• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS

B. Teori dan konsep Pemberdayaan Ekonomi

2. Konsep Pemberdayaan ekonomi Masyarakat dalam Islam

51

dan mendorong masyarakat agar mampu menempatkan diri secara proporsional dan menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan lingkungan strategisnya untuk mencapai suatu keberlanjutan dalam jangka panjang.66

Pemberdayaan diartikan sebagai upaya untuk memberikan daya (empowerment) atau penguatan (strengthening) kepada masyarakat.67 Dalam pemberdayaan eknomi

masyarakat menunjuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan yang dalam, diantaranya:

a. memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan (freedom) dalam arti bukan saja mengemukakan pendapat, melainkan bebas dari kelaparan, bebas dari kebodohan dan bebas dari kesakitan b. menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat

meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan

c. berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi keputusan mereka68

2. Konsep Pemberdayaan ekonomi Masyarakat dalam Islam

Konsep pemberdayaan ekonomi telah diterapkan oleh Rasulullah saw. Beliau memberikan contoh terkait prinsip keadilan, persamaan, dan partisipasi di tengah-66 Ibid Joko Pra stowo, 102.

67 Totok Ma rdika nto Da n Poerwoko Soebia to, Pemberda ya an Ma syarakat Da la m Perspektif Kebija kan Publik, Cet. Ke-3 (Ba ndung: Alfa beta , 2015),23.

68 Rozza na Erzia ty, Pemberda ya a n Ekonomi Potensia l Ma sjid Seba ga i Model Pengenta sa n Kemiskina n, Jurnal Ekonomi Syariah Dan Hukum Ekonomi Syariah, Volume: Ii, Nomor Ii. (Juni 2015), 87-88.

52

tengah masyarakat. Sikap toleran yang hakiki tadi sudah diterapkan sejak pemerintahan Rasulullah saw. sehingga mempunyai prinsip untuk selalu menghargai etos kerja, saling tolong-menolong (ta’awun) bagi semua warga negara untuk melaksanakan ajaran-ajaran agama. Dengan adanya persamaan beserta kesempatan dalam berusaha maka tidak ada lagi kesenjangan ekonomi dan sosial antara yang satu dengan yang lain.69 Diantara prinsip-prinsip tersebut terdapat kaitan sangat erat yang selanjutnya akan dijelaskan lebih spesifik sebagai berikut:

a. Prinsip keadilan

Kata keadilan di dalam al-Qur’an disebutkan pada urutan ketiga terbanyak dalam al-Qur’an setelah kata Allah dan ‘Ilm. Hal ini menunjukkan betapa nilai dasar ini memiliki bobot yang sangat dimuliakan dalam Islam. Keadilan berarti kebebasan bersyarat akhlak Islam yang jika diartikan dengan kebebasan yang tidak terbatas, akan menghancurkan tatanan sosial dalam pemberdayaan manusia.70 Firman Allah dalam (QS. Al-Hadid[57]: 25). ُمُهَعَم اَنۡلَزنَأَو ِتََٰنِّيَبۡلٱِب اَنَلُس ُر اَنۡلَس ۡرَأ ۡدَقَل ُعِفََٰنَمَو ٞديِدَش ٞسۡأَب ِهيِف َديِدَحۡلٱ اَنۡلَزنَأَو َِۖطۡسِقۡلٱِب ُساَّنلٱ َموُقَيِل َناَزيِمۡلٱَو َبََٰتِكۡلٱ ٞزي ِزَع ٌّيِوَق َ َّللَّٱ َّنِإ ِِۚبۡيَغۡلٱِب ۥُهَلُس ُر َو ۥُه ُرُصنَي نَم ُ َّللَّٱ َمَلۡعَيِلَو ِساَّنلِل ٢٥ Artinya:

“Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca 69 Ma sykur Ha kim Da n Ta nu Widja ya , Model Ma sya rkat Ma dani, (Ja ka rta : Intimedia Cipta Gra f ik a , 2003), 16-18.

70 Muha mma d, Ekonomi Mikro Da la m Persepektif Isla m, (Yogya ka rta : Bpfeyogya ka rta , 2004), 80 -82.

53

(keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”71

Masyarakat muslim yang sesungguhnya adalah yang memberikan keadilan secara mutlak bagi seluruh manusia, menjaga martabat mereka dalam mendistribusikan kekayaan secara adil, memberikan kesempatan yang sama bagi mereka untuk bekerja sesuai dengan kemampuan dan bidangnya, memperoleh hasil kerja dan usahanya tanpa bertabrakan dengan kekuasaan orang-orang yang bisa mencuri hasil usahanya.72 Keadilan sosial dalam masyarakat muslim berlaku untuk seluruh penduduk dengan berbagai agama, ras, bahasa dan warna kulit. Itulah puncak keadilan, yang tidak dicapai oleh undang-undang internasional atau regular hingga sekarang. Ketika keadilan dapat diterapkan oleh setiap masyarakat muslim yang tinggal di dunia ini, maka masyarakat tidak lagi cemas untuk tidak berdaya dan tertindas oleh pihak yang lebih beruntung.

b. Prinsip persamaan

Prinsip persamaan adalah prinsip yang berdiri di atas dasar akidah yang sama sebagai buah dari prinsip keadilan. Islam memandang tiap orang secara individu, bukan secara kolektif sebagai komunitas yang hidup dalam sebuah negara. Manusia

71 Liha t Da la m, (Qs. Al-Ha did[57]: 25).

72 Muha mma d Ali Al-Ha syimi, “Kea dila n Da n Persa ma a n Da la m Ma sya ra ka t Muslim”, Jurnal Islamhouse.Com, (2009), 7

54

dengan segala perbedaanya semua adalah hamba Allah, tidak ada perbedaan dalam kedudukan sebagai manusia, juga dalam hak dan kewajibannya. Bahkan setiap kebutuhan dasar manusia sudah diatur secara menyeluruh, berikut kemungkinan tiap orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai dengan kadar kesanggupan.73

Dalam prinsip persamaan, tidak ada kelebihan sebagian atas yang lain dari segi asal dan penciptaan. Perbedaan hanyalah dari segi kemampuan, bakat, amal dan usaha, dan apa yang menjadi tuntutan pekerjaan dan perbedaan profesi.22 Islam juga tidak mengukur hierarki status social sebagai perbedaan. Sebab yang membedakan adalah ukuran ketinggian derajat dari ketaqwaannya kepada Allah. Dengan demikian, semua manusia memiliki kesempatan yang sama untuk dapat berdaya.74

c. Prinsip tolong-menolong (ta’awun)

Tolong-menolong (ta’awun) menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yang artinya berbuat baik. Sedangkan menurut istilah adalah suatu pekerjaan atau perbuatan yang didasari pada hati nurani dan semata-mata mencari ridho Allah swt. Islam berhasil memberikan suatu penyelesaian yang praktis kepada masalah ekonomi modern dengan mengubah sifat masyarakatnya yang hanya mementingkan diri sendiri kepada sifat sebaliknya. Semua orang didorong untuk bekerja bersama-sama dalam

73 Ta qyuddin An-Na bha ni, Memba ngun Sistem Ekonomi Alterna tif Perspektif Isla m, (Sura ba ya : Risa la h Gusti, 2009), 52

74 Moha mma d Irha m, “Etos Kerja Da la m Perspektif Isla m”, Jurnal Substantia, Vol. 14, No. 1, (April 2012), 11.

55

menyusun suatu sistem ekonomi berdasarkan prinsip persamaan dan keadilan yang membentuk sebuah prinsip tolongmenolong. Setiap individu menjadi unit yang berguna kepada semua pihak sehingga pemberdayaan masyarakat dapat menyebar lebih luas.75

“Dan barang siapa memudahkan atas orang yang susah, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya, selagi hamba itu mau menolong saudaranya” (H.R. Muslim).76

Berikut orang-orang yang tidak mampu bekerja, maka Islam mewajibkan kepada sekitarnya untuk membantunya. Melakukan injeksi dana bagi masyarakat yang kurang terberdayakan, sebagai aplikasi dari kepedulian mereka, sebagai pihak yang memiliki kelebihan terhadap mereka yang kekurangan. Mulai dari anakanaknya serta ahli warisnya, ataupun bila yang wajib menanggung tidak ada, maka orang yang terdekat yang mempunyai peran wajib dalam pemenuhan kebutuhannya.

C. Pengertian, Fungsi dan Peran Masjid

Dokumen terkait