Asuhan keperawatan keluarga adalah suatu rangkaian yang diberikan melalui praktik keperawatan kepada keluarga untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga tersebu dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan (Baylon dan Maglaya, 2007)
1. Pengkajian
Menurut Muwarni (2007), pengkajian adalah suatu tahapan dimana seseorang perawat mengambil informasi secara terus menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya. Sumber informasi dan tahapan pengkajian dapat menggunakan metode :
a. Wawancara keluarga. b. Observasi fasilitas rumah.
c. Pemeriksaan fisik dari anggota keluarga dari ujung rambut ke ujung kaki, pemeriksaan tekanan darah.
Pada proses pengkajian ada hal-hal yang perlu dikaji dalam keluarga diantaranya adalah :
a. Data umum
Dalam proses pengkajian keperawatan keluarga terhadap data umum keluarga meliputi :
1) Nama kepala keluarga (KK). 2) Alamat dan telepon.
3) Pekerjaan kepala keluarga. 4) Pendidikan kepala keluarga. 5) Komposisi keluarga (Genogram).
6) Tipe keluarga
Menjelaskan mengenai jenis tipe keluarga beserta kendala atau masalah-masalah yang terjadi dengan jenis tipe keluarga tersebut. 7) Tipe bangsa
Mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut serta mengidentifikasi budaya suku bangsa tersebut terkait dengan kesehatan.
8) Agama
Mengkaji agama yang dianut oleh keluarga serta kepercayaan yang dapat mempengaruhi kesehatan.
9) Status sosial ekonomi keluarga
Status sosial ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan baik dari kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya. Selain itu status sosial ekonomi keluarga ditentukan pula oleh kebutuhan-kebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga serta barang-barang yang dimiliki oleh keluarga.
10) Aktivitas rekreasi keluarga
Rekreasi keluarga tidak hanya dilihat kapan saja keluarga pergi bersama-sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu namun dengan menonton TV dan mendengarkan radio juga merupakan aktivitas rekreasi.
b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga 1) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti. Contoh : Keluarga Bapak A mempunyai 2 orang
anak, anak pertama berumur 7 tahun dan anak kedua berumur 4 tahun, maka keluarga Bapak A berada pada tahapan perkembangan keluarga dengan usia anak sekolah.
2) Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum terpenuhi.
3) Riwayat keluarga inti
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga inti, yang meliputi riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga, perhatian terhadap pencegahan penyakit (status imunisasi), sumber pelayanan kesehatan yang biasa digunakan keluarga serta pengalaman-pengalaman terhadap pelayanan kesehatan.
4) Riwayat keluarga sebelumnya
Dijelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak suami dan istri.
c. Pengkajian lingkungan 1) Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentifikasi dengan melihat luas rumah, tipe rumah, jumlah ruangan, jumlah jendela, pemanfaatan ruangan, peletakan perabotan rumah tangga, jenis septic tank, jarak septic tank dengan sumber air, sumber air minum yang digunakan serta denah rumah.
2) Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik dari tetangga dan komunitas setempat, yang meliputi kebiasaan, lingkungan fisik, aturan atau kesepakatan penduduk setempat, budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan.
3) Mobilitas geografis keluarga
Mobilitas geografis keluarga ditentukan dengan kebiasan keluarga berpindah tempat.
4) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul serta perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh mana keluarga interaksinya dengan masyarakat.
5) Sistem pendukung keluarga
Yang termasuk pada sistem pendukung keluarga adalah jumlah anggota keluarga yang sehat, fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang kesehatan. Fasilitas mencakup fasilitas fisik, fasilitas psikologis atau dukungan dari anggota keluarga dan fasilitas sosial atau dukungan dari masyarakat setempat.
d. Struktur keluarga
1) Pola komunikasi keluarga
Menjelaskan mengenai cara berkomunikasi antar anggota keluarga.
2) Struktur kekuatan keluarga
Kemampuan anggota keluarga mengendalikan dan mempengaruhi orang lain untuk merubah perilaku.
3) Struktur peran
Menjelaskan peran dari masing-masing anggota keluarga baik secara formal maupun informal.
4) Nilai atau norma keluarga
Menjelaskan mengenai nilai dan norma yang dianut oleh keluarga, yang berhubungan dengan kesehatan.
e. Fungsi keluarga 1) Fungsi afektif
Hal yang perlu dikaji yaitu gambaran diri anggota keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki dalam keluarga, dukungan keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, bagaimana kehangatan tercipta pada anggota keluarga, dan bagaimana keluarga mengembangkan sikap saling menghargai.
2) Fungsi sosialisasi
Hal yang perlu dikaji bagaimana interaksi atau hubungan dalam keluarga, sejauh mana anggota keluarga belajar disiplin, norma, budaya, dan perilaku.
3) Fungsi perawatan kesehatan
Menjelaskan sejauh mana keluarga menyediakan makanan, pakaian, perlindungan serta merawat anggota keluarga yang sakit. Sejauh mana pengetahuan keluarga mengenai sehat-sakit.
Kesanggupan keluarga di dalam melaksanakan perawatan kesehatan dapat dilihat dari kemampuan keluarga melaksanakan 5 tugas kesehatan keluarga, yaitu keluarga mampu mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan untuk melakukan tindakan, melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang sakit, menciptakan lingkungan yang dapat meningkatkan keehatan, dan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang terdapat di lingkungan setempat.
Hal-hal yang dikaji sejauh mana keluarga melakukan pemenuhan tugas perawatan keluarga adalah :
a) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan, yang perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga mengetahui mengenai fakta-fakta dari masalah kesehatan yang meliputi pengertian, tanda dan gejala, faktor penyebab dan yang mempengaruhinya serta persepsi keluarga terhadap masalah. b) Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan
mengenai tindakan kesehatan yang tepat, hal yang perlu dikaji adalah :
(1) Sejauh mana kemampuan keluarga mengerti mengenai sifat dan luasnya masalah.
(2) Apakah masalah kesehatan dirasakan oleh keluarga.
(3) Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialami.
(4) Apakah keluarga merasa takut akan akibat dari tindakan penyakit.
(5) Apakah keluarga mempunyai sikap negatif terhadap masalah kesehatan.
(6) Apakah keluarga dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang ada.
(7) Apakah keluarga kurang percaya terhadap tenaga kesehatan. (8) Apakah keluarga mendapat informasi yang salah terhadap
tindakan dalam mengatasi masalah.
c) Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit, yang perlu dikaji adalah :
(1) Sejauh mana keluarga mengetahui keadaan penyakit (sifat, penyebaran, komplikasi prognosa, dan cara perawatannya). (2) Sejauh mana keluarga mengetahui tentang sikap dan
perkembangan perawatan yang dibutuhkan.
(3) Sejauh mana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas yang diperlukan untuk perawatan.
(4) Sejauh mana keluarga mengetahui sumber-sumber yang ada dalam keluarga (anggota keluarga yang bertanggung jawab, sumber keuangan/financial, fasilitas fisik, psikososial). (5) Bagaimana sikap keluarga terhadap yang sakit.
d) Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat, hal yang perlu dikaji adalah :
(1) Sejauh mana keluarga mengetahui sumber-sumber keluarga yang dimiliki.
(2) Sejauh mana keluarga melihat keuntungan atau manfaat pemeliharaan lingkungan.
(3) Sejauh mana keluarga mengetahui pentingnya hygiene sanitasi.
(4) Sejauh mana keluarga mengetahui upaya pencegahan penyakit.
(5) Sejauh mana sikap/pandangan keluarga terhadap hygiene sanitasi.
(6) Sejauh mana kekompakan antar anggota keluarga.
e) Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan keluarga menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat, hal yang perlu dikaji adalah :
(1) Sejauh mana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan.
(2) Sejauh mana keluarga memahami keuntungan-keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan.
(3) Sejauh mana tingkat kepercayaan keluarga terhadap petugas dan fasilitas kesehatan.
(4) Apakah keluarga mempunyai pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan.
(5) Apakah fasilitas kesehatan yang ada terjangkau oleh keluarga.
f. Fungsi reproduksi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga ada beberapa yaitu :
a) Berapa jumlah anak.
b) Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga. c) Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya
mengendalikan jumlah anggota keluarga. g. Fungsi ekonomi
Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi ekonomi keluarga terdiri dari beberapa yaitu : 1) Sejauh mana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan.2) Sejauh mana keluarga memanfaatkan sumber yang ada di masyarakat dalam upaya peningkatan status kesehatan keluarga.
h. Stres dan koping keluarga
a) Stresor jangka pendek dan panjang
Stresor jangka pendek yaitu stresor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu ± 6 bulan. Sedangkan stresor jangka panjang yaitu stresor yang dialami keluarga yang memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 6 bulan.
b) Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor
Hal yang perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga berespon terhadap situasi atau stresor.
d) Strategi koping apa yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
e) Strategi adaptasi disfungsional
Dijelaskan mengenai strategi adaptasi disfungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
i. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan pada semua anggota keluarga. Metode yang digunakan pada pemeriksaan fisik berbeda dengan pemeriksaan fisik di klinik.
j. Harapan keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap petugas kesehatan yang ada.
2. Fokus Intervensi
a. Diagnosa : Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral (NANDA 2015). Tujuan : Setelah dilakukan pertemuan selama 2 kali tatap muka diharapkan masalah ketidakefektifan perfusi jaringan serebral dapat diminalkan.
Kriteria hasil : Keluarga dan penderita mampu merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi (NOC).
Intervensi :
1) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah hipertensi (NIC). a) Jelaskan pada keluarga mengenai hipertensi.
c) Evaluasi kembali penjelasan yang telah disampaikan pada keluarga.
d) Beri reinforcement positif pada keluarga atas jawaban yang benar.
2) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dengan masalah hipertensi (NIC).
(a) Diskusikan dengan keluarga dalam mengambil keputusan dengan tindakan masalah hipertensi.
(b) Motivasi keluarga untuk mengambil keputusan mengenai masalah hipertensi.
(c) Evaluasi kembali penjelasan yang telah disampaikan. (d) Beri reinforcement jika jawaban benar.
3) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi (NIC).
(a) Diskusikan dengan keluarga cara perawatan anggota keluarga dengan masalah hipertensi.
(b) Evaluasi kembali penjelasan yang telah disampaikan. (c) Beri reinforcement jika jawaban benar.
4) Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan untuk anggota keluarga dengan masalah hipertensi (NIC).
(a) Diskusikan dengan keluarga bagaimana lingkungan yang nyaman bagi penderita hipertensi.
(c) Motivasi kembali agar keluarga menerangkan kembali penjelasan yang telah disampaikan.
(d) Beri reinforcement positif jika jawaban benar.
5) Ketidakmampuan keluarga menfaatkan fasilitas kesehatan (NIC). (a) Diskusikan dengan keluarga tempat – tempat pelayanan
kesehatan yang ada.
(b) Diskusikan dengan keluarga tentang manfaat pelayanan kesehtan serta menyarankan supaya datang ke pelayanan kesehatan yang ada.
(c) Evaluasi kembali tentang penjelasan yang telah diberikan tentang manfaat fasilitas kesehatan.
(d) Beri reinforcement positif jika jawaban benar b. Diagnosa : Penurunan Koping Keluarga (NANDA 2015)
Tujuan : Setelah dilakukan pertemuan selam 2 kali tatap muka diharapkan masalah penurunan koping keluarga dapat diminalkan. Kriteria hasil :
Keluarga dan penderita mampu merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi (NOC).
Intervensi :
1) Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah hipertensi (NIC). a) Jelaskan pada keluarga mengenai hipertensi.
b) Diskusikan dengan keluarga tentang penyebab hipertensi. c) Evaluasi kembali penjelasan yang telah disampaikan pada
d) Beri reinforcement positif pada keluarga atas jawaban yang benar.
2) Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dengan masalah hipertensi (NIC).
a) Diskusikan dengan keluarga dalam mengambil keputusan dengan tindakan masalah hipertensi.
b) Motivasi keluarga untuk mengambil keputusan mengenai masalah hipertensi.
c) Evaluasi kembali penjelasan yang telah disampaikan. d) Beri reinforcement jika jawaban benar.
3) Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan masalah hipertensi (NIC).
a) Diskusikan dengan keluarga cara perawatan anggota keluarga dengan masalah hipertensi.
b) Evaluasi kembali penjelasan yang telah disampaikan. c) Beri reinforcement jika jawaban benar.
4) Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan untuk anggota keluarga dengan masalah hipertensi (NIC).
a) Diskusikan dengan keluarga bagaimana lingkungan yang nyaman bagi penderita hipertensi.
b) Modifikasi lingkungan keluarga untuk penderita hipertensi c) Motivasi kembali agar keluarga menerangkan kembali
penjelasan yang telah disampaikan.
5) Ketidakmampuan keluarga menfaatkan fasilitas kesehatan (NIC). a) Diskusikan dengan keluarga tempat – tempat pelayanan kesehatan
yang ada.
b) Diskusikan dengan keluarga tentang manfaat pelayanan kesehtan serta menyarankan supaya datang ke pelayanan kesehatan yang ada.
c) Evaluasi kembali tentang penjelasan yang telah diberikan tentang manfaat fasilitas kesehatan.
d) Beri reinforcement positif jika jawaban benar.
3. Implementasi
Tindakan perawat untuk membantu kepentingan klien, keluarga dan komunitas dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi fisik, emosional, psikososial, budaya dan lingkungan dimana mereka mencari bantuan. Tindakan keperawatan adalah implementasi / pelaksanaan dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik.Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing orderuntuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan.
Tujuan dari pelaksanaan adalah membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dan memfasilitasi koping. Dalam tahap ini perawat harus mengetahui berbagai hal diantaranya bahaya-bahaya fisik dan perlindungan pada klien, teknik komunikasi, kemampuan dalam prosedur tindakan, pemahaman tentang hak-hak dari pasien serta dalam memahami tingkat perkembangan pasien. Pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah direncanakan dengan menerapkan teknik
komunikasi terapeutik. Dalam pelaksanakan tindakan perlu melibatkan seluruh anggota keluarga dan selama tindakan perawat perlu memantau respon verbal dan nonverbal keluarga.
Tindakan keperawatan keluarga mencakup :
a. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai masalah dan kebutuhan kesehatan dengan cara memberikan informasi dan memberikan kebutuhan dan harapan tentang kesehatan.
b. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat, dengan cara mengidentifikasi konsekuensi tidak melakukan tindakan, mengidentifikasi sumber sumber yang dimiliki keluarga, dan mengidentifikasi tentang konsekuensi tipe tindakan.
c. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang sakit, dengan cara mendemonstrasikan cara perawatan, menggunakan alat dan fasilitas yang ada di rumah, dan mengawasi keluarga melakukan perawatan.
d. Membantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat lingkungan menjadi sehat dengan cara menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga dan melakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin.
e. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dengan cara mengenalkan fasilitas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga dan membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada.
Selama melakukan tindakan, anda diharapkan tetap mengumpulkan data baru, seperti respon klien terhadap tindakan atau situasi yang berganti dan perubahan-perubahan situasi. Yang harus menjadi perhatian adalah pada keadaan ini perawat harus fleksibel dalam menerapkan tindakan. Beberapa kendala yang sering terjadi dalam implementasi adalah ide yang tidak mungkin, pandangan negatif terhadap keluarga, kurang perhatian terhadap kekuatan dan sumber-sumber yang dimiliki keluarga serta penyalahgunaan budaya atau gender.
4. Evaluasi
Evaluasi adalah tindakan untuk melengkapi proses keperawatan yang menandakan seberapa jauh diagnosa keperawatan, rencana tindakan dan pelaksanaannya sudah berhasil dicapai. Meskipun tahap evalusi diletakkan pada akhir proses keperawatan, evaluasi merupakan bagian integral pada setiap tahap proses keperawatan.
Adapun proses keperawatan yang dilakukan seperti: a. Mengukur pencapaian tujuan klien
1) Kognitif (pengetahuan)
Untuk mengukur kemampuan klien, setelah klien diajarkan tehnik-tehnik perawatan tertentu.
2) Affektif (status emosional)
Cenderung kepenilaian subyektif yang sangat sulit diukur. 3) Psikomotor.
b. Penentuan keputusan pada tahap evaluasi
1) klien telah mencapai hasil yang ditentukan dalam tujuan. 2) klien masih dalam proses mencapai tujuan yang ditentukan. 3) klien tidak dapat mencapai hasil yang telah ditentukan.