• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.6. Konsep Pendapatan dan Pembelian

Untuk mengukur kondisi ekonomi seseorang atau rumah tangga, salah satu konsep yang paling sering digunakan adalah melalui tingkat pendapatan. Menurut Winardi (1977), pendapatan menunjuk pada seluruh uang atau hasil material lainnya yang diterima seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu dalam suatu kegiatan ekonomi.

Pengertian pendapatan dan penerimaan menurut Badan Pusat Statistik dibedakan atas: Pertama, pendapatan faktor yang didistribusikan, yang dibagi menurut sumbernya menjadi penghasilan sebagai gaji dan upah, yang dihasilkan dari usaha sendiri dan pekerjaan bebas, dan penghasilan dari pemilihan ini. Kedua,

transfer yang bersifat redistribusi, terutama dari transfer pendapatan yang tidak mengikat dan biasanya bukan merupakan imbalan atas penyerahan atau harta milik pribadi.

Pendapatan dan penerimaan anggota-anggota keluarga dibagi lagi dalam pendapatan berupa uang, pendapatan berupa barang, dan lain-lain. Pendapatan berupa uang adalah segala penghasilan berupa uang yang sifatnya reguler dan diterima biasanya sebagai balas jasa atau kontra prestasi. Sumber-sumber utama adalah gaji dan upah serta lain-lain balas jasa serupa dari majikan; pendapatan bersih dari usaha sendiri dan pekerjaan bebas; pendapatan dari penjual barang yang dipelihara di halaman rumah, hasil investasi seperti bunga modal, tanah, uang pensiunan, jaminan sosial, serta keuntungan sosial (Sumardi dan Evers, 1982:92).

Pendapatan berupa barang adalah segala penghasilan yang sifatnya reguler dan biasa, tetapi tidak selalu berbentuk balas jasa dan diterima dalam bentuk barang atau jasa. Barang dan jasa yang diperoleh dinilai dengan harga pasar sekalipun tidak diimbangi atau disertai transaksi uang oleh yang menikmati barang dan jasa tersebut; demikian pula penerimaan barang secara cuma-cuma, pembelian barang dan jasa dengan harga subsidi atau reduksi dari majikan merupakan pendapatan berupa barang. Penerimaan uang dan barang adalah segala penerimaan yang bersifat transfer redistributif dan biasanya membawa perubahan dalam keuangan rumah tangga misalnya penjualan barang-barang yang dipakai, pinjaman uang, hasil undian, warisan, penagihan piutang, kiriman uang (Sumardi dan Evers, 1982:93).

Menurut Friedman (dalam Diulio, 1993:63), pendapatan rumah tangga terdiri dari pendapatan permanen dan pendapatan transitori. Pendapatan permanen adalah pendapatan yang diharapkan akan diterima oleh rumah tangga selama beberapa tahun mendatang, sedangkan pendapatan transitori terdiri dari setiap tambahan atau pengurangan yang tidak terduga terhadap pendapatan permanen.

Konsep pendapatan berdasarkan gagasan yang diperkenalkan oleh Fisher dan Hicks (dalam Sumardi dan Evers, 1982), mengatakan bahwa pendapatan adalah sebagai serangkaian kejadian yang berkaitan dengan beberapa tahap yang berbeda, yaitu: (1) kenikmatan pendapatan psikis, (2) pendapatan ril, (3) pendapatan uang.

Pendapatan psikis merupakan konsep psikologis yang tidak dapat diukur secara langsung, namun dapat ditaksir oleh pendapatan ril. Sedangkan pendapatan ril adalah ekspansi kejadian yang menimbulkan kenikmatan psikis. Pendapatan ini diukur dengan pengeluaran uang yang dilakukan untuk memperoleh barang dan jasa sebelum dan sesudah konsumsi. Jadi pendapatan psikis, pendapatan ril dan biaya hiudp merupakan tiga tahap yang berbeda bagi pendapatan. Pendapatan uang menunjukkan seluruh uang yang diterima dan dimaksudkan akan dipergunakan untuk konsumsi dalam memenuhi biaya hidup.

Dalam teori ekonomi keberadaan budaya dan hubungan sosial dan hubungan sosial dari pembeli–juga penjual–dapat diabaikan. Para ekonom mengasumsikan bahwa aktor ekonomi (pembeli dan penjual) bertindak untuk mencapai kepentingan pribadinya sendiri, dalam isolasi dari setiap faktor-faktor budaya dan hubungan sosial

yang ada. Asumsi ini biasanya diekspresikan dalam frase ceteris paribus–segala sesuatu tetap (Damsar, 1997).

2.6.1. Penjualan

Pembeli didefinisikan sebagai orang yang datang ke lokasi tertentu dengan maksud untuk membeli suatu barang atau jasa. Seorang pembeli yang ingin membeli barang perlu mengetahui terlebih dahulu harga setiap barang yang ditawarkan. Pembeli dapat memilih barang yang dibutuhkan sesuai dengan kualitas yang diinginkannya dan dana yang tersedia. Harga dalam hal ini adalah jumlah uang (kemungkinan ditambah beberapa barang) yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya (Stanton, 1989).

Dalam aktivitas perdagangan, pedagang adalah orang atau institusi yang memperjualbelikan produk atau barang, kepada konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Damsar (1997), dalam aktivitas ekonomi pedagang dibedakan menurut jalur distribusi yang dilakukan, yaitu:

1. Pedagang distributor (tunggal) yaitu pedagang yang memegang hak distribusi satu produk dari perusahaan tertentu.

2. Pedagang (partai) besar yaitu pedagang yang membeli suatu produk dalam jumlah besar yang dimaksudkan untuk dijual kepada pedagang lain.

3. Pedagang eceran yaitu pedagang yang menjual produk langsung kepada konsumen.

2.6.2. Lokasi

Selain itu hal lain yang mempengaruhi aktivitas penjualan dan pembelian dalam ekonomi pasar adalah pemanfaatan, penggunaan, atau permainan terhadap aspek ruang dan waktu, yang berarti berkaitan dengan dimensi fungsional dari pasar. Sedangkan pemain aspek waktu dan ruang menunjuk pada dimensi persaingan dari pasar. Kedua dimensi tersebut bagaikan mata uang yang punya dua sisi, sisi yang berdimensi fungsional dan sisi yang berdimensi persaingan.

Dalam suatu permainan, seseorang bisa sebagai pemain tunggal atau dapat sebagai pemain dalam tim, semua orang mempunyai tujuan untuk memperoleh kemenangan. Untuk memperoleh kemenangan maka setiap pemain (baik tunggal maupun dalam tim) mempunyai strategi bersaing. Suatu strategi bersaing apabila diterapkan dalam permainan maka dalam proses yang sedang berlangsung orang lain dapat memberikan komentar yang positif atau negatif terhadap permainan tersebut.

Pemanfaatan ruang dan penggunaan ruang bagi aktor ekonomi terutama ditujukan kepada fungsi ekonominya, di samping juga dapat diselimuti oleh kombinasi dengan aspek lain seperti politik, sosial, budaya dan seterusnya. Pemindahan atau pendistribusian barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat lain merupakan inti dari kegiatan perdagangan. Gerakan “memperoleh barang dari tempat lain” ini, istilah yang diajukan Polanyi (1957).

Bagaimana menjadikan suatu ruang, sebagai tempat yang strategis atau bagaimana memperoleh ruang yang strategis sehingga posisi yang ditempati menghasilkan sesuatu yang menguntungkan (segi finansial, akses kepada pembeli,

waktu, dan seterusnya). Pertanyaan pertama berkaitan dengan sesuatu (ruang) yang telah ada sedangkan yang kedua berhubungan dengan sesuatu yang belum ada.

Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh para aktor ekonomi untuk menjadikan suatu ruang sebagai tempat yang strategis, hal yang berkaitan dengan aspek ruang itu sendiri dan yang berhubungan dengan aspek manusia. Strategi yang disebut pertama dimaksudkan untuk memperindah dan mempercantik ruang sehingga menarik orang untuk memperhatikan atau sekedar melirik tempat tersebut.

Pasar sebagai arena perdagangan berkembang pada tempat-tempat di mana dilalui oleh lalu lintas. Pentingnya jalur transportasi terhadap tumbuh, berkembang, dan matinya suatu lokasi pasar menciptakan suatu kolusi antara pengusaha dan penguasa untuk mengatur suatu “kebijakan” tentang pengaturan jalur kenderaan umum. Pada beberapa kota besar di Indonesia banyak ditemukan jalan yang macet karena kenderaan harus melewati suatu lokasi tertentu, sementara jalan-jalan yang berdekatan dengannya sepi karena kenderaan dilarang melalui jalur tersebut.

Di sisi lain para pembeli tidak harus datang ke tempat di mana barang tersebut ditawarkan dan pedagang tidak harus menyediakan ruang untuk memamerkan barang yang ingindijual, tetapi juga ia memainkan aspek waktu yaitu penggunaan waktu secara efektif dan efisien oleh pedagang dan pembeli. Menurut Damsar (1997), kalau ditelusuri akar dari strategi ini di Indonesia, maka dapat dirujuk kepada kegiatan dagang yang dilakukan oleh pedagang bakul atau pedagang keliling. Mereka berdagang dengan mendatangi beranda rumah calon pembeli. Para calon pembeli dapat memilih barang menurut jenis kualitas dan jumlah barang yang ditawarkan

misalnya hanya membeli dua buah produk dan melakukan tawar-menawar dengan penjual.

2.6.3. Waktu

Prinsip dagang yang dipakai oleh perusahaan dagang negara maju maupun pedagang keliling mempunyai kesamaan yaitu prinsip “menjemput bola”. Prinsip ini bercirikan pedagang mendatangi, menawarkan, dan menjual langsung ke beranda rumah (calon) pembeli. Pemindahan atau pendistribusian barang dari satu tempat ke tempat lain dilihat dari penggunaan dan pemanfaatan aspek waktu juga mempunyai fungsi ekonomi.

Bagaimana mempermainkan waktu sehingga ia menjadi saat yang strategis untuk melakukan transaksi merupakan pertanyaan dimensi permainan dari aspek waktu. Penyimpanan atau penimbunan suatu komoditas merupakan suatu kegiatan untuk mengantisipasi suatu permintaan. Naik turunnya permintaan terhadap suatu barang menyebabkan munculnya kebutuhan aktor pasar untuk menyimpan dan menimbun komoditas tersebut.

Dokumen terkait