• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka

1. Konsep Dasar Peraturan Tata Tertib Sekolah

Untuk menciptakan sebuah tatanam kehidupan yang lebih terjaga dalam sebuah tempat atau daerah maka diperlukan suatu peraturan yang nyaman dan mengikat semua individu untuk menjalankan suatu norma sosial dan menciptakan stabilitas lingkungan yang adil demi tercapainya suasana yang kondusif dan kelangsungan lingkungan tetap terjaga.

Dalam konteks lingkungan sekolah, terdapat banyak peraturan yang dirumuskan untuk menciptakan suasana sosial yang aman dan terkendali dalam menjalankan kegiatan guna mencapai tujuan sebagaimana diharapkan masyarakat maka sekolah memfungsikan manajemen, baik dalam proses perencanaan, pengorganisasian maupun pengawasan bagi terjaminnya kelancaran tugas, pelayanan peserta didik dan orang tua secara baik sehingga mengeluarkan lulusan sebagaimana diharapkan masyarakat.

Tata tertib sekolah sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah. Peserta didik yang melanggar tata tertib sekolah bisa diberi sanksi sesuai dengan yang di tentukan dan disepakati oleh peserta didik.

Pada awal masuknya peserta didik di sekolah, para peserta didik memang diminta untuk tanda tangan kesediaannya untuk mematuhi atau mentaati peraturan sekolah dan tata tertib sekolah.

Menegakkan tata tertib sekolah harus dimulai dari sekolah itu sendiri, yaitu Kepala Sekolah, Guru, semua peserta didik dan unsur masyarakat sebagai salah satu penentu kebijakan sekolah.Departemen pendidikan nasional memuat bahwa tata tertib yaitu seperangkat aturan atau ketentuan yang secara organisator mengikat semua komponen sekolah.

Terdapat dalam Permendikbud yang menyatakan bahwa baik peserta didik, guru, kepala sekolah, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Sebagai lembaga pendidikan, sekolah mempunyai fungsi dan tugas edukatif yang meliputi tiga dimensi yaitu mendidik dan menghasilkan etika, dalam pergaulan, mengajar menghasilkan kecerdasan dan melatih menghasilkan keterampilan. Permendikbud No.

19 Tahun 2007 mengatur pedoman Pelaksanaan Tata Tertib dalam poin a dan c sebagai berikut:

Sekolah/Madrasah menetapkan pedoman tata tertib yang berisi:

a. Tata tertib pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik termasuk dalam hal menggunakan dan memelihara sarana dan prasarana pendidikan.

b. Petunjuk, peringatan, dan larangan dalam berperilaku di sekolah/Madrasah, serta pemberian sanksi bagi warga yang melanggar tata tertib.

c. Tata Tertib sekolah/Madrasah, ditetapkan oleh kepala sekolah/Madrasah melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan masukan komite sekolah/madrasah, dan peserta didik.

Berdasarkan Permendikbud diatas menjadi rujukan utama dalam merumuskan dan melaksanakan suatu aturan yang mempunyai relasi dengan lingkungan sekolah dengan memperhatikan kebutuhan mendasar dari dirumuskannya peraturan sekolah.

10

Menurut Sulaiman (2001 : 22) Tata tertib juga dapat digunakan sebagai petunjuk agar warga sekolah dapat melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik, bekerja secara tertib, tidak mengganggu kepentingan orang lain, dan berlaku santun.

Tata tertib akan lebih membuat rasa senang seseorang jika dibuat tidak dalam kalimat negatif. Oleh karena itu, sangat perlu adanya sejumlah kriteria untuk peserta didik sebagai subyek.

2. Pengertian dan Tujuan Tata Tertib Sekolah 1. Pengertian Tata Tertib Sekolah

Masing- masing komunitas dalam sebuah masyarakat memiliki tata tertib atau sebuah aturan. Peraturan-peraturan tersebut digunakan untuk mengatur pola kehidupan masyarakat agar berjalan dengan stabil. Begitu pula halnya lembaga pendidikan, beda dalam setiap sekolah untuk menentukan tata tertibnya, ada banyak kesamaan di masing- masing aturan tata tertib yang diberlakukan sekolah-sekolah.

Secara umum tata tertib sekolah dapat diartikan sebagai ikatan atau aturan yang harus dipatuhi oleh setiap warga sekolah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Bilamana ada suatu aturan maka akan ada pula hukuman yang harus dijalani saat munculnya suatu pelanggaran dari aturan tersebut. Hukuman tersebut merupakan suatu sanksi yang diterima oleh seseorang sebagai akibat dari pelanggaran atau aturan-aturan yang telah ditetapkan. Sanksi demikian, dapat berupa material dan dapat pula berupa non material. Tujuan dari adanya hukuman adalah sebagai alat pendidikan dimana hukuman yang diberikan justru harus dapat mendidik dan menyadarkan peserta didik. Sedangkan menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1998:37), mengemukakan bahwa tata tertib di sekolah adalah peraturan

yang mengatur segenap tingkah laku para peserta didik selama mereka bersekolah untuk menciptakan suasana yang mendukung pendidikan.

Menurut Habsari (2005 : 15 ) tata tertib sekolah merupakan sejumlah peraturan yang harus ditaati atau dilaksanakan di sekolah agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan lancar. Tata tertib tersebut dibuat untuk dipatuhi oleh peserta didik, sedangkan sekolah adalah institusi pendidikan yang melaksanakan sebuah proses belajar mengajar. Selain itu menurut Arikunto (1990 : 122) dalam tata tertib sekolah memuat :

a. Tingkah laku yang diharuskan dan yang dilarang.

b. Sanksi atau akibat yang menjadi tanggung jawab pelanggar peraturan.

c. Prosedur untuk menyampaikan tata tertib kepada subjek yang dikenai tata tertib tersebut.

Jadi yang kami maksud dengan tata tertib sekolah dalam konteks ini adalah seperangkat aturan yang dibuat oleh pihak sekolah untuk dilaksanakan dengan tujuan menanamkan jiwa kedisiplinan warga sekolah, terutama peserta didik sehingga terciptanya suasana yang harmonis dan akomodatif.

1. Tujuan Tata Tertib Sekolah

Secara umum, tata tertib sekolah mempunyai tujuan utama agar semua peserta didik sekolah mengetahui apa tugas, hak, dan kewajiban serta melaksanakan dengan baik sehingga kegiatan sekolah dapat berjalan dengan lancar. Prinsip tata tertib sekolah adalah diharuskan, dianjurkan, dan ada yang tidak boleh dilakukan dalam pergaulan di lingkungan sekolah.

Sedangkan menurut Kusmiati, bah wa tujuan diadakannya tata tertib adalah

12

bertujuan peraturan keamanan adalah untuk mewujudkan rasa aman dan tenteram serta bebas dari rasa takut baik lahir maupun batin yang dirasakan oleh seluruh warga, sebab jika antar individu tidak saling mengganggu maka akan melahirkan perasaan tenang dalam diri setiap individu dan siap untuk mengikuti kegiatan sehari-hari.

Tata tertib sekolah dibuat dengan tujuan sebagai berikut:

1. Agar peserta didik mengetahui tugas, hak, dan kewajibannya.

Agar peserta didik mengetahui hal-hal yang diperbolehkan dan kreativitas Dalam sebuah tata tertib sekolah harus ada sanksi atau hukuman bagi yang melanggarnya. Hukuman yang dijatuhkan sebagai jalan keluar terakhir harus di pertimbangkan perkembangan peserta didik. Dengan demikian, perkembangan jiwa peserta didik tidak dan jangan sampai dirugikan.

Adapun salah satu perwujudan dari hukuman yang dapat diberikan adalah skors untuk beberapa hari bagi peserta didik yang terbukti melanggar. Sanksi demikian hendaknya diberikan jika yang bersangkutan layak diberi sanksi, dan mungkin sebelumnya sudah mendapat peringatan secara ringan dan keras, lisan dan tulisan. Tanpa didahului oleh peringatan demikian, hukuman skor-sing secara tiba-tiba akan menyebabkan peserta didik akan terkejut, terkecuali pelanggaran yang fatal.

Haruslah disadari bahwa hukuman bukanlah dimaksudkan untuk balas dendam melainkan menyadarkan dan mendidik peserta didik, dan juga hukuman tidak dimaksudkan untuk melampiaskan kemarahan pendidik dan kepala sekolah kepada peserta didik.

2. meningkat serta terhindar dari masalah-masalah yang dapat menyulitkan dirinya

3. Agar peserta didik mengetahui dan melaksanakan dengan baik seluruh kegiatan yang telah diprogramkan oleh sekolah baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Selain itu tata tertib juga mempunyai tujuan untuk menjaga kepentingan semua pihak untuk melaksanakan kegiatan akademik dengan baik, menjaga agar tindakan/pelanggaran yang bersifat merugikan kepentingan umum dalam sekolah (termasuk kenyamanan dan kesehatan) dapat dicegah dan diberikan sanksi bagi yang melanggarnya, memberikan dorongan pada peserta didik dalam membentuk karakter yang baik sesuai dengan ciri-ciri yang dicapai.

Pada saat peserta didik baru, perlu diperkenalkan terlebih dahulu dengan tata tertib sekolah, sebab tata tertib sekolah ini mengatur perilaku peserta didik di sekolah.

Adapun tata tertib sekolah yang harus dipatuhi oleh peserta didik adalah:

a) Peserta didik wajib berpakaian sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh sekolah.

b) Peserta didik wajib memelihara dan menjaga ketertiban serta menjunjung tinggi nama baik sekolah.

c) Peserta didik harus hadir di sekolah paling lambat 5 menit sebelum pelajaran dimulai.

d) Peserta didik harus siap memulai pelajaran yang telah di tetapkan oleh sekolah.

e) Setiap hari senin peserta didik wajib mengikuti upacara bendera.

f) Setiap hari jum‟at diwajibkan mengikuti sholat.

g) Pada jam istirahat para peserta didik tidak dibenarkan berada dalam ruangan kelas atau meninggalkan pekarangan sekolah, kecuali ijin kepala sekolah atau guru

14

disekolah.

h) Selama jam sekolah berlangsung, peserta didik dilarang meninggalkan sekolah tanpa ijin kepala sekolah atau guru di sekolah.

i) Setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti pelajaran harus dengan menunjukkan keterangan sah.

j) Setiap peserta didik wajib memelihara dan menjaga kebersihan sekolah.

k) Peserta didiktidak dibenarkan membawa rokok atau merokok, baik dalam kelas maupun halaman sekolah, dan lingkungannya.

l) Peserta didik dilarang perpakaian yang berlebihan dan memakai perhiasan yang mencolok.

m) Peserta didik dilarang membawa segala sesuatu yang dapat mengganggu pelajaran.

n) Peserta didik dilarang mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu pelajaran di sekolah.

o) Pelanggaran atas tata tertib sekolah dapat menyebabkan peserta didik dikeluarkan dari sekolah setelah mendapat peringatan lisan,tertulis,dan skorsing sementara.

2. Isi Tata Tertib Sekolah

Tata tertib sekolah sebagaimana tercantum di dalam Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14/4/1974Tanggal 1 Mei 1974 mencakup aspek-aspek sebagai berikut:

a. Tugas dan kewajiban dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler.

b. Larangan- larangan bagi pesertadidik c. Sanksi-sanksi bagi pesertadidik

Tata tertib sekolah bukan hanya sekedar kelengkapan dari sekolah, melainkan

merupakan kebutuhan yang harus mendapat perhatian dari semua pihak yang terkait, terutama dari peserta didik, sehubungan dengan hal tersebut, sekolah pada umumnya menyusun pedoman tata tertib sekolah bagi semua pihak yang terkait bagi guru, tenaga administrasi maupun peserta didik.

Dokumen terkait