KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teoritik
4. Konsep Pemekaran Wilayah
Untuk memperoleh batasan tentang implementasi kebijakan Pemekaran Daerah perlu diketahui beberapa pengertian tentang implementasi Kebijakan Publik, antara lain Grindle (1980) ilmuwan dari Harvard University menyatakan bahwa : Implementasi Kebijakan Publik sesungguhnya bukanlah sekedar bersangkut paut dengan mekanisme penjabaran keputusan-keputusan politik ke dalam prosedur-prosedur rutin lewat saluran-saluran birokrasi, melainkan lebih
UNIVERSITAS
dari itu, ia menyangkut masalah konflik, keputusan dan siapa yang memperoleh apa dari suatu kebijakan.
Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Implementasi Kebijakan Pemekaran Daerah adalah aktifitas-aktifitas praktis yang dilakukan secara sistematis untuk menerapkan keputusan-keputusan yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam rangka Pembentukan Daerah atau suatu daerah tertentu dengan proses Pemekaran Daerah.
Menurut Sutami (1997) batasan mengenai Ilmu wilayah diartikan sebagai berikut : Ilmu Wilayah adalah suatu ilmu yang mempelajari wilayah terutama sebagai suatu sistem, khususnya yang menyangkut hubungan interaksi dan interpendensi antara subsistem utama, ekosistem dengan sub sistem utama sosial sistem, serta kaitannya dengan wilayah-wilayah lainnya dalam membentuk suatu kesatuan wilayah guna pengembangan termasuk penjagaan kelestarian wilayah tersebut.
Lebih lanjut beberapa ahli mendefinisikan wilayah sangat berbeda satu sama lain karena kepentingan dan latar belakang yang berbeda pula. Sebagaimana dikutip oleh Sabari (2000) dari beberapa pakar berikut ini : misalkan saja T.J.Wofter yang mengatakan bahwa suatu wilayah adalah daerah tertentu yang di dalamnya tercipta homogenitas struktur dan sosial sebagai perwujudan kombinasi antara faktor-faktor lingkungan dan demografi.
UNIVERSITAS
Menurut R.S. Platt, suatu wilayah adalah daerah tertentu yang keberadaannya dikenal berdasarkan homogenitas umum baik atas dasar karakter lahan maupun huniannya.
Sementara menurut Taylor yang melihat wilayah dari penampakan karakteristik memberikan batasan wilayah yaitu sebagai suatu daerah tertentu di permukaan bumi yang dapat dibedakan dengan daerah tetangganya atas dasar kemampuan karakteristik atau properti yang menyatu.
Adapun pengertian wilayah menurut Undang-Undang Tata Ruang nomor : 24 tahun 1992, Wilayah adalah ruang kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait,padanya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administrastratif dan atau aspek fungsional.
Menurut Glasson (1974) dalam Tarigan (2005) bahwa wilayah dapat dibedakan berdasarkan cara pandang terkait dengan kondisinya atau berdasarkan fungsinya, yaitu :
a. Wilayah Subjektif, yakni wilayah merupakan alat untuk mengidentifikasikan suatu lokasi yang berdasarkan kretaria tertentu atau tujuan tertentu.
b. Wilayah Objektif, maksudnya wilayah itu benar-benar ada dan dapat dibedakan dari ciri-ciri / gejala alam setiap wilayah.
Blair (1991) dalam Nugroho dkk (2003) menyebutkan bahwa dalam menganalisis wilayah dikenal tiga tipe,yaitu : (1) Wilayah Fungsional,adanya saling berinteraksi antar komponen-komponen didalam dan diluar wilayahnya
UNIVERSITAS
,wujud wilayah sering dinamakan wiyah modal yang didasari susunan (sistem ) yang berhirarki dari suatu hubungan diantara simpul-simpul perdagangan; (2) Wilayah Homogen,maksudnya adanya relatif kemiripan dalam wilayah; (3) Wilayah administratif, maksudnya wilayah ini dibentuk untuk kepentingan wilayah pengelolaan atau organisasi oleh pemerintah maupun pihak-pihak lain.
Konsep pengembangan wilayah adalah dimaksudkan untuk memperkecil kesejangan pertumbuhan dan ketimpangan antar wilayah. Dalam konteks Nasional adanya kesejangan pembangunan antar wilayah menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembangunan Nasional secara keseluruhan.
Menurut Poernomosidi (1979), bahwa pengembangan wilayah dimungkinkan karena adanya modal yang tertumpu pada pengembangan Sumber daya Manusia dan Sumber daya Alam , berlangsung secara kontinyu sehingga menimbulkan arus barang. Arus barang sebagai salah satu gejala ekonomi merupakan wujud fisik perdagangan antar daerah,antar pulau dan antar Negara.
Sementara itu Parr (1999) menyebutkan ada beberapa konsep pengembangan wilayah, yaitu : (1) Membangkitkan kembali daerah terkebelakang (Depressed Area), sebagai daerah yang memiliki karakteristik tingginya tingkat pengangguran,pendapatan perkapita rendah,rendahnya tingkat kesejahteraan penduduk, dan rendahnya tingkat pelayanan fasilitas dan utilitas yang ada (2) Mendorong Dekonsentrasi wilayah,konsep ini untuk menekan tingkat konsentrasi wilayah dan bertujuan untuk membentuk struktur ruang yang tepat,terutama pada
UNIVERSITAS
beberapa bagian dari wilayah Non-Metropolitan yang berarti untuk menekan perannya terlalu besar. (3) Memodifikasi sistem kota-kota merupakan sebagai pengontrol Urbanisasi menuju pusat-pusat pertumbuhan,yaitu dengan adanya penganturan sistem perkotaan telah memiliki hirarki yang terstruktur dengan baik dan diharapkan akan dapat mengurangi migrasi penduduk kekota besar; (4) Pencapaian terhadap keseimbangan wilayah ,hal ini muncul dikarenakan akibat kurang memuasnya struktur ekonomi inter-regional yang biasanya dengan pertimbangan tingkat kesejahteraan,serta yang berhubungan dengan belum dimanfaatkannya sumber daya alam pada beberapa daerah.
Konsep pemekaran wilayah pada dasarnya merupakan upaya meningkatkan kualitas dan intensitas pelayanan pada masyarakat. Dari segi pengembangan wilayah,calon wilayah baru yang akan dibentuk perlu memiliki basis sumber daya yang seimbang antara satu dengan yang lain. Hal ini perlu diupayakan agar tidak muncul terjadi disparitas yang mencolok pada masa datang. Selanjutnya dalam suatu usaha pemekaran wilayah akan diciptakan ruang publik baru yang merupakan kebutuhan kolektif semua warga wilayah baru. Ruang publik baru akan mempengaruhi aktivitas orang atau masyarakat ada merasa diuntungkan dan sebaliknya dalam memperoleh pelayanan dari pusat pemerintahan baru disebabkan jarak pergerakan berubah (P4N,UGM,1997).
Pemekaran wilayah pada prinsipnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan meningkatkan serta mempercepat
UNIVERSITAS
pelayanan,kehidupan demokrasi, perekonomian daerah, pengelolaan potensi daerah, keamanan dan ketertiban, dan hubungan yang serasi antar daerah dan pusat. Pada hakekatnya tujuan pemekaran wilayah sebagai upaya peningkatan sumberdaya secara berkelanjutan ,meningkatkan keserasian perkembangan antar wilayah dan antar sektor, memperkuat integrasi nasional yang secara keseluruhan dapan meningkatkan kualitas hidup (PP No.129 Tahun 2000).