Patut untuk disimak uraian yang cukup detail dari Zakiah Darajat (1984/1985) tentang idealitas proses pembelajaran Se- jarah Kebudayaan Islam atau Tarikh Islam. Tarikh Islam sebe- narnya pengajaran sejarah: yaitu sejarah yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan umat Islam. Karena itu dapat juga dikatakan Sejarah Umat Islam. Dilihat dari segi yang umum, sejarah ini merupakan salah aspek dari agama Islam. Islam lahir dan terus hidup berkembang melalui garis lintas sejarah. Islam hadir dalam kehidupan di gelanggang se- jarah sejak orang pertama mulai menganut agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Dilihat dari segi kenyata- annya, setiap peristiwa yang terjadi, tidak mungkin peristiwa itu terpisah dari lingkungan dan hal yang melatarbelakanginya; tentu saja termasuk peristiwa sejarah. Berpijak pada kenyataan
ini, permulaan sejarah Islam tidak dimulai dari peristiwa masuk Islamnya orang pertama, seperti Khadijah ummul Mukminin; tetapi dari ”keadaan tanah Arab sebelum Islam”. Keadaan tanah Arab sebelum Islam itu, diisi dengan cerita berbagai peristiwa yang ada hubungannya dengan kelahiran agama Islam; ini mer- upakan pendahuluan dari Sejarah Islam. Ini perlu dimuat dalam pengungkapan sejarah Islam, agar sejarah itu sendiri tidak ter- pisah dari lingkungan dan kenyataan yang melatarbelakanginya. Tidak semua peristiwa yang terjadi selama berlangsun- gnya proses sejarah Islam itu dimuat dalam lembaran Sejarah Islam, tetapi ada seleksinya. Walaupun seleksi itu tidak meng- gunakan norma yang pasti dan ketat, namun ahli sejarah meng- gunakannya secara umum dan hampir bersamaan. Seleksi itu bergantung pada jenis dan inti persoalan ungkapan sejarah. Bila pengetahuan sejarah itu dikembangkan menjadi beberapa cabang, jenis dan intinya akan berubah dan berbeda. Misalnya: Sejarah Islam, Sejarah Syari’at Islam (Tarikh Tasyri’), dan Sejarah Kebudayaan Islam; jenisnya berbeda, intinya berbeda dan ma- teri yang dikemukakan pun berbeda. Dalam Sejarah Islam, yang dipentingkan adalah peristiwa pertumbuhan dan perkembangan umat Islam dari kuantitas penganut, perluasan daerah, perubah- an kekuasaan dan pemerintahannya disertai dengan penampilan tokoh-tokoh dan peristiwa yang terlibat dan peristiwa penting yang terlibat di dalamnya.
Dalam Tarikh Tasyri’, yang dipentingkan adalah peristi- wa pertumbuhan dan perkembangan ajaran dan hukum Islam dari segi isi dan priodesasinya; disertai dengan tokoh-tokoh dan peristiwa penting yang memegang peranan dalam priode itu. Di sini yang ditampilkan tokoh utama yang berperan dalam men-
syari’atkan hukum Islam.
Dalam Sejarah Kebudayaan Islam, yang dipentingkan ialah wujud dan hasil kegiatan umat Islam, baik secara pribadi atau bersama, yang dapat dianggap sebagai materi kebudayaan; disertai dengan tokoh yang berperan dalam kegiatan itu.
Di samping masih ada lagi cabang ilmu yang berisi seja- rah itu, seperti Sejarah dan Filsafat Islam yang mengungkapkan tumbuh dan berkembangnya filsafat Islam, asal-usulnya, para fi- lusufnya, dan filsafat dan priodesasinya.
Dalam kontek pelaksanaan kurikulum di sekolah-sekolah dan madrasah, istilah yang muncul untuk dipergunakan adalah pembelajaran Tarikh Islam dan ada pula yang menggunakan is- tilah Sejarah Kebudayaan Islam.
Menurut Zakiah Darajat (1984/1985), peristiwa yang dimuat dalam Sejarah Islam harus memenuhi syarat antara lain: 1) Peristiwa itu erat hubungannya dengan pertumbuhan dan
perkembangan umat Islam atau latar belakangnya;
2) Peristiwa pertumbuhan dan perkembangan umat Islam itu sendiri (materinya).
3) Peristiwa itu betul-betul terjadi menurut penyelidikan melalui data tertulis, secara lisan orang-orang yang dapat dipercaya atau benda-benda peninggalan sejarah lainnya; 4) Terjadinya peristiwa itu sudah pasti waktunya, jelas lokasi-
nya dan terang materinya, serta dapat dipikirkan asal-usul dan akibatnya, bila asal-usul akibat itu tidak ada buktinya. 5) Bila dalam peristiwa itu terlibat orang atau benda, hasrus
jelas identitasnya.
6) Pengungkapan peristiwa itu harus mengikuti urutan waktu. Dalam melukiskan pertumbuhan dan perkembangan
Umat Islam dalam buku Sejarah Islam atau Sejarah Kebudayaan Islam, para sejarawan menyusun materi yang meliputi antara lain:
1) Cerita tentang kejadian dan proses terjadinya menurut uru- tan waktu;
2) Cerita tentang orang (tokoh) menurut fungsinya dalam peristiwa;
3) Cerita tentang atau hasil penemuan yang bersifat teori; 4) Cerita tentang cara pelaksanaan dan alat yang digunakan
oleh orang yang terlibat dalam suatu peristiwa sejarah; 5) Cerita yang berisi interpretasi terhadap fakta sejarah yang
meliputi tanggapan atau kesimpulan;
6) Riwayat tokoh utama dalam peristiwa sejarah secara global. Dalam buku Sejarah Islam dan atau Sejarah Kebudayaan Islam yang banyak kita lihat sekarang, pada umumnya para penulis menampilkan keenam kelompok materi sejarah tadi sedapatnya pada priode yang dimulai sejak keadaan tanah Arab sebelum Islam. Pada umumnya para penulis Arab atau pada buku yang berbahasa Arab, mengakhiri ceritanya di sekitar jatuhnya Kerajaan Bani Abbas yang terakhir setelah penyerbuan tentara Hulagu Khan terhadap kota Baghdad, sebagai pusat kerajaan Abbasiyah di bagian Timur.
Kelanjutan Sejarah Islam sejak dari jatuhnya kota Baghdad sampai sekarang sudah banyak yang terpisah dari induk se- jarahnya. Masing-masing daerah kekuasaan Islam sudah me- nyusun sejarah Islam sendiri. Dari mulai masuknya Islam ke daerah tersebut, pertumbuhan dan perkembangannya sampai abad ke 20 ini.
yang umum kita lihat sekarang, runag lingkup dan tata urutan bahan yang disajikan itu meliputi:
1) Kerajaan besar yang berkuasa di luar tanah Arab sebelum datangnya agama Islam: seperti Kerajaan Persia dan Romawi; 2) Keadaan tanah Arab sebelum Islam datang, yang meliputi
keadaan dan sejarah Ka’bah, keadaan kabilah-kabilah dan pemerintahan, keadaan sosial ekonomi, tokoh-tokoh yang berpengaruh, keadaan agama dan keprcayaan/ pandangan serta tindakan orang luar pada tanah Arab, dan sebagainya; 3) Riwayat hidup Nabi Muhammad SAW yang diceritakan se-
cara khusus;
4) Riwayat pertumbuhan dan perkembangan masyarakat Islam di zaman Nabi;
5) Pemerintahan di zaman Nabi;
6) Perluasan daerah dan penganut agama Islam di zaman Nabi; 7) Agama dan kepercayaan di zaman Nabi;
8) Pemerintahan dan pengusaan di zaman Khulafaur Rasyidin, perkembangan penganut agama Islam dan perluasan daerah dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di zaman itu; 9) Pemerintahan di zaman Khalifah Bani Ummaiyah serta
kekuasaan dan keadaan masyarakat Islam di zaman itu; per- luasan daerah dan penganut Islam, terutama di luar jazirah Arab;
10) Pemerintahan di zaman Bani Abbas serta kekuasaan dan keadaan masyarakat Islam, perluasan daerah dan penganut Islam;
11) Jatuhnya Daulat Abbasiyah setelah penyerbuan tentara Hulagu Khan dan hilangnya pamor Daulat Islamiyah;
kerajaan Islam, masing-masing kerajaan terpisah antara satu dengan lainnya(hampir tidak ada hubungan), seperti kerajaan Safawi, kerajaan Mamalik, kerajaan Moghul, kera- jaan Bani Idris, kerajaan Fathimiyah, kerajaan Bani Thulun, dan sebagainya. Mulai dari berkembangnya kerajaan-kera- jaan kecil itu, Daulat Islamiyah dianggap orang telah putus. Para sejarawan memandang bahwa zaman keemasan Dau- lat Islamiyah telah berakhir dengan berakhirnya kekuasaan Daulat Abbasiyah. Timbullah zaman kegelapan bagi daulat dan masyarakat Islam, dan ini terus berlangsung dalam wak- tu yang cukup panjang. Yang sebenarnya bukan demikian, masyarakat Islam masih ada, pemerintahannya masih ada, hanya tidak sejaya pada sepertiga pertama Daulat Abbasi- yah. Kekuasaan mereka sudah sudah terpisah-pisah yang satu dengan yang lainnya seperti tidak ada hubungan. Mere- ka berada dalam kerajaan-kerajaan kecil yang berdiri sendi- ri-sendiri. Tetapi perkembangan pemikiran dan kelanjutan masyarakat masih terus berlangsung.
13) Pemerintahan dan kekuasaan Daulat Turki Ustmani. Ini di- anggap permulaan kebangkitan kembali Daulat Islamiyah. Kerajaan ini cukup berpengaruh, terutama di Asia bagian Barat dan Eropa. Di samping itu, di berbagai negara sudah ditulis Sejarah Islamnya sendiri, seperti di Indonesia, Mesir, Pakistan, dan Afrika bagian Utara.
Yang jelas, orang belajar Sejarah Islam atau Sejarah Kebu- dayaan Islam, supaya orang tahu dan mengerti pertumbuhan dan perkembangan umat Islam sejak dari awalnya, sampai zaman di mana ia hidup. Pengetahuan itu hendaknya bertujuan untuk mengenal dan mencintai Islam sebagai agama pegangan
hidup. Jangan ada orang belajar Sejarah Islam/Kebudayaan Is-
lam, selanjutnya ia tidak senang dan membenci Islam. Ia pelajari
supaya mencintainya dan menyalurkan dan mengubah mana yang tidak cocok dengan prinsip ajaran Islam. Karena itu, da-
lam berbagai peristiwa tidak sesuai dengan ajaran Islam, strategi pembelajaran yang dipakai para guru hendaknya memberikan ulasan yang sifatnya membersihkan Islam; agar setelah bela- jar, orang tidak membenci Islam.