BAB IV DESKPRIPSI PROYEK
4.2 Deskripsi Lokasi Proyek Perancangan
4.2.9 Kondisi Sistem Utilitas pada Lokasi Tapak
Berdasarkan Pemerintahan Kota Medan, Kecamatan Medan Selayang memiliki utilitas yang tersedia yaitu:
a. Air Bersih
Air bersih bisa berasal dari PDAM maupun sumur bor pada lokasi tapak b. Air Kotor
Air kotor bisa langsung di distribusikan ke riol kota c. Listrik
Sumber listrik dapat di peroleh dari PLN ke bangunan d. Telepon
Sumber telekomunikasi telepon dapat langsung di distribusikan melalui perusahaan Telkom ke bangunan.
BAB V
ANALISIS PERANCANGAN
5.1 Analisis Sistem Kegiatan dan Program Ruang 5.1.1 Analisis Pengguna
Pengguna kampus Institut Desain Medan adalah orang-orang yang berkunjung ke area atau kawasan bangunan Institut Desain Medan yang melakukan aktifitas di dalam maupun di luar bangunan. Pengguna Institut Desain Medan diantaranya adalah mahasiswa, dosen, pengelola, tamu, maupun masyarakat yang akan menggunakan fasilitas bangunan yang bersifat edukatif. Beberapa kelompok pengguna dalam Institut Desain Medan adalah sebagai berikut:
a. Pengguna Tetap
Yang termasuk kedalam pengguna tetap adalah orang yang mengunjungi Institut Desain Medan secara teratur atau berkala dan melakukan program kegiatan didalam kampus.
Secara garis besar jenis penggunanya adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa
Mahasiswa merupakan orang yang melanjutkan jenjang pendidikan setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMA) dengan syarat memiliki sertifikat ijazah SMA
2. Dosen/Tenaga Pendidik
Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
b. Pengguna tidak Tetap
Yang termasuk pengguna tidak tetap adalah orang yang mengunjungi Institut Desain Medan hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Yang termasuk kedalam pengguna tidak tidak tetap adalah sebagai berikut:
1. Pengunjung Auditorium
2. Pengunjung yang datang ke wilayah kampus
c. Pengelola
Yang termasuk ke dalam pengelola adalah orang yang bekerja dan bertanggung jawab untuk mengelola wilayah Institut Desain Medan baik secara fisik bangunan maupun secara administrasi. Yang termasuk kedalam pengelola adalah sebagai berikut:
1. Rektor 2. Wakil Rektor 3. Sekretaris
4. Bidang Akademik 5. Bidang Administrasi
6. Bidang Sarana dan Prasarana 7. Bidang Kepustakaan
8. Bidang Kepengurusan Auditorium
d. Servis (Maintenance Gedung)
Tugas dari pengelola Maintenance Gedung Institut Desain Medan adalah untuk mengatur kegiatan pemeliharaan gedung, diantaranya:
1. Operator CCTV dan keamanan gedung 2. Operator MEE
3. Operator Sound Gedung 4. Operator Plumbing 5. Operator HAVC 6. Cleaning Services
5.1.2 Analisis Jenis Pendidikan
Jenis pendidikan yang diterapkan dalam Institut Desain Medan adalah berupa Pendidikan Akademik. Pendidikan Akademik lebih berfokus terhadap penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi di bidang ilmu desain.
Melaksanakan program pendidikan akademik yang meliputi pengetahuan dan keterampilan di bidang ilmu desain
Menerapkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan di bidang ilmu desain.
Bidang ilmu desain memiliki prospek dan peluang pekerjaan yang cukup luas.
Berikut adalah jenis Pendidikan Akademik pada Institut Desain Medan adalah Jurusan
Desain Grafis, Jurusan Fashion Design, Jurusan Desain Komunikasi (DKV) dan Jurusan Perfilman & Animasi.
Jurusan Desain Grafis
Yang akan di pelajari di Jurusan Desain Grafis adalah : Creative Drawing
Yang akan di pelajari di Jurusan Fashion Design adalah : Konstruksi Pola Busana
Teknik Menjahit
Busana Anak, Kerja, Dewasa Design Mode
Fashion Marketing Pemasaran Internasional Jurusan Desain Komunikasi Visual
Yang akan dipelajari di Jurusan Desain Komunikasi Visual adalah Dasar Seni Rupa dan Desain
Rupa Dasar 2D dan 3D
Fotografi, Tipografi, dan Ilustrasi Metode Produksi
Komunikasi Visual Multimedia Jurusan Perfilman dan Animasi
Public Speaking
Dasar Penulisan Naskah TV Presenting
Tata Artistik dan Estetika Literasi Media
Ilmu Komunikasi
5.1.3 Analisis Kegiatan
Berikut merupakan analisis kegiatan yang ada pada Institut Desain Medan yaitu:
a. Kegiatan Utama
1. Kegiatan Penerimaan
Kegiatan penerimaan yang dilakukan di Institut Desain Medan melibatkan kegiatan pusat informasi dan keamanan serta kegiatan menunggu di lobby Institut Desain Medan.
2. Edukatif
Kegiatan edukatif merupakan kegiatan yang menambah ilmu pengetahuan serta keterampilan di bidang ilmu desain dari para mahasiswa yang hadir di Institut Desain Medan. Kegiatan edukatif dapat mencakup kegiatan belajar-mengajar, kegiatan latihan praktek dll.
3. Kegiatan Pendukung/tambahan
Kegiatan pendukung diantaranya adalah makan dan minum di kantin kampus, beribadah di mushola, kepustakaan, olahraga, ataupun kegiatan buang air kecil maupun besar di toilet kampus, dll.
4. Kegiatan Pengelola
Kegiatan pengelola diantaranya kegiatan bagi para petugas kampus dimana dianatara nya adalah rektor serta jajarannya, dosen, staff administrasi, kepustakaan, serta pengelola auditorium.
5. Kegiatan Servis
Kegiatan servis yaitu kegiatan yang langsung berhubungan dengan pelayanan pada kegiatan utama ataupun pada fungsi bangunan. Berikut yang termasuk dalam kegiatan servis:
a. Kegiatan keamanan b. Kegiatan kebersihan
c. Kegiatan parkir dan loading dock.
5.1.4 Analisis Kebutuhan Ruang
Kebutuhan ruang didalam sebuah perancangan sangatlah penting, berikut merupakan analisa kebutuhan ruang dalam bentuk tabel dengan pembagian jenis ruang serta hubungannya dengan nama ruang, pengguna dan kegiatan didalamnya.
Pengguna Aktivitas Ruang Sifat Ruang
Mahasiswa Belajar Rang kelas Privat
Praktek Studio/ Ruang praktek Privat
Diskusi Ruang kelas Privat
Acara Besar Kampus Auditorium Publik
Membaca Buku Perpustakaan Semi Publik
Istirahat Kantin, toilet Publik
Ibadah Mushollah Publik
Dosen Mengajar Ruang Kelas Privat
Menghadiri acara Auditorium Publik
Diskusi/Rapat Ruang Dosen Privat
Istirahat Kantin/ Ruang Dosen Publik
Ibadah Mushollah Publik
Pengunjung Menyaksikan acara
kampus
Auditorium Publik
Berkumpul dan Menunggu
Hall dan Lounge Publik
Istirahat Ruang istirahat,
kantin, toilet
Publik
Rektor Memimpin kampus Ruang Rektor Privat
Rapat dan Diskusi Ruang Rapat Privat
Istirahat Ruang istirahat,
kantin, toilet
Publik
Wakil Rektor Membantu rektor Ruang Rektor Privat
Rapat dan Diskusi Ruang Rapat Privat
Istirahat Ruang istirahat,
kantin, toilet
Publik
Sekretaris Membantu tugas wakil direktur
Ruang sekretaris Privat
Berkoordinasi dengan kepala bagian bidang
Ruang rapat Privat
Istirahat Ruang istirahat, Publik
Bidang Akademik Menjalankan tugas sebagai kepala
jurusan dan sekretaris jurusan
Ruang kantor Privat
Berkoordinasi dengan staff
Ruang rapat Privat
Istirahat Ruang istirahat, kantin, toilet
Publik
Bidang Administrasi Mengatur dan
mengelola administrasi
Ruang tata usaha Privat
Istirahat Ruang istirahat, kantin, toilet
Publik
Bidang kepustakaan Mengelola perpustakaan Perpustakaan Semi Publik Bidang sarana dan
prasarana
Mengelola setiap sarana dan prasarana yang ada di kampus
Ruang kantor Privat
Teknisi dan cleaning servis
Menjaga kebersihan
kampus, menjaga
keamanaan kampus dan memperbaiki utilitas
Ruang teknisi, janitor, ruang cs, pos satpam dan toilet bersama.
Servis
Tabel 5.1 Analisis Kebutuhan Ruang
(Sumber : Penulis)
5.1.5 Analisis Jumlah Pengunjung dan Mahasiswa
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Medan, jumlah penduduk Kota Medan menurut kelompok umur dan jenis kelamin (jiwa) pada tahun 2019 adalah sebagai berikut:
Kelompok Umur Laki-Laki Perempuan Jumlah
0 – 4 97 199 93 667 190 866
50 – 54 57 274 61 040 118 314
Tabel 5.2 Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Tahun 2019
(Sumber : BPS Kota Medan, 2019)
a. Pengunjung
Jumlah penduduk di Kota Medan pada tahun 2019 adalah ± 2.279.894 jiwa, Maka dari jumlah penduduk Kota Medan diambil sebanyak 15% dari total jumlah pengunjung.
Jadi kapasitas pengunjung di gedung Auditorium adalah 15% x 2.279.894 orang = 341 orang. Maka dibulatkan menjadi ± 340 orang/pengunjung.
b. Mahasiswa
Jika mahasiswa yang diterima di Institut Desain Medan diasumsikan sebanyak ± 200 orang, dengan lama masa studi 4 tahun, maka diasumsikan jumlah mahasiswa seluruhnya adalah sebanyak 4 x 200/ angkatan = 800 orang.
5.1.6 Program Ruang
Berikut merupakan tabel pemrograman ruang pada Institut Desain Medan.
a. Fasilitas Penerimaan Gedung Rektorat
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber Fasilitas
b. Fasilitas Penerimaan Gedung Pendidikan
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber
Fasilitas Lobby Utama 1x100 orang 1,5 m2 / orang 150 m2 NAD
Ruang Tunggu 1x30 orang 0,8 m2 / orang 24 m2 NAD
Sub Total 198 m2
Sirkulasi (20%) 39,6 m2
Total 237,6 m2
c. Fasilitas Pelatihan dan Pendidikan (Area Belajar)
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber Jurusan Desain Grafis
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber Jurusan Fashion Design
Sirkulasi (20%) 152,37 m2
Total 914,22 m2
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber Jurusan Komunikasi Visual
Grafis
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber Jurusan Perfilman dan Animasi
Pelatihan dan
d. Fasilitas Auditorium
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber Fasilitas
Ruang Loker 1x50 orang - 30 m2 A
Sirkulasi (20%) 128,66 m2
Total 771,96 m2
e. Fasilitas Pengelola
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber
Direksi Ruang Rektor 1x1 orang 9 m2 / orang 9 m2 TP
Ruang Rapat 1x5 orang 5 m2 25 m2 NAD
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber
Kantin/ Cafe Ruang Duduk 1x100 orang 1,2 m2 / orang 120 m2 NAD
Toilet Umum Pria
Jenis Ruang Nama Ruang Kapasitas Standart Ukuran Total Luas Sumber Fasilitas
b. Total Keseluruhan Ruang
No. Jenis Fasilitas Total
1. Fasilitas Penerimaan (Gedung Rektorat) 246,6 m2
2. Fasilitas Penerimaan ( Gedung Pendidikan) 237,6 m2
3. Fasilitas Pelatihan dan Pendidikan 2.697,9 m2
4. Fasilitas Auditorium 771,96 m2
5. Fasilitas Pengelola 417,24 m2
6. Fasilitas Pendukung 458,88 m2
7 Fasilitas Servis 220,8 m2
TOTAL KESELURUHAN 5.050,38 m2
No. SUMBER KETERANGAN
1. NAD NEUFERT ARHITECT DATA
2. TS TIME SAVER
3. TP THEATRE PLANNING, THE ARCHITECTURE PRESS, 1972
4. A ASUMSI
Tabel 5.3 Analisis Program Ruang (Sumber: Hasil Olah Data Primer
5.1.7 Analisis Kebutuhan Parkir
Menurut Ir. Jimmy S Juwana, dalam bukunya yang berjudul “Sistem Bangunan Tinggi”, kebutuhan lahan parkir pada bangunan Medan Institute of Fashion Design adalah:
1. Parkir Pengunjung
Jika jumlah pengunjung diasumsikan sebanyak 800 orang a. Mobil
Jika kapasitas 1 mobil adalah sebanyak 6 orang
= (total seluruh pengunjung : Jumlah penumpang dalam 1 mobil)
= (700 orang : 6 orang)
= 117 mobil
Jika 1 mobil memerlukan 12,5 m2, sehingga membutuhkan lahan
= 117 mobil x 12,5 m2 = 1462,5 m2
= Sirkulasi 20% = 1462,5 x 20/100 = 292,5 m2
= Total 1462,5 m2 + m2 = 1775 m2 b. Sepeda Motor
Kapasitas 1 sepeda motor adalah 2 orang
= (total seluruh pengunjung : jumlah penumpang dalam 1 sepeda motor)
= (700 orang : 2 orang) = 350 motor
Jika 1 motor membutuhkan 2 m2 , sehingga membutuhkan lahan
= 350 motor x 2 m2 = 700 m2
= Sirkulasi 20% = 700 x 20/100 = 140 m2
= Total 700 m2 + 140 m2 = 840 m2
Asumsi : (30 mobil dan 30 sepeda motor) a. Mobil
= 30 mobil x 12,5 m2 = 375 m2
= Sirkulasi 20% = 375 x 20/100 = 75 m2
= Total 375 m2 + 75 m2 = 450 m2 b. Sepeda Motor
= 30 motor x 2 m2 = 60 m2
= Sirkulasi 20% = 60x 20/100 = 12 m2
= Total 60 + 12 = 72 m2
Jadi, untuk total keseluruhan kebutuhan parkir pada bangunan Medan Institute of Fashion Design adalah 1775 m2 + 840 m2 + 450 m2 + 72 m2 = 3137 m2
5.2 Analisis Perancangan Ruang Luar/ Tapak 5.2.1 Analisis Potensi dan Kondisi Site
Potensi Site Kondisi Site
Total luas site sangat mendukung yaitu ± 28 ha atau 28.574m2
Letak site yang strategis yaitu berada di persimpangan jalan
Dilewati oleh transportasi umum Sirkulasi yang baik, tidak terlalu macet Ukuran jalur pedestrian pat yang berkisar
± 80 cm
Vegetasi disekitaran site juga cukup baik
Site merupakan lahan kosong yang dipenuhi dengan rumput
Site memiliki kontur tanah yang relatif datar
Tabel 5.4 Analisis Potensi dan Kondisi Site (Sumber: Penulis, 2021)
5.2.2 Analisis Lokasi Tapak dalam Lingkungan Kawasan 5.2.2.1 Photo Mapping Messo
Gambar 5.1 Photo Mapping Messo (Sumber: Penulis, 2021)
Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa lokasi tapak jika ditinjau dari fungsi bangunan merupakan kawasan yang cocok jika dibangunan gedung pendidikan khususnya perguruan tinggi.
5.2.2.2 Photo Mapping Mikro
Gambar 5.2 Photo Mapping Mikro (Sumber: Penulis, 2021)
Dari gambar dapat disimpulkan bahwa lokasi tapak jika ditinjau melalui struktur kota berada dikawasan yang didominasi oleh perumahan dan permukiman serta bangunan komersil seperti toko, ruko maupun perkantoran.
C
5.2.3 Analisis Ukuran Tapak dan Batas-Batas
Sebelah timur site (B) merupakan lahan kosong yang
cenderung
D
datar dan di dominasi oleh rerumputan.
Sebelah timur site (B) merupakan permukiman warga yang di dominasi oleh pertokoan kecil
B
dan perumahan.A
Sebelah barat site (D)
merupakan permukiman warga yang di dominasi oleh
pertokoan kecil dan perumahan
Sebelah selatan site (A) merupakan Badan
Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Medan
Gambar 5.3. Analisa Ukuran Tapak dan Batas-Batas (Sumber: Penulis, 2021)
5.2.4 Analisis Eksisting Zoning dan Tata Guna Lahan
E
A
D
C B
A B C D E
Permukiman Pengadilan Militer 02 Medan
BMKG Medan Area Komersil Area Komersil
Tabel 5.5 Analisa Eksisting Zoning Sekitar Site (Sumber: Penulis, 2021)
Menurut Rencana Umum Tata Ruang Kotamadya Medan (RUTRK), lokasi site yang berada di persimpangan Jalan Bunga Terompet dan Jalan Ngumban Surbakti merupakan kawaasan yang termasuk kedalam WPP E (Wilayah Pengembangan Pembangunan E) yang merupakan pusat perdagangan, permukiman, rekreasi, septic tank, rumah permanen, pengembangan sambungan air minum, jalan baru, serta sarana pendidikan dan kesehatan.
Gambar 5.5 Analisa Zoning Sekitar Site (Sumber: Penulis, 2021)
Simbol Keterangan
Permukiman Pendidikan Pelayanan Umum
Komersil
Terdapat lima unsur potensial yang terdapat pada lokasi site ini, yaitu:
Total luas site sangat mendukung yaitu ± 2,8 Ha atau 28.000 m2 Letak site yang strategis
Dilewati oleh transportasi umum Sirkulasi yang baik, tidak terlalu macet
Ukuran jalur pedestrian pat yang berkisar ± 80 cm Vegetasi disekitaran site juga cukup baik
Secara umum lokasi site merupakan kawasan yang termasuk kawasan pendidikan karena dekat dengan beberapa kampus artinya lokasi site sangat mendukung jika dibangunan sebuah gedung pendidikan yaitu Institut Desain Medan. Selain itu juga lokasi tersebut memiliki akses yang baik dari segi kendaraan umum maupun jalur pedestrian (pejalan kaki).
5.2.5 Analisa View a. View dari Tapak
Gambar 5.6. View dari dalam site (Sumber: Penulis,2021)
Simbol Gambar Analisa
A (+) View yang mengarah ke posisi ini cukup baik,
karena mengarah langsung ke Jalan Ngumban Surbakti dimana merupakan akses utama ke site, selain itu terdapat deretan vegetasi diantara pembatas dua jalan yang tertata cukup rapi.
B (+) View yang mengarah pada posisi ini, juga cukup
baik, karena menghadap ke permukiman penduduk dimana terdapat juga vegetasi di sebelah site yang tertata rapi.
C (-) View yang mengarah pada posisi ini tidak teralalu baik dikarenakan merupakan lahan kosong.
D (+) View yang mengarah pada posisi ini cukup baik,
karena langsung menghadap ke permukiman.
c. View Menuju Tapak
(+) Pada posisi ini berpotensi untuk menunjukkan keindahan fasad karena menghadap ke sisi barat site.
Dimana posisi merupkan arah jalan dan permukiman
(-) Pada posisi ini kurang berpotensi untuk menunjukkan keindahan fasad karena
merupakan bagian belakang dan menghadap ke lahan kosong.
(+) Pada posisi ini berpotensi untuk menunjukkan keindahan fasad karena menghadap ke sisi selatan site karena langsung menghadap ke Jalan Ngumban Surbakti
(+) Pada posisi ini berpotensi untuk menunjukkan keindahan fasad karena menghadap ke sisi selatan site. Dimana posisi merupkan arah jalan dan permukiman
Gambar 5.7. View menuju site (Sumber: Penulis, 2021)
5.2.6 Analisa Sirkulasi
Gambar 5.8. Pola Sirkulasi Kendaraan (Sumber: Penulis,2021)
- Jalan Ngumban Surbakti
Jalan ini merupakan jalan dengan tingkat kepadatan kendaraan yang cukup tinggi dengan lebar jalan 12 m dan memiliki 2 jalur arah. Kepadatan kendaraan terjadi saat pagi dan sore hari dikarenakan merupakan jalan primer.
- Jalan Bunga Sedap Malam XIVA
Jalan ini merupakan jalan dengan tingkat kepadatan yang rendah, dengan lebar jalan 4 m dan memiliki 1 jalur arah. Kondisi jalan tidak terlalu ramai karena hanya dilalui oleh kendaraan pribadi.
Dari penjelasan gambar dan tabel diatas, dapat diambil respon, yaitu:
Akses utama menuju site berasal dari Jalan Ngumban Surbakti yag merupakan jalan primer.
Akses jalur servis yang digunakan sebagai jalur loading dock bisa di akses melalui Jalan Bunga Sedap Malam XIVA
5.2.7 Analisa Pencapaian
Akses untuk mencapai ke lokasi site terdapat banyak kendaraan yang ada dikota Medan, baik berupa angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Ditinjau dari pusat kota pencapaian ke lokasi proyek dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit.
Gambar 5.9. Pola Pencapaian Menuju Site (Sumber: Penulis, 2021)
Titik Keterangan
A Pencapaian melalui akses Jalan Ngumban Surbakti dapat mudah dilalui dari berbagai penjuru di Kota Medan. Jika jalur entrance utama terletak pada titik ini maka akan menghadap ke jalan utama hal tersebut akan sangat mendukung view bangunan. Pencapaian melalui jalan ini dapat di akses melalui kendaraan pribadi, angkutan umum maupun berjalan kaki.
B Pada titik ini berhadapan dengan Jalan Bunga Sedap Malam XIVA dimana merupakan jalan lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai side entrance atau jalur servis untuk loading dock.
Tabel 5.6. Penempatan entrance (Sumber: Penulis, 2021)
Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa titik A merupakan entrance utama Gedung Institut Desain Medan berdasarkan akses dan kemudahan.
5.2.8 Analisa Matahari
Gambar 5.10. Analisa Matahari (Sumber: Penulis, 2021)
Matahari yang bergerak dari arah timur ke barat mengakibatkan sisi site bagian barat yang akan terkena matahari paling maksimal pada saat siang menjelang sore. Oleh karena itu, pada bagian tersebut harus diminimalisirkan bukaan yang akan mengakibatkan panas matahari masuk kedalam bangunan, atau bisa diterapkan second skin pada sisi tersebut.
Untuk bukaan pada fasad bangunan dapat dimaksimalkan di sisi utara ataupun selatan karena tidak terkena langsung oleh sinar matahari. Selain itu harus ditambah vegetasi pada sisi timur bangunan untuk meredam panasnya sinar matahari.
5.2.9 Analisa Vegetasi
Tingkat vegetasi yang berada disekitar site sudah cukup baik dan tertata.
Vegetasi digunakan untuk meredam panas nya matahari yang mengenai bangunan, selain itu vegetasi juga dapat berfungsi sebagai peredam kebisingan. Maka dari itu pada sisi timur dan utara harus diperbanyak vegetasi agar kebisingan yang berasal dari Jalan Ngumban Surbakti dapat diredam dengan baik serta panas matahari yang langsung mengenai bangunan pada sisi timur dapat dihalangi dengan vegetasi.
Gambar 5.11 Vegetasi di sekitar site (Sumber: Penulis, 2021
5.2.10 Analisa Pedestrian
Pedestrian merupakan tempat bagi pejalan kaki, untuk pedestrian di lokasi site sudah ada dengan lebar ± 80 cm dan lebar parit sekitar ± 1,2 m dengan ketinggian parit ± 1 m.
Kondisi pedestrian pada site tidak cukup baik, maka dari itu pedestrian harus ditata ulang agar tingkat kenyamanan pejalan kaki menjadi baik.
Gambar 5.12 Pedestrian di kawasan site (Sumber: Penulis, 2021)
5.2.11 Analisa Angin
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pada tahun 2019, angin bergerak dari utara ke selatan di Indonesia seiring dengan pergerakan angin yang berhembus dari Eropa ke Australia begitu juga sebaliknya yaitu angin bergerak dari selatan ke utara di
Gambar 5.13 Analisa Angin (Sumber: Penulis, 2021)
Dari analisa diatas dapat disimpulkan bahwa, angin bergerak dari arah utara dan selatan seiring dengan pergerakan angin dari Eropa ke Austraisa begitu juga sebaliknya.
Maka dari itu respon yang dapat diambil adalah memperbanyak banyak bukaan pada sisi utara dan selatan bangunan karena dapat membuat sirkulasi udara yang masuk ke dalam bangunan dapat mengalir dengan baik, hal ini dapat membuat temperature dan suhu didalam bangunan menjadi sejuk dan baik bagi pengguna bangunan Institut Desain Medan.
5.2.12 Analisa Kebisingan
Gambar 5.14 Analisa Kebisingan (Sumber: Penulis, 2021)
Simbol Gambar Keterangan
A Kebisingan yang berasal dari Jalan Ngumban Surbakti
diakibatkan oleh intensitas kendaraan yang cukup tinggi.
B Kebisingan yang berasal dari arah barat site tidak terlalu tinggi karena hanya ada jalan kecil dan beberapa permukiman.
C Kebisingan yang berasal dari Jalan Bunga Terompet cukup rendah dikarenakan hanya permukiman warga sekitar.
Tabel 5.15 Faktor Analisa Kebisingan (Sumber: Penulis, 2021)
yaitu:
Dari analisa kebisingan diatas dapat diambil respon terhadap tingkat kebisingan
Peletakan massa bangunan menjauhi sumber kebisingan, dengan meletakkan massa bangunan lebih menjorok kedalam. Hal ini dapat meredam kebisingan dari sumbernya.
Memperbanyak vegetasi di sisi utara dan timur site dikarenakan dari sisi tersebut sumber kebisingan berasal
Mengelompokkan jenis kebisingan, misalnya dengan memperhatikan jenis-jenis ruang dalam yang sekiranya menimbulkan kebisingan.
Menggunakan bahan bangunan yang sifatnya dapat meredam kebisingan.
5.2.13 Analisa Utilitas
Utilitas merupakan hal yang terpenting dalam sebuah perancangan, karena menentukan sistem pembuangan maupun pemasukan kedalam bangunan baik berupa air maupun listrik. Beberapa prasarana yang terdapat disekitar site yitu fasilitas riol kota, fasilitas listrik, fasilitas telepon, fasilitas bak kontrol kabel.
Gambar 5.16 Prasarana Sekitar Site (Sumber: Penulis, 2021)
5.3 Analisa Tata Ruang Dalam
Pada analisa ini merupakan tahap pengelompokkan zoning ruang dengan sifat dan fungsinya yang akan di terapkan pada Institut Desain Medan. Berikut merupakan zona penzoningan berdasarkan sifat ruangan, yaitu:
1. Publik, yaitu sifat ruang yang berhubungan langsung dengan pengunjung.
2. Semi publik, yaitu peralihan antara zona pengelola dan pengunjung.
3. Privat, yaitu zona ruang yang bersifat untuk kepentingan pengelola dan tidak diperbolehkan sembarang orang yang masuk.
4. Servis, yaitu zona ruang yang berhubungan dengan kegiatan pelayanan.
No Fasilitas Nama Ruang Publik Semi
Publik
Privat Servis
1. Penerimaan Lobby Utama Resepsionis
Draping and Pattern Room Photo Studio
Dark Room Make Up Studio Ruang Workshop Studio Gambar
Lab Komputer Animasi
Ruang Chiller & AHU Ruang Panel
Perpustakaan Ruang Baca Ruang Loker Ruang Peminjaman Lobby
Gudang Ruang IT 5. Pengelola Ruang Rektor
Ruang Wakil Rektor 1 Ruang Wakil Rektor 2 Ruang Sekretaris
Ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Ruang Lembaga Penjamin Mutu Ruang Lembaga Bidang Umum dan Keuangan
Universitas Sumatera Utara
Ruang Lembaga Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi Ruang Kepala Bagian 6. Pendukung Cafetaria
Musholla
Ruang Chiller & AHU
Universitas Sumatera Utara
Ruang Panel
Tabel 5.8 Zoning Tata Ruang Dalam (Sumber: Penulis, 2021)
5.4 Analisa Massa dan Perwajahan
Analisa massa dan perwajahan merupakan suatu proses menganalisa karakter ataupun visualisasi yang akan di tampilkan pada fasad bangunan dimana harus ada keterkaitan antara tema dengan bangunan. Berikut merupakan faktor-faktor untuk memilih bentuk dasar bangunan, yaitu:
Orientasi bangunan Efesiensi ruang
Kesesuaian bentuk site Konstruksi bangunan
Tampilan yang ingin dicapai Ekonomi bangunan
Selain faktor-faktor diatas, jenis bentuk bentuk yang dapat diterapkan kedalam rancangan bangunan, yaitu:
Segitiga, merupakan bentuk poligon dengan tiga ujung dan tiga sampul bentuk ini dapat menampilkan stabilitas bangunan.
Bujur sangkar, merupakan bangun datar persegi empat yang memiliki rusuk, dan empat sudut siku-siku. Bentuk ini mempresentasikan bentuk yang statis dan netral.
Lingkaran, merupakan bentuk yang yang dapat menunjukkan sifat yang terpusat dan stabil.
Kriteria
Bentuk Dasar Bangunan
Persegi Lingkaran Segitiga
Orientasi bangunan Baik Baik Tidak jelas
Efesiensi ruang Efesien Kurang efesien Tidak efesien
Efesiensi ruang Efesien Kurang efesien Tidak efesien