• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

TINJAUAN TEORI

1) Rangka/Frame

5.3 Konsep Perancangan

5.3.1 Konsep Penentuan Lokasi dan Luasan Site

Lokasi The Fe-Male Centre terpilih yang ditentukan berdasarkan analisa pendekatan site yang telang dilakukan pada bab 4 menghasilkan penentuan site yang berada di Jln.Raya Maruya Selatan, Kebon Jeruk Baru Jakarta dengan luasan site ± 9000 m2

sehingga memenuhi kebutuhan ruang untuk bangunan The Fe-Male Centre.

5.3 .2 Konsep Pencapaian dan Sirkulasi

Main entrance bangunan berada pada sisi barat site yaitu di jalan Raya Meruya selatan, karena jalan tersebut merupakan jalan utama dan dilewati berbagai

kendaraan baik umum maupun pribadi. Pintu masuk dan keluar di letakkan pada satu sisi sehingga memudahkan sirkulasi dalam bangunan khususnya area parkir.

Gambar 5.1 Lokasi dan ukuran site

commit to user 5.3.3 Konsep Zonifikasi

Kegiatan utama berada di sisi timur dan selatan site karena memerlukan ketenangan selain itu perletakan barier baik bangunan lain ataupun vegetasi di sekitar bangunan utama. Penentuan zoning telah ditentukan berdasarkan pertimbangan analisa site sehingga didapatkan satu zoning yang sesuai dengan kegiatan bangunan.

5.3.4 Konsep Penampilan dan Susunan Bangunan

Pentransformasian bentuk lekuk tubuh akan diaplikasikan pada massa utama bangunan sehingga akan menjadi point of interest pada daerah sekelilingnya.

Bangunan The Fe-Male Centre yang akan dirancang menggunakan masa jamak karena terdapat kelompok kegiatan yang memiliki fungsi masing-masing, yaitu kelompok kegiatan utama yaitu pendidikan dan pelatihan, pengelola, penunjang dan

Gambar 5.3 zonifikasi Sumber : analisa penulis

Gambar 5.2

Sirkulasi dan Pencapaian pada site Sumber : analisa penulis IN

commit to user

servis. Susunan massa bangunan juga diambil dari konsep bentuk lingga yoni (laki-laki dan perempuan) yang dijelaskan pada gambar 5.4 sehingga sesuai dengan karakteristik waria sendiri.

5.3.5 Konsep Sirkulasi Sirkulasi dalam Bangunan

Sirkulasi didalam ruangan akan mengunnaka sistem sirkulasi memutar untuk memudahkan user dalam mencapai pada tiap ruangan. Sirkulasi memutar juga digunakan agar tidak terjadi cross activity dan penumpukkan kegiatan pada satu tempat.

Gambar 5.5

Susuan massa dan konsep LinggaYoni Sumber : analisa penulis

LINGGA

Yoni

Gambar 5.6 Sirkulasi memutar Sumber : analisa penulis

Gambar 5.4

Bentuk yang diambil dari pentransformasian lekuk tubuh Sumber : analisa penulis

commit to user 5.3.6 Konsep Struktur bangunan

Struktur bangunan The Fe-Male Centre akan disesuaikan dengan konsep bangunan geometris dekonstruktif dengan penekanan konsep feminisme yang muncul dari susunan massa bangunan yang diletakkan pada garis lekuk tubuh. Struktur yang sesuai dengan konsep bangunan tersebut diantaranya:

Pondasi Footplat

Penggunaan pondasi footplat mampu mendukung bangunan berlantai banyak maupun sedikit, cocok untuk jenis tanah yang tidak terlalu keras, tidak perlu menggali tanah terlalu dalam. Cocok dengan karakter bangunan The Fe-Male Centre mempunyai beban yang dinamis dan cukup berat.

Struktur Rangka/Frame

Kekuatan dan kekakuan struktur serta fleksibilitas yang dapat memenuhi tuntutan bentuk dan karakter yang sesuai dengan yang dikehendaki pada bangunan The Fe-Male Centre dapat dipenuhi dengan pengguna struktur rangka/frame dengan karakter yang cukup mudah dalam pelaksanaan. Struktur ini juga memungkinkan buka-bukaan yang banyak dengan sistemnya yang sederhana dan ringan .

Gambar 5.7 Struktur rangka

commit to user Dak Beton dan Space Frame

Struktur atas bangunan akan menggunakan dak beton yang sifatnya relatif tahan lama dalam segala cuaca, struktur ini sesuai dengan konsep geometris bangunan The Fe-Male Centre ditambah dengan penggunaan space frame untuk penutup atap dengan jarak kolom yang panjang dan untuk menambah langgam bentuk pada atap.

5.3.6 Konsep Utilitas

Konsep Utilitas yang sesuai dengan karakteristik bangunan dan memenuhi segala kebutuhan The Fe-Male Centre antara lain;

1) Konsep Pengamanan Terhadap Kebakaran Sistem yang digunakan adalah:

a) Sistem fire alarm b) Sistem sprinkler gas c) Tangga darurat d) Fire estinguisher e) Outdoor hydrant

2) Konsep Pengamanan Bahaya Petir

Sistem penangkal petir yang digunakan pada bangunan adalah sistem faraday, dengan prinsip kerja tiang yang dipasang pada puncak atap dan dihubungkan

Gambar 5.8 Space Frame

commit to user

dengan kawat menuju ground. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penangkal petir adalah :

a) Tiang penangkal diletakkan di bagian-bagian teritinggi bangunan b) Seluruh bidang atas bangunan arus dapat terlindungi

c) Penangkal petir menggunakan bahan yang dapat menghantarkan muatan listrik ke dalam ground.

3) Konsep Penyediaan Air Bersih

Sistem yang digunakan adalah down feed distribution system.

4) Konsep Jaringan Air Kotor

Sistem jaringan air kotor dibagi menjadi dua bagian, yaitu jaringan air kotor padat (tinja & lavatory) dan jaringan air kotor cair (air hujan, roof garden, wastafel, t. wudlu, kolam renang dan dapur). Air kotor padat disalurkan ke Septictank kemudian ke peresapan, sedangkan air kotor cair dikumpulkan di Water treatment untuk di olah kembali sehingga bisa digunakan untuk perawatan roof garden.

Gambar 5.10

Skema sistem air kotor pada bangunan. Sumber : Rahmat, 2000.

Gambar 5.9

Skema konsep sistem distribusi air bersih Sumber:Poerbo, 1995:21.

commit to user 5) Konsep Penyediaan Listrik

6) Digunakan genset dan baterai yang bekerja secara otomatis ketika aliran PLN mati. Sumber listrik digunakan untuk kebutuhan menjalankan AC, lift, ruang monitor keamanan.

7) PLN

8) Genset

9) Gabungan

keterangan :

.. ATS (Automatic Transfer Switch), adalah alat yang mentransfer aliran listrik secara otomatis dari PLN ke generator, sehingga kemudian Generator berfungsi sebagai PLN.

.. EMD (Electrical Main Distribution), merupakan pusat pendistribusian aliran listrik yang ada. Gambar 5.12

Skema sumber listrik dari PLN Sumber: Poerbo, 1995:56.

Gambar 5.11

Skema konsep sistem Pencahayaan Sumber:Analisa Penulis Sinar matahari Pencahayaan alami, menggunakan cahaya matahari Pencahayaan artifisial Bagan 5.13

Skema sumber listrik dari genset Sumber: Poerbo, 1995:56.

Gambar 5.14

Skema sumber listrik gabungan dari PLN dan genzet Sumber: Poerbo, 1995:56.

Dokumen terkait