• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.2 Kondisi Umum Pelayanan Distribusi Air Bersih

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu, Kabupaten Langkat merupakan Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Langkat yang didirikan pada tahun 1985 sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Langkat No. 10 tahun 1985 tanggal 16 Februari 1985 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Langkat dan telah disahkan dengan SK Gubernur Tk. I Sumut dengan Surat Keputusan Nomor 188.342-95/KP/1985 tanggal 4 November 1985 dan telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Kabupaten Langkat Seri D Nomor 1 tanggal 23 Desember 1985.

Komplek Perumahan RSS Pegawai Negeri

Kegiatan perusahaan adalah mengusahakan penyediaan air bersih yang sehat dan memenuhi syarat bagi masyarakat di Kabupaten Langkat secara merata dan berkesinambungan dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip perusahaan dan pengolahannya dengan tidak mengabaikan aspek sosial, budaya dan kondisi masyarakat.

Sejak didirikan hingga saat ini, PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat telah mengalami perkembangan. Data pada tahun 2005 dan 2006 menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang dimiliki PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat adalah 178 liter per detik yang tersebar di 13 daerah pelayanan Kabupaten Langkat. Dari jumlah kapasitas produksi yang dimilki tersebut, pada tahun yang sama PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat baru dapat melayani pelanggan air minum sejumlah 14.819 sambungan atau cakupan pelayanan baru mencapai kurang lebih 10% dari jumlah seluruh penduduk di Kabupaten Langkat yaitu sampai akhir tahun 2003 adalah 944.580 jiwa, sedangkan pada tahun 2004 diperkirakan mencapai 950.826 jiwa.

Unit pelayanan dan pengelolaan air minum PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat sampai dengan tahun 2006 tersebar di 14 wilayah, yang terdiri dari :

a) Besitang h) Stabat b) Pangkalan susu i) Secanggang c) Pangkalan brandan j) Kuala

d) Gebang k) Tanjung Langkat e) Tanjung pura l) Bahorok

f) Tanjung selamat m) Rumah Galuh g) Tanjung beringin n) Selesai

b. Sumber Air

Sumber air yang digunakan sebagai air baku oleh PDAM Tirta Wampu pada saat ini berjumlah 27 unit dari berbagai sumber. Mata air terdiri dari 1 unit, sumur bor artesis sejumlah 10 unit serta 8 unit pengolahan memperoleh sumber air dari sungai. Semua sistem air baku dialirkan dengan sistem perpompaan kecuali 1 unit mata air dengan kapasitas 5 liter/detik yang dialirkan secara gravitasi. Kapasitas sumber air baku yang terpasang adalah kurang lebih 335 liter/detik.

c. Kapasitas Produksi

Saat ini PDAM Tirta Wampu Kabupaten Langkat memiliki 34 instalasi produksi, yaitu 1 mata air, 3 instalasi pengolahan air dari sumur bor, 22 instalasi sumur bor dan artesis serta 8 instalasi pengolahan air dari sungai.

Tabel 4.1 Kapasitas produksi terpasang yang digunakan. No. Instalasi Kapasitas Terpasang

(liter/detik) Unit Pelayanan Keterangan 1. 2. 3. 4. 5. IPA Pelawi I IPA Pelawi II

Sumur Bor Desa Teluk Meku

Sumur Bor Kampung Baru

Sumur Artesis Sei Bilah

80 20 5 2,5 5 Pangkalan Brandan Kurang berfungsi baik 6. 7. 8.

IPA Pantai Gemi Sumur Bor RSS Kelapa Sawit

Sumur Bor Jl. Agus Salim 70 5 5 Stabat Kurang berfungsi baik 9. 10. 11. 12. 13.

Sumur Kantor Pangkalan Susu

Sumur Bor Jl. Taman Bahagia

Sumur Bor Jl. Swadaya Sumur Bor Kampung Dalam

Sumur Bor Rata

5 5 5 5 5 Pangkalan Susu 14. 15. IPA Jl. Langkat Sumur Bor Desa Teluk Bakung

30 Tanjung Pura Kurang

No. Instalasi Kapasitas Terpasang (liter/detik) Unit Pelayanan Keterangan 16 17. 18. 19.

Sumur Bor Desa Pantai Cermin

Sumur Bor Jl. Langkat Sumur Artesis Ktr Unit Tj Pura

Sumur Bor Jl. Sudirman

5 5 2,5

-

Tanjung Pura Kurang berfungsi baik

20. 21.

Sumur Bor Ds Air Tawar Sumur Bor Ds Air Hitam

5

5 Gebang

22. 23.

Sumur Bor Malenggang I

Sumur Bor Malenggang II 2.5 5 Tanjung Beringin 24. 25.

Sumur Bor Tanjung Selamat

Sumur Bor Artesis Ds Tanjung Putus 5 2 Tanjung Selamat 26. IPA Bahorok 10 Bahorok Kurang berfunGsi baik 27. IPA Tanjung Langkat

5 Tanjung Langkat Kurang berfungsi baik 28. 29.

IPA Sumur Bor Bukit Kubu

IPA Sumur Bor Bukit Mas 1,5 1,5 Besitang 30. 31. IPA Kuala I IPA Kuala II -

5 Kuala Tidak berfungsi

32. Mata Air Desa Telagah 5 Rumah Galuh

33. Sumur Bor Ds Hinai Kiri

I 5 Secanggang

34. IPA Sumur Bor Ds Hinai

Kiri II 5 Selesai

Hasil olahan kurang baik

Total Kapasitas 334,5

Sumber :PDAM Tirta Wampu Kabupaten Langkat, 2005. d. Produksi Air Dan Kehilangan Air

Data produksi air bersih bulan desember tahun 2006 PDAM Tirta Wampu. Kabupaten Langkat menunjukkan bahwa total kapasitas produksi terpakai adalah 247 liter/detik. Dari kapasitas tersebut, jumlah air terjual adalah 245.858 m3/bulan atau 94,85 liter/detik. Dengan demikian diketahui bahwa kehilangan air yang terjadi adalah 62%.

e. Sistem Distribusi

Sistem pendistribusian air di Kabupaten Langkat dari 14 unit pelayanan, 13 unit pelayanan menggunakan sistem pengaliran secara perpompaan dan 1 unit pelayanan yaitu di unit Rumah Galuh dengan sistem pengaliran secara gravitasi. Sebagian besar sistem memang mempunyai daerah pelayanan yang relatif datar.

f. Daerah Pelayanan

Daerah pelayanan PDAM Tirta Wampu meliputi 14 unit pelayanan.

Tabel 4.2 Unit-unit sistem pelayanan (PDAM Tirta Wampu Kabupaten Langkat, 2007)

No. Unit Sistem

Pengaliran

Sambungan (Unit)

1. Pangkalan Brandan Perpompaan 6.241

2. Stabat Perpompaan 2.829

3. Pangkalan Susu Perpompaan 1.796

4. Tanjung Pura Perpompaan 1.777

5. Gebang Perpompaan 678

6. Tanjung Beringin Perpompaan 578

7. Tanjung Selamat Perpompaan 523

8. Bahorok Perpompaan 389

9. Tanjung Langkat Perpompaan 396

10. Besitang Perpompaan 378

11. Kuala Perpompaan 335

12. Rumah Galuh Gravitasi 293

13. Secanggang Perpompaan 543

14 Selesai Perpompaan 86

g. Struktur Organisasi

Dalam mengantisipasi permasalahan sistem penyediaan air bersih yang semakin kompleks serta adanya komitmen manajemen perusahaan yang akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dengan lebih berorientasi kepada pelanggan, PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat telah menerapkan struktur organisasi terakhir berdasarkan Surat Keputusan Bupati Langkat No. 29 Tahun 2004 tanggal 15 Oktober 2003, yang membagi pimpinan menjadi 4 yaitu, Direksi, Kepala Bagian,

Kepala Subbagian dan Kepala Unit. Secara rinci masing-masing pimpinan tersebut adalah sebagai berikut :

a) 1 orang Direktur,

b) 1 orang Kepala Satuan Pengawas Intern,

c) 3 orang Kepala Bagian (Bagian Administrasi dan Keuangan, Hubungan Langganan dan Bagian Teknik),

d) 10 orang Kepala Subbagian (4 orang di bawah Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan, 4 orang di bawah Kepala Bagian Hubungan Langganan dan 4 orang di bawah Kepala Bagian Teknik),

e) 14 Kepala Unit.

Struktur organisasi PDAM Tirta Wampu, Kabupaten Langkat pada tingkatan tinggi ditempati oleh direktur yang terdiri dari satu orang Direktur. Selanjutnya, direktur dibantu oleh Kepala Bagian yang berjumlah 4 orang, terdiri dari Bagian Umum dan Administrasi, Keuangan, Hubungan Langganan dan Teknik. Selanjutnya pada tingkatan manajemen terbawah terdapat Kepala Sub Bagian dari masing-masing bagian. Sedangkan untuk unit pelayanan dikepalai oleh Kepala Unit Pelayanan yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur.

Dokumen terkait