• Tidak ada hasil yang ditemukan

Memenuhi kebutuhan hidupnya. Beragam ekosistem yang terdapat di wilaya pesisir secara fungsional saling terkait dan berinteraksi satu sama lain sehingga membentuk suatu sistem ekologi yang unik. Bilamana aktivitas manusia menyebabkan perubahan pada salah satu komponen sistem ekologi tersebut,maka akan menpengaruhi keseluruhan sistem secara struktural dan fungsional sehingga terjadi ketidak keseimbangan. Kelestarian ekosistem pesisir dan laut sangant ditentukan berfungsinya hubungan ekologi yang ada. Oleh karna itu, untuk

menjamin kelestarian sumber daya pesisir dan laut, maka hubungan-hubungan ekologis yang ada perlu dilindungi.

1. Dimensi Pengelolan

Pengelolaan berkelanjutan merukapakan suatu strategi pengelolan yang memberikan ambang batas pada laju pemanfaatan ekosistem alamiah dan buatan, serta sumber daya alam yang ada didalamnya. Ambang batas ini tidaklah bersifat mutlak, tetapi merupakan batas yang luwes yang dapat bergerak sesuai kondisi penguasaan teknologi,sosial,ekonomiserta kemampuan biosfir ekosistem untuk menerima dampak dari kegiatan pengelolaan. Pengelolaan secara berkelanjutan juga merupakan suatu strategi pemanfaatan ekosistem alamiah, di mana kapasitas fungsional ekosistem diupayakan tidak terganggu dan dapat memberikan manfaat bagi kehidupan umat manusia secara berkelanjutan. Dahuri attal (1996) mengemukakan empat dimensi pengelolaan secara berkelanjutan yaitu;

1. Ekologis

2. Sosial-ekonomi-budaya 3. Sosial-politik

4. Hukum dan kelembagaan.

Secara ekologis, pemanfaatan sumber daya ekosistem alamiah dan buatan di wilayah pesisir dan laut diupayakan agar dampak segenap kegiatan pemanfaatan tidak meleibihi kapasitas fungsional ekosistem tersebut agar dapat dimanfaatkan tidak melebihi kapasitas fungsional ekosistem tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Ekosistem alamiah memiliki empat fungsi pokok bagi kehidupan manusia,yaitu:

1. Sebagai penyedia jasa-jasa pendukung kehidupan. Jasa-jasa ini mencakup berbagai hal yang di perlukan bagi eksistensi kehidupapan manusia,seperti udara dan air bersih, serta ruang bagi berkiprahnya segenap kegiatan manusia.

2. Sebagai jasa-jasa kenyamanan. Dalam hal ini,yang disediakan oleh ekosistem alamiah berupa lokasi beserta atributnya yang indah dan menyenangkan yang dapat dijadikan tempat berekreasi, serta memulihkan kedamaian jiwa.

3. Sebagai penyediaan sumber daya alam. Ekosistem alamiah menyediakan sumberdaya alam yang dapat dikomsumsi secara langsung atau sebagai input untuk proses produksi.

4. Sebagai penerima limbah. Sedangkan fungsi penerima limbah dari suatu ekosistem adalah kemanpuannya dalam menyerap limbah dari kegiatan manusia, sehingga terjadi suatu kondisi yang aman.

Pembangunan berkelanjutan mensyaratkan bahwa keuntungan atau manfaat yang diperoleh dari kegiatan pemanfaatan suatu wilaya pesisir beserta sumber daya alam yang ada di dalamnya harus diproritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar kegiatan tersebut, terutama bagi mereka yang kemampuan ekonominya lemah, guna menjamin kelangsungan pertumbuhan ekonomi wilaya.

Hal ini penting diperhatikan karna tidak sedikit kasus kerusakan lingkungan pesisir disebabkan oleh kemiskinan dan tingkat pengetahuan yang rendah, seperti penambangan batu karang, penebangan secara total vegetasi Mangrove, penambangan pasir pantai, dan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Wilayah pesisir dan laut merupakan kawasan yang unik karena umumnya permasalahan atau kerusakan lingkungan yang terjadi bersifat eksternalitas, yaitu pihak yang menderita akbat kerusakan bukanlah sipembuat kerusakan tersebut, melainkan pihak lain, yang biasanya masyarat miskin dan lemah.Kasus Minamata merupakan contoh yang sangat nyata dimana kegiatan industri yang membuang limbah logam berat ke perairan telah menyebabkan cacat fisik dan mental yang mengkomumsi ikan terbang.

Mengingat karakteristik permasalahan di wilaya pesisir tersebut, maka pembangunan berkelanjutan hanya dapat dilaksanakan dalam sistem dan suasana politik semacam ini,niscaya laju kerusakan lingkungan akan berlangsung lebih cepat dibanding upaya pengcegahan dan penanggulangannya. Pengelolaan wilaya pesisir dan laut juga menghendaki adanya pengendalian diri warga masyarakat untuk tidak merusak lingkungan. Kelompok yang lebih mampu secara ekonomi hendaknya dapat berbagi kememampuan dan rasa dengan saudaranya yang kurang mampu memenuhi kebutuhan dasarnya dengan mengurangi kebiasaan konsomsi secara berlebihan. Persyaratan yang bersifat personal ini dapat di penuhi melalui penerapan sistem peraturan dan perundang-undangan yang berwibawa dan konsisten,serta diiringi dengan penanaman etika pembangunan berkelanjutan pada warga masyarakat.

2. Ancaman Terhadap Sumber Daya Pesisir

Pengenalan potensi ancaman yang berpeluangditimbulkan oleh berbagai kegiatan pembangunan merupakan hal penting dalam penyususnan rencana pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut.Ancaman dapat berupa faktor yang

berdiri sendiri atau faktor yang selalu berkaitan dari berbagai bidang pembangunan.Ancaman terhadap sumberdaya pesisir,antara lain:

a. Sedimentasi b. Pencemaran c. Degradasi habitat

d. Degradasi sumberdaya dan keanekaragaman hayati.

Pencemaran daerah pesisir dapat disebabkan oleh bahan pencemaran yang datang dari daerah pertanian, pemukima, industri dan pertambangan. Limbah padat dan cair dari daerah pertanian dapat masuk ke perairan pesisir dan laut melelui aliran sungai. Bahan pencemaran lainnya berupa Nitrogen dan Fosfor yang masuk keperairan pesisir dan laut dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan kesuburan yang berlebihan, sehingga menbahayakan ekosistem pesisir. Limbah padat dan cairan dari rumah tangga dan industri juga merupakan bahan pencemaran perairan pesisir dan laut yang sulit dikontrol.

Degradasi habitat merupakan salah satu masalah serius bagi daerah pesisir yang dapat di sebabkan oleh dampak negatif dari aktifitas manusia, seperti erosi.

Pantai dapat disebabkan oleh kegiatan pembukaan hutan pantai untuk kepentingan pemukiman dan pengembangunan infrastruktur, sehingga mengurangi fungsi perlindungan terhadap pantai. Kegiatan penambangan batu karang untuk kepentingan pembanguan jalan dan bangunan dapat menberikan kontribusi penting terhadap erosi pantai, karena berkurangnya atau hilangnya perlindungan pantai dari hantaman gelombang dan badai. Sumber ancaman lainnya terhadap

degradasi habitat pesisir adalah kerusakan ekosisitem yang disebabkan berbagai aktifitas manusia.

Dokumen terkait