BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Landasan Teori
2.2.5 Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan menguntungkan. Dalam suatu organisasi,sistem informasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.
Tujuan dari sistem informasi adalah sebagai berikut :
a. Menyajikan informasi guna mendukung pengambilan keputusan. b. Menyajikan informasi guna mendukung kegiatan oprasi harian. c. Menyajikan informasi yang berkaitan dengan kepengurusan. Operasi dasar sistem informasi adalah sebagai berikut :
a. Mengumpulkan informasi. b. Mengolah informasi. c. Menyimpan informasi. d. Menyebarkan informasi.
2.2.5.1. Komponen Sistem Informasi
a. Perangkat Keras (Hardware)
Mencakup piranti-piranti fisik seperti printer dan printer. b. Perangkat Lunak (Software)
Sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras dapat memproses data. c. Orang (Brainware)
Pihak yang bertanggungjawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.
d. Prosedur
Aturan yang digunakan untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
e. Jaringan Komputer
Sistem penghubung yang memungkinkan sumber daya dapat dipakai secara bersama. f. Basis Data (Database)
Sekumpulan tabel yang saling berelasi dengan penyimpanan data
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dijelaskan beberapa pengertian tentang sistem informasi, diantaranya :
a. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, ilmu teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting,memproses
tipe transaksi tertentu,member sinyal kepada manajemen dan lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan ekternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan suatu keputusan.
b. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi,mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan laporan yang diperlukan.
Menurut John Burch dan Gary Grudnitski,sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan blok bangunan (Building Block).Blok bangunan terdiri dari enam macam blok.Keenam blok harus saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dalam satu kesatuan.Berikut dibawah ini gambar dari blok bangunan :
Gambar 2.3.Blok Bangunan
Berikut dibawah ini penjelasan dari gambar diatas :
a. Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi berupa metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan yaitu berupa dokumen-dokumen dasar.
b. Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur,logika dan model matematika yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
c. Blok Keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkat manajemen serta semua pemakai sistem.
d. Blok Teknologi
Teknologi merupakan kotak alat (tool box) dalam sistem informasi dan digunakan untuk menerima input,menjalankan model,menyimpan dan mengakses data,menghasilkan sekaligus mengirimkan keluaran dan membantu penegendalian dari sistem secara keseluruhan.
e. Blok Basis Data
Merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya,tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
f. Blok Kendali
Pengendalian perlu dirancang dan ditetapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah atau jika terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.
2.2.5.2.Arsitektur Informasi
Arsitektur informasi disebut juga dengan arsitektur teknologi informasi,arsitektur sistem informasi dan infrastruktur teknologi informasi.Arsiektur Informasi berguna sebagai penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi blueprint untuk arahan dimasa mendatang.
Berikut beberapa definisi dari arsitektur informasi yaitu :
a. Pemetaan atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi (Turban,McLean,Wetherbe,1999).
b. Bentuk khusus yang menggunakan teknologi informasi dalam organisasi untuk mencapai tujuan atau fungsi-fungsi yang telah dipilih (Laudon & Laudon,1998).
c. Desain sistem komputer secara keseluruhan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi yang spesifik (Zwass,1998).
Arsitektur informasi dapat dibedakan menjadi 3 macam bentuk yaitu : a. Arsitektur Tersentralisasi
Arsitektur tersentralisasi sudah dikenal semenjak tahun 1960an dengan mainframe
ditujukan untuk menangani data yang berukuran besar,dengan ribuan terminal untuk mengakses data dengan respon yang sangat cepat.Implementasi dari arsitektur tersentraslisasi adalah pemrosesan data yang terpusat.Semua pemrosesan data dilakukan oleh komputer yang ditempatkan didalam suatu lokasi yang ditujukan untuk melayani semua pemakai dalam suatu organisasi.
Gambar 2.4.Arsitektur Tersentralisasi
b. Arsitektur Desentralisasi
Arsitektur desentralisasi merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar atau terdistribusi. Sistem pemrosesan data terdistribusi terdiri dari sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi yang dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan yang sama secara mandiri tetapi masih bisa berinteraski dalam pertukaran data.Model sederhana sistem pemrosesan terdistribusi terdapat pada sejumlah komputer yang terhubung dalam jaringan yang menggunakan arsitektur peer to peer dimana pada model ini komputer memiliki control terhadap resource misalnya data,printer atau lainnya tetapi memungkinkan komputer lain dapat menggunakan resource tersebut.
Gambar 2.5.Arsitektur Desentralisasi
c. Arsitektur Client/Server
Pada arsitektur ini,ada bagian yang disebut client dan ada yang disebut server.Client
adalah sistem atau proses yang melakukan permintaan data atau layanan ke server.Server
adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh
client.Client mempunyai kemampuan untuk melakukan pemrosesan sendiri.Ketika sebuah client meminta suatu data ke server,server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client.Setelah diterima,client segera melakukan pemrosesan.Model client server banyak diterapkan pada sistem informasi.
Gambar 2.6.Arsitektur Client Server
2.2.5.3.Peranan Komputer dalam Sistem Informasi
Komputer memiliki peran penting untuk membantu manusia dalam menyelesaikan dan memecahkan masalah yang dihadapinya.Jika pengolahan data dilakukan secara manual tidak akan menjamin ketelitian serta kebenaran hasil atau informasi yang diinginkan.Masalah pendataan dan pengolahan data dapat dipecahkan dengan mudah dalam waktu singkat dengan
menggunakan alat bantu komputer.Peranan komputer dalam suatu sistem informasi sangatlah penting.Hal ini diakibatkan banyaknya data yang akan diolah dengan beraneka ragam jenis data.Oleh karena itu komputer memiliki peranan penting dalam melakukan pengolahan data yang banyak dan beraneka ragam informasi yang dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.
2.2.6. Perangkat Keras