2. Manfaat Praktis
2.1 Kesenjangan Digital
2.1.2 Konsep Kesenjangan Digital
Menurut Van Dijk (2017:1) konsep digital divide biasanya diartikan sebagai kesenjangan antara orang yang memiliki akses ke bentukteknologi informasi dan komunikasi antara lain komputer , internet dan juga ponsel pintar. Konsep
tersebut muncul dalam wacana tentang ketimpangan sosial dan informasi. Istilah kesenjangan digital muncul pada pertengahan tahun 1990-an di Amerika Serikat yang pertama kali diperkenalkan oleh Administrasi Telekomunikasi dan Informasi Nasional departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS). Sayangnya, istilah kesenjangan digital telah banyak menyebabkan kebingungan. Fakta ini merupakan kiasan yang telah menimbulkan 4 kesalahpahaman. Pertama, kiasan ini menunjukkan perbedaan sederhana yang terbagi atas dua kelompok dengan celah menganga diantara mereka. Kedua, hal ini menunjukkan bahwa celah ini sulit untuk dijembatani. Ketiga, ini dapat menyiratkan kualitas in-absolute antara mereka yang disertakan dengan yang dikecualikan. Keempat, kesenjangan digital bukanlah kondisi yang statis dan permanen.
Pada tahun-tahun pertama penelitian kesenjangan digital, penyelidikan konsep tersebut masih terkonsentrasi pada makna akses yang sempit. Dalam hal akses fisik:
mendapatkan perangkat keras dan perangkat lunak media digital dan koneksi ke internet. Akses fisik berkolerasi dengan demografi umum seperti, pendapatan, tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan ras.
Setelah beberapa waktu, ahli komunikasi dan media secara khusus meminta perhatian pada masalah akses yang kedua, yakni keterampilan yang dibutuhkan oleh pengguna. Van Dijk sendiri menggunakan istilah deepening divide untuk menekankan bahwa masalah kesenjangan digital tidak berakhir setelah akses fisik sudah tercapai tetapi sebenarnya dimulai ketika penggunaan media digital digunakan kedalam kehidupan sehari-hari. Fase kesenjangan digital berikutnya yaitu: akses fisik, akses keterampilan, dan akses penggunaan.
Sedangkan menurut Dewan dan Riggin (2005) kesenjangan digital mengacu pada pemisahan antara mereka yang memiliki akses ke teknologi dengan yang tidak. Sebagian besar penelitian tentang kesenjangan digital berfokus pada efek urutan pertama yaitu mengenai siapa yang memeliki akses ke teknologi dan beberapa penelitian membahas efek urutan kedua dari kesenjangan digital yaitu kemampuan untuk menggunakan teknologi diantara mereka yang memiliki akses menggunakannya. Dewan dan Riggin membuat urutan kedua dari kesenjangan digital pada tiga tingkat analisis yaitu :
1. Tingkat Individu
Mereka yang secara teknologi, sosiaologis, atau ekonomi kurang beruntung yang mungkin tidak punya atau hidup tanpa adanya akses teknologi informasi,menimbulkan celah dengan mereka yang memilih untuk menjadikan TIK sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka. Juga terdapat variasi yang cukup besar dalam akses teknologi di seluruh wilayah geografis, misalnya akses internet broadband yang masih jarang di banyak daerah pedesaan.
2. Tingkat Organisasasi
Beberapa organisasi menggunakan TIK untuk mendapatkan keuntungan dari saingan mereka. Dan sementara yang lain tertinggal karena sebagai pengikut teknologi secara potensial karena menempatkan diri mereka pada kerugian
3. Tingkat Global
Beberapa negara banyak berinvestasi dalam TIK dan telah mengadopsi kebijakan untuk mempromosikan perusahaan dan individu.
Menurut Molnar (2003:4) menjelaskan bahwa terdapat tiga bagian kesenjangan digital yaitu tahap yang pertama early adaptation, tahap kedua take off dan tahap ketiga saturation. Tiga bagian yang telah disebutkan diuraikan pada tabel bagian kesenjangan digital dibawah ini:
Tabel 2. 1 Tiga Bagian Kesenjangan Digital Menurut Molnar
Kesenjangan Digital
Tingkat Adaptasi Tipe Istilah Deskripsi
Early adaptation Kesenjangan
Lebih lanjut Molnar (2003 : 4) menjelaskan setiap tahap dalam kesenjangan digital yang terbagi atas 3 bagian Indikator yaitu :
1. Indikator tipe kesenjangan akses pada early adaptation stage
Dalam tahap ini, perbedaan tajam diamati hampir di semua variabel sosiologis, karena pengguna pada tahap awal ini hanya mencakup orang-orang yang sangat giat, terbuka, dan berani.
Perbedaan khas dapat dikelompokkan menjadi : 1. Kelompok pendapatan
2. Tipe pemukiman 3. Pendidikan 4. Kelompok etnis 5. Kelompok usia
Sebagian besar penilaian di negara maju mengungkapkan bahwa kesenjangan ini seakin menyempit karena negara bagian telah memasuki tahap take-off dan saturation.
2. Indikator kesenjangan pemakaian pada tahap take-off
Pada tahap ini, perbedaan berdasarkan : 1. Pria dan wanita
2. Kelompok Etnis 3. Tipe pemukiman 4. Tingkat pendidikan
Pada tahap ini ditandai dengan pertumbuhan yang dinamis, karena banyak orang yang terburu-buru mulai menggunakan internet.
Peluang akses juga tidak lagi memainkan peran penting. Yang menjadi pertanyaan utamanya adalah siapa yang menggunakan teknologi dan siapa yang tidak, dan apa yang menjadi perbedaan
dari dua kelompok ini. Mereka yang tidak memiliki akses atau tidak menggunakan internet sama sekali, atau tidak secara teratur, hanya termasuk golongan bukan pengguna.
Pada bagian pertama di tahap ini, jumlah pengguna meningkat sebagai akibat dari semakin luasnya peluang akses. Namun, akhir dari tahap ini menimbulkan masalah lain yakni kesenjanga digital.
Bagian penting dari elemen kesenjangan digital ditahap ini adalah konten dunia digital yang tidak mencukupi dan kurangnya kesadaran dan pendidikan. Infrastruktur merupakan komponen yang diperlukan, tetapi itu saja tidak cukup untuk mengatasi kesenjangan digital. Konten yang menyeluruh, literasi digital, pengajaran, dan adanya komunitas yang memungkinkan terjadinya trenformasi informasi adalah hal yang sama-sama penting.
3. Indikator kualitas kesenjangan penggunaan pada tahap saturation Pada tahap ini, laju dinamis penetrasi teknologi menurun. Dalam tahap ini, yang bukan pengguna dicirikan oleh penolakan yang kuat dan sama sekali tidak ingin menggunakan alat TIK walaupun jumlah orang yang meolak untuk menggunakan teknologi tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah pengguna. Di sisni, indikator kesenjangan digital mencerminkan fitur khusus dari penggunaan TIK, sedangkan pertanyaan tentang akses dan penggunaan diabaikan.
Kesenjangan tersebut biasanya diuraikan mnejadi dua variabel yaitu keterampilan dan kemampuan. Seperti keterampilan navigasi online dan juga pemecahan masalah. Dan kemampuan yaitu kemampuan untuk melakukan, misalnya efektivitas penggunaan, hubungan sosial, perluasan atau pertumbuhan sosial. Dan variabel yang sama seperti ditemukan pada tahap sebelumnya yaitu :
1. Tingkat pendidikan 2. Pendapatan
3. Jenis kelamin 4. Usia
5. Periode penggunaan.