, Kantong Sampah Medis
100 | Christina Roosarjani, Danik Riawati, Arina Hidayati 5. URAIAN PROSEDUR
a. PROSEDUR TROMBOPHERESIS COMTEC
1) Nyalakan Mesin dengan menekan angka 1 akan muncul tulisan
2) Tekan Continue
Muncul Help 1/5
- Open pump linds: Buka 4 tutup Pump - Hang up blood lines : Ambil selang yang
ada jarumnya
- Close white needle : Klem/tutup needle yang warna putih ( dekat jarum)
- Close red inlet clampjust beyond Y piece to the pre sampling bag: Klem warna merah di bawah selang Y pertama dan tutup klem pada sample.
- Hang up bag and Container :Pasang bag di IV Rack dari kiri kekanan dengan urutan : Concentrate bag/2 bag (ada klem warna putih), Nacl, ACD, SN Bag (sendirian), Plasma Bag(ada klem warna kuning), Deversion Bag(bersambung dengan plasma bag).
Teknologi Transfusi Darah I | 101 - Close champ between concentrate bag
:Tutup klem ( warna putih) yang berada di concentrate bag, Pastikan Pump pada posisi jam 12.00, Jika belum tekan turn
:Tutup klem ( warna putih) yang berada di concentrate bag, Pastikan Pump pada posisi jam 12.00, Jika belum tekan turn