LANDASAN TEORI
2.4 Konsep Perkembangan Remaja .1Definisi
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju ke
masa dewasa, dimana pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat termasuk
fungsi reproduksi sehingga dapat mempengaruhi perubahan-perubahan
perkembangan baik fisik, mental, dan peran sosial (Kumalasari, 2012). Menurut
Wong (2011) masa remaja merupakan suatu transisi dari masa kanak-kanak ke
masa dewasa.
Masa remaja lebih sering dikenal dengan fase mencari jati diri (identitas
diri). Memasuki masa remaja akan muncul berbagai permasalahan yang komplek
(Indriyani, dkk, 2014). Remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan keinginan
yang besar terhadap hal-hal yang baru.
2.4.2 Tahap perkembangan remaja
Menurut Papila & Olds (2001) cit. Jahja (2012) menjelaskan bahwa
perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas
sensori, dan keterampilan motorik. Papalia & Olds (2001) cit. Jahja (2012)
menambahkan bahwa perubahan dalam tubuh, pertumbuhan tulang, dan otot, dan
kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Tubuh remaja mulai beralih dari
tubuh kanak-kanak menjadi tubuh orang dewasa yang cirinya ialah kematangan.
Perubahan fisik otak strukturnya semakin sempurna untuk meningkatkan
kemampuan kognitif. Pada masa remaja itu, terjadilah suatu pertumbuhan fisik
yang cepat disertai banyak perubahan, termasuk didalamnya pertumbuhan
dengan kemampuan melaksanakan fungsi reproduksi. Perubahan yang terjadi
pada pertumbuhan tersebut diikuti munculnya tanda-tanda sebagai berikut :
1. Tanda-tanda seks primer
Perkembangan psikologis remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada
organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat.
Kematangan organ-organ seksualitas ini mengakibatkan remaja pria, sekitar
usia 14-15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma. Sedangkan pada
wanita semua organ reproduksi wanita tumbuh selama masa puber, namun
tingkat kecepatan antara organ satu dan lainnya berbeda. Berat uterus pada
anak usia 11 atau 12 tahun kira-kira 5,3 gram, pada usia 16 tahun rata-rata
besarnya 43 gram. Sebagai tanda kematangan organ reproduksi pada
perempuan adalah datangnya haid, ini adalah permulaan dari serangkaian
pengeluaran darah, lendir dan jaringan sel yang hancur dan uterus secara
berskala, yang akan terjadi kira-kira setiap 28 hari berlangsung terus sampai
menjelang masa menopouse. Menopouse bisa terjadi pada usia sekitar 50an
(Widyastuti, dkk, 2009).
2. Tanda-tanda seks sekunder
a. Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang, tangan, dan kaki bertambah
besar.
Perumbuhan remaja mengikuti pola caudorostral dimana pada awal
pubertas perlu sepatu yang ukuran lebih besar terlebih dahulu kemudian
diikuti celana dan terakhir bajunya. Puncak pertumbuhan ekstennitas bawah
tahun. Remaja laki-laki pada umumnya mempunyai kaki lebih panjang dari
pada remaja perempuan.pertumbuhan yang terjadi pada masa pubertas pada
anak perempuan adalah 23-28 cm selama 18-24 bulan yang terjadi saat anak
perempuan berumur 9 tahun (Soetjiningsih, 2004).
b. Panggul lebar, bulat, dan membesar.
Panggul menjadi berkembang, membesar, dan membulat. Hal ini sebagai
akibat membesarnya tulang pinggul dan berkembangnya lemak di bawah
kulit (Widastuti, dkk, 2009). Pertumbuhan panggul secara kuantitatif hampir
sama dengan remaja laki-laki. Tetapi, karena pertumbuhan remaja lebih
kecil pada berbagai dimensi tubuhnya, maka lebar panggul tidak
proposional (tampak lebih besar) daripada remaja laki-laki (Soejiningsih,
2004).
c. Tumbuh bulu-bulu halus di sekitar ketiak dan alat kelamin.
Pada laki-laki tumbuh jengot, kumis, bulu pada ketiak dan kemaluan.
Rambut kemaluan pada wanita juga tumbuh seperti halnya remaja laki-laki.
Tumbuh rambut kemaluan ini terjadi setelah pinggul dan payudara mulai
berkembang. Bulu ketiak dan bulu pada kulit wajah mulai tampak setelah
haid. Semua rambut kecuali rambut wajah mula-mula lurus dan terang
warnanya, kemudian menjadi lebih subur, lebih besar, lebih gelap, dan agak
keriting.
d. Pertumbuhan payudara, putting susu membesar dan menonjol, serta kelenjar
Seiring pinggul membesar, maka payudara juga membesar dan putting susu
menonjol. Hal ini terjadi secara harmonis sesuai pula dengan berkembang
dan makin besarnya kelenjar susu sehingga payudara menjadi lebih besar
dan bulat.
e. Kulit menjadi lebih kasar, tebal, agak pucat, lubang pori-pori bertambah
besar kelenjar lemak dan kelenjar keringat menjadi lebih aktif.
f. Otot semakin besar dan semakin kuat.
Otot semakin besar terutama pada pertengahan menjelang puber, sehingga
memberikan bentuk pada bahu, lengan dan tungkai.
g. Suara menjadi lebih penuh dan besar pada laki-laki dan semakin merdu pada
perempuan.
h. Tumbuh jankun pada laki-laki (Kumalasari & Andhyantoro, 2012).
Sedangkan menurut Tarwoto dkk (2010) menyatakankan bahwa perkembangan
remaja dibagi menjadi tiga bagian yaitu perkembangan psikologis remaja awal,
remaja menengah, dan remaja akhir.
1. Tahap perkembangan remaja awal (10-14 tahun)
Masa yang ditandai rasa cemas terhadap penampilan fisik, perubahan
hormonal, menyatakan kebebasan dan merasa sebagai individu, sering
mengakibatkan kesulitan dalam menyesuaikan diri, dan pada saat remaja mulai
2. Tahap perkembangan remaja menengah (15-17 tahun)
Ditandai dengan bentuk tubuh yang menyerupai orang dewas. Oleh karena itu,
remaja diharapkan berprilaku seperti orang dewasa namun remaja belum siap
secara psikologis, dan mulai membina hubungan dengan lawan jenis.
3. Tahap perkembangan remaja akhir (18-20 tahun)
Ditandai dengan lebih mampu membina hubungan dengan lawan jenis yang
lebih stabil. Selama remaja akhir, proses berfikir secara kompleks digunakan
untuk menata masa depan.
2.4.3 Tugas perkembangan remaja
Tugas perkembangan masa remaja difokuskan pada upaya meninggalkan
sikap dan perilaku ke kanak-kanakan serta berusaha untuk mencapai kemampuan
bersikap dan berperilaku secara dewasa. Adapun tugas-tugas perkembangan masa
remaja adalah berusaha (Ali & Asrori, 2012) :
1. Mampu menerima keadaan fisiknya.
2. Mampi menerima dan memahami peran seks usia dewasa.
3. Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan
jenis.
4. Mencapai kemandirian emosional.
5. Mencapai kemandirian ekonomi.
6. Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan
untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat.
8. Mengembangkan perilaku bertanggung jawab sosial yang diperlukan untuk
memasuki dunia dewasa.
9. Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan.
10. Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan
keluarga.