• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

F. Konsep Pengembangan Profesionalisme Guru

Pengembangan bukan berarti sebatas pertumbuhan dan perubahan saja, melainkan pengembangan mencakup segala aspek yang berkaitan dengan suatu objek, yang didalamnya terkait perubahan yang berlangsung secara continue dan bersifat tetap dari fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ke tahap kesempurnaan dan kematangan melalui pertumbuhan, pembelajaran, dan pembiasaan.

Secara bahasa Pengembangan berasal dari kata kembang yang berarti menjadi tambah sempurna (tentang pribadi, fikiran, pengetahuan dan sebagainya),

pengembangan memiliki arti proses, cara, perbuatan.59 Jadi secara bahasa

pengembangan adalah proses pematangan diri baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dilakukan secara terus menerus.

Dalam mendefinisikan pengembangan, terdapat perbedaan mendasar pada para ahli sesuai dengan latar belakang ilmu yang digelutinya. Menurut

Muhaimin,60 istilah pengembangan dapat bermakna kuantitatif dan kualitatif.

Secara kuantitatif bisa menjadikan seseorang memiliki pengaruh lebih luas baik di dalam sekolah mapun di luar madrasah. Secara kualitatif menjadikan seseorang

59

http://blog.unnes.ac.id/cahpinter/pengembangan-adalah-2/, Diakses Pada Tanggal 22 Januari 2019.

60

Muhaimin, Dekonstruksi Pendidikan Islam, (Jakarta: PT RajaGrapindo Persada, 2009),307.

lebih baik, bermutu dan lebih maju sehingga bisa lebih bermanfaat buat orang lain.

Seels dan Richey,61 mendefinisikan pengembangan sebagai proses

menterjemahkan atau menjabarkan spesifikasi rancangan kedalam bentuk fitur fisik.

Menurut Undang Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2002,62

pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti akan kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada untuk menghasilkan teknologi baru.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan merupakan proses yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan baik secara fisik maupun non fisik menuju ke yang lebih baik sehingga bisa lebih bermanfaat buat dirinya dan orang lain.

Dalam kaitannya dengan konsep pengembangan profesionalisme guru, pengembangan profesionalisme guru merupakan proses yang dilakukan untuk mengembangkan profesionalisme guru sebagai penunjang dalam menjalankan aktivitas kesehariannya sebagai guru. Dengan meningkatnya profesionalisme guru diharapkan tujuan pendidikan bisa tercapai secara efisien dan efektif.

61

http://banghens.blogspot.com/2016/09/definisi-pengembangan-menurut-beberapa.html, Diakses Pada Tanggal 22 Januari 2019.

62

Menurut purwanto yang dikutip oleh Ali Muhson,63 dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru, guru harus selalu berusaha untuk melakukan lima hal: (1) memahami tuntutan standar profesi yang ada, (2) mencapai kualifikasi dan kompetensi yang dipersyaratkan, (3) membangun hubungan kesejawatan yang baik dan luas termasuk lewat organisasi profesi, (4) mengembangkan etos kerja atau budaya kerja yang mengutamakan pelayanan bermutu tinggi kepada konstituen, (5) mengadopsi inovasi atau mengembangkan kreativitas dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi mutakhir agar supaya senantiasa tidak ketinggalan dalam kemampuannya mengelola pembelajaran.

Untuk mengembangkan profesionalisme guru bukan suatu hal yang mudah melainkan butuh kerja ekstra dan terdapat dukungan penuh dari berbagai pihak, seperti halnya sesama guru, kepala madrasah, supervisor dan lainnya. Semua komponen ini harus saling support dan atau bahu membahu demi meningkatnya kualitas pendidikan sehingga tidak jauh tertinggal dari lembaga pendidikan yang lainnya.

Guru merupakan kunci dari upaya peningkatan mutu sebuah lembaga pendidikan. Maka dari itu, kepala madrasah sebagai figuer sentral dalam madrasah hendaknya mampu memanfaatkan sumber daya manusia yang ada, memberikan motivasi, dorongan, serta memberikan kesempatan bagi para guru

63

Ali Muhson, Meningkatkan Profesionalisme Guru: Sebuah Harapan, Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 2, Nomor 1, Agustus 2004.

untuk mengmbangkan kompotensi pendidikan dan teknik-teknik mengajar yang

dimilikinya.64

Menurut Ahmad Barizi,65 kepala madrasah bertanggung jawab bagi

pembangunan madrasah yang berkualitas dimana tempat ia mengabdi. Untuk itu, kepala madasah harus memahami dan mampu mengaktualisasikan visi dan wawasan dalam mengembangkan madrasah atau dalam konteks tugasnya sebagai manajer dan supervisor.

Dalam upaya melakukan pengembangan profesionalisme guru, bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa konsep, dan memilih konsep yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi yang ada di madrasah masing-masing, serta disesuaikan dengan tujuan utama dalam pengembangan kompetensi profesional guru. Adapun dalam pengembangan profesionalisme guru, secara umum Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan

Nasional,66 menyebutkan beberapa alternatif program pengembangan

profesionalisme guru, diantaranya sebagai berikut:

1) Program peningkatan kualifikasi pendidikan guru 2) Program penyetaraan dan sertifikasi

3) Program supervisi pendidikan

4) Program pelatihan terintegrasi berbasis kompetensi

5) Program pemberdayaan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) 6) Simposium guru

7) Program pelatihan tradisional lainnya 8) Membaca dan menulis karya ilmiah 9) Berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah

10) Melakukan penelitian (khususnya penelitian tindakan kelas)

64

Malik Fatoni, Peran Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Guru di MTs Nurul

Falah Talok Kresek Kabupaten Tanggerang, Tarbawi, Vol. 3 No. 02, Nopember 2017, 168-182.

65

Ahmad Barizi, Pendidikan Integratif Akar Tradisi dan Integrasi Keilmuan Pendidikan

Islam, (Malang: UIN Press, 2011), 166.

66

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005.

11) Magang

12) Mengikuti berita aktual dari media pemberitaan 13) Berpartisipasi aktif dalam organisasi profesi, dan 14) Menggalang kerjasama dengan teman sejawat.

Dari beberapa program yang ditawarkan di atas, dalam mengembangkan profesionalisme guru, kepala madrasah selaku pemangku kebijakan dan bertanggungjawab penuh terhadap semua jajarannya diharapkan bisa memilih dan menerapkannya di madrasah tempat ia mengabdi. Walaupun demikian, bukan berarti program atau konsep yang ditawarkan di atas merupakan konsep yang paling baik dalam rangka mengembangkan profesionalisme guru, maka dari itu kepala madrasah harusnya senantiasa melakukakn terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan profesionalisme guru sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ada.

Adapun secara lebih sederhana, Mujtahid67 mengemukakan beberapa

konsep dalam mengembangkan profesionalisme guru diantaranya sebagai berikut:

1) Pembinaan dan pengembangan profesi guru

Pembinaan dan pengembangan profesi guru merupakan suatu kewajiban bagi sekolah dalam rangka menempatkan guru sebagai mitra profesi yang bergerak pada pelayanan jasa. Karenanya, pimpinan dalam konteks ini memiliki peran yang penting untuk melaksanakan secara kesinambungan.

Untuk menjaga mutu pembelajaran, lembaga pendidikan harus senantiasa memberikan pembinaan dan pengembangan profesi guru. Upaya ini bisa dilakukan untuk memberikan dorongan para guru agar tetap mempunyai semangat dan motivasi yang sama dalam mengemban tugasanya sebagai guru. Dalam

67

rangka pengembangan dan pembinaan profesi guru dibutuhkan kepala sekolah yang memiliki kreatifitas tinggi misalnya dengan melalui penugasan.

2) Partisipasi pada kegiatan ilmiah

Salah satu upaya untuk mengembangkan profesionalisme guru ialah dengan cara megikutkan para guru dalam kegiatan-kegiatan ilmiah. Cara ini merupakan sebuah cara yang efektif bagi guru agar mereka selalu update dengan kebutuhannya. Model ini dapat dijalankan dengan cara kerjasama dengan sekolah luar (baik negeri dan swasta) yang mempunyai kesamaan visi dalam mengembangkan profesionalisme guru.

Partisipasi pada kegiatan ilmiah ini berkaitan dengan seluruh kegiatan yang berkaitan dengan profesionalisme guru, seperti pengembangan wawasan kependidikan, keterampilan guru, materi atau kurikulum, administrasi sekolah, dan lainnya. Bnetuk kegiatan ilmiah tersebut antara lain yakni: lokakarya, workshop, seminar dan lain sebagainya.

3) Mengaktifkan guru pada organisasi profesi

Untuk meningkatakan mutu profesi, pimpinan kepala sekolah sering menempuh melalui forum oragnisasi profesi. Yaitu cara pimpinan untuk mengaktifkan para guru ke dalam berbagai kegiatan, seperti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Kelompok Kerja Guru (KKG). Keterlibatan guru pada kegiatan tersebut merupakan suatu tahapan penting bagi guru untuk membangun sikap profesionalnya dalam bidang materi pelajaran.

Dokumen terkait