BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Kondisi Sosial Ekonomi Kelurahan Semampir
Pekerjaan maupun aktivitas masyarakat di lokasi penelitian
2. Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara akan digunakan sebagai pedoman dalam pengumpulan data yang akan berupa beberapa pertanyaan yang telah disiapkan peneliti yang kemudian akan dijawab oleh responden sesuai dengan kenyataan yang akan digunakan sebagai bahan analisa dan informasi. Dalam penelitian ini yang akan dijadikan pedoman wawancara
57
terkait implementasi kebijakan wajib belajar di kawasan industri, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Propinsi Jawa Timur, antara lain : Tabel 2. Kisi-Kisi Pedoman Wawancara
No Aspek Rincian Sumber
Data 1. Kebijakan Wajib Belajar Penjelasan mengenai kebijakan wajib belajar, implementasi kebijakan wajib belajar di lokasi penelitian Lurah, kepala sekolah, orang tua anak
2. Strategi implementasi Kebijakan Wajib Belajar
Peran dan upaya yang dilakukan dalam implementasi wajib belajar
Lurah, kepala sekolah, orang tua anak 3 Problematika orang tua dalam inmplementasi wajib belajar Pemahaman mengenai pentinya pendidikan, latar belakang pendidikan orang tua, kendala yang dihadapi dalam implementasi wajib belajar
Orang tua anak
4 Faktor penghambat dan pendukung implementasi kebijakan wajib belajar
Aspek internal dan eksternal yang berkaitan tentang faktor penghambat dan pendukung implementasi kebijakan wajib belajar Lurah, kepala sekolah, orang tua anak
3. Pedoman Dokumentasi
Pedoman dokumentasi digunakan untuk menggali data atau informasi subjek yang tercatat sebelumnya. Diperoleh dari catatan tertulis yang digunakan untuk memperkuat data dari proses wawancara maupun observasi. Dalam penelitian ini yang dikaji adalah dokumentasi lokasi penelitian untuk memperoleh data mengenai implementasi kebijakan wajib
58
belajar di kawasan industri , Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Propinsi Jawa Timur.
Tabel 3. Kisi-Kisi Pedoman Dokumentasi
No Aspek Rincian Sumber
Data 1. Tempat lokasi Penelitian a. Letak geografis b. Profil lokasi penelitian
c. Visi dan misi desa
Dokumentasi/arsip kelurahan Dokumentasi/arsip Kelurahan Dokumentasi/arsip kelurahan maupun sekolah 2. Data kependudukan a. Data jumlah penduduk b. Mata pencaharian pokok penduduk 3. Data kependidikan a. Data sekolah b. Tingkatan pendidikan c. Data jumlah anak
yang bersekolah d. Data anak tidak
bersekolah 4. Sarana dan prasarana a. Ketersediaan dan kondisi sekolah b. Fasilitas penunjang pendidikan lainnya baik di desa maupun yang ada di sekolah
Dokumentasi /arsip kelurahan maupun sekolah serta dokumen berupa foto 5. Kondisi sosial ekonomi a. Pekerjaan maupun aktivitas masyarakat di lokasi penelitian Dokumentasi /arsip kelurahan serta dokumen berupa foto
F. Metode Analisis Data
Analisis kualitatif dalam penelitian ini menggunakan model Miles & Hubberman. Menurut Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman, (1992:15-21) dijelaskan bahwa tahapan analisis model Miles & Hubberman
59
dibagi dalam tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
1. Reduksi Data
Tahap ini peneliti melakukan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila ada yang kurang. (Sugiyono, 2009: 247)
2. Penyajian Data
Data yang sudah direduksi menurut Sugiyono (2009: 249) dapat disajikan dalam bentuk bagan, uraian singkat, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Dalam tahap ini memberikan kemudahan untuk memahami apa yang terjadi dalam data, kemudian merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan data yang telah disajikan dan dipahami sebelumnya dan tidak terpisah dengan kegiatan analisis.
3. Menarik Kesimpulan dan Verifikasi
Setelah melalui tahap reduksi dan penyajian data selanjutnya adalah tahap menarik kesimpulan. Kesimpulan penelitian dengan melihat hasil reduksi data dan penyajiannya namun tetap mengacu kepada perumusan masalah serta tujuan yang hendak dicapai. Data yang telah tersusun tersebut dihubungakan dan dibandingkan antara satu dan lainya,
60
sehingga mudah untuk diambil kesimpulan sebagai jawaban dari setiap permasalahan yang ada.
Jika digambarkan teknik analisis data Miles dan Huberman adalah sebagai berikut :
Gambar 2.
Teknik Analisis Data Adaptasi Model Miles dan Huberman (Aji Andri Widodo , 2013 : 50)
Gambar di atas mengadaptasi teknik analisis data model Miles dan Huberman. Adaptasi tersebut dengan menambahkan analisis data setelah display data atau sebelum mengambil kesimpulan. Analisis data tersebut menggunakan pola fikir induktif dan deduktif. Pola fikir dekuktif adalah berfikir dari konsep abstrak yang lebih umum ke berfikir mencari hal yang lebih spesifik atau konkrit. Pola berfikir induktif yaitu pola fikir
Pengumpulan Data Reduksi Data Hasil Tidak Memuaskan Display Data Analisis Data Kesimpulan / Verivikasi Hasil Memuaskan
61
yang berasal dari empiri dan mencari abstraksi (Aji Andri Widodo , 2013 : 50)
G. Keabsahan Data
Lexy J. Moleong: 2010 mengungkapkan bahwa untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Sementara reliabilitas kualitatif mengindikasikan bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti-peneliti lain dan untuk proyek-proyek yang berbeda .
Menurut Sugiyono (2009: hal 270-277) untuk menguji keabsahan data dapat memenuhi kriteria credibility (validitas internal) , transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan confirmability (obyektifitas).
1. Pengujian Credibility
Pengujian kredibilitas atau validitas internal. Dalam penelitian ini untuk meningkatkan kredibilitas atau keperecayaan terhadap data hasil penelitian, antara lain dengan memperpanjang waktu pengamatan, meningkatkan ketekunan dalam penelitian dan melakukan trianggulasi, melakukan diskusi dengan dosen pembimbing, teman sejawat, maupun pengecekan anggota (member check).
2. Pengujian Transferability
Transferability atau validitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan hasil penelitian untuk diterapkan kepada populasi
62
(digeneralisasikan). Dalam penelitian ini, transferability bergantung pada pemakain hasil penelitian yang dapat digunakan dalam konteks dan situasi sosial tertentu. Untuk meningkatkan transferability, peneliti membuat laporan secara rinci, jelas, dan sistematis. Dengan demikian bagi orang lain yang ingin menggunakan hasil penelitian ini dapat memahami dengan jelas.
3. Pengujian Dependability
Pengujian Dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Pengujian ini dilakukan oleh auditor yang independen atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian.
4. Pengujian Confirmability
Pengujian Confirmability disebut juga uji obyekstivitas bila hasil penelitian telah disepakati oleh banyak orang. Dalam penelitian ini, uji obyektivitas dilakukan dengan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Baik itu dilakukan oleh auditor independen atau dosen pembimbing berkenan dengan proses penelitian mulai dari menentukan fokus masalah penelitian, memasuki lapangan, menentukan sumber data, sampai menarik kesimpulan penelitian.
Untuk memenuhi kriteria diatas, maka peneliti melakukan beberapa hal yang dapat meningkatkan keabsahan data yang dihasilkan, yaitu melakukan triangulasi data, yakni mengecek kebenaran data dengan mencari informasi lain dari sumber yang berbeda.
63 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian Kelurahan Semampir 1. Keadaan Geografis dan Visi Misi Kelurahan Semampir
Kelurahan Semampir adalah salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Kota Kediri, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Letak Kelurahan Semampir memang cukup strategis karena hanya berjarak 1 km dari pusat Kota Kediri, dan menjadi penghubung antara kelurahan yang satu dengan kelurahan yang lain karena letaknya diapit oleh beberapa kelurahan. Adapun batas-batas wilayah Semampir terdiri dari:
Sebelah utara : Kelurahan Jongbiru, Kecamatan Gampeng Rejo
Sebelah selatan : Kelurahan Pocanan, Kota Kediri Sebelah timur : Kelurahan Balowerti, Kota Kediri Sebelah barat : Sungai Brantas
Luas Kelurahan Semampir sendiri terbilang cukup luas, berdasarkan data yang penulis peroleh dari arsip kelurahan (2014), Kelurahan Semampir membentang dengan total lahan seluas 83 Ha. Dari lahan seluas itu, 72 Ha dialokasikan untuk prasarana umum dan sebagainya. Untuk detil pengunaan lahan Kelurahan Semampir, berikut ini penulis sajikan dalam tabel 4 :
64
Tabel 4. Luas Wilayah Kelurahan Semampir Menurut Penggunaan
Luas Pemukiman 6 Ha Luas Persawahan 0 Ha Luas Perkebunan 2 Ha Luas Kuburan 1 Ha Luas Pekarangan 0 Ha Luas Taman 0 Ha Perkantoran 2 Ha
Luas Prasarana Umum dan Lainnya 72 Ha
Luas Total 83 Ha
Sumber : Arsip Kelurahan Semampir (2014: 2)
Berdasarkan tabel 4 di atas, maka dapatlah diketahui bahwa Kelurahan Semampir tidak memiliki lahan untuk persawahan, lahan untuk pekarangan, dan lahan untuk taman. Dari data tersebut juga dapat diketahui bahwa penduduk Kelurahan Semampir yang bermata pencaharian sebagai petani merupakan golongan minoritas. Meskipun demikian tetap ada kemungkinan penduduk yang memanfaatkan lahan pekarangan sebagai lahan untuk pertanian, menyalurkan hobi bercocok tanam, seperti tabulampot (tanaman buah dalam pot), pertanian sistem hydroponics, dan penanaman dengan polybag (pot plastik).
Adapun sebagai kelurahan, Desa Semampir juga mempunyai visi misi desa sebagai berikut:
Visi: Mewujudkan Kelurahan Semampir BERSEMI (BERSIH, SEHAT, MENARIK DAN INDAH)
Misi :
1. Menciptakan Green & Clean area.
65
3. Peningkatan kapasitas pembangunan secara terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan.
Sumber: (http://kel-semampir.kedirikota.go.id/visi-misi/) 2. Kependudukan Kelurahan Semampir
Jumlah penduduk di Kelurahan Semampir adalah 9159 jiwa dengan kepadatan 99,55 per KM2. Angka tersebut masih sangat normal dan berada jauh di bawah batas maksimal kepadatan penduduk apabila mengacu pada ketentuan WHO, yakni maksimal 9600 jiwa per KM2 (Abraham, 2013). Untuk mengetahui statistik kependudukan Kelurahan Semampir, dapat di lihat pada Tabel 5. di bawah ini :
Tabel 5. Potensi Sumber Daya Manusia
JUMLAH
Jumlah laki-laki 4546 jiwa
Jumlah perempuan 4613 jiwa
Jumlah total 9159 jiwa
Jumlah kepala keluarga 3028 KK Kepadatan Penduduk 99,55 per KM2 Sumber : Arsip Kelurahan Semampir (2014: 24)
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui statistik kependudukan di Kelurahan Semampir tahun 2014, yakni dengan jumlah total penduduk sebanyak 9159 jiwa. Jumlah tersebut terbagi menjadi: 4546 jumlah penduduk laki-laki, 4613 jumlah penduduk perempuan, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 3028 KK, dan kepadatan penduduknya 99,55 jiwa per KM2. Dari data perbandingan rasio penduduk laki-laki dan perempuan, maka dapat pula diketahui bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari jumlah penduduk laki-laki dengan tingkat
66
keterpautan rendah, yakni 67 jiwa. Ada pun data statistik mengenai tingkatan pendidikan yang mengacu pada data statistik penduduk dapat dilihat pada tabel 6 di bawah ini :
Tabel 6. Tingkatan Pendidikan
PENDIDIKAN
Tingkatan Pendidikan Laki-laki Perempuan Usia 3 - 6 tahun yang belum masuk TK 124 orang 113 orang Usia 3 - 6 tahun yang sedang TK/play group 120 orang 110 orang Usia 7 - 18 tahun yang tidak sekolah 284 orang 268 orang Usia 7 - 18 tahun yang sedang sekolah 503 orang 456 orang Usia 18 - 56 tahun tidak pernah sekolah 72 orang 95 orang Usia 18 - 56 tahun pernah SD tetapi tidak tamat 113 orang 118 orang
Tamat SD/sederajat 569 orang 899 orang
Usia 12 - 56 tahun tidak tamat SLTP 686 orang 655 orang Usia 18 - 56 tahun tidak tamat SLTA 326 orang 480 orang
Tamat SMP/sederajat 663 orang 644 orang
Tamat SMA/sederajat 1258 orang 973 orang
Tamat D-1/sederajat 13 orang 25 orang
Tamat D-2/sederajat 13 orang 25 orang
Tamat D-3/sederajat 75 orang 70 orang
Tamat S-1/sederajat 275 orang 236 orang
Tamat S-2/sederajat 13 orang 6 orang
Tamat S-3/sederajat 0 orang 0 orang
Tamat SLB A 0 orang 0 orang
Tamat SLB B 0 orang 0 orang
Tamat SLB C 0 orang 0 orang
Jumlah Total 10.280 orang
Sumber : Arsip Kelurahan Semampir (2014 : 25-26)
Berdasarkan data tingkatan pendidikan Kelurahan Semampir tahun 2014 di atas terdapat data angka statistik yang menunjukkan bahwa ada sejumlah 552 orang (usia 7-18 tahun) tidak mengenyam pendidikan formal (sekolah) lebih layak menjadi acuan, tetapi angka ini masih cukup banyak untuk takaran sebuah kelurahan yang hanya berjarak 1 KM dari pusat Kota
67
Kediri. Hal ini dikarenakan apabila mengambil 20% saja dari jumlah pada rentang data 12-56 tahun dan 18-56 tahun dan diakumulasikan pada rentang data 7-18 tahun maka jumlah yang tidak tuntas wajib belajar 9 tahun sekitar 716 orang. Angka yang penulis dapatkan secara kasar tersebut paling tidak mendekati 10% dari jumlah penduduk di Kelurahan Semampir tahun 2014.
3. Kondisi Sosial Ekonomi Kelurahan Semampir
Data perekonomian masyarakat Kelurahan Semampir dapat dilihat dari ragam pekerjaannya. Berikut ini data statistik mengenai mata pencaharian pokok tahun 2014 dalam bentuk tabel :
68 Tabel 7. Mata Pencaharian Pokok MATA PENCAHARIAN POKOK
Jenis Pekerjaan Laki-laki Perempuan
Petani 25 orang 7 orang
Buruh Tani 14 orang 9 orang
Buruh Migran 0 orang 0 orang
Pegawai Negeri Sipil 122 orang 62 orang
Pengrajin 0 orang 4 orang
Peternak 2 orang 2 orang
Nelayan 0 orang 0 orang
Montir 5 orang 0 orang
Dokter swasta 6 orang 3 orang
Perawat swasta 0 orang 7 orang
Bidan swasta 0 orang 2 orang
Ahli Pengobatan Alternatif 1 orang 0 orang
TNI 15 orang 1 orang
POLRI 15 orang 1 orang
Pengusaha kecil, menengah, dan besar 24 orang 20 orang
Dosen swasta 2 orang 3 orang
Seniman/artis 1 orang 0 orang
Pedagang Keliling 0 orang 4 orang
Pembantu rumah tangga 1 orang 23 orang
Pengacara 0 orang 1 orang
Notaris 1 orang 0 orang
Dukun Tradisional 0 orang 0 orang
Arsitektur/Desainer 0 orang 0 orang
Karyawan Perusahaan Swasta 958 orang 753 orang Karyawan Perusahaan Pemerintah 18 orang 8 orang Purnawirawan/Pensiunan 90 orang 42 orang Jumlah Total Penduduk Bekerja 2.252 orang
Sumber : Arsip Kelurahan Semampir (2014: 26-27)
Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa mayoritas penduduk di Kelurahan Semampir bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta, yakni sebanyak 1711 orang. Penduduk yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil ada sebanyak 184 orang. Purnawirawan dan
69
pensiunan 132 orang. Sisanya menggeluti pekerjaan yang tergolong minoritas, yakni pengusaha (kecil, menengah, dan besar) 44 orang, petani 32 orang, karyawan perusahaan pemerintah 26 orang, pembantu rumah tangga 24 orang, buruh tani 23 orang, TNI 16 orang, POLRI 16 orang, Dokter swasta 9 orang, perawat swasta 7 orang, montir 5 orang, peternak 4 orang, pengrajin 4 orang, pedagang keliling 4 orang, Bidan swasta 2 orang, dan pekerjaan lain hanya ditekuni satu orang.
Berdasarkan deskripsi statistik tersebut sangat jelas bahwa sektor industri paling banyak menyerap tenaga kerja sebagai karyawan/buruh, yakni sebanyak 1711 orang. Dalam hal itu mayoritas penduduk bergantung pada aktivitas produksi, yang tentu saja tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena upah sebagai karyawan swasta (khususnya buruh kasar) relatif rendah. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap program wajib belajar di Kelurahan Semampir.