BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Hasil dan pembahasan penelitian di dinas kependudukan dan pencatatan
Etika birokrasi adalah sebagai seperangkat nilai dapat menjadi acuan atau mengarahkan bagi tindakan manusia dalam organisasi. Etika dalam konteks birokrasi digambarkan sebagai suatu pedoman norma bagi pejabat birokrasi untuk mengerjakan suatu tugas pelayanan untuk masyarakat. Etika birokrasi wajib mengutamakan suatu kepentingan publik dari pada kepentingan pribadi, kelompok maupun organisasinya.
Etika wajib menuntun suatu pilihan-pilihan kebijakan yang benar-benar mementingkan kepentingan masyarakat luas.Oleh karena etika mempermasalahkan “baik-buruk” dan bukan “benar-salah” tentang sikap, tindakan dan perilaku manusia dalam hubungan dengan sesamanya baik dalam masyarakat maupun organisasi publik, maka etika mempunyai tugas penting dalam meneliti administrasi negara.
Etika yang diberlakukan di catatan sipil bone dengan melakukan suatu sikap,tindakan dan perilaku sudah cukup baik tetapi masih perlu ditingkatkan saja, dan mengenai fasilitas didalam instansi tersebut masih
kurang seperti kursi yang terdapat diruang tunggu atau diruang pelayanan masih kurang sekali sehingga masyarakat yang ada disitu berdesak- desakan dan ada juga yang lainnya menunggu diluar kantor karna tidak cukup mampu menampung jika semuanya berada dalam kantor tersebut.
Barikut ini indikator- indikator penerapan nilai-nilai Etika Birokrasi Di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone sebagai berikut :
a. Penerapan Nilai- Nilai Sifat Kejujuran Dan Terbuka Dalam Pelayanan Di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Kabupaten Bone
Kejujuran dalam pelayanan usaha-usaha sudah maksimal dilakukan, namun masih kurang jika dilihat dari: a) Tidak menyalahgunakan wewenang dalam pelayanan (masih terdapat penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan aparat birokrasi); b) Transparansi dalam pelayanan (aparat belum memberikan informasi yang jelas dan benar kepada pengguna jasa); c) Sikap aparat dalam pelayanan (aparat belum menunjukkan sikap ramah, sopan, dan santun pada pengguna jasa); d) Kesetiaan dalam pelayanan (masih ada pegawai yang tidak berada pada tempat kerjanya atau mejanya kosong disaat pengguna jasa membutuhkan pelayanan).
“Masalah kejujuran dan keterbukaan yaitu kalau keterbukaan kita pake sistem transparansi tidak ada staf yang jaga diruangan disitu jadi disitu kita melihat tingkat kejujuran, itulah langkah-langkah yang kita laksanakan
membuat suatu sistem transparansi.” (Hasil wawancara H.Is kepala bidang administrasi Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, tanggal 8 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan, disini mereka harus saling memahami satu sama lain yaitu pegawai dan masyarakat itu sendiri karna masyarakat juga harus mengerti memahami pentingnya yang namanya dokumen kependudukan dan juga pegawai Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone juga harus adil dan bekerja sama.
Kode etik pelayanan banyak upaya-upaya yang telah dilakukan, tetapi masih kurang dan rendah kesadaran aparat jika dilihat dari: a) keikhlasan dalam pemberian pelayanan (masih ada aparat yang mengharapkan belas jasa); b) pelayanan sesuai aturan yang ditetapkan (masih banyak aparat dalam pemberianpelayanan melanggar prosedur dan ketentuan yang ada dan banyak pengguna jasa menggunakan biro jasa dalam mengurus keperluannya); c) Pilih kasih dalam pelayanan (masih terdapat sikap dan tindakan aparat yang membeda-bedakan pelayanan); d) Kepuasan dalam pelayanan (masih terdapat adanya keluhan-keluhan dari masyarakat terkait proses pelayanan di Dinas tersebut).
“ini menggunakan transparansi terbuka disini kita terapkan standar operasional maksimal kalau berkas lengkap maka beberapa hari bisa diambil dan kita juga menerapkan standar operasional minimal karna kemungkinan berkas yang dibawa masyarakat kepada kami tidak lengkap jadi kami suruh lengkapi dulu, kejujuran yang dapat kita lihat yaitu dengan melalui transparansi ini, dan sekarang kita menggunakan online jadi ada bukti pengiriman misalnya
mereka kirim berkasnya sama kita jadi kita suruh ambil setelah kita sudah memperbaiki atau membuatkan dokumennya karna kita diatur oleh sistem.” (Hasil wawancara A.M.Y.P kepala bidang OPTD kerja sama dinas kependudukan dan catatan sipil, tanggal 8 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa disini mereka menggunakan tarnsparansi dan juga melalui online dengan pengiriman lewat email atau nomor kontak dari Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone dan lewat dari situ mereka muda mendapatkan yang mana jujur yang mana tidak karna mereka dapat melihat bukti chat atau pengiriman lewat disitu juga waktu pengirimannya.
“ saya merasa agak sedikit susah untuk bertanya dengan pegawai,pas saya mengisi formulir banyak hal yang saya tidak mengerti, maklum saya tidak sekolah tinggi, jadi saya terus bertanya tapi mereka terkadang cuek mungkin mereka sibuk makanya begitu”.(hasil wawancara KA pada tanggal 9 10 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa seharusnya mereka sebelumnya memberikan pengarahan tentang cara pendaftaran baik melalui online ataupun melalui langsung agar masyarakat tidak kebingungan begitu.
“Jadi saya mau mengurus perpindahan kependudukan asal saya dari sini terus saya ikut istri kk saya yang tinggal dipangkep makanya saya mau urus ini, sebenarnya pihak dinasnya itu sudah baik dek memberikan pelayanannya malah masyarakat ajah kurang tertib dalam antri saja masih banyak yang berdiri padahal berkas sudah dikumpulkan tinggal duduk saja nanti kan dipanggil yah seperti itu dek”.(hasil wawancara FA pada tanggal 9 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa, peraturan dikantor tersebut seharusnya lebih memperhatikan lagi masyarakat yang dalam pengurusan untuk menginfokan agar tertib dan adil dalam pelayanan agar masyarakat tidak berdesak- desakan.
Dari beberapa hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian masyarakat kurang puas dengan pelayanan Di Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone masih perlu ditingkatkan dalam pelayanan yang baik agar masyarakat tidak mngeluh lagi tentang pelayanannya.
Dari hasil observasi dapat disimpulkan bahwa beberapa masyakat yang kurang paham tentang sistem atau aturan yang yang sudah diterapkan dikantor ini maka dari itu aparat perlu lebih meningkatkan perhatiannya kemasyarakat dengan cara mensosialisasikan cara pendaftaran yang benar agar masyarakat tau caranya dan selalu menginformasikan untuk selalu tertib dan masalah peralatan yang ada dikantor tersebut seharusnya memperluas ruangan tunggu agar masyarakat yang datang dikantor tersebut nyaman puas dalam pelayanannya.
Perilaku adil dan tidak diskriminatif dapat diikur berdasarkan sikap aparat dalam memberikan perlakuan yang sama kepada masyarakat dan menghindari terjadinya praktek suap menyuap. Aparat di dinas kependudukan dan catatan sipil
kabupaten bone sudah berusaha menerapkan keadilan yaitu berusaha memberikan perlakuan yang sama dalam pelayanan kepada semua masyarakat yang ada dikabupaten bone. Namun berbedah dengan kaluhan masyarakat yang mendapatkan perlakuan yang tidak sama dengan masyarakat lain yang memiliki hubungan keluarga, kerabat atau kenalan dengan petugas pelayanan tanpa mengikuti prosedur yang ada. Hal tersebut menunjukkan masih ada tindakan deskriminasi yang terjadi pada pelayanan akta kelahiran Didinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupten Bone.
Sikap etika Didinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone dapat diukur dari transparansi, melakukan kegiatan kongkrit, memiliki keahlian dan keterampilan, menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, serta memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.
Sikap profesinal di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone belum dapat dikatakan terpenuhi karena masih adanya keluhan masyarakat yang menyatakan pelayanan akta kelahiran di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone tidak transparan, dalam hal ini prosedur pelayanan akta kelahiran yang tidak jelas dan dianggap berbelit- belit.
b. Penerapan Nilai-Nilai Perilaku Sopan Dan Ramah Dalam Pelayanan Di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Kabupaten Bone
perilaku menggunakan fasilitas pelayanan dengan baik di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone dapat diukur dari sarana dan prasarana yang memadai dan kenyamanan dalam menggunakan fasilitas. Terkait masalah sarana dan prasarana yang memadai yang ada diruangan pelayanan kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone terlihat sudah cukup lengkap, komputernya lebih dari 10, jadi setiap pemohon yang ingin mengurus akta kelahiran tidak perlu lama menunggu, karena pegawai yang bertugas memberikan layanan bertugas memberikan layanan akan mengerjakan dengan cepat proses pengurusan akta kelahiran dengan menggunakan komputer.
Selain kepuasan masyarakat mengenai sarana dan prasarana yang memadai pada kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bone, masyarakat juga merasa puas dengan dengan kenyamanan fasilitas- fasilitas yang tersedia. Kenyamanan dan kepuasan masyarakat dalam pengurusan akta kelahiran bukan hanya bergantung pada keramahan dan keahlian para petugas saja, namun dengan suasana ruang pelayanan yang sejuk namun kursinya belum memuaskan karna masih sedikit yang disediakan
kursi pelayanan, sehingga membuat masyarakat kurang betah didalam ruangan tersebut.
“Dicapil ini semua punya standar SOP (standar operasional prosedur) nya, dengan adanya covid 19 ini kita membuat satu unit pelayanan yaitu pelayanan online dengan tujuan ini untuk menghindari orang ramai datang di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, dengan adanya online ini jalan seperti biasanya bahkan lebih ramai pelayanan ini dibandingkan pelayanan yang dulu karna orang-orang enak tinggal dirumah, tinggal kirim,foto”. (Hasil wawancara H.Is kepala bidang administrasi dinas kependudukan dan catatn sipil tanggal 8 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan dimana kita dilihat memang mereka tertib dan disiplin mereka tidak mau melayani jika tidak lengkap persyaratan yg sudah ditetapkan dikantor tersebut jika ingin dibuatkan dokumen,jadi yang tidak lengkap mereka disuruh pulang untuk melengkapi terlebih dahulu persyaratan yang dibutuhkan di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipiltersebut .
“ kita disini tekankan pada pelayanan selalu sopan karna sifat masyarakat itu berbeda-beda jadi semua yang datang mengurus disini pasti mendesak terus karena istilahnya mereka butuh sekali baru mengurus keperluan mereka, kenapa tidak disiapkan memang dari awal, disini kami selalu maksimal mungkin kalau masalah pelayanannya”.
(Hasil wawancara A. M.Y.P kepala bidang OPTD kerja sama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tanggal 8 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan, dikantor tersebut memang terhitung ramah tapi ada juga sebagian yang tidak ramah ada juga yang tidak peduli dengan masyarkat yang mau melayani sibuk dengan kegiatan masing- masing, tapi
saya lihat banyak pegawai disitu terhitung ramah dan sopan dan pekah terhadap masyarakat.
“ Jadi saya mau mengurus perpindahan kependudukan asal saya dari sini terus saya ikut istri kk saya yang tinggal dipangkep makanya saya mau urus ini, sebenarnya pihak dinasnya itu sudah baik dek memberikan pelayanannya malah masyarakat ajah kurang tertib dalam antri saja masih banyak yang berdiri padahal berkas sudah dikumpulkan tinggal duduk saja nanti kan dipanggil yah seperti itu dek”.(hasil wawancara KA pada tanggal 9 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa dinas kependudukan dan pencatatan sipil tersebut sudah dalam pelayanan yang bagus dan sopan namun masyarakat yang kurang mengerti tentang peraturan yang ada di kantor tersebut.
“saya pernah mengurus KTP dikantor, saya liat mereka lebih mengutamakan kekeluargaan dari pada masyarakat yang bukan keluarga aparat atau yang sedang mengantri, dalam segi pelayanan mereka baik dan sopan”.( hasil wawancara RN pada tanggal 10 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa aparat dikantor tersebut harus adil dalam memberikan pelayanan tidak seharusnya membeda-bedakan satu sama lain meski itu keluarga atau bukan tidak seharusnya bersikap yang tidak adil ini perlu untuk ditingkatkan agar tercapai kepuasan masyarakat dalam pelayanan.
Berdasarkan beberapa hasil wawancara sebelumnya dapat disimpulkan bahwa ternyata masih ada aparat disitu yang masih mengutamakan yang namanya sistem kekeluargaan ini namanya tidak adil pada masyarakat dan masih ada juga masyarakat yang
kurang paham pada peraturan yang sudah diterapkan dalam kantor maka itu perlu ditingkatkan lagi masalah pelayanannya.
Dari hasil observasi peneliti menyimpulkan bahwa Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil aparatnya sudah bagus dan sopan dan ramah namun harus bersikap adil dalam pelayanan kepada masyarakat yang dilayaninya, namun masyarakat juga harus tau aturan dalam kantor tersebut namun kadang mereka tidak mempedulikan peraturan yang ada.
c. Penerapan Nilai-Nilai Tindakan Dengan Cepat Dan Tepat Dalam Pelayanan Di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone
Diawal tahun 2020, Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bone kembali melakukan kegiatan pelayanan keliling jemput bola, cetak ditempat yang disingkat (pake jempol cepat). Kegiatan yang dilaksanakan di 6 lokasi berbeda ini, diperuntukkan begi penduduk untuk melengkapi dokumen kependudukannya. Enam lokasi tersebut yakni desa timurung (ajangale), desa pattiro (dua boccoe), desa mattoanging (tellu siattinge), desa panyiwi (cenrana), desa paccing (awangpone) serta desa mappesangka (ponre). Melihat antusiasme penduduk melengkapi dokumen kependudukannya, Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone Drs. A.D
menginstruksikan jajarannya agar pelayanan keliling ini menuntaskan semua permohonan sampai selesai.
Adapun jenis dokumen kependudukan yang dilayani berupa katu keluarga (KK) cetak di tempat, surat keterangan pengganti KTP-EI (suket) cetak tempat, perekaman KTP elektronik, Akta kelahiran cetak ditempat dan kartu identitas Anak (KIA).
“tindakan cepat yag dilakukan dikantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone adalah melakukan pelayanan keliling kedesa atau ke kecamatan, dan selain itu dinas kependudukan ini juga membuka pelayanan online sehingga orang-orang yang tidak bisa pergi ke Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil atau alsannya karna jauh , mereka bisa mendaftar melalui online dengan menggunakan email atau wathsapp”. (Hasil wawancara H.Is kepala bidang administrasi Dinas Kependudukan Dan Catatn Sipil tanggal 8 juni 2020).
Pendapat peneliti, dengan adanya pelayanan keliling ini yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone di setiap kecamatan masyarakat dapat mudah untuk pergi disitu untuk bikin dokumen kependudukan tapi bagaimana dengan yang desa terpencil yang jarak rumahnya dari tempat yang ditempati pelyanan keliling itu jauh jaraknya , yang tidak mempunyai kendaraan, dan biaya untuk kesana dan waktu dan tenaga. Jadi perlu juga dipikirkan itu, tapi dibalik itu juga yang bertugas dipelayanan keliling itu tidak juga bisa menjangkau semua yang desa terpencil jadi dengan begitu masyarakat juga harus memahami dan pentingnya dokumen kependudukan tersebut.
Penduduk yang dikunjungi merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Disamping dapat menghemat biaya dan waktu, mereka merasa terlayani dengan cepat. Hal ini terlihat dari antusiasme penduduk yang sangat ramai sampai malam hari. Dari hasil pelayanan keliling tersebut tercatat dokumen kependudukan yang tersalurkan sebanyak 377 kartu keluarga, 834 kartu identitas anak, 486 akta kelahiran dan 227 suket.
“tingkat pelayanan disini istilahnya luar biasa karna kadang kami bekerja bukan jam kantor, kadang kami bekerja sampai malam. Jam kerja disini hanya sampai jam 4 tapi kami tidak kadang melanjutkan kerja kami pada saat selesai shalat magrib untuk menyelesaikan semua dokumen-dokumen masyarakat”. (Hasil wawancara A. M. Y.P.kepala bidang OPTD kerja sama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tanggal 8 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa aparat disini memang rajin bekerja tetapi kadang terlambat penyelesaian dokumen tersebut mungkin karna kendala jaringan atau masalah komputer terbatas.
Diskriminasi pelayanan, terdapat tindakan diskriminasi aparat jika dilihat dari: a) Tindakan pilih kasih dalam pelayanan (terdapat tindakan membeda-bedakan pengguna jasa oleh aparat birokrasi baik dari sisi materi, etnis, status sosial, dan kekerabatan);
b) Posisi masyarakat dalam pelayanan (pengguna jasa tidak memiliki posisi tawar dalam proses pelayanan, sehingga posisinya selalu dipersulit); c) Alasan diskriminasi pelayanan (terjadi tindakan aparat melayani pengguna jasa yang belum memenuhi
kelengkapan persyaratan); d) Perlakuan yang sama (ada sikap memihak dan tindakan tidak adil aparat birokrasi dalam proses pelayanan).
“ saya sedang mengurus kartu keluarga dan akta kelahiran,saya sudah mengumpulnya dri minggu lalu tetapi saya tidak pernah dikabari kalau sudah selesai apa belum makanya saya pergi cek dan menanyakan apakah sudah selesai atau belum ternyata sudah selesai kata pegawai disitu dokumen ibu sudah selesai dari hari yang lalu tapi saya tidak dapat informasi masalah penyelesaiannya makanya saya telat mengambilnya”(hasil wawancara FA pada tanggal 9 juni 2020)
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa seharusnya sebelum masyarakat mengumpulkan berkas tersebut ditanyakan berapa hari penyelesaiannya sehingga masyarakat bisa mengambilnya dengan tepat waktu dan sesuai yang dijanjikan, tetapi aparat disini tidak memberitahunya kapan penyelesaian berkas tersebut.
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa penyelesaian dokumen seharusnya diinfokan atau memberitahukan masyarakat jika ada masalah pnyelesaiannya sehingga masyarakat tidak terlalu berharap cepat penyelesaian dokumen tersebut.
Dari beberapa hasil wawancara sebelumnya dapat disimpulkan bahwa masih ada beberapa masyarakat yang mengeluh masalah ketepatan waktunya tidak sesuai yang masyakat harapkan dan juga tidak sesuai dengan peraturan yang ada masih perlu ditingkatkan lagi.
Dari hasil observasi dapat disimpulkan bahwa penyelesaian dokumen harusnya ditanyakan sebelum pengumpulan berkasnya supaya masyarakat bisa mengambil tepat waktu tetapi tidak ditanya, meski mereka sudah menerapkan aturan 3 hari paling lambat penyelesaian dokumen tersebut tetapi terkadang terhambat masalah jaringan ataupun kumputer terbatas sehingga penyelesaian dokumen tersebut lambat selesai, meski begitu perlu ditingkatkan kembali atau dilakukan dengan cara memberikan informasi yang jelas dan mengusahakan untuk menambah lagi alat dikantor tersebut begitu juga dengan tempat duduk dan ruangan yang terbatas perlu untuk diperluas lagi agar masyarakat nyaman saat mengantri atau menunggu.
d. Kinerja Birokrat Dalam Melaksanakan Proses Pelayanan Adapun Tanggung jawab pelayanan secara umum belum menunjukkan hasil yang mengembirakan dengan kata lain kesadaran akan tanggung jawab masih kurang jika dilihat dari: a) Ketepatan dalam pelayanan (masalah keterlambatan pegawai belum ada yang saya dengar kalau masalah keterlambatan,masih baik
dalam ketepatan waktunya); b) Pelemparan tanggung jawab (banyak masyarakat mengeluh karna adanya pelayanan yang masih kurang baik, membuang waktu, dan tenaga); c) Pemeliharaan dan penggunaan pasilitas kantor (sudah baik); d) Menyadari kepentingan publik (masih ada pegawai yang mementingkan kepentingan pribadi dan terlalu tunduk dengan apa yang diperintahkan pimpinan).
“Kinerja dalam pegawai disini semua punya standarnya, kita punya program dan digital disitu kita mengukur kinerjanya berapa target yang itu harus di selesaikan jadi kita punya yang namanya SKP (Sasaran Kerja Pegawai) itu dibuat dan diaplikasikan setiap bidang targetnya misalnya bulan 1 sampai bulan 12 diterbitkan dokumennya sekian itu dihitung perbulan disitu kinerja kita”. (Hasil wawancara H.Is kepala bidang administrasi Dinas Kependudukan Dan Catatn Sipil tanggal 8 juni 2020).
Berdsarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa, terlihat memang disitu cukup banyak sekali masyarakat mengurus sehingga pegawai disitu bekerja keras agar dokumen tersebut dikerja kan dengan cepat dan tepat biar masyarakat juga dapat cepat mendapatkan dokumen yang mereka inginkan tetapi mereka cukup melayani masyarakat dengan baik dan cukup ramah dalam pelayanannya tetapi hanya perlu ditingkatkan lagi karna kadang juga ada masyarakat yang komplen masalah dokumen yang terlalu lama dibuatkan enda selesai-selesai.
“itu luar biasa kadang-kadang kami bekerja diluar jadwal misalnya sudah jam pulang kantor kita disini tetap bekerja”.
(Hasil wawancara A.M.Y.P kepala bidang OPTD kerja
sama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tanggal 8 juni 2020).
Berdasarkan kutipan wawancara diatas menunjukkan bahwa, bahwa memang benar adanya mereka ada yang bekerja hingga bukan jam kantor ada juga sebagian yang sudah pulang karna jam kantor sudah berakhir, pernah saya lihat saya kebetulan lewat depan kantor tersebut saat sekitaran jam 5 lewat disitu saya liat masi ada sebgaian pegawai yang masih tetap bekerja.
e. Faktor- Faktor Yang Menjadi Kendala Yang Dihadapi Pegawai Dalam Pelayanan
Kendala-kendala yang dimaksud menurut edi purwoyuwono (2014) dapat kita ketahui,antara lain :
1. Sumber daya manusia
Sumber daya manusia yang kurang memadai, baik ditingkat kecamatan maupun kabupaten yang berdampak pada proses pelayanan KTP, kartu keluarga dan akta kelahiran manjadi terambat
2. Anggaran atau dana
Terbatasnya dana yang dimiliki Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil membuat beberapa program yang ada didinas kependudukan dan catatan sipil menjadi terambat, misalnya saja dalam hal pemberian sosialisasi kepada masyarakat yang berada dikawasan terpencil atau kawasan perbatasan, tentunya kegiatan tersebut membutuhkan dana, namun demikian
kegiatan tersebut kerap kali diabaikan kerena terbatas dengan anggaran yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil meskipun mereka adakan pelayanan keliling perkecamatan tapi masyarakat yang berada jaug atau didaerah lorong tempat tinggalnya mereka tidak bisa juga untuk kesana.
3. Kendala kesadaran masyarakat
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memahami betapa pentingnya legalitas kependudukan dan juga kurang dalam memahami persyaratan ysng harus dipenuhi apabila ingin mengajukan permohonan baik itu administrasi kependudukan maupun administrasi catatan sipil, sehingga berkas- berkas yang diajukan tidak lengkap.
4. Kurang memadainya sarana dan prasarana
Gedung atau kantor operasinalnya masih belum layak, misalnya dari segi ukuran sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak optimal serta pengelolaan arsip yang tidak sebagaimana mestinya, misalnya saja karena ruangan yang kecil mambuat beberapa arsip harus diletakkan dilantai yang tentu saja menganggu kinerja serta dapat berpengaruh terhadap pengarsipan yang tidak sesuai standar.
Gedung atau kantor operasinalnya masih belum layak, misalnya dari segi ukuran sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak optimal serta pengelolaan arsip yang tidak sebagaimana mestinya, misalnya saja karena ruangan yang kecil mambuat beberapa arsip harus diletakkan dilantai yang tentu saja menganggu kinerja serta dapat berpengaruh terhadap pengarsipan yang tidak sesuai standar.