• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP DASAR DAN PERKEMBANGAN PERHATIAN Uraian Materi Perkuliahan

Dalam dokumen MODUL HAMBATAN APMx (Halaman 87-94)

Konsep Dasar Perhatian (Atensi)

Atensi atau perhatian merupakan suatu proses ketertarikan seseorang atau individu terhadap sesuatu. Sesuatu itu dapat berupa benda, orang, atau aktivitas yang menarik dan menjadikannya pilihan. Perhatian biasanya melibatkan sensori input atau sistem indera penglihatan, pendengaran, atau

indera lainnya. Akan tetapi yang paling dominan dalam perhatian ini adalah indera penglihatan dan indera pendengaran.

Konsentrasi merupakan suatu proses yang memungkinkan seseorang dapat menentukan pilihan dan dalam waktu tertentu dapat memusatkan perhatiannya pada sesuatu atau obyek yang menjadi dipilihannya.

Aspek yang sangat berperan dalam proses pemahaman terhadap dunia luar adalah aspek kognisi atau berfikir, sedang perhatian (attention) merupakan salah satu unsur dari kognisi

Penerimaan informasi dimulai dengan proses penerimaan rangsang luar melalui indera yang sesuai yang dimiliki oleh anak, untuk kemudian diberikan tanggapan atau respon (misalnya mata, sebagai indera penglihatan dalam menerima rangsang sinar ataui cahaya, telinga sebagai indera pendengaran dalam menerima rangsang suara). Rangsang yang diterima anak sangat banyak dan sifatnya bervariasi. Anak tidak dapat memberikan respon sekaligus pada setiap rangsang yang datang kepadanya. Pada saat itulah unsur perhatian dibutuhkan anak. Anak harus memilih atau menyeleksi satu rangsang yang spesifik sesuai kebutuhannya dan ia akan mengabaikan rangsang yang lainnya. Rangsang yang dipilih anak, akan menjadi inti (figure), sedang yang diabaikan menjadi latar belakang (ground)

Menurut Taylor (Rutter & Hay, 1994) dan Wenar (1994) untuk memperoleh informasi mengenai dunia luar secara utuh, terdapat tiga aktivitas yang dilakukan pada unsur perhatian (attention), yaitu pemusatan (focusing), mempertahankan (sustaining) dan intensitas (intensity)

Aktivitas pemusatan (focusing), dalam unsur perhatian, dimulai dengan menyaring dan menyeleksi rangsang yang diterimanya. Bila telah terseleksi, maka anak akan memusatkan perhatiannya pada satu rangsang. Setelah itu, anak akan mengatur dan mengarahkan dirinya untuk melakukan aktivitas atau tugas sebagai respon terhadap stimulus tersebut.

Aktivitas mempertahankan (suistaining) ditujukan pada kemampuan anak untuk dalam jangka waktu tertentu, memusatkan perhatiannya terhadap aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Biasanya kemampuan ini dinyatakan dengan waktu (detik, menit, jam) dan digunakan istilah rentang perhatian (attention span). Kemampuan mempertahankan perhatian ini penting dalam kehidupan sehari-hari dimana sangat berharga dalam mengembangkan kemampuan anak menyelesaikan masalah dalam aktivitas atau tugasnya dimasa dewasa kelak.

Pada aktivitas intensitas (intensity) , perhatian ditujukan pada besar energi yang digunakan oleh anak untuk memusatkan perhatian dalam menyelesaikan tugas yang dihadapinya. Aktivitas ini menunjukkan kekuatan anak dalam memusatkan perhatian.

Aktivitas memusatkan, mempertahankan, dan intensitas, saling terikat antara satu dengan lainnya dalam proses penerimaan informasi. Penerimaan informasi secara utuh, akan menentukan pemahaman anak mengenai dunia luarnya. Pemahaman ini akan ditampilkan dengan tingkah laku yang sesuai sebagai respon terhadap informasi yang diterimanya. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa kualitas keterikatan dari ketiga aktivitas ini akan menentukan kualitas pemahaman anak terhadap dunia luar.

Perkembangan Aspek Perhatian (attention) 1. Periode bayi (lahir s/d 24 bulan)

a. Periode lahir s/d 3 bulan

Sejak seorang bayi dilahirkan, ia sudah dikelilingi oleh rangsang di luar dirinya. Dalam menanggapi rangsang tersebut, ia menangkapnya secara garis besar. Ia belum mampu untuk mengamati rangsangan secara detail, dan membedakan antara rangsangan dengan tepat. Disamping itu, ia juga belum mampu memusatkan perhatiannya sehingga mudah sekali teralihkan oleh rangsang-rangsang yang terkena pada inderanya, terutama indera penglihatan dan pendengarannya. Oleh karena itu, bayi sangat mudah pecah perhatiannya. Sebagai contoh; seorang bayi sedang menyusui, apabila mendengar sesuatu melalui indera telinganya, ia akan berhenti sebentar. b. Periode 3 s/d 24 bulan

Menguatnya otot mata, kematangan saraf-saraf mata dan telinga, maka sesudah usia 3 bulan merupakan periode seorang bayi mengembangkan usaha untuk memperhatikan sesuatu yang menarik perhatiannya. Saat ini bayi pun mulai mengembangkan kemampuan membedakan antara rangsang yang dikenalinya dengan yang tidak, misalnya antara suara ibunya dan yang bukan ibunya. Semakin banyak rangsangan yang menarik perhatiannya ia semakin belajar membedakan rangsang-rangsang yang ada.

Pada tahun pertama, bayi pun mulai mengembangkan fleksibilitas dalam pengamatan. Saat itu bayi mulai aktif mengeksplorasi lingkungan. Menurut Schaefer dan Millman dalam Yuke R Siregar (1999), bahwa pada saat itu

bayi mulai mengembangkan kemampuan memusatkan perhatian terhadap rangsang yang spesifik, walaupun kemampuan mempertahankan terhadap rangsangan hanya sekitar lima menit.

Pada usia 12 s/d 24 bulan, ia mulai memperlihatkan keinginan berdiri sendiri. Saat itu, ia memiliki tingkatan aktifitas motorik yang tinggi. Bayi pun mulai menyukai bermain dengan alat permainan. Biasanya ia mampu memusatkan dan mempunyai rentang perhatian selam tujuh menit. Antara usia 12 s/d 24 bulan masih sering menampilkan perpindahan dari satu aktivitas ke aktivitas lain, atau bermain dengan satu permainan berpindah ke permainan lain.

2. Usia 24 s/d 60 bulan

Anak-anak usia 24 s/d 60 bulan seringkali dikenal dengan istilah anak-anak pra sekolah. Usia ini ditandai dengan tingkahl akunya yang selalu bergerak, mengeksplorasi lingkungan, dan bertanya. Oleh karena itu, segala sesuatu yang ada di lingkungan sangat menarik perhatiannya.

Pada saat ini pun, anak menyenangi bermain dengan menggunakan alat permainan. Anak juga mulai menyukai bermain dengan anak-anak sebayanya. Mereka sudah dapat memfokuskan, mempertahankan perhatiannya pada aktivitas bermain dalam jangka waktu yang cukup lama. Rentang perhatian yang dimunculkan pada usia dua tahun adalah tujuh menit, usia tiga tahun adalah sembilan menit, usia empat tahun adalah 14 menit, dan usia lima tahun adalah 15 menit (Schaefer dan Millman 1983, dalam Yuke R Siregar, 1999).

Bila seorang anak usia dua tahun dapat bermain selama 10 menit, maka ia memiliki rentang perhatian yang panjang, namun sebaliknya bila anak usia dua tahun memiliki rentang perhatian selama tiga s/d empat menit, maka ia membutuhkan perhatian.

3. Usia sekolah dasar ( 6 atau 7 tahun s/d 12 atau 13 tshun)

Pada periode anak usia sekolah dasar, ia diharapkan telah memiliki kemampuan mengontrol diri, mengatur tugas, mengarahkan diri terhadap suatu tujuan yang ingin dicapai.selain itu ia juga mampu berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain dalam jangka waktu yang cukup lama. Anak-anak pada periode ini, sudah mampu mengikuti, menyelesaikan tugas- tugas yang diberikan dengan baik, di rumah maupun di sekolah. Mereka sudah mampu duduk diam, mendengarkan guru dan mengikuti perintah yang diberikan. Jadi anak-anak pada usia tersebut sudah mampu memfokuskan, mempertahankan dan memiliki intensitas dalam perhatiannya dengan jangka waktu yang cukup panjang yaitu sekitar 30 s/d 60 menit.

Latihan 1

1. Dapatkah Anda menjelaskan apa yang dimaksud dengan perhatian (atensi) ? Bagaimana proses perhatian bisa terjadi pada seoseorang ?

2. Proses perhatian (atensi) mengalami perkembangan secara bertahap. Dapatkah Anda menjelaskan proses perkembangan tersebut pada anak sampai usia tiga tahun ?

Rangkuman

Perhatian (attention) merupakan salah satu unsur dari kognisi. Perhatian biasanya melibatkan input sensori berbagai sistem indera seperti penglihatan dan pendengaran. Untuk memperoleh informasi mengenai dunia luar secara utuh, terdapat tiga aktivitas yang dilakukan pada unsur perhatian (attention), yaitu pemusatan (focusing), mempertahankan (sustaining) dan intensitas (intensity),

Aktivitas pemusatan (focusing), dalam unsur perhatian, dimulai dengan menyaring dan menyeleksi rangsang yang diterimanya. Aktivitas mempertahankan (suistaining) ditujukan pada kemampuan anak untuk dalam jangka waktu tertentu, memusatkan perhatiannya terhadap aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Pada aktivitas intensitas (intensity) , perhatian ditujukan pada besarnya energi yang digunakan oleh anak untuk memusatkan perhatian dalam menyelesaikan tugas yang dihadapinya.

Aktivitas memusatkan, mempertahankan, dan intensitas, saling terikat antara satu dengan lainnya dalam proses penerimaan informasi. Penerimaan informasi secara utuh, akan menentukan pemahaman anak mengenai dunia luarnya.

Tes Formatif 1

1. Rentang perhatian (attention span) merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukan :

a. kemampuan anak dalam memusatkan perhatiannya

c. lamanya waktu yang digunakan dalam mempertahankan perhatian d. semua benar

2. Aktivitas pemusatan (focusing) pada proses perhatian dimulai dengan : a. menyaring dan menyeleksi rangsang yang diterimanya

b. mempertahankan perhatian untuk jangka waktu tertentu c. menggunkan energy yang besar untuk memperhatikan d. semua benar

b. Kegiatan Belajar 2

Dalam dokumen MODUL HAMBATAN APMx (Halaman 87-94)

Dokumen terkait