• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. Konstruksi dan Komponen

3.4 Konsep Standar Sarana Perkeretaapian Gerbong

I. Persyaratan Umum

Gerbong dirancang harus memenuhi persyaratan teknis jalan rel dan lingkungan yang akan dilalui antara lain:

1) Lebar jalan rel dan beban gandar.

- Lebar Rel 1067 mm, 1435 mm sesuai kebutuhan. - Beban gandar maksimum sesuai kelas jalur 2) Kelengkungan jalan rel

Kelengkungan disesuaikan dengan kelas jalur 3) Ruang bebas dan ruang batas sarana

Ruang bebas dibedakan berdasarkan jalur tunggal, ganda, lurus dan tikungan.

4) Pelestarian lingkungan hidup - Kelembaban 40% – 98% - Temperatur 18o – 40oC

- Ketinggian permukaan max 1200 m

II. Konstruksi dan Komponen

A. Gerbong Datar

1) Rangka Dasar

- Rangka dasar terbuat dari baja karbon atau material lain dengan kekuatan minimum 41 kg/mm2.

- Dapat menahan beban, getaran, goncangan sebesar berat gerbong tersebut

53 - Tahan terhadap korosi; konstruksi baja rakitan las, terbuat dari baja karbon atau material lain tahan terhadap depormasi

Rangka Dasar terdiri dari: - Balok Penyangga - Balok ujung - Balok samping - Balok melintang

- Penyangga peralatan bawah

Pembebanan terhadap rangka dasar sebesar

a) Beban kompresi longitudinal pada alat perangkai minimum sebesar 100 ton.

b) Beban vertikal diperhitungkan berdasarkan formula Pv = k ( P1 + P2 )

Keterangan :

Pv = Beban Vertikal

k = 1,3 (Koefisien dinamis) P1 = Berat rangka dasar P2 = kuat muat

Kuat muat = berat muat + toleransi Toleransi = 5% x berat muat

c) Tegangan yang terjadi pada beban maksimum pada titik kritis konstruksi badan kereta, untuk tegangan tarik maupun tegangan geser maksimum 75% tegangan mulur bahan

54 2) Bogie

a) Rangka Bogie

- Rangka bogie berupa konstruksi sambungan las dari pelat baja atau konstruksi baja cor yang memiliki kekuatan tarik minimal 41 kg/mm2. - Rangka bogie terbuat dari baja yang memiliki

kekuatan dan kekakuan tinggi terhadap pembebanan tanpa terjadi deformasi tetap; mampu meredam getaran; konstruksi sederhana dan kokoh; dirancang agar keausan pada roda dan rel serendah mungkin; dan mampu memberikan kualitas pengendaraan (Vr) maksimal 3,5 pada kecepatan maksimal operasi di jalur kereta api sesuai standar teknis jalan rel yang ditetapka (metode E. Sperling – J. L. Koffman)

b) Sistim Suspensi

Sistim suspensi merupakan sistim suspensi satu tingkat ,harus dapat memberikan kualitas pengendaraan yang baik

c) Perangkat Roda

Perangkat roda terbuat dari baja tempa, baja roll atau baja tuang; roda harus memiliki kekerasan lebih rendah dari kekerasan jalan rel; jenis roda adalah roda pejal; profil roda sesuai profil jalan rel untuk kereta api di Indonesia; dan as roda dari baja

55 tempa yang mampu menahan beban yang diterimanya

3) Peralatan Perangkai

Peralatan perangkai kokoh, kompabilitas tinggi, dan mampu tukar; dilengkapi dengan peralatan yang dapat menyerap benturan; terbuat dari baja tuang, baja tempa atau bahan lainnya serta dapat menahan beban longitudinal minimal 30 ton dan untuk gerbong yang memiliki muatan lebih dari 50 Ton serta panjang rangkaian lebih dari 40 beban longitudial minimum 60 Ton tanpa terjadi deformasi tetap; dan tinggi peralatan perangkai antara sarana perkeretaapian yang satu dengan lainnya pada saat dirangkai harus sama atau memiliki selisih ketinggian maksimum 25 mm dihitung dari sumbu peralatan perangkai yang diukur, untuk jenis automatic coupler.

4) Peralatan Pengereman a) Rem Pelayanan

Rem pelayanan dioperasikan dari gerbong mampu menghentikan gerbong sesuai tingkat kecepatan dalam keadaan normal atau darurat bekerja secara otomatis dalam keadaan saluran terputus dilengkapi alat pemindah beban

b) Rem Parkir

Rem parkir harus mampu menahan kereta sesuaI kelandaian jalan rel yang dilalui

56 5) Peralatan Keselamatan

Harus sesuai dengan peruntukannya mudah dalam pengoperasiannya mudah dijangkau dan dilengkapi dengan petunjuk pengoperasian

B. GerbongTerbuka

Gerbong yang memiliki badan tanpa atap untuk mengangkut barang

1) Rangka Dasar

a) Rangka dasar terbuat dari baja karbon atau material lain dengan kekuatan minimum 41 kg/mm2.

b) Dapat menahan beban, getaran, goncangan sebesar berat gerbong tersebut

c) Tahan terhadap korosi; konstruksi baja rakitan las,terbuat dari baja karbon atau material lain tahan terhadap depormasi

Rangka Dasar terdiri dari: a) Balok Penyangga b) Balok ujung c) Balok samping d) Balok melintang

e) Penyangga peralatan bawah

Pembebanan terhadap rangka dasar sebesar

a) Beban kompresi longitudinal pada alat perangkai minimum sebesar 100 ton.

57 b) Beban vertikal diperhitungkan berdasarkan formula

Pv = k ( P1 + P2 ) Keterangan :

Pv = Beban Vertikal

k = 1,3 (Koefisien dinamis)

P1 = Berat rangka dasar + rangka badan P2 = kuat muat

Kuat muat = berat muat + toleransi Toleransi = 5% x berat muat

c) Tegangan yang terjadi pada beban maksimum pada titik kritis konstruksi badan kereta, untuk tegangan tarik maupun tegangan geser maksimum 75% tegangan mulur bahan

2) Bogie

a) Rangka Bogie

- Rangka bogie berupa konstruksi sambungan las dari pelat baja atau konstruksi baja cor yang memiliki kekuatan tarik minimal 41 kg/mm2. - Rangka bogie terbuat dari baja yang memiliki

kekuatan dan kekakuan tinggi terhadap pembebanan tanpa terjadi deformasi tetap; mampu meredam getaran; konstruksi sederhana dan kokoh; dirancang agar keausan pada roda dan rel serendah mungkin; dan mampu memberikan kualitas pengendaraan (Vr) maksimal 3,5 pada kecepatan maksimal operasi di jalur kereta api sesuai standar teknis jalan rel

58 yang ditetapka (metode E. Sperling – J. L. Koffman)

b) Sistim Suspensi

Sistim suspensi merupakan sistim suspensi satu tingkat ,harus dapat memberikan kualitas pengendaraan yang baik

c) Perangkat Roda

Perangkat roda terbuat dari baja tempa, baja roll atau baja tuang; roda harus memiliki kekerasan lebih rendah dari kekerasan jalan rel; jenis roda adalah roda pejal; profil roda sesuai profil jalan rel untuk kereta api di Indonesia; dan as roda dari baja tempa yang mampu menahan beban yang diterimanya

d) Peralatan Perangkai

Peralatan perangkai kokoh, kompabilitas tinggi, dan mampu tukar; dilengkapi dengan peralatan yang dapat menyerap benturan; terbuat dari baja tuang, baja tempa atau bahan lainnya serta dapat menahan beban longitudinal minimal 30 ton dan untuk gerbong yang memiliki muatan lebih dari 50 Ton serta panjang rangkaian lebih dari 40 beban longitudial minimum 60 Ton tanpa terjadi deformasi tetap; dan tinggi peralatan perangkai antara sarana perkeretaapian yang satu dengan

59 lainnya pada saat dirangkai harus sama atau memiliki selisih ketinggian maksimum 25 mm dihitung dari sumbu peralatan perangkai yang diukur, untuk jenis automatic coupler.

e) PeralatanPengereman  Rem Pelayanan

Rem pelayanan dioperasikan dari gerbong mampu menghentikan gerbong sesuai tingkat kecepatan dalam keadaan normal atau darurat bekerja secara otomatis dalam keadaan saluran terputus dilengkapi alat pemindah beban  Rem Parkir

Rem parkir harus mampu menahan kereta sesuaI kelandaian jalan rel yang dilalui

f) PeralatanKeselamatan

Harus sesuai dengan peruntukannya mudah dalam pengoperasiannya mudah dijangkau dan dilengkapi dengan petunjuk pengoperasian

g) Badan

Meliputi lantai ,dinding samping ,dinding ujung h) Penunjang

60

C. Gerbong tertutup

Gerbong yang memiliki badan dan atap dapat dibuka dan ditutup untuk mengangkut barang

1) Rangka Dasar

a) Rangka dasar terbuat dari baja karbon atau material lain dengan kekuatan minimum 41 kg/mm2.

b) Dapat menahan beban, getaran, goncangan sebesar berat gerbong tersebut

c) Tahan terhadap korosi; konstruksi baja rakitan las,terbuat dari baja karbon atau material lain tahan terhadap depormasi

Rangka Dasar terdiri dari: a) Balok Penyangga b) Balok ujung c) Balok samping d) Balok melintang

e) Penyangga peralatan bawah

Pembebanan terhadap rangka dasar sebesar

a) Beban kompresi longitudinal pada alat perangkai minimum sebesar 100 ton.

b) Beban vertikal diperhitungkan berdasarkan formula Pv = k ( P1 + P2 )

Keterangan :

Pv = Beban Vertikal

k = 1,3 (Koefisien dinamis) P1 = Berat rangka dasar + badan P2 = kuat muat

61 Kuat muat = berat muat + toleransi

Toleransi = 5% x berat muat

Tegangan yang terjadi pada beban maksimum pada titik kritis konstruksi badan kereta, untuk tegangan tarik maupun tegangan geser maksimum 75% tegangan mulur bahan

2) Bogie

a) Rangka Bogie

- Rangka bogie berupa konstruksi sambungan las dari pelat baja atau konstruksi baja cor yang memiliki kekuatan tarik minimal 41 kg/mm2.

- Rangka bogie terbuat dari baja yang memiliki kekuatan dan kekakuan tinggi terhadap pembebanan tanpa terjadi deformasi tetap; mampu meredam getaran; konstruksi sederhana dan kokoh; dirancang agar keausan pada roda dan rel serendah mungkin; dan mampu memberikan kualitas pengendaraan (Vr) maksimal 3,5 pada kecepatan maksimal operasi di jalur kereta api sesuai standar teknis jalan rel yang ditetapka (metode E. Sperling – J. L. Koffman)

b) Sistim Suspensi

Sistim suspensi merupakan sistim suspensi satu tingkat ,harus dapat memberikan kualitas pengendaraan yang baik

62 c) Perangkat Roda

Perangkat roda terbuat dari baja tempa, baja roll atau baja tuang; roda harus memiliki kekerasan lebih rendah dari kekerasan jalan rel; jenis roda adalah roda pejal; profil roda sesuai profil jalan rel untuk kereta api di Indonesia; dan as roda dari baja tempa yang mampu menahan beban yang diterimanya

d) Peralatan Perangkai

Peralatan perangkai kokoh, kompabilitas tinggi, dan mampu tukar; dilengkapi dengan peralatan yang dapat menyerap benturan; terbuat dari baja tuang, baja tempa atau bahan lainnya serta dapat menahan beban longitudinal minimal 30 ton dan untuk gerbong yang memiliki muatan lebih dari 50 Ton serta panjang rangkaian lebih dari 40 beban longitudial minimum 60 Ton tanpa terjadi deformasi tetap; dan tinggi peralatan perangkai antara sarana perkeretaapian yang satu dengan lainnya pada saat dirangkai harus sama atau memiliki selisih ketinggian maksimum 25 mm dihitung dari sumbu peralatan perangkai yang diukur, untuk jenis automatic coupler.

e) PeralatanPengereman - Rem Pelayanan

Rem pelayanan dioperasikan dari gerbong mampu menghentikan gerbong sesuai tingkat

63 kecepatan dalam keadaan normal atau darurat bekerja secara otomatis dalam keadaan saluran terputus dilengkapi alat pemindah beban

- Rem Parkir

Rem parkir harus mampu menahan kereta sesuaI kelandaian jalan rel yang dilalui

f) PeralatanKeselamatan

Harus sesuai dengan peruntukannya mudah dalam pengoperasiannya mudah dijangkau dan dilengkapi dengan petunjuk pengoperasian

g) Badan

Meliputi lantai ,dinding samping dinding ujung ,dan atap

h) Penunjang

Meliputi , tangga ,pintu , pengunci

D. Gerbong tangki

Gerbong yang memiliki tangki untuk mengangkut barang 1) Rangka Dasar

a) Rangka dasar terbuat dari baja karbon atau material lain dengan kekuatan minimum 41 kg/mm2.

b) Dapat menahan beban, getaran, goncangan sebesar berat gerbong tersebut

c) Tahan terhadap korosi; konstruksi baja rakitan las,terbuat dari baja karbon atau material lain tahan terhadap depormasi

64 Rangka Dasar terdiri dari:

a) Balok Penyangga b) Balok ujung c) Balok samping d) Balok melintang

e) Penyangga peralatan bawah

Pembebanan terhadap rangka dasar sebesar

a) Beban kompresi longitudinal pada alat perangkai minimum sebesar 100 ton.

b) Beban vertikal diperhitungkan berdasarkan formula Pv = k ( P1 + P2 )

Keterangan :

Pv = Beban Vertikal k = 1,3 (Koefisien dinamis)

P1 = Berat rangka dasar + badan/tangki P2 = kuat muat

Kuat muat = berat muat + toleransi Toleransi = 5% x berat muat

c) Tegangan yang terjadi pada beban maksimum pada titik kritis konstruksi badan kereta, untuk tegangan tarik maupun tegangan geser maksimum 75% tegangan mulur bahan

2) Bogie

a) Rangka Bogie

- Rangka bogie berupa konstruksi sambungan las dari pelat baja atau konstruksi baja cor yang memiliki kekuatan tarik minimal 41 kg/mm2.

65 - Rangka bogie terbuat dari baja yang memiliki kekuatan dan kekakuan tinggi terhadap pembebanan tanpa terjadi deformasi tetap; mampu meredam getaran; konstruksi sederhana dan kokoh; dirancang agar keausan pada roda dan rel serendah mungkin; dan mampu memberikan kualitas pengendaraan (Vr) maksimal 3,5 pada kecepatan maksimal operasi di jalur kereta api sesuai standar teknis jalan rel yang ditetapka (metode E. Sperling – J. L. Koffman)

b) Sistim Suspensi

Sistim suspensi merupakan sistim suspensi satu tingkat ,harus dapat memberikan kualitas pengendaraan yang baik

c) Perangkat Roda

Perangkat roda terbuat dari baja tempa, baja roll atau baja tuang; roda harus memiliki kekerasan lebih rendah dari kekerasan jalan rel; jenis roda adalah roda pejal; profil roda sesuai profil jalan rel untuk kereta api di Indonesia; dan as roda dari baja tempa yang mampu menahan beban yang diterimanya d) Peralatan Perangkai

Peralatan perangkai kokoh, kompabilitas tinggi, dan mampu tukar; dilengkapi dengan peralatan yang dapat menyerap benturan; terbuat dari baja tuang, baja tempa atau bahan lainnya serta dapat menahan

66 beban longitudinal minimal 30 ton dan untuk gerbong yang memiliki muatan lebih dari 50 Ton serta panjang rangkaian lebih dari 40 beban longitudial minimum 60 Ton tanpa terjadi deformasi tetap; dan tinggi peralatan perangkai antara sarana perkeretaapian yang satu dengan lainnya pada saat dirangkai harus sama atau memiliki selisih ketinggian maksimum 25 mm dihitung dari sumbu peralatan perangkai yang diukur, untuk jenis automatic coupler.

e) Peralatan Pengereman  Rem Pelayanan

Rem pelayanan dioperasikan dari gerbong mampu menghentikan gerbong sesuai tingkat kecepatan dalam keadaan normal atau darurat bekerja secara otomatis dalam keadaan saluran terputus dilengkapi alat pemindah beban

 Rem Parkir

Rem parkir harus mampu menahan kereta sesuaI kelandaian jalan rel yang dilalui

f) Peralatan Keselamatan

Harus sesuai dengan peruntukannya mudah dalam pengoperasiannya mudah dijangkau dan dilengkapi dengan petunjuk pengoperasian

g) Badan

67 h) Penunjang

Meliputi peralatan bongkar muat

3.5 Konsep Standar Sarana Perkeretaapian Peralatan