HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.5 Konflik Peran Ganda Narasumber
Hasil wawancara dengan narasumber juga mengungkapkan tentang konflik peran ganda yang pernah dialami oleh narasumber, berikut penjelasannya:
Tabel 4.5. Konflik Peran Ganda Narasumber
Narasumber
Konflik
Penyelesaian Konflik Keluarga-Pekerjaan
Pekerjaan-Keluarga NS1 Kadang tertekan dengan situasi
karena harus mengurus rumah tangga, anak, suami, dan juga urusan-urusan PKK di kampung.
Mengganti operator saat cuti mendadak padahal urusan rumah tangga banyak.
Keluarga-Pekerjaan
Pandai-pandai membagi waktu, dan lebih disiplin dalam berbagai hal agar semua tanggung jawab dapat terselesaikan dengan baik.
Pekerjaan-Keluarga
Tetap semangat dalam bekerja, walaupun terkadang harus
48
dipaksakan.
NS2 Terkadang terjadi
miskomunikasi dengan suami karena hal-hal sepele, seperti:
masakan yang kurang enaklah, tidak ada yang memperhatikan anak belajarlah, suami merasa tidak diperhatikanlah, dan lain sebagainya. Pada intinya masalah sepele bisa menjadi besar.
Memperbanyak komunikasi secara intens dengan suami dan anak-anak saat libur, dan lebih sabar karena memang itu kenyataannya.
Pekerjaan-Keluarga
Pekerjaan saat ini penting, tapi keluarga lebih penting, sebagai wujud komitmen saya dengan diperhatikan, pokoknya sekitar urusan-urusan tersebut.
Sama-sama menyadari bahwa kebutuhan ekonomi harus diutamakan karena itu pondasi dalam bekeluarga.
Pekerjaan-Keluarga
Sedapat mungkin mampu memenuhi target perusahaan, ya sedikit mengabaikan perasaan saya selama ini.
NS4 Ribut-ribut kecil saja, tapi kadang menjadi emosi, ya saya sadar karena kami sama-sama bekerja, jadi waktu buat anak, dan suami tentunya berkurang.
Kondisi itu kadang suami tidak terima, tapi bagaiamana lagi kebutuhan hidup semakin mahal. santai bersama, dan itu berhasil.
Pekerjaan-Keluarga
Terus memotivasi diri dan berpikir positif saja dengan setiap permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan.
NS5 Konflik yang sering terjadi pada dasarnya hanya masalah-masalah kecil saja, kayak urusan bersih-bersih rumah, anak, suami yang merasa kurang mendapat pelayanan secara baik, ya paling itu-itu saja, tetapi masalah itu kadang jadi masalah bagi keluarga kami. Belum lagi konfik dengan anggota keluarga lainnya, karena saya masih satu rumah dengan orang tua dan
Melakukan komunikasi yang lebih baik dengan suami.
Pekerjaan-Keluarga
Berusaha bersikap terbuka dengan sesama rekan kerja, jadi meminimal konflik yang terjadi akibat kondisi di rumah seminimal mungkin dapat ditekan, sehingga tidak menimbulkan masalah dengan rekan kerja. meja, sementara dengan suami,
Harus mencapai target perusahaan, kadang
melelahkan.
Keluarga-Pekerjaan
Pandai-pandai membagi waktu untuk keluarga dan pekerjaan.
Pekerjaan-Keluarga
Ya berusaha mematuhi peraturan perusahaan, dan berusaha bersikap terbuka dengan rekan dan
49
kadang suami merasa kesepian, jadi dia sering komplain sama saya, ya sekitar itu saja saya kira. Tapi mau gimana lagi kebutuhan hidup semakin banyak, ya saya harus ikut kerja.
pimpinan jika ada hal-hal yang mengganggu perasaan.
NS7 Ya namanya saya kerja, kadang konflik terjadi karena masalah sepele, misal: karena capek kerja bangun kesiangan, suami ngomel karena anak tidak
Meningkatkan kesadaran pada diri masing-masing, agar komitmen pernikahan kami dulu dapat menjadi pondasi yang kuat dalam menjaga keutuhan berumah tangga.
Pekerjaan-Keluarga
Ya manut aja jika memang kondisi memungkinkan untuk dilakukan, tapi jika memang tidak bisa dilakukan ya bersikap terbuka dengan pimpinan, misal: suruh lembur tapi anak sakit ya harus berani bicara apa adanya.
NS8 Konflik yang timbul sebagai seorang single parent, paling masalah dengan orang tua, orang tua saya sering komplain karena mereka merasa sudah bukan saatnya lagi mengasuh anak kecil.
Pinter-pinter berbicara dengan orang tua agar orang tua lebih tulus dalam mengurus anak di rumah.
Selain itu memberikan kompensasi finansial agar orang tua juga merasa diperhatikan.
Pekerjaan-Keluarga
Pokoknya mengikuti perintah atasan saja, tapi juga perlu ketegasan jika memang situasi tidak memungkinkan, tentu dengan kata-kata yang sopan.
NS9 Sebenarnya hanya masalah sepele saja, tapi kadang suami menanyakan komitmen pernikahan kami, saya kadang jadi bingung padahal urusan ekonomi juga penting, makanya saya harus kerja juga, tapi itu terkadang jadi masalah, dia memang kurang setuju kalo saya bekerja. Ya mungkin suami merasa waktu yang saya berikan ke dia tidak seperti saya sebelum kerja. Belum lagi urusan kampung, saya sudah beberapa kali mengusulkan untuk diganti sebagai sekretaris dasawisma, tapi anggota tidak setuju, padahal saya sudah
Pandai-pandai membagi waktu, antara pekerjaan dan keluarga. Dan yang penting komunikasi yang baik dengan suami perlu dibangun terus, agar suami sadar bahwa keinginan saya bekerja bukan semata-mata untuk kepentingan saya sendiri, tapi juga untuk kepentingan suami.
Pekerjaan-Keluarga
Membangun sikap disiplin dalam segala hal, dan terus memotivasi diri agar pikiran dan perasaan tetap positif.
50
merasa kerepotan karena urusan pekerjaan dan rumah tangga saya.
NS10 Sebenarnya tidak ada masalah yang berat, Cuma masalah sepele saja, tapi memang kalo dibiarkan bisa menjadi masalah besar nantinya. Konflik yang sering terjadi karena suami terkadang menganggap saya kurang mampu berperan sebagai ibu rumah tangga yang baik, misal membantu komunikasi dengan suami, sehingga dicari penyelesaian secara baik, dan berkomitmen untuk selalu menjaga kerukunan rumah tangga, seperti: tidak mengungkit masalah-masalah yang sudah terjadi, dan menyadari bahwa kami sama-sama sibuk.
Pekerjaan-Keluarga
Perlu keterbukaan dengan pimpinan dan rekan kerja, jadi yang penting membangun suasana terbuka dengan keduanya, misal:
kalo gak bisa lembur bilang aja, alasannya apa, nanti tunggu keputusan pimpinan, jadi gak tertekan.
Sumber: Data Primer Yang Diolah, 2018
Tabel 4.5 menjelaskan tentang konflik peran ganda yang pernah dialami narasumber, dan penyelesaian yang ditempuh oleh narasumber. Konflik peran ganda dalam hal ini berkaitan dengan 2 (dua) hal, yakni tentang konflik keluarga-pekerjaan, dan konflik pekerjaan-keluarga.
Konflik keluarga-pekerjaan yang dialami oleh narasumber, yaitu: tekanan karena masih harus mengurus rumah tangga, anak, suami, orang tua, dan kurangnya dukungan dari suami, serta hal-hal berkaitan dengan kegiatan organisasi sosial di kampung tempat mereka tinggal, terutama pada narasumber NS1, dan NS9.
Konflik pekerjaan-keluarga yang dialami narasumber, seperti: adanya panggilan kerja lembur, adanya target dalam kerja yang menyebabkan narasumber kelelahan sampai di rumah, perasaan tertekan karena sudah lelah mengerjakan tugas pekerjaan di
51
rumah, menggantikan rekan kerja untuk kerja lembur, dan mengganti operator saat cuti mendadak.
Penyelesaian konflik keluarga-pekerjaan yang dilakukan narasumber selama ini, yaitu pandai-pandai membagi waktu atau lebih disiplin membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, meningkatkan komunikasi secara intensif dengan suami, memberikan sumbangan kompensasi finansial kepada orang tua, dan saling menyadari bahwa bekerja merupakan hal yang penting sebagai penopang atau pondasi kerukunan hidup berumah tangga, serta selalu memegang teguh komitmen dalam berumah tangga.
Sementara penyelesaian konflik pekerjaan-keluarga yang dilakukan narasumber selama ini, yaitu: tetap semangat dalam bekerja walau harus dipaksakan, tetap memenuhi target pekerjaan walau harus mengabaikan perasaan, terus memotivasi diri dan berpikir positif saja dengan setiap permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan, bersikap terbuka dengan rekan dan pimpinan agar setiap hal yang dihadapi dapat selesai dengan baik, membangun sikap disiplin dalam segala hal dan terus memotivasi diri agar pikiran dan perasaan tetap positif.
4.2.6 Kinerja Narasumber sebagai Karyawan di PT. Pamor