BaB III MOdeRasI daN MedIasI
3.1 Konsep Moderasi dan Mediasi
BAB III
MODERASI DAN MEDIASI
3.1 Konsep Moderasi dan Mediasi
Konsep moderator dan mediator yang berkembang saat ini merupakan gagasan awal yang dirintis oleh Baron dan Kenny (1986) , kemudian banyak dirujuk oleh generasi peneliti berikutnya.
Baron dan Kenny (1986) dalam pengembangan gagasannya juga merujuk kepada Sobel (1982) yang mengembangkan teknik perhitungan mediasi dengan melibatkan model segitiga serta melibatkan standar error dari setiap variabel yang terkait dalam mempetakan peran mediator pada suatu kasus tertentu.
Baron dan Kenny (1986) menyatakan bahwa mediator digerakkan oleh dua komponen, yaitu stimulan dan respons (lihat Gambar 3.1). Independent variable adalah stimulan yang bergerak berdasarkan tanda panah dari independent variable ke mediator melalui titik a, kemudian pada tahap berikutnya ditanggapi oleh mediator sebagai respon untuk diteruskan ke outcome melalui jalur titik b. Proses perjalanan dari stimulan independent variable menuju outcome variable melalui mediator dinyatakan sebagai indirect effect, sedangkan proses stimulan dari independent variable secara langsung menuju outcome variable disebut sebagai direct effect.
ANALISIS STATISTIK MULTIVARIATE DENGAN APLIKASI SEM PLS SMARTPLS 3.2.6
Gambar 3.1
Proses Mediasi dan Direct Effect
sumber : Baron dan Kenny (1986)
Mediasi berbeda dengan konsep mediator. Mediator adalah statistical power dari path a dikalikan dengan b atau ( a x b ), dinyatakan sebuah variabel M adalah sebagai pemoderasi apabila perkalian kedua nilai path b x c adalah lebih kuat dibandingkan dengan nilai path dari b. Sedangkan moderator dapat dilihat dalam kerangka hubungan antara path b dan path c dalam menggerakkan outcome variable. Asumsikan bahwa peneliti dari awal akan terfokus untuk mendapatkan jawaban atas peran independen tertentu sebagai stimulan, maka menghadirkan hanya path b dan path c dapat dipolakan sebagai kerangka peran pemoderasi, dengan catatan bahwa relasi antar variabel b dan c tidka dapat dilihat sebagai sebuah hubungan yang serentak.
Gambar 3.2
Proses stimulan Collaboration ke Capabilities
47 power dari path a dikalikan dengan b atau ( a x b ), dinyatakan sebuah variabel M adalah sebagai pemoderasi apabila perkalian kedua nilai path b x c adalah lebih kuat dibandingkan dengan nilai path dari b. Sedangkan moderator dapat dilihat dalam kerangka hubungan antara path b dan path c dalam menggerakkan outcome variable. Asumsikan bahwa peneliti dari awal akan terfokus untuk mendapatkan jawaban atas peran independen tertentu sebagai stimulan, maka menghadirkan hanya path b dan path c dapat dipolakan sebagai kerangka peran pemoderasi, dengan catatan bahwa relasi antar variabel b dan c tidka dapat dilihat sebagai sebuah hubungan yang serentak.
Gambar 3.2 power dari path a dikalikan dengan b atau ( a x b ), dinyatakan sebuah variabel M adalah sebagai pemoderasi apabila perkalian kedua nilai path b x c adalah lebih kuat dibandingkan dengan nilai path dari b. Sedangkan moderator dapat dilihat dalam kerangka hubungan antara path b dan path c dalam menggerakkan outcome variable. Asumsikan bahwa peneliti dari awal akan terfokus untuk mendapatkan jawaban atas peran independen tertentu sebagai stimulan, maka menghadirkan hanya path b dan path c dapat dipolakan sebagai kerangka peran pemoderasi, dengan catatan bahwa relasi antar variabel b dan c tidka dapat dilihat sebagai sebuah hubungan yang serentak.
Gambar 3.2
Proses Stimulan Collaboration ke Capabilities
Collaboration
(X1) Capabilities
H1 (Y1)
Dr. SuDjana BuDhiaSa, SE., M.Si
Berdasarkan Gambar 6.2, peneliti kemudian berusaha membangun teori untuk memperkuat stimulan yang memberikan penguatan capabilities, dengan menghadirkan stimulant baru, maka proses menghadirkan independent varable yang baru disebut sebagai pemoderasi (lihat Gambar 6.3).
Gambar 3.3
Information sharing sebagai Pemoderasi Capabilities
Berdasarkan Gambar 6.3, harus diperhatikan, bahwa proses pengaruh dari collaboration (X1) dan information sharing (X2) tidak dapat diartikan simultan, melainkan sebagai proses bahwa dengan menghadirkan information (X2) dapat dibuktikan terjadinya dampak penguatan pada outcome variable capabilities (lihat juga Hair et al (2010). Apabila perkalian antara path coefficient H1 x H2 lebih besar dari nilai path H1, maka kita dapat menduga ada peran pemoderasi dari information sharing dalam mendukung penguatan capabilities. Perhatikan Gambar 6.4 berikut.
48
Berdasarkan Gambar 6.2, peneliti kemudian berusaha membangun teori untuk memperkuat stimulan yang memberikan penguatan capabilities, dengan menghadirkan stimulant baru, maka proses menghadirkan independent varable yang baru disebut sebagai pemoderasi (lihat Gambar 6.3).
Gambar 3.3
Information Sharing sebagai Pemoderasi Capabilities
Collaboration (X1)
Capabilities (Y2) H1
Information Sharing
(X2)
H2
Berdasarkan Gambar 6.3, harus diperhatikan, bahwa proses pengaruh dari collaboration (X1) dan information sharing (X2) tidak dapat diartikan simultan,
melainkan sebagai proses bahwa dengan menghadirkan information (X2) dapat
dibuktikan terjadinya dampak penguatan pada outcome variable capabilities (lihat
juga Hair et al (2010). Apabila perkalian antara path coefficient H1 x H2 lebih
besar dari nilai path H1, maka kita dapat menduga ada peran pemoderasi dari
information sharing dalam mendukung penguatan capabilities. Perhatikan
Gambar 6.4 berikut.
ANALISIS STATISTIK MULTIVARIATE DENGAN APLIKASI SEM PLS SMARTPLS 3.2.6
Gambar 3.4
Information sharing sebagai Pemoderasi Capabilities
Gambar 6.5 menyajikan collaboration sebagai stimulan yang direspon oleh capabilities. Peneliti kemudian mengajukan information sharing sebagai pemoderasi, yang berfungsi memperkuat stimulan sebelumnya dari collaboration. Maka dinyatakan information sharing berhasi memoderasi capabilities, apabila perkalian dari H1 x H2 nilainya lebih besar dari nilai path H1.
Gambar 3.5
Proses Mediasi stimulan ke Outcome Log.Performance
49
Gambar 6.5 menyajikan collaboration sebagai stimulan yang direspon oleh capabilities. Peneliti kemudian mengajukan information sharing sebagai pemoderasi, yang berfungsi memperkuat stimulan sebelumnya dari collaboration. Maka dinyatakan information sharing berhasi memoderasi capabilities, apabila perkalian dari H1 x H2 nilainya lebih besar dari nilai path H1.
Gambar 3.5
Gambar 6.5 menyajikan collaboration sebagai stimulan yang direspon oleh capabilities. Peneliti kemudian mengajukan information sharing sebagai pemoderasi, yang berfungsi memperkuat stimulan sebelumnya dari collaboration. Maka dinyatakan information sharing berhasi memoderasi capabilities, apabila perkalian dari H1 x H2 nilainya lebih besar dari nilai path H1.
Gambar 3.5
Proses Mediasi Stimulan ke Outcome Log.Performance
Gambar 3.6
Proses Memoderasi Stimulan ke Outcome Log.Performance
Dr. SuDjana BuDhiaSa, SE., M.Si
Gambar 3.6
Proses Memoderasi stimulan ke Outcome Log.Performance
Holmbeck (1997) menyatakan perbedaan posisi mediasi ( Gambar 6.5) dan posisi stimulant di moderasi .( Gambar 6.6).