• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

B. Konsep Perencanaan Pendidikan

manajemen pendidikan menurut Didin Kurniadi dan Imam Macdhali (2013: 126) yaitu “fungsi perencanaan (planning), fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing), dan fungsi pengendalian (controlling)”. Sedangkan menurut Fayol (H.E. Syarifudin, 2011: 19) fungsi- fungsi manajemen yaitu: “1) Planning (perencanaan), 2) Organizing (pengorganisasian), 3) Command (memimpin), 4) Cordinating (penkordinasian), 5) Control (pengawasan)”. Menurut Hartati Sukirman, dkk (2010: 15) “pada dasarnya fungsi manajemen dapat dikelompokkan dalam tiga kegiatan yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), dan pengontrolan (controlling)”.

Dari pendapat beberapa tokoh diatas dapat diambil kesimpulan, manajemen pada intinya terdiri dari beberapa fungsi yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengendalian (controlling).

B. Konsep Perencanaan Pendidikan 1. Pengertian Perencanaan Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan di setiap jenjang dan jenisnya selalu diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan pengelolaan pendidikan yang baik. Tahap awal pengelolaan pendidikan yang memegang peran penting dalam keberhasilan pendidikan yaitu perencanaan. Perencanaan pendidikan diartikan berbeda- beda oleh para ahli. Tetapi adanya perbedaan ini tidak berarti bahwa ada diantara pendapat itu yang secara logis keliru. Guruge (Matin,2013:10) mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai “the process of preparing decisions for action in the future in

14

the field of educational development”(proses mempersiapkan keputusan untuk kegiatan masa depan di bidang pembangunan pendidikan. Pengertian perencanaan pendidikan secara lebih rinci disampaikan Coombs (Udin Syaefudin Sa’ud dan Abin Syamsuddin Makmun, 2006:8) perencanaan pendidikan adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan masyarakatnya.

Menurut H. M. Djumberansyah Indar (Matin, 2013:13) menjelaskan perencanaan pendidikan sebagai suatu proses intelektual yang berkesinambungan dalam menganalisis, merumuskan dan menimbang serta memutuskan dengan keputusan yang diambil harus mempunyai konsistensi (taat asas) internal dan berhubungan secara sistematis dengan keputusan- keputusan lain, baik dalam bidang itu sendiri maupun dalam bidang- bidang lain dalam pembangunan, dan tidak ada batas waktu untuk satu jenis kegiatan, serta tidak harus selalu satu kegiatan mendahului dan didahului oleh kegiatan yang lain.

Perencanaan pendidikan secara umum dapat diartikan sebagai proses pengambilan keputusan- keputusan dalam bidang pendidikan yang diarahkan untuk masa depan yang dilakukan secara rasional dan sistematis agar penyelenggaran pendidikan lebih efektif dan efisien serta mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Keputusan yang diambil harus menyesuaikan dan mempertimbangkan keputusan- keputusan lain selain bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan pendidikan berhubungan dan berkaitan erat dengan bidang- bidang lain seperti ekonomi, sosial, politik dan sebagainya.

15 2. Tujuan Perencanaan Pendidikan

Perencanaan pendidikan menghasilkan keputusan- keputusan yang akan dilaksanakan untuk dapat mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, perencanaan pendidikan memiliki berbagai tujuan yang ingin dicapai. Menurut Djumberansyah (Matin, 2013:15) tujuan perencanaan pendidikan adalah untuk:

a. Menyusun kebijaksanaan dan menggariskan strategi pendidikan yang sesuai dengan kebijakan pemerintah (menyusun alternative dan prioritas kegiatan) yang menjadi dasar pelaksanaan pendidikan pada masa yang akan datang dalam upaya pencapaian sasaran pembangunan pendidikan.

b. Menginvestasikan biaya pendidikan seefisien mungkin.

Tujuan perencanaan pendidikan secara lebih rinci menurut H. E. Syarifudin (2011:44) sebagai berikut:

a. Menyediakan rancangan keputusan- keputusan pejabat perencana pendidikan yang berwenang baik tingkat daerah maupun tingkat nasional

b. Membuat pola dan program kegiatan secara matang bagi berbagai bidang atau satuan kerja yang bertanggung jawab melaksanakan kebijaksanaan yang telah dirumuskan

c. Menyajikan fakta- fakta dan data agar dapat diterima oleh stake holder pendidikan

d. Menentukan tindakan- tindakan yang akan diambil dengan berorientasi pada masa depan

e. Menyakinkan secara logis dan rasional dan sistematis kepada stake holder pendidikan tentang rencana pendidikan yang telah dibuat. Menurut Matin (2013:16) tujuan perencanaan pendidikan pada intinya adalah untuk:

a. Mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien dengan pemanfaatan sumber- sumber yang ada seefektif dan seefisien mungkin.

16

b. Membangun sistem pendidikan yang lebih baik dengan menggunakan berbagai strategi yang tepat dan pemanfaatan sumber- sumber yang efisien.

Dari tiga pendapat tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan pendidikan memiliki banyak tujuan. Tujuan perencanaan pendidikan yaitu membangun sistem pendidikan yang lebih baik yaitu dengan cara menyusun kebijakan dan strategi pendidikan secara logis, rasional dan sistematis serta menginvestasikan sumber daya yang dimiliki seefisien mungkin untuk mencapai tujuan pendidikan yang berorientasi pada masa depan. Tujuan perencanaan pendidikan juga berhubungan dengan stake holder yaitu untuk menyakinkan stake holder secara logis dan rasional tentang rencana pendidikan.

3. Fungsi dan Peranan Perencanaan Pendidikan

Menurut H.M. Djumberansyah Indar (Matin, 2013:18) fungsi dan peranan perencanaan pendidikan adalah:

a. Sebagai alat untuk mengarahkan kegiatan pendidikan

b. Sebagai pedoman bagi pelaksanaan kegiatan- kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan pendidikan

c. Sebagai alat untuk memperkirakan atau forecasting hal- hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui

d. Memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternative cara terbaik e. Sebagai alat untuk menyusun skala prioritas (memilih urutan- urutan dari segi

pentingnya suatu tujuan, sasaran, maupun kegiatan usahanya)

Menurut H. E. Syarifudin (2011:44) fungsi perencanaan pendidikan yakni: a. Merupakan pola dasar dan petunjuk pengambilan keputusan tentang

17

b. Pedoman pelaksanaan dan pengendalian pelaksanaan pendidikan c. Menghindari pemborosan sumber- sumber daya baik sumber daya

manusia maupun sumber daya non manusia d. Alat pengembangan penjaminan mutu pendidikan

e. Upaya untuk memenuhi dan mewujudkan transfaransi dan akuntabilitas lembaga pendidikan

f. Mempersiapkan keputusan- keputusan atau alternative- alternative kebijaksanaan yang bersifat strategis untuk kegiatan masa depan dalam pembanguna pendidian.

Hal yang hampir sama disampaikan oleh Matin (2013:19) fungsi dan peranan perencanaan pendidikan adalah sebagai berikut:

a. Sebagia pedoman bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan pendidikan b. Sebagai alat pengendalian pelaksanaan pembangunan pendidikan c. Sebagai alat untuk menjamin mutu pembangunan pendidikan d. Sebagai alat pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien e. Sebagai sarana untuk menjamin kelancaran pencapaian tujuan

pembangunan pendidikan

f. Sebagai sarana untuk memperjelas visi, misi, dan strategi pembangunan pendidikan

g. Sebagai alat yang logis dan sistematis untuk mengubah sistem pendidikan kea rah yang lebih baik

Perencanaan pendidikan adalah proses penyiapan keputusan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi dan peranan perencanaan pendidikan yaitu sebagai pedoman sekaligus memberikan skala prioritas tentang kegiatan yang harus dilakukan, memberikan perkiraan- perkiraan yang akan terjadi, mampu menjadi alat kendali untuk mencegah terjadinya penyimpangan serta memperjelas visi, misi dan strategi.

4. Ruang Lingkup Perencanaan Pendidikan

Penentuan ruang lingkup perencanaan pendidikan sangat ditentukan dari perspektif apa yang digunakan. Perbedaan perspektif yang digunakan akan membedakan ruang lingkup tersebut. Menurut Matin (2013:23) yaitu

18

Untuk menjelaskan ruang lingkup perencanaan pendidikan secara tepat harus menggunakan dua perspektif. Perpektif pertama adalah ruang lingkup perencanaan pendidikan dilihat dari bidang kajian dalam memahami konsep, teori dan prosedur perencanaan pendidikan. Yang kedua lingkup perencanaan pendidikan dilihat dari perspektif objek yang direncanakan oleh perencanaan pendidikan.

Dari dua sudut pandang ini dapat ditentukan berbagai ruang lingkup perencanaan pendidikan. Matin (2013: 23) menjelaskan,

Dipandang dari sudut bidang kajian, ruang lingkup perencanaan pendidikan dapat meliputi: pengkajian terhadap konsep dasar dan teori- teori perencanaan pendidikan, prosedur perencanaan pendidikan, teknik- teknik perencanaan pendidikan, pendekatan- pendekatan perencanaan pendidikan, prinsip- prinsip perencanaan pendidikan, dan lain- lain termasuk sejarah perkembangan perencanaan pendidikan.

Matin (2013:23-24) menambahkan,

Dipandang dari sudut objek yang direncanakan, ruang lingkup perencanaan pendidikan meliputi: perencanaan siswa, perencanaan guru dan tenaga kependidikan, perencanaan prasarana dan sarana pendidikan, perencanaan biaya pendidikan, perencanaan kurikulum dan program pendidikan, perencanaan proses pembelajaran, perencanaan mutu sistem pendidikan dan lai sebagainya, termasuk perencanaan manajemen penyelenggaraan pendidikan.

Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen. Oleh karena itu, ruang lingkup perencanaan pendidikan meliputi perencanaan pada seluruh komponen dalam sistem pendidikan. Komponen pendidikan antara lain peserta didik, personalia (guru dan non guru), sarana dan prasarana, serta biaya, dukungan masyarakat, serta lulusan.

Dokumen terkait