KONSELING SPIRITUAL DAN INDIGENOUS HEALING
KONSELING SPIRITUAL DAN INDIGENOUSE HEALING
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
3. Tuliskan hasil diskusi dalam bentuk Peta Konsep sebagaimana dalam contoh gambar di atas!
4. Tempelkan hasil kerja kelompok di papan tulis/dinding kelas! 5. Pilihlah satu anggota kelompok untuk presentasi!
6. Presentasikan hasil kerja kelompok secara bergiliran, dengan waktu masing-masing +5 menit!
7. Berikan tanggapan/klarifikasi dari presentasi kelompok lain!
Uraian Materi
KONSELING SPIRITUAL DAN INDIGENOUSE HEALING Pengantar
Praksis konseling spiritual sebenarnya merupakan wujud baru dari Indigenous Psikologi dan indigenous healing. Hal ini merupakan pembuktian bahwa konseling spiritual sebagai proses pembentukan indigenous psikologi dengan alasan bahwa adanya spiritual itu telah dibuktikan oleh dasar psikologis, selanjutnya konseling spiritual sebagai proses terapi healing (bantuan diri). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat paparan berikut; Ada empat konsep dasar pendekatan dalam indigenous psychology, yaitu: 1). Pemahaman psikologis bukan pemahaman tradisi budaya, 2). Bukan bersifat artificial (buatan), 3. Prilaku yang bisa dipahami dan diinterprestasikan, 4). Refleksi realita sociocultural dalam suatu masyarakat tertentu yang merupakan “appropriate psychology”.
Adapun konsep dasar indigenous healing (bantuan yang bersifat pribumi) adalah sebagai berikut;
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
1. Secara eksistensial humanis semua budaya dapat berkembang, bukan hanya permasalahan penyakit fisik, ataupun perilaku-perilaku abnormal (psychological distress, behavioral deviance) saja, melainkan juga cara-cara khusus budaya itu sendiri dalam menyikapinya.
2. Indigenous healing berbasis pada interconnectedness dengan alam dan keseimbangan antara aspek biologi, sosial, psychological, physical serta alam lingkungan.
3. Seorang healer dalam proses helping harus memahami komunitas dengan pemahaman dan ketrampilan khusus. Sehingga terbangun kepercayaan untuk dapat menyelesaikan masalah dan membuat keputusan
4. Ada satu aspek healing yaitu dunia spirit (realm of spirits) dimana terdapat suratan takdir seseorang. Untuk itu seorang
helper berusaha untuk memasuki dunia ini dengan cara
mengikuti energi positif dari dimensi ini. Energi inilah yang diharapkan dapat ditransfer ke dalam pemahaman kongkret dan diwujudkan dalam penyelesaian masalah ataupun dalam pengambilan keputusan.
Dalam pelayanan kesehatan mental tentunya di sana terdapat bias-bias yang mungkin menghambat proses, oleh karena itu harus diperhatikan terlebih dahulu, hubungan sosial, kolektif, dan spiritual worldviews. Untuk itu ada beberapa saran buat para konselor yaitu;
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
1. Sebisanya pergunakan peran alternatif dan pelajari beberapa model indigenous dalam proses bantuan anda.
2. Dalam memberikan penilaian personal, anda harus memperhatikan faktor-faktor yang saling berhubungan.
3. Pahamilah 3 premis berikut; (DW. Sue and Sue 1999)
a. Culture-bound values: sistem nilai yang dibangun oleh budaya setempat. Konselor dapat memperhatikan pendekatan secara individual, emosional, verbal, expresi tingkah laku, ataupun pendekatan cause-effect dalam hubungan verbal, partisipasi aktif, keterbukaan, dan perbedaan antara pikiran dan tubuh.
b. Class-bound values: sistem nilai yang dibangaun dari strata. Konselor harus memperhatikan; a. Pemberian nilai batasan waktu, b. Pendekatan yang takterstruktur (unstructured
approach) dalam pemecahan masalah, dan berfokus pada
tujuan dan penyelesaian jangka panjang.
c. Language variable: variabel-variabel bahasa yang digunakan. Konselor harus memperhatikan standar bahasa yang digunakan dalam komunikasi verbal. Karena pada dasarnya norma budaya dapat berarti bilamana dikonstruk melalui bahasa dan prilaku dalam konteks budaya tertentu yang telah membuat kesepakatan bersama (mutual constitution). (H.Kim & Markus, 1999 dalam Yeh, C.J 2004)
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
Konseling Spiritual dan Indigenous Healing
Budaya selalu menekankan pada diri “self” dan selalu berhubungan dengan orang lain serta tidak dapat dipisahkan dari kontek sosialnya. Oleh karena itu dalam melakukan treatment ada 3 pendekatan;
1. Lakukan hubungan dengan komunitas, kelompok dan jaringan keluarga tertentu dalam mengamati masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan mental.
2. Anda dapat mempergunakan pemahaman spiritual ataupun keyakinan keagamaan, serta tradisi masyarakat tersebut dalam proses healing
3. Perhatikan norma budaya yang berlaku dan peliharalah kepercayaan dan kesempatan yang diberikan masyarakat dan klien anda.
Ada beberapa penyebab terjadinya problema kesehatan mental, yaitu; 1. Family relationship dynamic; dinamika hubungan keluarga
yang bermasalah
2. Fate; Suratan Takdir, dimana terdapat problem dalam riwayat kesehatan seseorang
3. Malevolent spirit; perasaan sakit yang ditimbulkan oleh jiwa yang bertabiat jahat, dengki, hasud dan lain-lain.
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
Ganguan kesehatan dapat terjadi pada pikiran (mind), atau badan (body), hal ini diakibatkan karena adanya hubungan
interrelated antara keduanya dan inilah yang memungkinkan
terjadinya punishment pada spirit ancestor “bibit jiwa” sehingga dapat merusak aturan kebiasaan seseorang. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu;
1. Untuk itu, seorang healer harus mampu mengkonsultasikan problem yang dihadapi pada badan dan pikiran sebaik mungkin sebagaimana dia dapat mengkonsultasikannya dengan spirit.
2. Keyakinan yang kuat seorang healer terhadap kesatuan diri yang terdiri dari jiwa pikiran dan badan dapat membuat tidak adanya perbedaan antara fisik dan fungsi mental. Sehingga format kehidupan seseorang itu harus merupakan hubungan satu bagian dengan yang lain, dengan lingkungan, dan dengan kosmos di sekitar dirinya.
3. Terjadinya beberapa masalah kesehatan, tekanan-tekanan diri atau problematika prilaku lainnya dapat disebabkan adanya ketidakseimbangan dan ketidakharmonisan kelompok dalam dalam hubungan antar sesama, antara individu dengan dirinya sendiri dan orang lain. Dengan kata lain tidak adanya sinkronisasi antara kekuatan internal dan eksternal dalam diri individu.
Pada dasarnya indigenous berbasis pada keterkaitan kekuatan kosmic dan beberapa energi atau kekuatan halus (subtle matter) yang
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
ada di sekitar diri kita yang mencoba memasuki alam raga seseorang. Ada beberapa contoh indigenous healing, yaitu; qigong, pranic, reiki. Adapun implikasi indigenous healing pada proses konseling adalah konselor harus mampu mengkonsultasikan dan mengkaloborasikan indigenous healer untuk menghasilkan layanan budaya psikologis yang tepat.
Ada 12 langkah bagaimana seorang konselor dapat mengintregrasikan format indigenous dalam healing, yaitu;
1. Mulai dari diri anda untuk membuka ide indigenous healing 2. Sadarilah bahwa asumsi dan keyakinan anda mungkin positif
mungkin negatif
3. Pahamilah pandangan klien tentang indigenous healing dan bagaimana format healing yang dibutuhkan oleh klien.
4. Cari dan telitilah berbagai bentuk fariasi dalam indigenous healing.
5. Ketahuilah apa saja yang mungkin dilakukan dan apa yang tidak dapat.
6. Bekali diri anda dengan selalu meningkatkan hubungan dengan para indigenous healers
7. Berdiskusilah dengan para healers tentang philosophi dan kesamaan antara konseling barat dan indigenous healing 8. Bergabungkah dengan para healer karena mereka bagian dari
proses hubungan terapiutik.
9. Buatlah aliansi therapiutic lain yang mampu mengembangkan klien dengan indigenous healers.
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
10. Pahamilah bahwa indigenous healing mungkin tidak dapat di-scientific-kan, tidak bisa diukur (measureable), atau berorientasi pada tujuan.
11. Temukanlah suatu hasil dari kerja anda dengan klien sebaik mungkin sebagaimana hasil yang diperoleh dari indigenous healing
12. Konselor harus selalu bekerja dengan framework yang memperhatikan terdapat personality congruent, oleh karena itu kembangkanlah spiritualitas dan koneksitas dengan orang lain, kosmos dan alam.
Sehubungan dengan peningkatan spiritual melalui penyeimbangan perasaan pribadi (personal balance) ada beberapa tawaran cara yaitu; dengan methode meditasi, relaksasi, terapi tahapan mimpi (dream-level therapy) dan sebagainya. Tentunya methode-methode ini tidak dapat penulis jelaskan secara detail dalam pembahasan ini.
Menurut Miller dan Thoresen sebagaimana yang dikutip Hall Charla R., Dixon, W.A., & Mauzey, E.D. (2004) mengenai pendiskripsian perihal agama dan spiritual, yaitu; a) Adanya asumsi dasar tentang penelitian spiritual. b). Overview hubungan antara agama dan kesehatan. c). Devinisi spirituality, agama religion dan keagamaan religiousness, d). Pendekaan level of evidance dalam merevie penelitian, e). Beberapa varian unik dan pendekatan causal
modeling dalam kontrol statistik, f). Kritik dan perhatian pada agama
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
Lebih lanjut, perlu dipertegas lagi permasalahan tentang pendifinisian spirituality, religion dan religiousness. Menurut Miller dan Thoresen dalam Hall (2004) ketiga konstruk tersebut merupakan hal yang idiosyncratic characteristic, dengan kata lain masing-masing konstruk tersebut memiliki ciri-ciri khusus. Selanjutnya untuk membedakan tiga hal tersebut dapat mempergunakan satu konsep cara pandang tentang agama sebagai fenomena sosial yang dipahami melalui pemahaman spiritualitas pada level individu tertentu. Sedangkan religiousness dipandang secara umum sebagai pancaran dari agama itu sendiri. Dengan kata lain, bahwa Tuhan yang digambarkan dengan rasa cinta, pengampunan dan nonjudgmental merupakan suatu hal yang bersifat spiritual, sedangkan cara seseorang mengidentifikasi diri mereka sendiri merupakan suatu pandangan religious yang diberikan Tuhan.
Miller dan Thoresen merekomondasikan sebuah pendekatan a
level of evidence approach sebagai respon pembuktian hubungan
antara spiritual, religion dan kesehatan. Pendekatan ini berfokus pada pembuktian evidence yang terstandar melalui beberapa riview dan pengujian kreteria-kreteria yang valid. Pendekatan ini memperhatikan tiga kreteria, yaitu; sound methodology, generally sound methodology, dan flowed methodology. Pendekatan ini dapat diidentifikasi dengan empat tahapan pembuktian evidence yaitu; persuasive evidence,
reasonable evidence, some avidence dan insufficient evidence setiap
level evidence dapat dihubungkan dengan significant statistik dalam setiap hubungan hipotesis.
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
Dalam hubungannya dengan statistik kontrol, Miller dan Thoresen menggunakan pendekatan the unique variance and causal
modeling approaches. Sebagai salah satu tujuan penting dalam
penelitian ini adalah untuk menjelaskan fenomena-fenomena dan bagaimana membuat prediksi-prediksi. Salah satu cara untuk memprediksi beberapa variable menjadi variable hasil atau mungkin sebagai variable dependentnya, adalah dengan cara memgadakan
measuring terhadap beberapa variable. Dalam proses penelitian
tentunya kita harus memperhatikan beberapa unique variance, artinya pada saat itu kita harus memperhatikan beberapa religious variable yang dapat diprediksikan sebagai dependent variable sebagai ukuran kesehatan mental mental well being (seperti, self esteem, kesenangan, efek-efek positif), mental tidak sehat mental illness (seperti; depresi, anxity, hopelessness, keinginan bunuh diri), ketergantungan
addictions (alcohol dan obat-obatan), beberapa ciri kesehatan fisik physical health indices (seperti; penyakit jantung, kanker,
penyakit-penyakit yang tidak terlalu serius minor illness, atau pemulihan
recovery dari sakit).
Latihan dan Praktek
1. Buatlah sebuah illustrasi masalah yang terkait dengan probema dalam ranah konseling spiritual dan agama!
2. Tunjuk beberapa orang untuk mencermati illustrasi kamu tersebut dalam konfrensi kasus!
Konseling Spiritual dalam Indigenous Healing
4. Lakukan praktek simulasi sesuai dengan temuan kasus dan analisa terapiutik baik dalam perspektif psikoterapi maupun konseling spiritual!
5. Buatlah kesimpulan dan refleksi dari kegiatan simulasi tersebut!
Konseling Spiritual dalam Al Qur’an dan Hadith