• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.4 Konsep Dasar Perpindahan Kalor

Perpindahan panas mencakup mengenai perpindahan energi karena perbedaan

temperature diantara dua benda atau material. Disamping itu perpindahan panas juga

Persamaan fundamental didalam perpindahan panas merupakan persamaan

kecepatan yang menghubungkan kecepatan perpindahan panas sebagai diantara dua

sistem dengan sifat termodinamis dalam sistem tersebut. Gabungan persamaan

kecepatan, kesetimbangan energi, dan persamaan keadaan termodinamis

menghasilkan persamaan yang dapat memberikan distribusi temperature dan

kecepatan perpindahan panas. Jadi, pada dasarnya teori perpindahan panas adalah

termodinamika dengan persamaan kecepatan yang ditambahkan.

2.4.1 Hukum Thermodinamika

Thermodinamika merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan

( pertukaran ) antara panas dan kerja. Hubungan ini didasarkan pada Hukum

Thermodinamika Pertama dan Hukum Thermodinamika Kedua. Prinsip - prinsip dan

metode-metode Thermodinamika dipakai pada perencanaan-perencanaan

motor-motor bakar ( turbin ),pusat-pusat tenaga nuklir, pesawat-pesawat pendingin dengan

tenaga listrik, aliran panas dan kesetimbangan reaksi kimia.

Berbagai konsep, model, dan hukum Thermodinamika dan perpindahan kalor

dikembangkan dari serangkaian konsep yang di kembangkan dari dunia fisika, model

khusus, dan juga hukum yang digunakan untuk memecah masalah dari system

2.4.2 Sifat Termodinamika

Bagian penting yang lain dalam menganalisis system termal adalah penentuan

sifat termodinamika yang bersangkutan.suatu sifat adalah setiap karakteristik atau

cirri bahan yang dijajaki secara kuantatif, seperti suhu, tekanan dan rapat massa.

Kerja perpindahan kalor dapat dijajaki dalam hal perubahan sifat-sifatnya, tetapui

keduanya bukan merupakan sifat itu sendiri. Suatu sifat adalah segala sesuatu yang

dimiliki bahan itu. Kerja dan perpindahan kalor adalah hal yang dilakukan terhadap

suatu system untuk mengubah sifat-sifatnya. Kerja dan kalor dapat diukur hanya

dengan pembatas system dan jumlah energi yang dipindahkan tergantung pada

terjadinya perubahan.

Oleh karena termodinamika berkisar pada energi maka seluruh sifat-sifat

termodinamika berkaitan dengan energi. Keadaan atau kondisi termodinamika suatu

system didefenisikan berdasarkan sifat-sifatnya.

2.4.3 Suhu ( t )

Suhu dari suatu bahan menyatakan keadaan termalnya dan kemampuannya

untuk bertukar energi dengan bahan lain yang bersentuhan dengannya. Jadi suatu

bahan yang bersuhu lebih tinggi akan memberikan energi kepada bahan lain yang

suhunya lebih rendah . titik acuan bagi skala celcius adalah titik beku air ( 0 ºC) dan

Suhu absolute ( T ) adalah derajat diatas suhu nol absolute yang dinyatakan

dengan dengan Kelvin : ( K ) ; yaitu T = t ºC + 273. oleh karena itu interval antar

suhu pada kedua skala suhu tersebut identik maka beda suhu pada suhu Celcius

dinyatakan dengan Kelvin ( K ).

2.4.4 Tekanan ( p )

Tekanan adalah gaya normal (tegak lurus) yang diberikan oleh suatu fluida

per-satuan luas benda yang terkena gaya tersebut.tekanan absolute adalah tekanan

diatas nol ( tekanan yang sebenarnya yang berada diatas nol ): tekanan pengukuran

( gauge pressure) diukur atas tekanan atmosfer suatu tempat ( nol tekanan pengukuran

= tekanan atmosfer ditempat atmosfer ditempat tersebut ).

Satuan yang dipakai untuk tekanan adalah newton per-meter kuadrat ( N/m ), juga

disebut pascal (Pa).newton adalah satuan gaya.

2

Tekanan atmosfer standart adalah 1,01325 X 105 N/m2

Tekanan dapat diukur dengan dengan instrument seperti tera-ukur tekanan

( pressure gauges) atau manometer yang diperlihatkan secara skematik, dipasang pada

suatu saluran udara.oleh karena salah satu ujung manometer terbuka ke atmosfer

maka pergeseran muka air dalam manometer hanya menunjukkan tekanan

2.4.5 Kalor Spesifik

Kalor spesifik dari suatu alat bahan adalah jumlah energi yang diperlukan

untuk menaikkan suhu satu-satuan massa bahan tersebut sebesar 1ºK. oleh karena

besaran ini dipengaruhi oleh cara proses berlangsung, maka cara kalor ditambahkan

atau dilepaskan harus disebutkan. Dua besaran yang umum adalah kalor spesifik pada

tekanan tetap (cp). besaran yang kedua lebih banyak berguna bagi kita karena banyak

dipakai pada proses pemanasan dan pendinginan dalam teknik refrigasi dan

pengkondisian udara.

Nilai pendekatan untuk kalor spesifik dari beberapa bahan yang penting

adalah sebagai berikut,

Udara kering Air Uap air Cp =        . / 88 , 1 . / 19 , 4 . / 0 , 1 kg kJ kg kJ kg kJ

Dengan J melambangkan satuan energi, joule.

2.4.6 Entalpi ( h ).

Apabila proses dengan tekanan tetap diatas ditambahkan batasan dengan

meniadakan kerja yang dilakukan terhadap bahan, misalnya pada sebuah compressor

perubahan entalpi dari bahan itu. Tabel dan grafik untuk berbagai bahan sudah

tersedia. Nilai entalpi ini didasarkan pada sejumlah bidang datar data yang dipilih

secara bebas. Sebagai contoh, bidang datar data untuk air dan uap air (steam) adalah

suatu nilai entalpi bagi air pada suhu 0 ºC . berlandaskan pada bidang datar tersebut

entalpi air pada suhu 100 ºC adalah 419,06 kJ/kg dan uap air pada (steam) pada 100

ºC adalah 2676 kJ/kg.

Sumber Lit. 7 Hal. 16

2.4.7 Sifat –Sifat Cairan – Uap

Umumnya sistem pemanasan atau pendingin menggunakan aliran

substansi-substansi yang berupa cairan atau uap yang berubah-ubah keadaannya saat menjalani

pendauran. Contoh dari substansi ini adalah uap air dan refrigran. Oleh karena

tekanan, suhu, dan entalpi adalah sifat penentu selam perubahan, hubungan antara

sifat-sifat ini dimuat dalam table atau digambarkan pada grafik misalnya diagram

hubungan entalpi yang ditunjukkan pada diagram diatas.

Tiga daerah utama dalam diagram ini adalah (1) daerah cairan bawah dingin

(subcooled-liquid) pada bagian kiri, (2) daerah cairan uap dibagian tengah, dan (3)

daerah uap panas-lanjut (superheated-steam) pada bagian kanan. Dalam daerah 1

hanya terdapat cairan , dalam daerah 3 hanya terdapat uap, dan dalam daerah 2

terdapat cairan dan uap bersama-sama. Daerah 2 dan 3 dipisahkan oleh garis uap

jenuh. Bila kita bergeser dari kiri ke kanan sepanjang garis mendatar dengan tekanan

konstan, yaitu dari garis cair-jenuh, campuran cairan dan uap berubah dari 100 persen

cairan ke 100 persen uap.

Tiga garis suhu konstan yang diperlihatkan pada grafik diatas , untuk t = 50

ºC, t = 100 ºC, dan t = 150 ºC . air mendidih pada suhu yang lebih tinggi bila tekanan

lebih tinggi. Untuk tekanan pada 12,3 kPa, air mendidih pada suhu 50 ºC, tapi pada

Dokumen terkait