total pemantauan. Pemantauan pada bulan April terjadi peningkatan konsentrasi BOD terdapat pada lokasi pemantauan titik sampling BH-1, BH-2, BH-3 di Kabupaten Tebo dengan konsentrasi BOD sebesar 3,22 mg/L, di lokasi pemantauan BH-7 sampai dengan BH-11 di Kabupaten Muaro Jambi dengan konsentrasi BOD sebesar 3,22 mg/L. Pada bulan Mei, konsentrasi BOD meningkat mencapai 3,22 mg/L di lokasi pemantauan BH-2, BH-3 dan BH-4 di Kabupaten Tebo, di lokasi pemantauan BH-7 sampai dengan BH-11 di Kabupaten Muaro Jambi, di lokasi pemantauan BH-12 d Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pada bulan Mei juga terjad peningkatan konsentrasi BOD mencapai 3,22 mg/L di lokasi pemantauan BH-5 dan BH-6 di Kabupaten Batanghari, di lokasi pemantauan 7 dan 8 di Kabupaten Muaro Jambi serta di lokasi pemantauan BH-12 di Kabupaten tanjung Jabung Timur. Sedangkan pada bulan September, peningkatan konsentrasi BOD hingga mencapai nilai 3,22 mg/L terjadi pada semua lokasi pemantauan dari hulu ke ilir Sungai Batang Hari. Dan pada akhir waktu pemantauan bulan Oktober, peningkatan konsentrasi BOD melebihi baku mutu hingga mencapai 4,83 mg/L terjadi pada lokasi pemantauan BH-7, BH-8 dan BH-9 di Kabupaten Muaro Jambi.
Dari semua lokasi titik sampling yang dilakukan pemantauan, titik sampling BH-7 dan BH-8 di Kabupaten Muaro Jambi yang selalu mengalami peningkatan konsentrasi BOD hingga melampaui baku mutu yang ditetapkan hingga mencapai konsentrasi 4,43 mg/L. Hal ini mengindikasikan bahwa lokasi perairan pada titik sampling BH-7 yaitu Kelurahan Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi dan lokasi pemantauan BH-8 yaitu Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi mengandung banyak pencemar organik yang dihasilkan oleh buangan domestik penduduk baik sampah maupun limbah cair dan limbah industri yang dibuang ke sungai.
Gambaran kualitas air Sungai Batang Hari untuk parameter BOD tahun 2014 dapat dilihat pada Gambar 2.23. untuk setiap lokasi dan waktu pemantauan.
d). Klorin Bebas
Klorin bebas (Cl2) di perairan berasal dari limbah industri atau limbah domestik yang menggunakan khlor baik sebagai desinfektan maupun sebagai pelarut. Fenomena peningkatan konsentrasi klorin bebas pada air Sungai Batang Hari ini selama tahun 2014 yang tidak memenuhi baku mutu (> 0,03 mg/L) terjadi pada 6 titik sampling atau berkisar 10 % dari total pemantauan.
BA-
Gambar 2.23. Grafik Konsentrasi BOD Air Sungai Batang Hari Tahun 2014.
Sumber : Data Olahan Tabel SD-14 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015.
Pada bulan April, peningkatan konsentrasi klorin bebas hingga melampaui baku mutu terjadi pada titik sampling BH-7 dan BH-8 di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 0,07 mg/L dan 0,08 mg/L dan di lokasi pemantauan titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebesar 0,04 mg/L. Pemantauan pada bulan Mei, peningkatan konsentrasi klorin bebas hingga melampaui baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan titik sampling BH-7 dan BH-8 di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 0,07 mg/L dan 0,09 mg/L serta di lokasi pemantauan titik sampling BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebesar 0,07 mg/L. Sementara pada waktu pemantauan lainnya konsentrasi klorin bebas memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.
Dari hasil pengukuran, peningkatan konsentrasi klorin bebas hingga melampaui baku mutu di Sungai Batang Hari selalu terjadi di 3 (tiga) lokasi pemantauan dengan peningkatan konsentrasi yang cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil pengukuran pada lokasi dan waktu pemantauan lainnya.
Gambaran kualitas air Sungai Batang Hari untuk parameter Klorin bebas tahun 2014 dapat dilihat pada Gambar 2.24. untuk setiap lokasi dan waktu pemantauan.
e). Total Fosfat
Fosfat merupakan senyawa fosfor yang terlarut dalam air. Konsentrasi total fosfat pada air Sungai Batang Hari yang tidak memenuhi baku mutu yang dtetapkan terdapat pada 12 titik sampling lokasi pemantauan pada 2 (dua) bulan pemantauan
0 1 2 3 4 5 6 BH-1 BH-2 BH-3 BH-4 BH-5 BH-6 BH-7 BH-8 BH-9 BH-10BH-11BH-12 K on sent ra si ( m g/ L) Lokasi Pemantauan
BA-
Gambar 2.24. Grafik Konsentrasi Cl2 Air Sungai Batang Hari Tahun 2014.
Sumber : Data Olahan Tabel SD-14 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015.
selama tahun 2014 atau berkisar 20 % dari total pemantauan. Pada bulan April, konsentrasi Total Fosfat yang tidak memenuhi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-11 di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 0,23 mg/L. Konsentrasi ini tidak terlalu tinggi melampaui baku mutu yang dipersyaratkan sebesar 0,2 mg/L.
Pada bulan Mei, konsentrasi Total Fosfat yang tidak memenuhi baku mutu terjadi di 11 (sebelas) lokasi pemantauan yaitu titik sampling BH-1 hingga BH-11 dengan rentang konsentrasi 0,23 mg/L hingga 0,43 mg/L. Peningkatan konsentrasi total fosfat tertinggi terjadi pada lokasi pemantauan di Desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo dengan konsentrasi 0,43 mg/L.
Terjadinya peningkatan konsentrasi Total Fosfat terjadi dapat disebabkan oleh pelapukan batuan mineral dan dekomposisi bahan organik. Dapat juga berasal dari limbah industri dan limbah domestik yang berada di sekitar perairan berupa limbah deterjen. Atau berasal dari sektor pertanian akibat dari penggunaan pupuk yang berlebihan.
Gambaran kualitas air Sungai Batang Hari untuk parameter Total Fosfat tahun 2014 dapat dilihat pada Gambar 2.25. untuk setiap lokasi dan waktu pemantauan.
f). Fecal Coliform dan Total Coliform
Bakteri coliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, dimana bakteri ini dapat menjadi ‘tanda’ untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh bakteri patogen atau tidak.
0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 BH-1 BH-2 BH-3 BH-4 BH-5 BH-6 BH-7 BH-8 BH-9 BH-10 BH-11 BH-12 K on sent ra si ( m g/ L) Lokasi Pemantauan
BA-
Gambar 2.25. Grafik Konsentrasi T-P Air Sungai Batang Hari Tahun 2014.
Sumber : Data Olahan Tabel SD-14 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015.
Konsentrasi Fecal Coliform maupun Total Coliform semakin meningkat pada lokasi pemantauan semakin ke hilir sungai Batang Hari dengan konsentrasi yang bervariasi. Sekitar 78,33 % dari total pemantauan dimana konsentrasi Fecal Coliform melebihi baku mutu yang dipersyaratkan sedangkan untuk parameter Total Coliform sekitar 30 % dari total pemantauan konsentrasi yang melebihi baku mutu. Peningkatan konsentrasi Fecal Coliform dan Total Coliform tersebut terjadi pada setiap waktu pemantauan sepanjang tahun 2014.
Peningkatan konsentrasi Fecal Coliform yang melebihi baku mutu pada bulan April terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-3 di Kabupaten Tebo hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 1.100 jml/100 ml – 11.000 jml/100 ml. Pada bulan Mei peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-3 di Kabupaten Tebo hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 1.200 jml/100 ml – 9.400 jml/100 ml. Pada bulan Juli peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-4 di Kabupaten Tebo hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 1.100 jml/100 ml – 7.000 jml/100 ml. Pada bulan September peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-4 di Kabupaten Tebo hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 1.100 jml/100 ml – 6.300 jml/100 ml. Pada bulan Oktober peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-4 di Kabupaten
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5 BH-1 BH-2 BH-3 BH-4 BH-5 BH-6 BH-7 BH-8 BH-9 BH-10 BH-11 BH-12 K on sent ra si ( m g/ L) Lokasi Pemantauan
BA-
konsentrasi 1.300 jml/100 ml – 7.000 jml/100 ml. Dari 47 pemantauan yang dilakukan,konsentrasi Fecal Coliform tertinggi selalu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-11 Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi pada setiap waktu pemantauan.
Sementara untuk kualitas dari parameter Total Coliform peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu pada bulan April terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-9 di Kabupaten Muaro Jambi hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 6.300 jml/100 ml – 14.000 jml/100 ml. Pada bulan Mei peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-9 di Kabupaten Muaro Jambi hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 7.000 jml/100 ml – 11.000 jml/100 ml. Pada bulan Juli peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-10 di Kabupaten Muaro Jambi hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 6.300 jml/100 ml – 9.400 jml/100 ml. Pada bulan September peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-9 di Kabupaten Muaro Jambi hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 6.300 jml/100 ml – 7.900 jml/100 ml. Pada bulan Oktober peningkatan konsentrasi melebihi baku mutu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-9 di Kabupaten Muaro Jambi hingga titik BH-12 di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan rentang konsentrasi 6.300 jml/100 ml – 7.900 jml/100 ml. Dari 47 pemantauan yang dilakukan, konsentrasi Fecal Coliform tertinggi selalu terjadi pada lokasi pemantauan di titik sampling BH-11 Desa Gedong Karya, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi pada setiap waktu pemantauan.
Gambaran kualitas air Sungai Batang Hari untuk parameter Fecal Coliform dan Total Coliform tahun 2014 dapat dilihat pada Gambar 2.26. dan Gambar 2.27. untuk setiap lokasi dan waktu pemantauan.
Bila dibandingkan dengan tahun 2013, terjadi peningkatan jumlah parameter yang tidak memenuhi baku mutu yang dipersyaratan. Jika pada tahun 2013 parameter yang tidak memenuhi baku mutu berjumlah 4 (empat) parameter yaitu pH, BOD, Fecal Coliform dan Total Coliform, maka pada tahun 2014 terjadi peningkatan menjadi 7 (tujuh) parameter yang tidak memenuhi baku mutu yaitu parameter pH, TSS, BOD, Klorin bebas, Total Fosfat, Fecal Coliform dan Total Coliform.
BA-
Gambar 2.26. Grafik Konsentrasi Fecal Coliform Air Sungai Batang Hari Tahun 2014.
Sumber : Data Olahan Tabel SD-14 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015.
Gambar 2.27. Grafik Konsentrasi Total Coliform Air Sungai Batang Hari Tahun 2014
Sumber : Data Olahan Tabel SD-14 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015.
Namun jika dilihat dari jumlah pemantauan yang dilakukan, terjadi penurunan persentase jumlah pemantauan yang tidak memenuhi baku mutu terhadap 60 pemantauan yang dilakukan yaitu pada parameter pH, BOD, Fecal dan Total Coliform. Berikut perbandingan jumlah pemantauan parameter yang tidak memenuhi baku mutu di
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 BH-1 BH-2 BH-3 BH-4 BH-5 BH-6 BH-7 BH-8 BH-9 BH-10 BH-11 BH-12 K on sent ra si ( jm l/ 1 0 0 m l) Lokasi Pemantauan
April Mei Juli Sept Okt Baku Mutu
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 BH-1 BH-2 BH-3 BH-4 BH-5 BH-6 BH-7 BH-8 BH-9 BH-10BH-11BH-12 K on sent ra si ( jm l/ 1 0 0 ml ) Lokasi Pemantauan
BA-
Tabel 2.14. Perbandingan Persentase Pemantauan Terhadap Lokasi Pemantauan Parameter Yang Tidak Memenuhi Baku Mutu Sungai Batang Hari Tahun 2013 dan 2014.
No. Parameter % Pemantauan > BM Status
2013 2014
1. pH 13,33 16,67 menurun
2. TSS/Residu Tersuspensi - 6,67 menurun
3. BOD 96,67 61,67 meningkat
4. Klorin bebas - 10,00 menurun
5. Total Fosfat - 20,00 menurun
6. Fecal Coliform 91,67 78,33 meningkat
7. Total Coliform 56,67 31,67 meningkat
Sumber : Data Olahan Tabel SD-14 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015.
Jika dibandingkan berdasarkan konsentrasi tertinggi atau kondisi ekstrim dari masing-masing parameter terjadi penurunan konsentrasi parameter dan nilai pH yang tidak memenuhi baku mutu terhadap 60 pemantauan yang dilakukan yaitu pada parameter pH, BOD, Fecal dan Total Coliform. Berikut perbandingan konsentrasi ekstrim parameter yang tidak memenuhi baku mutu di Sungai Batang Hari tahun 2013 dan 2014 seperti yang terlihat pada Tabel 2.15.
Tabel 2.15. Perbandingan Konsentrasi Parameter Yang Tidak Memenuhi Baku Mutu Sungai Batang Hari Tahun 2013 dan 2014.
No. Parameter Satuan Konsentrasi Status
2013 2014
1. pH 5,5 5 menurun
2. TSS/Residu Tersuspensi mg/L - 140 menurun
3. BOD mg/L 8 4,83 meningkat
4. Klorin bebas mg/L - 0,09 menurun
5. Total Fosfat mg/L - 0,43 menurun
6. Fecal Coliform jml/100 ml 17.000 11.000 meningkat 7. Total Coliform jml/100 ml 24.000 14.000 meningkat
Sumber : Data Olahan Tabel SD-14 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015.
BA-
2). Sungai Batang Merangin
Pemantauan kualitas air Sungai Batang Merangin dilakukan sebanyak 2 (dua) kali selama tahun 2014 yaitu pada bulan Maret dan Agustus di 3 (tiga) lokasi pemantauan, yaitu:
BMerangin-1 Desa Muara Imat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. BMerangin-2 Desa Batu Penyabung, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun. BMerangin-3 Desa Kasang Melintang, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun.
Hasil pemantauan kualitas air Sungai Batang Merangin oleh BLHD Provinsi Jambi dapat dilihat pada Buku Data Tabel SD-14. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa kualitas air Sungai Batang Merangin dapat digolongkan ke dalam Kriteria Mutu Air kelas II, dimana dari 22 (dua puluh dua) parameter yang dipantau, 17 (tujuh belas) parameter diantaranya memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan, sementara 5 (lima) parameter lainnya berada diatas baku mutu sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.16.
Tabel 2.16. Parameter Kualitas Air Sungai Batang Merangin yang Tidak Memenuhi Baku Mutu Tahun 2014.
No. Parameter Satuan Baku Mutu Maret Agustus
1. pH 6 - 9 1 titik 1 titik
2. TSS/Residu Tersuspensi mg/L 50 2 titik -
3. BOD mg/L 3 - 2 titik
4. DO mg/L min 4 3 titik -
5. Fecal Coliform jml/100 ml 1.000 2 titik 2 titik
Sumber : Data Olahan Tabel SD-14 Buku Data SLHD Provinsi Jambi Tahun 2014, 2015.
Dari Tabel 2.16. terlihat bahwa kualitas air Sungai Batang Merangin mengalami penurunan akibat pencemaran yang diindikasikan dengan semakin meningkatnya konsentrasi pencemar pada parameter TSS, BOD, DO dan Fecal Coliform serta penurunan nilai pH. Penurunan konsentrasi pH terjadi pada setiap waktu pemantauan masing-masing pada satu titik sampling setiap lokasi pemantauan. Nilai pH berada di bawah batas minimum rentang yaitu 6 dan ini berindikasi bahwa Sungai Batang Merangin berada pada kondisi asam. Peningkatan konsentrasi TSS yang melebihi baku mutu hanya terjadi pada bulan Maret di 2 (dua) titik sampling sementara pemantauan pada bulan Agustus konsentrasi TSS memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan. Sebaliknya konsentrasi BOD yang meningkat melebihi baku mutu terjadi pada bulan Agustus waktu pemantauan. Konsentrasi DO tidak memenuhi baku mutu yaitu berada pada konsentrasi di bawah 4 mg/L terjadi pada bulan Maret waktu pemantauan di 3