V. HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Karakteristik Sarang Bertelur
5.2.1 Kondisi Vegetasi
5.2 Karakteristik Sarang Bertelur
Karakteristik sarang burung gosong di daerah Loh Baru dicirikan dengan gundukan yang tinggi, asosiasi yang erat dengan pohon besar, relatif dekat sungai dan keberadaan vegetasi yang rapat. Gundukan yang relatif tinggi menunjukkan tidak adanya penggunaan sarang untuk bertelur oleh komodo betina. Loh Buaya memiliki karakteristik sarang yang berbeda dengan sarang yang terdapat di Loh Baru. Sarang di lokasi ini tidak tinggi, lebih lebar, memiliki jumlah lubang yang banyak, dan berasosiasi terutama dengan jenis pohon asam (Tamarindus indica).
5.2.1 Kondisi Vegetasi
Komposisi vegetasi penyusun sekitar sarang di lokasi Loh Baru terdiri dari 18 spesies tumbuhan dengan jenis dominan adalah nita(Grewia sp), kukun (Schoutenia
ovata), paci (Voacanga sp), sita (Alstonia spectabilis), nyamplung (Callophylum inophylum) dan asam. Jenis dominan berbeda pada setiap sarang. INP terbesar untuk
tingkat pertumbuhan pohon pada sarang LBr 1, LBr 2 dan LBr 3 berturut-turut adalah asam (109,90 %), nita (105,09 %) dan paci (89,89 %). Pada tingkat tiang, INP terbesar pada sarang LBr 1, LBr 2 dan LBr 3 berturut-turut adalah sita (133.33 %), nita (90 %) dan kukun (110 %). Pada tingkat pancang, INP terbesar pada sarang LBr 1, LBr 2 dan LBr 3 berturut-turut adalah sita (83.33 %), kukun (120 %), dan nita (62,5 %). Pada tingkat semai dan tumbuhan bawah, INP terbesar pada LBr 2 adalah jenis nita sebesar 70,83 %. Pada sarang LBr 3, INP terbesar tingkat semai dan tumbuhan bawah adalah jenis nyamplung (94,87 %) (Tabel 2).
Tabel 2. Kondisi vegetasi dominan pada setiap sarang aktif
.Sarang Tingkat Pertumbuhan
Nama
Jenis Nama Ilmiah KR DR FR INP
Pohon Asam Tamarindus indica 34.78 50.12 25.00 109.90
Tiang Sita Alstonia spectabilis 66.67 66.67 133.33
LBr 1
Pancang Sita Alstonia spectabilis 50.00 33.33 83.33
Pohon Nita Grewia sp 50.00 21.76 33.33 105.09
Tiang Nita Grewia sp 50.00 40.00 90.00
Pancang Kukun Schoutenia ovata 70.00 50.00 120.00
LBr 2
Semai Nita Grewia sp 37.50 33.33 70.83
Pohon Paci Voacanga sp 31.25 38.64 20.00 89.89
Tiang Kukun Schoutenia ovata 60.00 50.00 110.00
Pancang Nita Grewia sp 50.00 12.50 62.50
LBr 3
Semai Nyamplung Callophylum inophylum 61.54 33.33 94.87
Pohon Asam Tamarindus indica 61.54 61.77 60.00 183.31
Tiang Asam Tamarindus indica 81.82 50.00 131.82
Lby 1
Pancang Kesambi Schleichera oleosa 100.00 100.00 200.00
Pohon Asam Tamarindus indica 31.58 60.29 28.57 120.44
Lby 2
Tiang Asam Tamarindus indica 50.00 33.33 83.33
Pancang Paci Voacanga sp 50.00 25.00 75.00
Lby 2
Semai Kirinyuh Eupatorium ororatum 75.00 60.00 135.00
Keterangan: LBr : Loh Baru, Lby : Loh Buaya
Sarang burung gosong di Loh Baru memiliki asosiasi langsung dengan jenis tumbuhan tertentu. Ketiga sarang ini dibangun menyatu dengan pangkal batang pohon besar. LBr 1 berasosiasi dengan pohon asam sedangkan LBr 2 dan LBr 3
langsung berasosiasi dengan pohon Ficus sp. Hal ini diduga terkait dengan ketersediaan daun, cabang, ranting bahkan akar pohon besar tersebut sebagai sumber bahan penyusun utama sarang.
Jenis vegetasi yang umum dijumpai di sekitar sarang aktif Loh Buaya terdiri dari 9 jenis yang didominasi oleh kehadiran kesambi, asam, bidara (Zizyphus jujuba), paci dan mbiring (Pithecellobium umbelatum). Kelompok tumbuhan bawah utama yaitu kirinyuh dan bael. Pada sarang LBy 1, asam memiliki INP terbesar baik pada tingkat pohon (183,31 %) maupun tingkat tiang (131,82 %). Pada tingkat pancang, jenis yang dijumpai hanya kesambi. Sarang Lby 2 memiliki tingkat pertumbuhan jenis yang lebih lengkap. Pada tingkat pohon dan tiang, asam memiliki nilai INP tertinggi dengan nilai berturut-turut adalah 120,44 % dan 83,33 %. Pada tingkat pancang, INP terbesar adalah jenis paci (75%). Tingkat semai dan tumbuhan bawah, nilai INP terbesar adalah jenis kirinyuh (135 %) (Tabel 2). Jenis ini merupakan tumbuhan bawah yang melimpah dan tersebar di seluruh wilayah Loh Buaya.
Pohon asam merupakan jenis yang penting bagi kedua sarang aktif di lokasi ini. Berbeda dengan Loh Baru, gundukan di Loh Buaya tidak dibangun menempel pada pangkal pohon besar. Posisi gundukan memang dekat dengan pohon besar dengan jarak 2-4 m. Hal ini kemungkinan terkait dengan kebutuhan panas matahari bagi pengeraman telur. Jarak yang tidak terlalu jauh dari pohon memudahkan burung gosong memperoleh material organik (serasah) pohon tersebut, tetapi gundukan sarang yang tidak ternaungi oleh pohon juga memungkinkan gundukan menerima panas matahari langsung. Secara umum, pelapukan bahan organik lebih cepat terjadi pada iklim yang lembab. Loh Buaya yang kondisinya relatif terbuka cenderung memiliki kelembaban rendah, sehingga dekomposisi bahan organik diduga lambat dan panas yang dihasilkan rendah. Dengan demikian gundukan sarang membutuhkan paparan sinar matahari agar mendapatkan suhu yang ideal yang dibutuhkan untuk penetasan.
Lantai hutan di sekitar sarang aktif baik di Loh Baru maupun di Loh Buaya relatif bersih. Hal ini juga terlihat dengan ketidakhadiran tingkat pertumbuhan semai pada beberapa lokasi analisis vegetasi. Kondisi ini merupakan akibat dari aktivitas
mengais yang dilakukan oleh burung gosong. Selama mengais, burung gosong akan memindahkan serasah dan bahan organik lain ke arah sarang. Kemungkinan biji tumbuhan, bahkan yang telah menjadi semai, akan ikut terbawa sehingga tingkat pertumbuhan ini jarang dijumpai.
Terdapat 13 jenis tumbuhan yang dijumpai di kedua sarang tidak aktif. Jenis dominan adalah jenis asam, kesambi, kukun dan wajur (Pterospermum diversifolium). Pada Sta 1, asam merupakan spesies penting yang ditunjukkan dengan INP sebesar 128,18 % pada tingkat pohon dan 66,67 % pada tingkat tiang. Jenis kukun memiliki INP terbesar pada tingkat tiang (nilai yang sama dengan asam yaitu 66,67 %), pancang (98,41 %) dan semai (66,67 %). Seperti halnya Sta 1, spesies penting di Sta 2 pada tingkat pohon adalah asam dengan INP sebesar 133,31 %. Pada tingkat tiang dan pancang, nilai INP adalah sama pada setiap jenis yang dijumpai (Tabel 3). Tingkat semai dan tumbuhan bawah tetap didominasi dengan keberadaan kirinyuh yang melimpah (INP 126,92 %).
Kondisi vegetasi pada Sta 1 berbeda dengan Sta 2. Vegetasi pada Sta 1 memiliki pentupan tajuk yang lebih terbuka dibandingkan dengan Sta 2. Namun keduanya memiliki kesamaan bahwa keberadaan vegetasi sekitar sarang tidak mempengaruhi burung gosong untuk menggunakan kembali sarang tersebut.
Tabel 3. Kondisi vegetasi dominan pada sarang tidak aktif
Sarang Tingkat Pertumbuhan Nama Jenis Nama ilmiah KR DR FR INP
Sta 1 Pohon Asam Tamarindus indica 43.75 46.93 37.50 128.18
Tiang Asam Tamarindus indica 33.33 33.33 66.67
Kukun Schoutenia ovata 33.33 33.33 66.67
Pancang Kukun Schoutenia ovata 55.56 42.86 98.41
Semai Kukun Schoutenia ovata 33.33 33.33 66.67
Sta 2 Pohon Asam Tamarindus indica 45.45 65.63 22.22 133.31
Tiang Asam Tamarindus indica 33.33 33.33 66.67
Kesambi Schleichera oleosa 33.33 33.33 66.67
Wajur Pterospermum diversifolium 33.33 33.33 66.67
Pancang Kukun Schoutenia ovata 50.00 50.00 100.00
Wajur Pterospermum diversifolium 50.00 50.00 100.00
Semai Kirinyuh Eupatorium ororatum 76.92 50.00 126.92