• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Open Area pada Bangunan

Dalam dokumen Taman Rekreasi Air (Arsitektur Hijau) (Halaman 149-155)

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN

5.6 Konsep Open Area pada Bangunan

Open Area pada bangunan diarahkan pada beberapa bagian yang terdapat pada lokasi Taman Rekreasi Air ini. Open Area pada lokasi ini terdiri atas beberapa bagian. Karena merupakan area rekreasi maka, perbandingan antara ruang terbuka dan

bangunan cukup besar. Ruang terbuka mendominasi lokasi ini dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, kebun binatang, area tepi sungai, plaza, serta area parkir dan vegetasi.

a. Open Area

Terdapat beberapa open area di lokasi ini, yaitu open area untuk area penerima bangunan yang di dalamnya terdapat area makan, area taman burung, area kolam renang serta area pinggir sungai. Terdapat jembatan yang berada di tengah area kolam yang menghubungkan area bangunan dengan sungai dapat dinaiki oleh pengunjung dengan di bawahnya terdapat ruangan seperti toilet dan café.

b. Parkir

Area parkir umumnya lebih banyak didominasi oleh lahan terbuka untuk perletakkan kendaraan. Untuk mengurangi panas matahari dan efek silau yang disebabkan matahari maka area parkir ditanami pohon dan penggunaan paving blok pada lantai. Penanaman pohon dapat memberikan kesejukan bagi kendaraan juga bagi pejalan kaki yang berjalan di area parkir tersebut.

c. Pengganti pagar konvensional

Pada sekeliling lokasi banyak lahan kosong serta pemukiman penduduk, sehingga diperlukan pembatas antara lahan untuk lokasi dan lahan lainnya. Agar tidak mengurangi keindahan, maka pagar pembatas konvensional, ditutupi dengan tanaman rambat serta pohon besar. Selain untuk menjaga keindahan, pohon serta tanaman dapat menjadi buffer kebisingan serta mengurangi panas matahari terhadap area di bawahnya.

Gambar 5.14 Pembagian open area

Area tepi sungai diberi vegetasi

Open Area berupa taman burung

Jalur antar kolam diberi tempat duduk atau

h

Area parkir menggunakan paving blok

Plaza terbuka sebagai ruang penerima utama

Jembatan penghubung di atasnya dapat dinaiki

d. Kolam Renang

Terdapat enam jenis permainan pada kolam renang yang ada di lokasi Taman rekreasi Air ini.

e. Green wall

Green wall, merupakan sebuah dinding, baik terpisah maupun menyatu dalam bangunan yang secara sebagian atau menyeluruhnya ditutupi oleh tubuhan, dan tanah atau tanaman organik. Ada dua jenis green wall, pertama green façade, di mana tanaman yang ada tumbuh mengikuti dinding, didesain mengikuti struktur. Yang kedua dinding hidup, di mana terdapat panel modular yang biasanya terbuat dari baja dengan tanaman di atasnya.

Terdapat tiga cara media tanam yang biasa digunakan di dinding hidup, yaitu - Media loose merupakan suatu media dimana tanaman diletakkan di dalam

keranjang atau tas dan kemudian diletakkan di dinding. Media ini harus diganti setidaknya satu tahun sekali pada perletakan di eksterior dan dua tahun pada perletakan di interior.

- Media tikar merupakan media yang menggunakan serat atau tikar sebagai dasarnya. Media ini cukup tipis, walaupun memiliki beberapa lapisan, dan tidak dapat menampung tanaman yang cukup besar karena akar tanaman tersebut akan menganggu lapisan tikar.

- Media struktural, adalah media tanam berupa kotak yang bukan merupakan media loose atau tikar, tapi merupakan gabungan dari keduanya yang mengambil sisi positif dari kedua media tersebut.

Penggunaan green wall sangat mempengaruhi lingkungan bangunan tersebut, salah satu contohny adalah mengurangi suhu dalam ruangan sekitar 4-5 oC sehingga ruangan menjadi lebih sejuk. Green wall juga dapat menjaga

Gambar 5.15 Pembagian area kolam

A = kolam renang ombak B = kolam renang ombak single

C = kolam renang dangkal D = kolam renang seluncur E = kolam renang boomerang

A B C D E F

kelangsungan mikro organism yang hidup di dalam tanaman. Selain itu, tanaman tersebut dapat menyerap debu sehingga mengurangi polusi udara.

Jenis- jenis green wall yang dijual di pasaran, yaitu : - Green wall planter

Modul untuk membuat tanaman vertikal secara instan dan cepat, berukuran standard 100 cm x 200 cm per modul. Setiap modul dapat menampung 128 pot tanaman. Frame terbuat dari plastik yang dapat dipotong sesuai kebutuhan.

- Symbioic Green wall

Pada dinding terdapat lapisan structural, seperti fasad ganda, di mana fasad terluar terdiri atas tanaman, media tanam, serta pipa utilitas untuk pengaliran air.

- ELT Green Wall Post (Parabienta)

Merupakan dinding dengan tanaman yang menutupinya, dengan struktur peyangga yang ringan dan sistem dinding hijau yang cukup marah. Mengkombinasikan antara panel tipis untuk tempat tanaman dan tiang strutur sebagai peyangga.

Gambar 5.16 Greenwall planter Sumber : www.sigmaplanter.com

Gambar 5.17 ymbiotic Green Wall Sumber : www.inhabitat.com

f. Green roof

Green roof atau lebih dikenal sebagai roof garden dapat diartikan sebagai tanaman yang berada di atas atap suatu bangunan atau gedung. Manfaat dari roof garden menurut International Green Roof Association, yaitu :

- Meningkatkan daya tahan atap terhadap tekanan fisik, kimia dan biologi sehingga atap lebih awet dan tahan lama.

- Mengurangi kebisingan pantulan suara sampai dengan 3db dan meredam suara sampai 8 db.

- Penurunan suhu udara dan memberikan hawa sejuk dalam bangunan sehingga mengurangi penggunaan AC dan penghematan energi.

- Roof garden dapat dijadikan sebagai taman, area berkebun, café mapun area olahraga.

- Habitat alami bagi hewan dan tumbuhan - Area resapan air

- Mengurangi debu dan asap, terutama nitrogen okasi , karbon monoksida dan gas berbahaya lainnya. 1 m2 roof garden dapat menaring 0,2 kg debu aerosol dan pastiket asap setiap tahunnya.

Syarat konstruksi bagi roof garden menurut Time Saver Standard for Landscape Architect, yaitu Perlindungan yang baik terhadap atap dan struktur; Sistem drainase yang baik dan aman; Media tanam yang ringan; Adaptasi terhadap cuaca; Penyiraman; Pemilihan har material; Metode pemasangan; Ketersediaan air; Suplai listrik; Kenyamanan dan ekamanan serta Pemeliharaan

Gambar 5.18Parabienta Sumber : www. treehugger.com

g. Lampu taman

Penggunaan lampu tidak hanya di dalam ruangan namun di luar juga diperlukan lampu untuk kegunaan penerangan dan estetika. Lampu di luar ruangan biasanya diletakkan di area parkir yang disebut lampu jalan dan lampu di area plaza atau ruang terbuka lainnya disebut lampu taman.

Lampu luar ruangan (outdoor) biasanya memerluka dengan kemajuan teknologi, penggunaan listrik dapat dihemat dengan menggunakan lampu LED. Lampu LED tidak memerlukan instalasi kabel listrik, karena lampu LED menggunakan tenaga surya. atas dari lampu, energi listrik tersebut disimpan dalam rechargeable waktu sinar matahari tidak bersinar, sensor cahaya akan mendeteksi ketiadaan sinar, maka lampu LED otomatis menyala dengan menggunakan catu daya dari baterai. Dengan kemampuan mengisi baterai sekitar 4 jam per hari dalam keadaan sinar matahari tanpa mendung dan dapat menyala pada malam hari selama 10 – 12 jam.

Gambar 5.19 Anatomi green roof Sumber : www.jmolson.com

1. Dinding penutup green roof

2. Lapisan tahan air untuk melindingi material bangunan

3. Saluran pipa air untuk drainase

4. Batu dan media gravel 5. Media tanam berupa

tanah

Gambar 5.20 Jenis lampu luar ruangan

Dalam dokumen Taman Rekreasi Air (Arsitektur Hijau) (Halaman 149-155)

Dokumen terkait