• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab VI Penerapan Kriteria Perancangan Fisik Rumah Susun bagi Nelayan di Lorong Proyek, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Lorong Proyek, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan,

MEDAN BELAWAN, SUMATERA UTARA

4.1. Konsep Kegiatan

Yang menjadi objek pengamatan dalam penelitian ini adalah suatu permukiman nelayan yang terdapat di Lorong Proyek, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara. Pada lokasi tersebut terdapat fasilitas seperti rumah tinggal penduduk serta wadah interaksi sosial antar penghuni seperti toko (warung/kedai), aksesibilitas kendaraan umum & pribadi serta pejalan kaki, sarana ibadah, sarana pendidikan, kesehatan dan pemerintahan, sarana olahraga berupa lapangan futsal, sarana & prasarana utilitas seperti MCK, tempat pembuangan sampah, sistem air bersih dan kotor, listrik, dan air hujan serta tempat aktivitas nelayan berupa tempat penyimpanan alat pancing, tempat menjemur ikan, TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dan tempat memarkirkan perahu nelayan.

Pendekatan perilaku untuk permukiman nelayan ini dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok yaitu perilaku di dalam rumah/hunian (keluarga) dan perilaku dalam berinteraksi sosial di luar rumah/hunian (komunitas/sosial). Perilaku di dalam rumah menentukan type/desain unit rumah susun dan perilaku dalam interaksi sosial di luar rumah (komunitas/sosial) menentukan sarana dan prasarana rumah susun (Gambar 4.1).

Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia berperilaku di dalam lingkungan (komunitas/sosial)nya yang dapat diamati dari fenomena perilaku-lingkungan; kelompok-kelompok pemakai; tempat terjadinya aktivitas. Fenomena ini menunjuk pada pola-pola perilaku pribadi di lokasi penelitian dan sekitarnya, yang berkaitan dengan lingkungan fisik yang ada, terkait dengan perilaku interpersonal manusia atau perilaku sosial manusia yang meliputi ruang personal (personal space), teritorialitas (territoriality), kesesakan dan kepadatan (crowding dan density) serta privasi (privacy). Kelompok–kelompok pemakai berasal dari pelaku kegiatan (aktivitas) di lokasi penelitian yaitu keluarga nelayan yang terdiri dari ayah (nelayan), ibu dan anak. Keluarga nelayan adalah extended family yang artinya bisa terdiri atas beberapa keluarga dalam 1 rumah yang terkadang membutuhkan suatu ukuran rumah yang lebih luas. Tempat terjadinya aktivitas dalam penelitian ini adalah di tempat terjadinya perilaku yaitu di dalam rumah/hunian (keluarga) dan di luar rumah/hunian (komunitas/sosial).

Gambar 4.1 Pendekatan Perilaku Pada Rumah Susun Bagi Nelayan (Putra, 2013)

Keeratan hubungan antar tetangga di lokasi penelitian ini juga menentukan wadah (ruang) interaksi sosial di dalam rumah susun. Dilihat dari peta bahwa jangkauan rumah tangga mengenal baik tetangga sekitar radius 1 km yang dapat diartikan bahwa kekerabatannya cukup dekat. Ruang-ruang yang dipakai untuk kegiatan interaksi sosial diantaranya warung (kios), jalan lingkungan, TPI, lapangan futsal serta kegiatan keagamaan dan sarana dan prasarana utilitas seperti sampah, air bersih dan sebagainya dapat diakomodasi dalam ruang-ruang yang terdapat di dalam rumah susun dengan kondisi layak huni (Tabel 4.1).

Kegiatan di dalam

rumah/hunian Tempat Terjadinya Aktivitas

Sketsa/dokumentasi foto Fenomena perilaku lingkungan A.KEGIATAN DI DALAM RUMAH (HARIAN) Kelompok-kelompok pemakai Ayah (nelayan) Beristirahat

Mandi & Berpakaian Makan

Ruang tidur KM/WC atau MCK Ruang tidur Ruang tamu

Rumah ini dihuni 3-6 orang .

Jenis kegiatan beristirahat

Kegiatan dilakukan oleh ayah

Waktu kegiatan dilakukan pada malam hari gunanya untuk beristirahat, subuh hingga malam hari ayah bekerja

.

Makna perilaku

Makna tidur hanya sekedar untuk beristirahat, kegiatan tidur yang dikatakan privasi dilakukan pada malam hari, jika tidur di siang hari tidak memerlukan privasi.

Jenis kegiatan mandi & berpakaian

Kegiatan dilakukan oleh ayah

Waktu kegiatan dilakukan setiap hari pada pagi dan malam hari.

Hubungan dengan ruang lain, umumnya kamar mandi terletak berdekatan dengan dapur, memakai dinding posisinya di bagian belakang. Sebagian lain melakukannya di MCK, dan di tepi sungai atau di atas kapal yang tidak Tabel 4.1 Deskripsi Analisa Kegiatan

Tabel 4.1 (Lanjutan) Kegiatan di dalam

rumah/hunian Tempat terjadinya aktivitas

Sketsa/dokumentasi foto Fenomena perilaku lingkungan A.KEGIATAN DI DALAM RUMAH (HARIAN) Kelompok-kelompok pemakai Ayah (Nelayan) Makna perilaku

Untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan kegiatan mandi tempat yang dipakai tertutup dan tidak dilihat banyak orang mandi pada ruang - ruang terbuka. Kebersihan lingkungan akan tetap terjaga.

Jenis kegiatan makan

Kegiatan dilakukan ayah.

Kegiatan tersebut dilakukan di ruang ruang tamu umumnya makan pagi dan malam.

Makna perilaku

Makan merupakan kebutuhan pokok, aktivitas dalam perihal makan di lakukan pada ruang keluarga disebabkan karena keterbatasan ruang, seperti pada acara yang sipatnya mengundang tamu, maka kegiatan makan harus disediakan tempat duduk walaupun hanya dengan duduk bersila bersama-sama.

Tabel 4.1 (Lanjutan) Kegiatan di dalam

rumah/hunian Tempat terjadinya aktivitas

Sketsa/dokumentasi Foto Fenomena perilaku lingkungan A.KEGIATAN DI DALAM RUMAH (HARIAN) Kelompok-kelompok pemakai Ibu Beristirahat

Mandi & Berpakaian Masak Makan Mencuci Menjemur Mengobrol dengan tetangga Ruang tidur KM/WC atau MCK Dapur Ruang tamu KM/WC Halaman belakang Teras

Rumah ini dihuni 3-6 orang.

Jenis kegiatan beristirahat

Kegiatan dilakukan oleh ibu.

Waktu kegiatan dilakukan pada siang dan malam hari gunanya untuk beristirahat.

Makna perilaku

Makna tidur hanya sekedar untuk beristirahat, kegiatan tidur yang dikatakan privasi dilakukan pada malam hari, jika tidur di siang hari tidak memerlukan privasi.

Jenis kegiatan mandi & berpakaian

Kegiatan dilakukan oleh ibu

Waktu kegiatan dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari.

Hubungan dengan ruang lain, umumnya kamar mandi terletak berdekatan dengan dapur, memakai dinding posisinya di bagian belakang. Sebagian lain melakukannya di MCK, dan di tepi sungai atau di atas kapal yang tidak

Tabel 4.1 (Lanjutan) Kegiatan di dalam

rumah/hunian Tempat terjadinya aktivitas

Sketsa/dokumentasi Foto Fenomena perilaku lingkungan A.KEGIATAN DI DALAM RUMAH (HARIAN) Kelompok-Kelompok Pemakai Ibu Makna perilaku

Untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan kegiatan mandi tempat yang dipakai tertutup dan tidak dilihat banyak orang di masing – masing unit hunian, maksudnya mereka tidak suka mandi pada ruang - ruang terbuka. Kebersihan lingkungan akan tetap terjaga.

Jenis kegiatan masak

Kegiatan dilakukan oleh ibu.

Waktu kegiatan dilakukan pada pagi dan hari gunanya untuk menyediakan makanan untuk keluarga yang dilakukan di dapur bagian belakang.

Makna perilaku

Makna masak bagi ibu-ibu merupakan tugas pokok yang wajib dilakukan untuk suami dan anak.

Jenis kegiatan makan

Kegiatan dilakukan ibu.

Kegiatan tersebut dilakukan di ruang ruang tamu umumnya makan pagi dan malam.

Tabel 4.1 (Lanjutan) Kegiatan di dalam

rumah/hunian Tempat terjadinya aktivitas

Sketsa/dokumentasi Foto Fenomena perilaku lingkungan A.KEGIATAN DI DALAM RUMAH (HARIAN) Kelompok-kelompok Pemakai Ibu Makna perilaku

Makan merupakan kebutuhan pokok, aktivitas dalam perihal makan di lakukan pada ruang keluarga disebabkan karena keterbatasan ruang, seperti pada acara yang sipatnya mengundang tamu, maka kegiatan makan harus disediakan tempat duduk walaupun hanya dengan duduk bersila bersama-sama.

Jenis kegiatan menjemur

Kegiatan dilakukan ibu.

Kegiatan tersebut dilakukan di pagi hari setelah melakukan aktivitas mencuci.

Makna perilaku

Menjemur merupakan aktivitas dalam perihal mengeringkan pakaian setelah dicuci, kemudian dijemur di halaman depan rumah, belakang atau samping yang berukuran seadanya secara sembarang. Tidak ada disediakan ruang khusus untuk menjemur. Jemuran mengganggu view ke dalam hunian. Bila disediakan ruang khusus untuk menjemur yang memadai maka perilaku

Tabel 4.1 (Lanjutan) Kegiatan di dalam

rumah/hunian Tempat terjadinya aktivitas

Sketsa/dokumentasi foto Fenomena perilaku lingkungan A.KEGIATAN DI DALAM RUMAH (HARIAN) Kelompok-kelompok Pemakai Ibu Kegiatan komersil berupa : Kegiatan berjualan yaitu: Menyiapkan barang dagangan Memasak Mencuci piring Melakukan transaksi

Teras rumah yang dijadikan

kedai/warung/kios

Jenis kegiatan mengobrol dengan tetangga

Kegiatan dilakukan oleh ibu – ibu di teras depan rumah.

Waktu kegiatan dilakukan pada sore hari untuk berkumpul dan mengobrol .

Makna perilaku

Makna kegiatan mengobrol dengan tetangga bagi ibu-ibu merupakan upaya mencari hiburan agar lepas dari stres setelah melakukan kegiatan dan rutinitas yang ada. Kegiatan ini dilakukan di sebuah kedai/warung/kios sebagai tempat berjualan dan berbelanja yang juga mengakomodasi kegiatan berkumpul antar tetangga. Para ibu duduk, ngobrol sambil berbelanja di tempat tersebut. Kegiatan ini membutuhkan ruang yang terdapat kursi panjang dan meja panjang untuk tempat duduk dan berkumpul, serta sebuah gantungan untuk meletakkan jualan

Tabel 4.1 (Lanjutan) Kegiatan di dalam

rumah/hunian Tempat terjadinya aktivitas

Sketsa/dokumentasi foto Fenomena perilaku lingkungan A.KEGIATAN DI DALAM RUMAH (HARIAN) Kelompok-kelompok pemakai Anak Beristirahat

Mandi & Berpakaian Makan Bermain, Belajar, Nonton TV Ruang tidur KM/WC atau MCK Ruang tamu Ruang tamu

Rumah ini dihuni 3-6 orang.

Jenis kegiatan beristirahat

Kegiatan dilakukan oleh anak.

Waktu kegiatan dilakukan pada siang dan malam hari gunanya untuk beristirahat.

Makna perilaku

Makna tidur hanya sekedar untuk beristirahat, kegiatan tidur yang dikatakan privasi dilakukan pada malam hari, jika tidur di siang hari tidak memerlukan privasi.

Jenis kegiatan mandi & berpakaian

Kegiatan dilakukan oleh anak.

Waktu kegiatan dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari.

Hubungan dengan ruang lain, umumnya kamar mandi terletak berdekatan dengan dapur, memakai dinding posisinya di bagian belakang. Sebagian lain melakukannya di MCK, dan di tepi sungai atau di atas kapal yang tidak

Tabel 4.1 (Lanjutan) Kegiatan di dalam

rumah/hunian Tempat terjadinya aktivitas

Sketsa/dokumentasi foto Fenomena perilaku lingkungan A.KEGIATAN DI DALAM RUMAH (HARIAN) Kelompok-kelompok pemakai Anak

Jenis kegiatan makan

Kegiatan dilakukan anak.

Kegiatan tersebut dilakukan di ruang ruang tamu umumnya makan pagi dan malam.

Makna perilaku

Makan merupakan kebutuhan pokok, aktivitas dalam perihal makan di lakukan pada ruang keluarga disebabkan karena keterbatasan ruang, seperti pada acara yang sipatnya mengundang tamu, maka kegiatan makan harus disediakan tempat duduk walaupun hanya dengan duduk bersila bersama-sama.

Jenis kegiatan bermain, belajar dan nonton tv

Kegiatan dilakukan oleh anak.

Waktu kegiatan dilakukan pada sore dan malam hari.

Makna perilaku

Makna kegiatan bermain, belajar dan nonton tv hanya sekedar untuk mencari hiburan dan menyelesaikan tugas sekolah. Seluruh aktivitas dilakukan di ruang tamu.

Tabel 4.1 (Lanjutan)

B. KEGIATAN DI LUAR RUMAH (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN/INSIDENTIL)

Fenomena perilaku lingkungan Kelompok-kelompok Pemakai Tempat terjadinya aktivitas Sketsa/ dokumentasi Foto Ayah (nelayan) Berkumpul dengan tetangga Melakukan acara hajatan seperti pernikahan, sunatan, atau kematian

Di teras rumah salah satu penghuni

Di jalan lingkungan depan rumah

2-3 orang berkumpul di teras depan rumah untuk mengobrol dengan menggunakan bangku yang tersedia.

Jenis kegiatan berkumpul dengan tetangga

Kegiatan dilakukan ayah.

Kegiatan tersebut dilakukan pada waktu tetangga datang ke rumah yang bersifat informal di ruang teras depan rumah pada waktu sore atau malam hari.

Makna perilaku

Budaya bersosialisasi wajib hukumnya di area ini.Adanya acara pernikahan dan kematian di salah satu rumah nelayan yang diadakan di jalan lingkungan depan rumah yang dihadiri 100-300 tamu.

Jenis kegiatan hajatan

(Pernikahan, sunatan, kematian)

Kegiatan dilakukan ayah dan antar penghuninya. Kegiatan dilakukan di satu rumah yang mempunyai acara dengan menutup jalan lingkungan dari pagi hingga malam hari yang bersifat insidentil.

Tabel 4.1 (Lanjutan)

B. KEGIATAN DI LUAR RUMAH (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN/INSIDENTIL)

Fenomena perilaku lingkungan Kelompok-kelompok pemakai Tempat terjadinya aktivitas Sketsa/ dokumentasi Foto Ayah (Nelayan) Makna perilaku

Masyarakat pada permukiman ini memiliki tingkat keeratan sosial yang tinggi sehingga bila ada hajatan seperti pernikahan atau sunatan mereka salng tolong menolong untuk melancarkan kegiatan acara. Bila ada acara kemalangan,nelayan yang lain tidak ikut bekerja (melaut) melainkan membantu keluarga yang kemalangan.

Kegiatan hajatan di lakukan pada jalan lingkungan. Tidak ada ruang khusus untuk mewadahi kegiatan ini.

Kegiatan ini menganggu sirkulasi kendaraan dan pejalan kaki yang ingin melewati area ini sehingga harus disediakan ruang bersama untuk mewadahi kegiatan ini

Bekerja (Melaut). Mendaratkan kapal, Melelang hasil tangkapan. Istirahat (makan, minum kopi, mengobrol bersama). Bekerja kembali (melaut) atau pulang membawa hasil tangkapan.

Di laut Di TPI

Di Warung dekat TPI atau dekat lokasi rumah.

Di Laut

Nelayan melakukan aktivitas ke luar rumah yaitu bekerja di laut dan pulang sekali sebulan ke rumah dengan membawa sisa hasil tangkapan kerumah untuk dijemur. Nelayan berangkat dari rumah diantar oleh anaknya naik sepeda motor ke tempat memarkirkan perahu yaitu di TPI.

Alat pancing disimpan di perahu. Sekitar 5-6 orang nelayan istirahat setelah melakukan aktivitas melaut.

Tabel 4.1 (Lanjutan)

B. KEGIATAN DI LUAR RUMAH (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN/INSIDENTIL)

Fenomena perilaku lingkungan Kelompok-kelompok pemakai Tempat terjadinya aktivitas Sketsa/ dokumentasi Foto Ayah (nelayan) Jenis kegiatan

Kegiatan dilakukan ayah yang berprofesi sebagai nelayan.

Kegiatan tersebut dilakukan di laut, TPI, Warung dekat TPI atau dekat lokasi rumah pada malam hari atau pagi – pagi sekali.

Makna perilaku

Kegiatan nelayan merupakan kegiatan mencari pemenuhan kebutuhan hidup sehingga kehidupan nelayan bergantung pada kapal atau perahu. Akibatnya, nelayan menempatkan perahunya berada di TPI yang letaknya paling jauh 1 km dari rumahnya

Aktivitas berupa makan, minum dan mengobrol bersama para nelayan

Beribadah di mesjid, STM.

Mesjid, di rumah kepala STM

Jenis kegiatan beribadah di mesjid, STM

Kegiatan dilakukan oleh para ayah. Waktu kegiatan pagi dan malam di setiap minggu. Kegiatan tersebut dilakukan di mesjid terutama waktu sholat magrib, isya dan shubuh. Kegiatan beribadah ini dilakukan di mesjid terdekat dari lokasi

Tabel 4.1 (Lanjutan)

B. KEGIATAN DI LUAR RUMAH (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN/INSIDENTIL)

Fenomena perilaku lingkungan Kelompok-kelompok pemakai Tempat terjadinya aktivitas Sketsa/ dokumentasi foto Ayah (nelayan) Makna perilaku

Masyarakat masih mengamalkan

nilai nilai agamanya, contoh sholat dilakukan secara berjamaah mereka beranggapan kalau sholat berjamaah pahalanya 25 kali lipat dari sholat sendiri dan sekaligus bisa bertemu dengan tetangga. Fungsi mesjid bukan untuk beribadah saja tetapi tempat melakukan kegiatan pertemuan, kegiatan sosial. Kegiatan STM dilakukan dirumah ketua STM paling banyak diikuti 30 orang. Olahraga di lapangan

futsal.

Di lapangan futsal berbayar

Jenis kegiatan olahraga di lapangan futsal

Kegiatan dilakukan oleh para ayah. Waktu kegiatan sore di setiap minggu. Kegiatan tersebut dilakukan di lapangan futsal yang berbayar..

Sekitar 10- 20 bapak-bapak berkumpul di lapangan futsal berbayar yang menyediakan 2 lapangan futsal, beberapa datang untuk menonton saja dengan alasan tidak memiliki cukup uang.

Makna perilaku

Dalam kehidupan sehari–hari mereka butuh hiburan. Lapangan futsal adalah salah satu tempat menghibur diri bagi mereka. Kegiatan dilakukan mencari hiburan dan menghilangkan stress.

Tabel 4.1 (Lanjutan)

B. KEGIATAN DI LUAR RUMAH (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN/INSIDENTIL)

Fenomena perilaku lingkungan Kelompok-kelompok pemakai Tempat terjadinya aktivitas Sketsa/ dokumentasi Foto Ayah (nelayan)

Parkir Di halaman rumah/ ruang tamu

Jenis kegiatan Parkir

Kegiatan dilakukan oleh para ayah. Kegiatan tersebut dilakukan di halaman rumah kemudian memasukkan kendaraan roda 2 ke dalam ruang tamu.

Rata-rata nelayan memiliki kendaraan roda dua yang di parkir di dalam rumah, atau halaman rumah.

Sedikit sekali nelayan yang memiliki kendaraan roda empat.

Makna perilaku

Dalam kehidupan sehari –hari mereka butuh berkendara untuk mencapai lokasi yang diinginkan misalnya ke TPI, warung atau mesjid, dsb.Sepulah beraktivitas, Mereka memarkir kendaraan mereka dekat dengan hunian agar dapat mengawasi kendaraan mereka menghilangkan stress.

Ibu

Berkumpul dengan tetangga

Di teras Jenis kegiatan sosialisasi

Ibu-ibu juga berkumpul di teras depan rumah untuk mengobrol dengan menggunakan bangku yang tersedia.

Tabel 4.1 (Lanjutan)

B. KEGIATAN DI LUAR RUMAH (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN/INSIDENTIL)

Fenomena perilaku lingkungan Kelompok-kelompok pemakai Tempat terjadinya aktivitas Sketsa/ dokumentasi Foto Ibu Membersihkan dan mengolah hasil tangkapan Di pekarangan atau halaman rumah

Jenis kegiatan aktualisasi diri (kebutuhan nelayan)

Hasil tangkapan diolah di halaman depan rumah penghuni yang dilakukan ibu-ibu, kemudian dimasak atau dijual. Dibutuhkan ruang 6 m2 untuk menjemur ikan untuk dimasak atau dijual.

Makna perilaku

Dalam mengaktualisasikan diri, istri nelayan membutuhkanruang untuk mewadahi kebutuhan nelayan salah satunya.

Satu tempat menjemur dan membersihkan hasil tangkapan. Bila cukup banyak, para ibu berkumpul di salah satu rumah untuk gotong royong bersama membersihkan hasil tangkapan . Melakukan acara hajatan seperti pernikahan, sunatan, atau kematian Di jalan lingkungan depan rumah

Jenis kegiatan sosial

Acara pernikahan di salah satu rumah nelayan diadakan di jalan lingkungan depan rumah yang dihadiri 100-300 tamu. Makanan dimasak sendiri disebuah pekarangan tetangga.

Acara kematian di salah satu rumah yang diadakan dijalan lingkungan depan rumah nelayan yang dilayat sekitar 100 orang. Mayat dimandikan di KM/WC penghuni.

Tabel 4.1 (Lanjutan)

B. KEGIATAN DI LUAR RUMAH (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN/INSIDENTIL)

Fenomena perilaku lingkungan Kelompok-kelompok pemakai Tempat terjadinya Aktivitas Sketsa/ dokumentasi Foto Ibu Makna perilaku

Dalam hunian yang berdempetan umumnya memiliki tingkat sosial yang tinggi antar tetangga. Mereka membutuhkan ruang seperti halaman dan jalan lingkungan untuk melakukan kegiatan ini. Mereka tidak memiliki cukup uang untuk menyewa tempat pesta atau rumah duka.

Anak

Bermain di jalan lingkungan atau depan rumah

Jalan lingkungan Jenis kegiatan sosial

Beberapa anak berkumpul di jalan lingkungan yang tak jauh dari rumahnya untuk bermain bersama.

Makna perilaku

Lebar jalan lingkungan 3 m dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain bersama. Para ibu lebih mudah mengawasi anaknya bermain bila bermain di sekitar rumahnya.

Tabel 4.1 (Lanjutan)

B. KEGIATAN DI LUAR RUMAH (HARIAN, MINGGUAN, BULANAN/INSIDENTIL)

Fenomena perilaku lingkungan Kelompok-kelompok pemakai Tempat terjadinya aktivitas Sketsa/ dokumentasi Foto Anak Kegiatan keamanan dan pemeliharaan

Jenis kegiatan keamanan

Kegiatan keamanan dilakukan warga (pemuda) maksimal 6 orang secara bergantian. Setiap lorong atau lingkungan dijaga oleh 2-4 orang.

Makna perilaku

Para pemuda memanfaatkan pos siskamling sebagai sarana untuk meningkatkan keamanan pada hunian

4.1.1 Hasil analisa kegiatan ayah (nelayan)

Tabel 4.2 Hasil Analisa Kegiatan Ayah (nelayan)

Hasil Survey Kepuasan Pengguna Karakteristik permukiman nelayan (indikator penilaian)

Kriteria konsep Kuisioner Behavior mapping Penilaian sesuai Penilaian

kurang sesuai Pengguna tidak puas

Alasan Pengguna:

Penyediaan ruang di permukiman nelayan, masih belum memadai.

Rumah susun perlu menyediakan ruang personal untuk nelayan seperti, ruang penyimpan peralatan nelayan, ruang untuk menambatkan perahu agar

Kegiatan individual (harian) Kurangnya ruang-ruang pendukung untuk menyimpan peralatan nelayan seperti jaring.

Pembagian ruang berdasarkan variasi seting yang memungkinkan nelayan untuk melakukan berbagai kegiatan baik bersifat individual Fungsi kegiatan kurang terakomodasi dengan baik di ruang yang ada di permukiman nelayan.

Kegiatan harian

Pembagian ruang seperti: Ruang tidur, untuk mewadahi kegiatan istirahat, berpakaian.

Ruang tamu untuk mewadahi nonton tv, sosialiasi dengan

Hunian Sebelumnya

Tabel 4.2 (Lanjutan)

Hasil Survey Kepuasan Pengguna Karakteristik permukiman nelayan (indikator penilaian)

Kriteria konsep Kuisioner Behavior mapping Penilaian sesuai Penilaian

kurang sesuai

tidak pengawasannya lebih baik dan produktivitas nelayan. Nelayan membutuhkan ruang komunal yang dapat mengakomodasi kegiatan bersama yang bersifat mingguan, bulanan atau yang bersifat insidentil seperti kegiatan keagamaan seperti pendalaman al-quran, pengajian, tahlilan), acara perayaan besar keagamaan, kegiatan STM, pernikahan, sunatan, kematian. Ruang berupa ruang bersama, musholla/mesjid.

(nelayan memanfaatkan perahu untuk menyimpan peralatan menangkap ikan karena tidak memungkinkan untuk dibawa pulang)

Belum adanya fasilitas yang mengakomodir kebutuhan nelayan akan ruang seperti ruang personal /privasi.

(beberapa nelayan memilih untuk membawa hasil tangkapan ke rumah sendiri untuk dijemur kemudian disantap bersama keluarga atau dijual, kegiatan dilakukan di ruang-ruang di halaman rumah) (harian) maupun bersama (mingguan, bulanan/insidentil) keluarga/tamu. KM/WC untuk mewadahi kegiatan mandi, buang air. R.Jemur untuk jemur ikan. Unit hunian umah susun bagi nelayan ini diselaraskan dengan suasana dan keadaan permukiman nelayan di lokasi penelitian sehingga penghuni merasa suasana rumah susun tersebut dapat merasakan suasana tinggal di permukiman sebelumnya.

Tidak ada perubahan perilaku, Penghuni masih bisa melakukan aktivitas (kegiatan harian) seperti

Tabel 4.2 (Lanjutan)

Hasil Survey Kepuasan Pengguna Karakteristik permukiman nelayan (indikator penilaian)

Kriteria konsep Kuisioner Behavior mapping Penilaian sesuai Penilaian

kurang sesuai

Nelayan membutuhkan ruang istirahat untuk melepaskan lelah atau bersosialisasi antartetangga seperti warung kopi/makan dekat dengan TPI atau rumahnya.

Nelayan membutuhkan sarana

olahraga untuk hiburan dan olahraga. Nelayan membutuhkan fasilitas untuk berolah raga dan mereka tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk malaksanakan kegiatan olah raga di lapangan berbayar. Mereka dapat menghilangkan stres dan mendapat hiburan di lapangan futsal ini.

(para nelayan bermain futsal di arena futsal berbayar)

Ruang bersama yang bersifat fungsional untuk mewadahi kegiatan mingguan dan bulanan berupa kedai/warung (los kering), lapangan futsal.

Tabel 4.2 (Lanjutan)

Hasil Survey Kepuasan Pengguna Karakteristik permukiman nelayan (indikator penilaian)

Kriteria konsep Kuisioner Behavior mapping Penilaian sesuai Penilaian

kurang sesuai Kegiatan keagamaan

(mingguan)

Kurangnya fasilitas untuk beribadah , dimana sebahagian

Kegiatan mingguan, bulanan atau insidentil Mushola, untuk mewadahi kegiatan keagaman. besar penduduk di

permukiman.nelayan ini beragama Islam yang tiap minggunya melaksanakan sholat Jum’at.

(terdapat beberapa lingkungan yang tidak memiliki fasilitas ibadah)

Desain ruang berdasarkan jenis kegiatan yang akan diakomodasi dalam sebuah ruang di rumah

susun nelayan. Penempatan ruang diadopsi dari hunian sebelumnya. Keseluruhan kegiatan yang diakomodasi oleh ruang-ruang tersebut dapat berinteraksi langsung atau tidak langsung dengan ruang lainnya.

Terdapat dermaga untuk menambatkan perahu. Mereka juga dapat Nelayan membutuhkan ruang parkir

kendaraan roda dua dan memiliki tingkat pengawasan yang baik.