• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Sistem Bagi Hasil Pengelolaan Usaha BUMNag

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

2. Penerapan Sistem Bagi Hasil Pengelolaan Usaha BUMNag

BUMNag merupakan salah satu lembaga perekonomian yang sebagian modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan Desa. Kehidupan masyarakat meningkat dan terbantu oleh adanya unit usaha-usaha yang dikelola, keadaan ini sangat dianjurkan agama karena BUMNag telah memberikan bantuan atau pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Islam menganjurkan ummatnya untuk memproduksi dan berperan dalam berbagai bentuk aktivitas ekonomi, pertanian, perkebunan, perikanan, perindustrian, dan perdagangan. BUMNag membantu masyarakat untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki baik sumber daya alam, asset Desa, ataupun keterampilan yang dimiliki untuk digunakan sebagai modal dan mendapatkan tambahan penghasilan suatu pekerjaan. Aktivitas berusaha dan bekerja dipengaruhi oleh kondisi suatu daerah dimana hidup dan bermukim. Bekerja yang dilakukan oleh masyarakat dapat berupa kerjasama.

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, kerjasama yang dilakukan yaitu kerjasama antara BUMNag dengan kelompok masyarakat yang mana BUMNag membantu kelompok masyarakat untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat Nagari yang membuka usaha.

Disini BUMNag menginvestasikan modal untuk mengembangkan usaha kelompok masyarakat. Usaha yang dikelola oleh kelompok masyarakat yaitu usaha rakik maco. BUMNag dan kelompok masyarakat bersepakat bekerjasama yang mana BUMNag sebagai pemilik modal dan kelompok

masyarakat sebagai pengelola usaha. BUMNag menginvestasikan modal 100% kepada pengelola usaha.

Kerjasama dari usaha rakik maco didasarkan pada unsur tolong-menolong dan kepercayaan, sehingga pola kerjasama pemilik modal dan pengelola usaha mampu menguntungkan kedua belah pihak yang kerjasama. Dengan latar belakang kepentingan yang saling membutuhkan dan menguntungkan yaitu pengelola usaha memutuhkan tempat untuk bekerja dan dana modal bekerja, sedangkan pemilik modal membantu mengembangkan usaha. Untuk memenuhi harapan tersebut, maka bekerjasama merupakan alternative yang baik dalam kegiatan pengelolaan usaha tersebut.

Prinsip utama kerjasama adalah saling memerlukan dan membutuhkan dan saling menguntungkan. Kontribusi masing-masing pihak dapat merupakan modal atau barang, tenaga dan kemampuan. Inti dari kerjasama ini adalah usaha rakik maco, sehingga kebutuhan hidup antar keduanya dapat terpenuhi dengan baik.

Dalam suatu kerjasama tentunya tidak terlepas dari akad atau perjanjian antara kedua belah pihak, yang didalamnya membicarakan tentang waktu kerjasama sampai besarnya bagian kedua belah pihak.

Dalam kesepakatan kerjasama tersebut pembagian keuntungan yang disepakati antara BUMNag dengan pengelola sebesar 70% dan 30%.

Pembagian keuntungan antara BUMNag dengan pengelola usaha berdasarkan keuntungan penjualan rakik maco. Perhitungan hasil penjualan dari rakik maco dihitung sekali 6 bulan dan hasil keuntungan dari penjualan tersebut dibagi sesuai dengan nisbah keuntungan yang telah disepakati antara BUMNag dengan pengelola usaha.

Akad yang diucapkan oleh pemodal dengan lisan ketika membuat suatu perjanjian kerjasama menggunakan bahasa yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh kedua belah pihak sedangkan proses pelaksanannya sepenuhnya diserahkan kepada pengelola usaha tanpa campur tangan dari pemodal. Semua perjanjian kerjasama yang berlaku di usaha rakik maco

sesuai dengan hak dan kewajiban antara pemilik usaha dengan pengelola sebagaimana telah diuraikan diatas dalam sebuah usaha yang telah disepakati bersama, yaitu 70:30.

Dari penjelasan diatas jelas sekali bahwa syirkah merupakan kerjasama antar dua orang atau lebih dalam sebuah usaha dan konsekuensi keuntungan atau kerugiannya ditanggung bersama.

Hukumnya sangat dianjurkan jika kedua belah pihak saling amanah, haram jika keduanya saling berkhianat. Syirkah dinyatakan sah jika memenuhi syarat dan rukun. Rukun syirkah meliputi dua orang yang berserikat, sighat, objek akad syirkah baik itu berupa harta maupun kerjasama. Selain itu hal yang dapatdiambil dari konsep syirkah adalah adanya sifat saling tolong-menolong, bahu membahu demi satu tujuan dan dapat menumbuhkan rasa saling percaya sesama sehingga menimbulkan keberkahan.

Dengan demikian, dilihat dari ekonomi syariah kerjasama pada usaha rakik maco menggunakan konsep mudharabah, karena pihak BUMNag sebagai pemilik modal menginvestasikan modal 100% kepada pengelola usaha. Dimana keuntungan yang didapatkan dibagi sesuai nisbah yang telah disepakati antara kedua belah pihak sedangkan kerugian ditanggung oleh kedua belah pihak secara bersama-sama.

Sedangkan dalam pengelolaan usaha sablon kaos berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, BUMNag Rangkiang Nagari dengan usaha sablon kaos tidak menerapkan kerjasama, usaha sablon tersebut dikelola langsung oleh pengurus BUMNag Rangkiang Nagari. Hasil penjualan dari sablon kaos langsung ke laporan keuangan BUMNag Rangkiang Nagari. Usaha yang dikelola langsung oleh pengurus BUMNag itu sendiri dalam mengelola usahanya menerapkan sistem gaji/upah dari hasil penjualan sablon jika beruntungg. Jika hasil penjualan sablon belum mendapatkan keuntungan maka pengurus belum mendapatkan gaji/upah. Namun usaha sablon kaos ini belum mendapatkan keuntungan maka pengurus belum mendapatkan

keuntungan dari hasil usaha sablon tersebut. Pengurus sablon tersebut hanya bekerja secara sukarela saja. Dilihat dari konsep ji’alah nya yaitu sebagai sesuatu yang disiapkan untuk diberikan kepada seseorang yang berhasil melakukan perbuatan tertentu, atau juga diartikan sebagai sesuatu yang diberikan kepada seseorang karena telah melakukan pekerjaan tertentu.

Dari analisis data diatas terdapat hal-hal yang telah sesuai dan belum sesuai konsep ji’alah. Dalam mengelola usaha sablon kaos ini, pengelola masih bersifat sukarelawan, dimana tidak mendapatkan gaji/upah dari pekerjaan yang dilakukannya, dimana hal ini bertolak belakang dengan konsep tersebut yang menjelaskan bahwa harus ada pengupahan atau penggajian atas kinerja atau prestasi yang telah dilakukan oleh pekerjaan.

73 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Rangkiang Nagari di Nagari Labuh memiliki 2 unit usaha yaitu usaha di bidang sablon kaos dan usaha di bidang kuliner. Usaha dibidang sablon kaos merupakan unit usaha yang menjual kaos anak muda, yaitu kaos dengan dasar bahan yang bagus dan juga melayani sablon kaos untuk baju yang dikelola langsung oleh pengurus BUMNag Rangkiang Nagari. Sedangkan usaha dibidang kuliner merupakan usaha yang dikelola oleh kelompok masyarakat yang bekerja sama dengan BUMNag Rangkiang Nagari. Dalam manajemen pengelolaan usaha sablon kaos sudah dikelola dengan manajemen fungsi yang baik yaitu melakukan manajemen perencanaan (planning), pengorganisasian (organising), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) karena dalam mengelola kegiatan usahanya dilakukan dengan menetapkan target dan tujuan BUMNag tersebut. Namun dalam pelaksanaannya operasionalnya unit usaha ini dalam usaha sablon kaos yang mengelola usaha tersebut langsung dari pengurus BUMNag itu sendiri maka satu orang yang memegang lebih dari satu jabatan, tidak fokus terhadap tugas yang diberikan, sehingga dalam mencapai tujuan yang sudah direncanakan akan kurang maksimal. Sedangkan dari pengelola usaha rakik maco penempatan tugas dan fungsi dari pengurus yang mengelola usaha sudah berjalan dengan baik. Pengurus dalam mengelola usaha tersebut sudah tahu dengan tugasnya masing-masing.

2. Pengelolaan usaha BUMNag Rangkiang Nagari sejalan dengan Ekonomi Syariah karena dalam pengelolaan usaha rakik maco dengan BUMNag Rangkiang Nagari menerapkan sistem bagi hasil dengan bentuk akad mudharabah. BUMNag Rangkiang Nagari mengivestasikan modal 100%

kepada pengelola usaha sedangkan keahlian dari pengelola usaha.

Keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang telah disepakati antara kedua belah pihak yaitu sebesar 70% dan 30%. Sedangkan pembagian keuntungan antara BUMNag Rangkiang Nagari terhadap usaha rakik maco dibagi dari keuntungan setelah dikeluarkan modal. Keuntungan dibagi antara BUMNag dengan pengelola usaha dimana pembagiannya dilakukan satu kali 6 bulan. Kemudian untuk pengelolaan usaha dibidang sablon kaos tidak menerapkan sistem bagi hasil melainkan menerapkan sistem pengupahan karena usaha ini dikelola langsung oleh pengurus BUMNag, namun disini pengurus belum mendapatkan gaji/upah dari pekerjaannya, pengurus hanya bekerja secara sukarela. Hal ini tidak sesuai dengan konsep ji’alah dalam Ekonomi Islam dimana dalam konsep tersebut menjelaskan bahwa harus ada pengupahan atau penggajian yang jelas terhadap usaha yang dilakukan.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan maka saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:

1. Bagi Pengelola Usaha Sablon Kaos

Dalam pengelolaan usaha sablon kaos oleh BUMNag Rangkiang Nagari kedepannya sebaiknya dilakukan secara sistem bagi hasil dan dibentuk staff khusus yang profesional dalam mengelola usaha tersebut dan kemudian dibuatkan ketentuan yang jelas dalam pengelolaannya.

2. Bagi Pengelola Usaha Rakik Maco

Dalam pengelolaan usaha rakik maco sebaiknya dalam pengelolaan usaha dilakukan perjanjian yang jelas terhadap sistem bagi hasil antara pengelola usaha dengan BUMNag Rangkiang Nagari dan seharusnya adanya laporan keuangan yang jelas.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Aisyah, Binti Nur. 2014. Manajemen Pembiayaan Bank Syariah. Yogyakarta:

Teras.

Aziz, Abdul. 2010. Manajemen Investasi Syariah. Bandung: Alfabeta.

Az-Zuhaili, Wahbah. 2011. Fiqih Islam Wa Adillatuhu. Jakarta: Gema Insani.

Basar. 1993. Peranan Perbankan dalam Mengembangkan Industri Kecil Menengah. HMJ Leps Universtas Brawijaya cet. Ke 1.

Cahyani, M. S. (2018 ). Analisis Sistem Bagi Hasil Dalam Produk Pembiayaan Modal Usaha (Studi Pada BRISyariah KCP Sribhawono, Lampung Timur). Skripsi. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro.

Desa, Undang-Undang. 2014. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Bandung: Fokus Media.

Dewi, dkk. 2005. Hukum Perikatan Di Indonesia. Depok: Prenada Media Group.

Hakim, Lukmanul. 2020. Sistem Bagi Hasil Dalam Islam Dan Aplikasinya Dalam Perbankan Syariah. Jurnal Prodik Ekonomi Syariah.

Hasan, Ali. 2009. Manajemen Bisnis Syariah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hasan, M Ali. 2003. Berbagai Macam Transaksi Dalam Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Izmuddin, dkk 2018. Analisa Penerapan Prinsip Ekonomi Syariah Pada Unit Usaha BUMNag Dalam Meningkatakan Ekonomi Masyarakat Nagari.

Journal Of Economic Studies Vol. 2 No. 2 Juli.

Kamaluddin, Undang Ahmad. 2009. Etika Manajemen Islam. Bandung: Pustaka Setia.

Laporan Pertanggung Jawaban BUMNag Rangkiang Nagari. 2019. Labuh:

Pengurus BUMNag Rangkiang Nagari.

Mardani. 2012. Fiqh Ekonomi Syariah: Fiqh Muamalah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ma'rifatun, dkk. 2015. Analisis Sistem Penerapan Bagi Hasil Terhadap Perolehan Laba Berdasarkan Prinsip Syariah. Jurnal Akuntasi, Vol 2, No 3.

Marwan, dkk. Monografi Adat Dan Budaya Nagari Labuh Kecamatan Lima Kaum.

Moleong, L. J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhammad. 2001. Teknik Perhitungan Bagi Hasil Di Bank Syariah. Yogyakarta:

UII Press.

Naf'an. 2014. Pembiayaan Musyarakah Dan Muharabah. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nawawi, Ismail. 2012. Bisnis Ekonomi. Jakarta: CV Dwiputra Pustaka Jaya.

Novidiantoko, Dwi. 2020. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).

Yogyakarta: Deepublish Publisher.

Nursan, Muhammad. 2019. Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Berbasis Pertanian Di Kabupaten Sumbawa Barat. SEA Volume 8 No. 2.

Risa, Yulia. 2019. Peranan Pendirian Badan Usaha Milik Nagari Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Jurnal Ius Constituendum Volume 4 Nomor 2 .

Romadhon. 2020. Analisa Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Teluk Pandan Rambahan Kabupaten Tebo . Skripsi Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Jambi.

Saebani, Beni Ahmad.2008. Metode Penelitian . Bandung: CV Pustaka Setia.

Saefullah, Erni Tisnawati Sule dan Kurniwan. 2009. Pengantar Manajemen.

Jakarta: Kencana Perdana Media Group.

Safrudin, dkk. 2018. Pengembangan Kepribadian Dan Profesionalisme Bidan.

Malang : Wineka Media.

Shalahuddin Iwan, dkk. 2018. Prinsip-prinsip Dasar Kewirausahaan.

Yogyakarta: Deepublish.

Sinn, Ahmad Ibrahim Abu. 2008. Manajemen Syariah Sebuah Kajian Historis dan Konterporer. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Siswanto. 2005. Pengantar Manajemen. Bandung: PT. Bumi Aksara.

Soemitra, Andri. 2019. Hukum Ekonomi Syariah Dan Fiqh Muamalah Di Lembaga Keuangan Dan Bisnis Koterporer. Jakarta: Prenada Media Group.

Sudarsono, Heri. 2004. Bank & Lembaga Keuangan Syariah. Yogyakarta:

Ekonisia.

Suhaenah, Suparno dan A. 2001. Pembangunan Desa. Jakarta: Erlangga.

Suherman. 2018. Penerapan Prinsip Bag Hasil Pada Perbankan Syariah Sebuah Pendekatan Al-Maqasidu Al-Syariah. Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam.

Syafruddin, Amir. 2010. Garis-garis Besar Fiqh. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Tanzil, J. Panglaykim dan Hazil. 1991. Manajemen Suatu Pengantar. Jakarta:

Ghalia Indonesia.

Tiaranisa, Ferinda. 2018. Tinjauan Hukum Islam Tentang Sistem Bagi Hasil Antara Pihak Pemilik Cucian Mobil Dengan Pengelola. Skripsi. Univertas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Widjaja. 2004. Otonom Desa Merupakan Otonomi Yang Asli Bulat dan Utuh.

Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Widyastuti, Yuli. 2017. Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pujokerto Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Perspektif Ekonomi Islam. Skripsi. Universitas Asislam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.

Wijanarko. 2012. Analisis Penerapan Akuntansi Sosial Dan Lingkungan Pada Usaha Krupuk Sukun Di Desa Tegalwajo. Jurnal Akuntansi. Vol 1 Nomor 2.

Zulvia, Hendri Andi Mesta dan Yolandafitir. 2018. (2018). Penguatan Badan Usaha Milik Nagari Pakandangan Emas Kecamatan Enam Lingkung Sumatera Barat . Sembadha volume 01, Edisi 01.