• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN LOKASI COREMAP

2.2. Kondisi Sumber Daya Alam

Sumber daya alam pada garis besarnya dapat dikategorikan menjadi dua yaitu sumber daya hayati dan sumber daya nir-hayati. Sumber daya hayati dapat didapati baik di darat maupun di laut yaitu berupa tumbuhan dan hewan . Adapun sumber daya nir-hayati berupa bahan batuan, fosil dan mineral. Berbeda dengan sifat sumber daya hayati yang dapat diperbarui, sumber daya nir-hayati tidak dapat deperbarui, atau dapat habis bila dieksplotasi oleh manusia secara berlebihan. Sampai saat ini manusia belum mampu membuat sumber daya nir-hayati, sehingga bila dieksplotasi secara berlebihan akan berdampak negatif terhadap generasi mendatang.

Di Kabupaten Selayar kawasan hutan hanya ada di 4 kecamatan yaitu Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur (lokasi penelitian), Bontosikuyu dan Pasimarannu. Dengan demikian di daerah penelitian di Bontomatene tidak terdapat kawasan hutan. Di Kecamatan Pasimasunggu dan di Kecamatan Pasmasunggu Timur dengan luas masing-masing 3.596,4 ha dan 2.942,0 ha fungsinya sebagai hutan lindung, meskipun kondisinya telah rusak. Hutan konservasi hanya ada di Kecamatan Pasimarannu dengan luas

1.500 ha. Adapun hutan produksi hanya ada di Kecamatan Bontosikuyu dengan luas 5.750 ha. Luas hutan produksi tersebut cenderung mengalami pengurangan luas secara signifikan yaitu akibat penebangan kayu oleh penduduk setempat. Luas hutan produksi di Kabupaten Selayar berkurang dari 7.250 ha pada tahun 2000 menjadi 5.750 pada tahun 2004.

Hutan lindung dan hutan konservasi di Kabupaten Selayar tidak mengalami peningkatan luas areal. Dari hutan produksi yang ada telah menghasilkan kayu untuk pertukangan sebanyak 400 m3, kayu bakar 131 ribu m3, bambu 50.000 batang, rotan 210 ton, kemiri 2.100 ton dan nira sebanyak 36.000 liter. Dari sejumlah hasil hutan prodoksi tersebut hanya hasil rotan yang telah memberi kontribusi kepada pendapatan daerah berupa iuran hasil hutan yang dalam tahun 2004 sebesar 10,2 miliar rupiah. ( BPS Kabupaten Selayar. 2005 : 161-162). Kebijakan yang diputuskan dalam RPJMD Kabupaten Selayar Tahun 2006-2010, bahwa pembangunan bidang kehutanan diarahkan pada upaya pemanfaatan potensi sumber daya hutan secara lestari, melalui pelibatan masyarakat dalam aspek pengelolaan dan pengawasan.

Dalam sektor perkebunan ada 15 jenis tanaman yang menghasilkan, terutama kelapa, kemiri, cengkih, jambu mete, pala, panili dan kenari.4 Di Kabupaten Selayar karena luas tanah yang relatif sempit, di daerah tersebut tidak ada perkebunan khusus, namun jenis tanaman tersebut umumnya tumbuh di pekarangan penduduk. Dalam tahun 2004 luas dan produksi tanaman perkebunan utama adalah sebagai berikut

Tabel 2.1

Luas dan Produksi Tanaman Utama Perkebunan di Kabupaten Selayar, 2004 JENIS TANAMAN LUAS TANAM (ha) PRODUKSI (ton) Kelapa 20.279 25.192 Kemiri 2.038 1.785 Cengkih 1.058 437 Jambu mete 3.574 1.359 Pala 1.124 334 Panili 928 78 Kenari 225 256 Sumber : BPS Kab Selayar Dalam Angka. 2004/2005: 151-152.

4 Jenis tanaman lainnya adalah kopi, kapok,lada,kakao,kapas,sagu, asam jawa dan aren.

Tanaman perkebunan yang merupakan tanaman keras, seperti kelapa, jambu mete, kemiri, cengkih dan kenari, umumnya tidak ada perawatan khusus sehingga kualitas dan jumlah produksi terjadi secara alamiah.

Di Kabupaten Selayar yang merupakan daerah maritim, tanaman kelapa merupakan tanaman perkebunan rakyat yang paling dominan, meskipun harga jual produksi kopra tidak menguntungkan. Pada bulan September 2006, harga kopra di Kecamatan Bontomatene hanya mencapai Rp. 1800 per kilogram. Adapun harga satu butir kelapa hanya Rp.350. Hasil wawancara kami dengan warga pemilik kelapa di Desa Buki, umumnya mereka mengeluhkan rendahnya harga jual kelapa dan makin tingginya biaya panen kelapa, karena sulitnya memperoleh tenaga pemanjat kelapa. Banyak pohon kelapa yang sudah tua sehingga batangnya tinggi, sementara tidak ada peremajaan tenaga kerja sebagai pemanjat pohon kelapa. Generasi muda sudah tidak mau memanjat pohon kelapa yang menggunakan tali di kaki. Mereka lebih senang jenis pekerjaan yang sifatnya nonpertanian, antara lain sebagai pengojek.

Gambar 3 Hasil kelapa dan kopra

Harga panili juga sangat rendah di mana dalam satu kilo hanya laku dijual Rp.15.000. Untuk komoditi jambu mete glondongan cukup baik yaitu Rp.6.000 per kilo. Adapun harga kemiri yang sudah dikupas hanya mencapai Rp 6.000 tiap kilogram. Produksi tanaman perkebunan tersebut antara lain telah dimanfaatkan untuk bahan masak di dapur, bahan jajanan seperti kue kenari, untuk bumbu dapur yang menggunakan kemiri, dan cengkih. Selebihnya telah menjadi bahan komoditi yang dijual keluar dari Kabupaten Selayar. Pedagang dari Makassar umumnya datang ke Selayar

untuk membeli berbagai hasil perkebunan rakyat di samping membeli produksi jagung.

Daerah penelitian di Pasimasunggu Timur jenis dan produksi tanaman perkebunan sangat terbatas. Tanaman perkebunan yang dominan hanya kelapa dan jambu mete. Adapun untuk daerah penelitian di Kecamatan Bontomatene, jenis tanaman perkebunan cukup bervariasi, terutama kelapa (4.597 ha), jambu mete (781 ha), kemiri (140 ha), kenari (49 ha), panili(49 ha) dan cengkih (27 ha). Tanaman kelapa cenderung ditanam di daerah pantai memanjang dari utara ke selatan, sedangkan untuk tanaman lain lebih banyak ditanam di dusun-dusun bukan pantai atau perbukitan. Penduduk di daerah tersebut pernah bergairah menanam panilili, karena harga jualnya sangat tinggi. Namun akhir-akhir ini karena harganya jatuh , maka petani telah menelantarkan tanaman panili. Seorang petani berujar bahwa tanaman panili telah membuat penduduk menjadi miskin.

Berbeda dengan sumber daya perkebunan yang secara ekologis lebih sesuai, sumber daya pertanian pangan di Kabupaten Selayar sangat terbatas. Luas daratan yang relatif sempit dan curah hujan yang juga terbatas, telah membuat kegiatan pertanian tanaman pangan sangat tergantung pada curah hujan. Dua jenis tanaman pangan yang relatif dominan di bandingkan dengan hasil pertanian yang lainnya yaitu jagung dan padi.5

Tanaman padi terutama ada di Kecamatan Pasimasunggu dan Pasimasunggu Timur sebagai sawah tadah hujan dan irigasi sederhana, luasnya masing-masing hanya 1.563 ha dan 1.055 ha. Dari dua kecamatan tersebut, pada tahun 2004 produksinya mencapai 5.942 ton. Produksi padi di Kabupaten Selayar dengan sendirinya tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan pangan di daerah tersebut yang makanan pokoknya telah begeser dari jagung menjadi beras.

Untuk mengatasi kekurangan beras di Kabupaten Selayar, penduduk telah mendatangkan beras dari kabupaten tetangga yaitu Bulukumba dan Bantaeng. Untuk daerah penelitian di Bontomatene, tidak ada penduduk yang menanam padi, namun mereka mengkonsumsi beras setiap hari. Adapun pertanian pangan jagung telah ditanam secara meluas di tiap kecamatan , kecuali Kecamatan Benteng. Bahkan di sela-sela batu karang yang bertanah, tanaman jagung masih mampu untuk menghasilkan.

5 Jenis tanaman pertanian pangan yang lain seperti ubi jalar, ubi kayu,kacang tanah, kacang hijau dan kedelai.

Dalam tahun 2004 di Kabupaten Selayar luas panenan jagung mencapai 4.073 ha dengan jumlah produksi sebanyak 8.043 ton. Daerah kecamatan penelitian telah memberi kontribusi sebanyak 33 persen dari total produksi daerah. Tanaman jagung dapat ditanam dua kali setahun. Hasil panen jagung sebagian dikonsumsi dan sebagian lagi dijual untuk kemudian dibelikan beras. Binatang babi hutan yang hidup di semak-semak berbukitan merupakan hama bagi tanaman pangan. Dalam kebijakan daerah tanaman pertanian pangan diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi antara lain dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sehingga mengarah pada peningkatan kesejahteraan petani dan sekaligus dapat meningkatkan ketahanan pangan.

Kabupaten Selayar juga menghasilkan buah-buahan, terutama jeruk keprok dan jeruk nipis. 6 Dalam tahun 2004, jumlah pohon jeruk keprok dan jeruk nipis masing-masing 263.663 dan 98.588 batang pohon. Dari pohon jeruk tersebut telah menghasilkan produksi masing-masing 1.893 ton dan 286 ton. Jeruk keprok (tangerine) Selayar telah lama terkenal karena rasanya yang enak yaitu manis keasaman, sehingga harga dipasaran di Makassar cukup baik, lebih tinggi daripada harga jeruk keprok lain yang dihasilkan dari kabupaten lain di Sulawesi Selatan. Pucak musim panen jeruk keprok di Kabupaten Selayar terjadi tiap bulan Juni.