IV.2 Proyek Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang Dilakukan Persyarikatan Sekolah Rakyat di Desa Limbangan, Kendal, Jawa Tengah
IV.2.2 Tahap Adopsi Teknologi
4.2.3 Konfigurasi Sosio Teknis Pada Kasus Sekolah Rakyat
Pada Tahap Konsepsi Aktor-Aktor
Aktor-aktor yang terlibat dalam proses konsepsi ditelusuri dengan melihat pihak-pihak yang mempengaruhi pemilihan teknologi dan pendekatan yang akan dilakukan oleh proyek. Dalam hal ini, aktor-aktor tersebut adalah pihak-pihak yang mempengaruhi ide proyek ini dan pihak-pihak lain yang mempengaruhi pilihan pendekatan projek, seperti penyandang dana, penyedia jaringan kerja, contact person.
Aktor-aktor yang mempengaruhi ide proyek ini meliputi: ketua Sekolah Rakyat (Widi Heryanto), Andi Muryanto (penggagas ide proyek), LSM Pattiro, relawan pemuda, beberapa radio komunitas lain yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta (dimana pada awal ide ini para aktivis Sekolah Rakyat mengadakan studi banding), dan warga desa (calon pendengar potensial).
Artifak Teknis
Artifak teknis dalam tahap konsepsi ditelusuri dengan melihat objek-objek non-human yang mempengaruhi pemilihan teknologi dan pendekatan dalam proyek ini. Artifak teknis tersebut. Artifak teknis tersebut dapat berupa barang, prosedur, preskripsi atau konsep yang terlibat dalam penyusunan kerangka pemikiran dan kerangka kerja proyek.
Dalam tahapan konsepsi artifak teknis yang terkait dengan projek Sekolah Rakyat meliputi: SOP / desain pengembangan radio komunitas (prosedur yang disepakati bersama yang memandu pengembangan radio komunitas), komputer (CPU, monitor, keyboard dan lain-lain), instalasi radio komunitas, pemancar radio, lokasi siaran, proyek dari LSM Pattiro, persewaan komputer, buku panduan radio komunitas, tempat belajar komputer dan radio penerima.
Gambar IV.8. Sosiogram dan Teknogram Tahap Konsepsi pada Proyek Sekolah Rakyat
Gambar 4.6. menggambarkan sosiogram (keterkaitan antara akto-aktor manusia) dan teknogram (keterkaitan antar artifak-artifk teknis non-human) dalam tahap konsepsi. Padatnya garis relasi yang menghubungkan antar aktor atau antar artifak teknis pada gambar di atas menunjukkan intensifnya relasi antar mereka.
Dalam tahap konsepsi ini, relasi antara aktor-aktor dengan artifak-artifak teknis sudah terjadi. Pola relasi itu disebut konfigurasi sosio teknis, yang kemudian membentuk konsep projek. Lihat gambar 4.9. dibawah.
Ketua Sekolah Rakyat Penggagas Ide Proyek LSM PATTIRO Relawan pemuda Radio Komunitas lain SOP / Desain Pengembangan Radio Komunitas Komputer Instalasi radio komunitas Menara Penyiaran Persewaan komputer Lokasi siaran Buku panduan radio komunitas Warga desa
Proyek lain dari LSM PATTIRO
Tempat belajar komputer
Sosiogram
Teknogram
Gambar IV.9. Konfigurasi Sosio Teknis Tahap Konsepsi pada Proyek Sekolah Rakyat
Ruang Negosiasi
Konsepsi proyek yang dikembangkan oleh Sekolah Rakyat dibangun dengan melibatkan beberapa pelaku yang relevan sejak awal. Dalam konfigurasi di atas dapat dilihat banyaknya aktor yang terhubung dengan Desain Pengembangan Radio Komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa proses penentuan pilihan teknologi dilakukan dengan melibatkan berbagai aktor tersebut. Ruang negosiasi untuk menentukan berbagai pilihan, mulai dari menentukan jenis TIK seperti apa yang paling tepat, hingga bagaimana pembagian kerja organisasi, dibuka bagi aktor-aktor tersebut.
Konfigurasi di atas juga memperlihatkan bahwa lebih banyak aktor lokal yang dilibatkan dalam menentukan desain (SOP) pengembangan radio komunitas. Aktor-aktor non-lokal tidak terlibat langsung dalam penetapan desain tersebut. Hal ini memang tidak lepas dari sudah berkembangnya modal sosial di desa Limbangan, berbeda dengan situasi di desa
Cinta Mekar. Pelibatan aktor lokal yang lebih banyak tersebut, membuat negosiasi berjalan antar aktor-aktor lokal, dan isu serta kepentingan lokal lebih cepat mengemuka dalam penetapan pilihan teknologi. Munculnya pilihan teknologi radio komunitas pun terjadi karena karakteristik radio komunitas lebih cocok dengan berbagai kepentingan yang berkembang di aktor-aktor lokal tersebut.
Pada Tahap Adopsi
Tahap adopsi untuk proyek Sekolah Rakyat ini terbagi menjadi dua bagian, lihat gambar 4.8. Bagian pertama terjadi ketika radio komunitas tersebut telah tumbuh dan berkembang kegiatan-kegiatannya. Dimana pada waktu itu interaksi masyarakat dengan radio komunitas tersebut terjadi cukup intens. Bagian yang kedua terjadi ketika Sekolah Rakyat berhenti mengelola radio komunitas tersebut dan memberikan instalasi radio komunitas tersebut pada kelompok pemuda lain desa, dan Sekolah Rakyat mengalihkan kegiatannya menjadi penyedia SMS gateway.
Gambar IV.10. Dua Bagian dalam Tahap Adopsi Proyek Sekolah Rakyat
Aktor-Aktor
Aktor-aktor yang telibat dalam proses adopsi dalam proyek ini ditelusuri dengan melihat pihak-pihak yang mempengaruhi pembentukan konfigurasi sosio-teknis baru. Dalam proyek ini aktor-aktor tersebut meliputi: ketua Sekolah Rakyat (Widi Heryanto), Andi Muryanto (penggagas ide proyek), relawan pemuda, pendengar radio (masyarakat di luar relawan), pejabat desa, sesepuh desa, pemuda desa desa lain (yang menerima pemindahan peralatan dan instalasi radio komunitas), pengelola SMS gateway dan pelanggan SMS gateway.
Penguatan aktor-aktor dalam tahap adopsi ini juga terjadi dalam dua bagian. Aktor-aktor baru yang muncul pada bagian pertama tahap adopsi ini adalah pejabat desa, sesepuh desa, dan kelompok kesenian. Sedangkan pada bagian kedua dari tahap adopsi ini adalah pengelola SMS gateway dan pelanggan SMS gateway. Aktor-aktor tersebut muncul pada saat projek diimplementasikan dan mempengaruhi konfigurasi sosio-teknik baru. Aktor-aktor tersebut pada mulanya tidak diperhitungkan dalam rancangan proyek, namun karena munculnya pola relasi baru antar aktor-aktor yang lain, maka aktor baru tersebut muncul dengan relasi yang kuat.
Sementara dalam adopsi pada bagian pertama, beberapa aktor mengalami pelemahan (pencairan) relasi dengan aktor-aktor lain. Aktor-aktor tersebut adalah LSM Pattiro, dan beberapa radio komunitas lain yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta (tempat para aktivis Sekolah Rakyat mengadakan studi banding). Sementara dalam adopsi pada bagian kedua, aktor-aktor yang mengalami pencairan relasi adalah Pimpinan Sekolah Rakyat, warga desa, pejabat desa, sesepuh desa dan kelompok kesenian.
Dalam tahap adopsi ini, relawan pemuda berperan menjadi pengelola siaran. Lokasi siaran juga dirubah menjadi tidak terbatas pada ruang siaran, tetapi juga menyiarkan langsung dari lapangan.
Artifak Teknis
Dalam tahapan adopsi artifak teknis yang terkait dengan projek Sekolah Rakyat meliputi:, komputer (CPU, monitor, keyboard dan lain-lain), pemancar radio, instalasi radio komunitas, lokasi siaran, iuran masyarakat, peran-serta masyarakat dalam siaran, persewaan komputer, radio penerima, konsep SMS gateway, instalasi SMS gateway dan iuran SMS gateway.
Dalam tahap adopsi ini terjadi penguatan relasi dalam konfigurasi sosio teknis dalam dua bagian. Pada bagian awal, muncul iuran masyarakat dan peran-serta masyarakat dalam siaran (misalnya dokter desa yang bersdia mengisi acara kesehatan interaktif, sebagai
bentuk sumbangan acara ) sebagai artifak teknis yang kuat. Pada bagian kedua, artifak teknis yang menguat adalah konsep SMS gateway, instalasi SMS gateway dan iuran SMS gateway.
Sementara beberapa artifak teknis mengalami pelemahan (pencairan) relasi dengan konfigurasi sosio teknis yang baru. Pada bagian awal, artifak-artifak teknis yang melemah perannya meliputi proyek dari LSM Pattiro, persewaan komputer, dan buku panduan radio komunitas. Pada bagian kedua konsep pengembangan radio komunitas relasinya mencair, diikuti oleh mencairnya relasi dari instalasi radio komunitas, menara pemacar, radio penerima, lokasi siaran, iuran masyarakat (terhadap radio komunitas), konsep tempat belajar komputer dan peran serta masyarakat dalam siaran..
Konfigurasi Sosio Teknis Adopsi Bagian 1
Gambar IV.11. Konfigurasi Sosio Teknis pada Bagian 1 dari Tahap Adopsi di Proyek Sekolah Rakyat
Gambar IV.12. di bawah adalah konfigurasi sosio teknis yang sudah tidak memasukkan lagi seluruh aktor-aktor dan artifak-artifak teknis yang tidak banyak terlibat dalam proses adopsi teknologi. Seluruh aktor-aktor dan artifak-artifak teknis di sini seluruhnya adalah mereka yang terlibat dalam proses-proses pengambilan peran dan keputusan, dalam konfigurasi sosio-teknik baru.
Ketua Sekolah Rakyat Penggagas Ide Proyek Relawan pemuda + pengelola radio komunitas SOP / Desain Pengembangan Radio Komunitas Komputer Instalasi radio komunitas Menara Penyiaran Lokasi siaran + fleksible di ruangan dan di lapangan Warga desa Konsep tempat belajar komputer Sosiogram Teknogram
Pejabat desa Sesepuh desa
Kelompok kesenian Iuran masyarakat Peran serta masyarakat dalam acara radio
Gambar IV.12 Konfigurasi Sosio Teknis Adopsi Bagian 1 (yang disederhanakan)
Isu Ruang Negosiasi
Dalam proses adopsi ini terlihat bagaimana penyederhanaan konfigurasi sosio-teknis dilakukan. Dalam kasus ini, penyederhanaan konfigurasi sosio teknis ternyata hanya melemahkan ikatan dengan aktor-aktor dari luar desa, namun relasi dengan aktor-aktor lokal desa ternyata masih utuh, bahkan bertambah. Proses ini negosiasi antar berbagai aktor dan artifak teknis tersebut ternyata mempekuat relasi-relasi antar aktor dan artifak lokal.
Negosiasi-negosiasi tersebut juga memunculkan peran serta masyarakat desa untuk mendukung kegiatan-kegiatan radio komunitas. Peran serta tersebut bebentuk keikut-sertaan masyarakat desa untuk mengisi acara-acara di radio komunitas dan sumbangan
uang untuk operasionalisasi radio komunitas.Keterlibatan masyarakat desa, yang kemudian diikuti oleh keterlibatan tokoh desa dan pejabat desa, menjadikan radio komunitas ini menjadi satu simpul di desa. Dimana sebagai simpul, radio komunitas tersebut menjadi tempat berbagai aktor yang relevan berkomunikasi.
Konfigurasi Sosio Teknis Adopsi Bagian 2
Ketua Sekolah Rakyat Penggagas Ide Proyek Relawan pemuda + pengelola radio komunitas SOP / Desain Pengembangan Radio Komunitas Komputer Pesawat telepon Instalasi radio komunitas Menara Penyiaran Lokasi siaran + fleksible di ruangan dan di lapangan Radio penerima Warga desa Konsep tempat belajar komputer Sosiogram Teknogram
Pejabat desa Sesepuh desa
Kelompok kesenian Iuran masyarakat Peran serta masyarakat dalam acara radio Pengelola SMS gateway Pelanggan SMS gateway Konsep SMS gateway Iuran SMS gateway Instalasi SMS gateway
Gambar IV.13. Konfigurasi Sosio Teknis pada Bagian 2 dari Tahap Adopsi Proyek Sekolah Rakyat
Pada tahap ini terjadi pencairan / pelemahan dari hampir semua aktor dan artifak teknis terhadap konfigurasi. Pencarian tersebut termasuk cairnya relasi dari aktor dan artifak teknis yang pada tahap sebelumnya memiliki jaringan yang luas, seperti Ketua Sekolah
Rakyat. Pencairan relasi aktor tersebut mencairkan juga hubungan dengan aktor-aktor lain. Begitu pula mencairnya relasi Konsep (SOP) Pengembangan Radio Komunitas dan relasi Instalasi Radio Komunitas. Cairnya relasi tersebut juga memutus relasi dengan berbagai aktor dan artifak yang membangun eksistensi radio komunitas tersebut. Di sisi lain muncul aktor-aktor dan artifak-artifak teknis baru yang dimunculkan oleh Penggagas Ide Proyek. Dalam hal ini penggagas proyek, tetap ingin menghidupkan kegiatan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi di desanya dengan cara lain, yaitu membangun pelayanan SMS gateway. Pelayanan SMS gateway tersebut akan diperuntukkan bagi para petani dan pedagang yang ada di desa Limbangan. Aktor-aktor dan artifak-artifak baru yang muncul tersebut, merupakan hasil dari perubahan ide menjadi pelayanan SMS gateway tersebut. Sampai tahap ini, ide SMS gateway masih masuk tahap konsepsi dengan aktor-aktor dan artifak-artifak teknis seperti yang disebutkan diatas. Penelitian ini belum melanjutkan sampai melihat bagaimana proses kelanjutan dari proses tersebut.