• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konfirmasi terakhir

Dalam dokumen Muhammad Dalam Kitab Suci Dunia 1 (Halaman 37-40)

Mim atau ma dari 'Emet' adalah begitu agung dan besar sehingga Seorang yang di balik nama itu dan mewakilinya telah mengumpulkan dan menggabungkan semua agama di dunia, dimana semua agama juga telah menaruh cap konfirmasi mereka atas kebenarannya. Mim yang perkasa dan agung ini telah mengumpulkan bersama-sama dua sistim agama besar, yakni agama Arya dan Semit.

1. Diajarkan dalam Upanishad bahwa percapakan itu dimulai dengan a, dilanjutkan dengan o, dan tiba untuk ditutup dengan mim atau M.

2. Dinyatakan dalam Alkitab bahwa alif berarti dan menunjukkan yang awal, dan tau, yang akhir atau penutup. Tetapi dengan meletakkan mim di antara keduanya, telah dijelaskan bahwa ma adalah, sesungguhnya, titik yang terakhir, mim dari kebenaran dan ketulusan.

3.

Dalam Atharwa Weda dan Rig Weda, yang adalah Kitab-kitab Suci agama Hindu, Rishi

Yang Dijanjikan itu disebut Mamah (Atharwa, Kand 20, Kuntap Sukt 127:3; Reigveda, mandal 5, Sukt 27. Mantra 1) yang berarti 'Ma' yang agung.

4. Dalam kedua rujukan yang dikutip di atas disebutkan adanya sepuluh ribu sahabat dari 'Ma' yang Agung.

5. Dalam Alkitab Ibrani, juga, beliau disebut sebagai Ma yang Agung, dan disebutkan seorang Ma yang Dijanjikan yakni, yang namanya dimulai dengan ma, juga didapati dalam 'Emet'.

6. Nubuatan yang terkenal dari Nabi Henokh (Idris), yang adalah yang pertama dari para nabi Semit dan hanya tujuh generasi setelah Adam, menyebut kedatangan Seorang yang Dijanjikan beserta sepuluh ribu orang kudus.

7. Fakta kedatangannya bersama sepuluh ribu orang suci selanjutnya diperkuat dan dibenarkan oleh ayat 14 dari Surat Yudas, yang merupakan argumen otoritatif untuk meyakinkan umat Kristiani.

8. Dalam Sanskrit Dictionary, Maonier Williams telah menyatakan, berdasarkan Kitab-kitab Suci Hindu yang berwenang, bahwa Ma berarti orang besar itu, yang namanya dimulai dengan huruf Ma.

9. Pengukiran Alpha dan Omega, serta 'Emet' pada cincin dalam kenyataannya mewakili hiasan dan disain dalam hati umat beragama pada waktu itu guna menghormati Dia Yang Dijanjikan.

10. 'Emet' telah disebut sebagai 'Segel Tuhan' yang dalam realitasnya sinonim dengan Khatam al-nabiyyin yakni, Segel dari para Nabi; karena Tuhan telah mengaruniai pada setiap nabi, sejak awal dunia ini, suatu segel untuk pengakuan atas Nabi Suci

Muhammad; begitu pula beliau adalah suatu segel untuk konfirmasi terhadap semua nabi di dunia ini, dengan cara yang sama semua nabi menyaksikan dan mengakui kebenaran dari Muhammad; dan pengakuannya ini sesuai dengan Wahyu Ilahi, dan karenanya, beliau adalah 'Segel dari Tuhan'. Dan inilah sebabnya Upanishad berkata bahwa Wahyu Ulahi akan ditutup dengan Ma.

11. Setelah dikusi yang rinci atas susunan dan pengaturan huruf 'Emet', dan setelah menunjukkan bahwa arti istilah ini adalah kebenaran dan ketulusan, telah dibuktikan sebagai kesimpulan bahwa, bila ma itu dihapus darinya, maka kata yang tersisa yakni Et atau At tidak pernah akan bisa berarti kebenaran dan ketulusan; dan begitu pula, seperti para ahli Kristen, telah memotong 'Emet' ketika menghapusnya menjadi Alpha dan Omega; mereka telah menyingkirkan dari tangannya Ma dari ketulusan, dengan cara yang sama, kaum Yahudi setelah hanya mengambil Et atau At saja dari bentuk 'Emet', telah mencabut darinya semangat kebenaran dan ketulusan.

12.

12. Dan ini adalah Ruh Kebenaran, yang kedatangannya telah diramalkan oleh Yesus, sebagaimana telah dicatat dalam Alkitab menurut Yohanes (Yoh.14:17). Bangsa-bangsa Eropa yang beradab yang mengaku mempunyai prinsip moral yang tinggi, namun para ahli agamanya telah menterjemahkannya sebagai Ruhul Kudus atau Holy Ghost sebagai ganti Ruh Kebenaran, dengan mengabaikan fakta bahwa 'Logos' adalah istilah Yunani untuk Holy Ghost, sedangkan di sini kata yang digunakan adalah 'Pneuma' yang berarti Ruh Kebenaran.

13.

Teks yang telah dikutip dari Kitab Daniel menyangkut 'Emet', menunjukkan dalam istilah yang jelas Kitab mana yang dimaksud oleh teks suci berikut ini: "Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran"(Dan.10:21). Dan apakah yang dicatat dalam Kitab Kebenaran? "Apa yang akan menimpa kaummu di belakang hari". Yakni untuk mengatakan, bahwa dalam Kitab Kebenaran itu diputuskan nasib atau neraka yang akan dan menimpa Bani Israil di kemudian hari. Kitab

Kebenaran itu yakni Quran Suci yang mengatakan bahwa menyangkut kaum Yahudi maka sampai mereka menunjukkan keimanannya kepada Nabi Suci Muhammad, mereka

akan tetap demikian dan menderita akibat penolakannya atas 'Emet' yakni kebenaran dan ketulusan; karena, Nabi Suci Muhammad itu seperti Musa, dan Musa telah menyatakan kedatangan nabi yang mirip seperti dia. Jadi bukanlah suatu kejutan bahwa kaum Hindu serta yogi, dengan memanjangkan o dari OM mengatakan, sebagaimana hal itu adalah, bahwa ma (yakni orang yang namanya dimulai dengan ma), akan segera muncul, dan, dengan menutup pembacaan mereka dengan ma pada OM, menekankan bahwa ma itu sesungguhnya adalah ma dari keselamatan serta pembebasan? 'Emet' serta 'Alpha dan Omega' telah diukir dan ditulis pada cincin serta relik; dan ada seruan 'Maranatha' yakni Ma Yang Dijanjikan akan segera tiba, baik di rumah maupun di jalanan, dalam

pertemuan dan perkumpulan, serta di mana-mana. Tetapi, saat dia datang, maka semua teriakan mereka itu meredup, dan gairah serta kehangatan mereka masuk ke lemari es dan membeku.

14. Sekarang kita mengajukan suatu argumen mahkota dan yang menentukan mengenai nubuatan atas 'Emet'. Om, 'Emet', 'Maranatha', 'Alpha dan Omega', 'Pneuma' yang dikatakan merupakan silabus mistik dari agama Hindu, Yahudi, Kristen dan Buddha, masing-masing dari mereka kehadirannya dimulai dengan huruf Ma. Buddhisme adalah sistim agama besar yang lain di dunia. Kita pada saat membuka rahasia dari rumusnya yang mendasar yakni Om mani padme hum, telah menunjukkan melalui bahasa bunga tulip dan teratai, bahwa ini juga, mengandung ramalan atas kedatangan dari Dia Yang Dijanjikan. Tetapi nada terakhir di sana tetap tinggal tak diselidiki dan ditelaah. Dan adalah nubuatan yang terkenal dari Mahatma Buddha tentang kedatangan Dia Yang Dijanjikan, yang secara terpisah telah kita hubungkan dan diskusikan secara rinci meliputi sekitar seratus halaman, dan secara singkat dari hal itu ialah bahwa lelaki yang diramalkan oleh Buddha itu adalah 'Meiteya' yang ditulis dalam bahasa Sanskerta dan di buku lain sebagai 'Metreya'. Tetapi ini adalah istilah dalam dialek Pali yang murni; dan kami tetap memakai istilah Meteya dari sumber aslinya. Marilah kita balikkan itu untuk melihat apakah ini bukan berasal dari 'Emet' dalam bahasa Ibrani, yang berarti kebenaran dan ketulusan. Perlunya suatu tindakan semacam itu terasa berdasar alasan bahwa Ibrani adalah suatu bahasa Semit, yang ditulis dari kanan ke kiri, sedangkan Pali adalah dialek Arya, yang ditulis dari kiri ke kanan. Selanjutnya, dalam membuka teka-teki dan rahasia suatu istilah harus diperiksa juga bentuknya yang dipindahkan juga supaya bisa memperoleh artinya yang tersembunyi. Karena itu 'Emet' menurut kaum Yahudi adalah hanya perubahan bentuk yang dipindahkan (meteya).

15.

Buddha yang paling kita hormati dalam nubuatnya menamakan Buddha yang akan datang sebagai 'Metreya'. Ini adalah suatu nama yang penuh kandungannya yang menunjukkan tiga Ma. Mereka yang terbiasa dengan terminologi Kitab-kitab Suci Hindu tahu bahwa ada seorang peramal Weda bernama 'Atrey' yang berarti 'bukan tiga' (Nirukt 3:17), karena itu Metreya berarti tiga M atau tiga Ma. Dalam seluruh Kerajaan Tuhan di bumi ini hanya ada satu dan satu-satunya seorang nabi yang bernama tiga Ma dan itu adalah MUHAMMAD s.a.w.

16.

Dalam agama kuno yang kita ketahui dengan nama Phrygian, mereka menghormati Ma yang sama dan percaya bahwa perwujudan dari segenap enersi reproduktif dari alam dan semangat yang besar dari tanah yang belum digali dan lembah yang kurang produktif yakni Arabia (8).

17.

Istilah 'Et', dalam teknik Yahudi, digunakan untuk menunjukkan semua atau seluruhnya. Seperi halnya kalau kita katakan dalam bahasa Urdu: Perkara ini sudah tepat dan benar dari alif sampai ya, maka bangsa Yahudi akan mengatakan, dari alif sampai tau, maka dengan cara yang sama, kaum Yahudi mengatakan: Adam melakukan dosa dari alif sampai tau (yakni, Dia bersalah melakukan segala dosa); Ibrahim mentaati Tuhan dari alif sampai tau; Tuhan mengutuk Bani Israil, atas pelanggaran mereka, dari wa hingga ma, tetapi rahmat-Nya yang Diberikan kepada mereka dari alif hingga tau; yakni sedikit kutukan dan sepenuh rahmat (Leviticus 26:14-43). Jadi arti dari 'Emet' akan menjadi, dari awal dunia hingga akhirnya. Muhammad adalah nabi semacam itu yang merupakan gabungan dari rahmat kebajikan serta kualitas budi-pekerti yang luhur dari semua nabi, sejak awal hingga akhir, yang dibenarkan dan diakui oleh semua nabi di dunia ini, dan yang dia sendiri merupakan yang mengakui kenabian mereka semuanya. Dan inilah seluruh perkara tentang 'Emet', yakni kebenaran.

18. Setelah 'Emet' dari agama Yahudi kita sekarang kembali ke agama Hindu dan meminta, agar jika Ma atau OM itu bisa ditafsirkan berarti Muhammad, maka janganlah mereka itu jatuh ke dalam serangan penuh kemarahan; karena, bila Krishna, sebagai manusia, dapat menyajikan pengakuannya dalam Gita bahwa dia adalah OM, dan dia adalah Sama

Weda; dan bila Buddha dan Awalokiteswara juga bisa disebut OM, maka kiranya Muhammad, Nabi Yang Dijanjikan, yang namanya dimulai dengan huruf Ma, lebih pantas dan berharga untuk mendapatkan titel tersebut.

7. Charles Hermann Ph.D., LLD: Catholic Cyclopaedia, New York dibawah judul Alpha dan Omega.

Dalam dokumen Muhammad Dalam Kitab Suci Dunia 1 (Halaman 37-40)

Dokumen terkait