• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Struktur-Perilaku-Kinerja

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Konsep Struktur-Perilaku-Kinerja

Dalam melakukan analisis ekonomi industri, khususnya organisasi industri, ada cara mengamati kaitan antara struktur, perilaku dan kinerja. Pertama,

hanya memperhatikan secara mendalam dua aspek, yakni kaitan struktur dan kinerja industri, sedangkan aspek perilaku kurang ditekankan. Kedua, pengamatan kinerja dan perilaku dan kemudian dikaitkan lagi dengan struktur. Ketiga,

Keempat, kinerja tidak perlu diamati lagi, oleh karena telah dijawab dari hubungan struktur dan perilakunya (Hasibuan, 1993).

2.1.1 Struktur Industri

Struktur yang dimaksud yaitu struktur pasar yang sebagian besar digambarkan oleh konsentrasi penguasaan pasar. Derajat tingkat konsentrasi mengacu pada kepemilikan atau berapa besar proporsi dari beberapa kumpulan atau aktivitas sumber daya ekonomi. Struktur industri diukur berdasarkan perbandingan rasio konsentrasi yang diduga dipengaruhi oleh faktor teknis seperti skala ekonomi yang diproksi dari biaya produksi; variabel perilaku, dan kinerja. Struktur pasar menjadi ukuran yang penting dalam mengamati variasi perilaku dan kinerja industri, karena secara strategis dapat mempengaruhi kondisi persaingan serta tingkat harga barang dan jasa.

Konsentrasi mengindikasikan derajat tingkat market power. Kekuatan pasar adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mempengaruhi dengan kuat kuantitas dan harga di pasar. Market power muncul jika market share mencapai 15 persen dan jika mencapai 25-30 persen, derajat monopoli dapat menjadi lebih signifikan, serta market share yang lebih dari 40-50 persen biasanya memberikan

market power yang lebih besar. (Sheperd, 1997). Market power dapat berubah tergantung market share-nya. Dimana market share berhubungan positif dengan profitabilitas (Suvanichwong, 1977 dalam Sayaka, 2003).

Struktur pasar mempengaruhi sifat proses persaingan. Terdapat tiga kriteria yang merupakan elemen pokok dalam struktur pasar, yaitu: pangsa pasar (market share), pemusatan (concentration), hambatan masuk (barrier to entry).

1. Pangsa pasar

Setiap perusahaan memiliki pangsa pasarnya sendiri dan berkisar antara 0- 100 persen dari total penjualan seluruh pasar. Pangsa pasar dalam praktik bisnis merupakan tujuan dan alasan perusahaan. Perusahaan dengan pangsa pasar yang lebih baik akan menikmati keuntungan dari penjualan produk dan kenaikan harga sahamnya. Peranan pangsa pasar adalah sebagai sumber keuntungan dari perusahaan (Jaya, 2001).

Pangsa membandingkan dari pangsa pasar adalah pangsa dari pendapatan penjualan total. Pangsa pasar merupakan indikator yang paling penting dalam menentukan derajat kekuasaan monopoli, dalam skala ordinal (dibandingkan dari pangsa pasar yang tinggi atau paling rendah dari pasar yang sama). Semakin tinggi pangsa pasar maka kekuasaan monopoli semakin besar. Sedangkan jika pangsanya rendah, maka kekuasaan monopoli yang dimiliki akan semakin kecil atau bahkan tidak ada sama sekali (Sheperd, 1990).

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tipe-tipe pasar yang digambarkan berdasarkan pangsa pasar perusahaan yang dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini:

Tabel 1. Tipe- tipe pasar

Tipe pasar Kondisi Pasar Contoh

Monopoli murni Suatu pasar yang

memiliki 100% pangsa pasar

PLN, TELKOM, PAM

Perusahaan yang dominan Suatu perusahaan yang memilki50-100% pangsa pasar dan tanpa pesaing yang kuat

Surat kabar lokal atau nasional, film Kodak, batu baterai

Oligopoli ketat Penggabungan empat

perusahaan terkemuka yang memiliki pangsa

pasar 60-100%, kesepakatan diantara mereka untuk menetapkan harga relatif

mudah

Bank-bank lokal, siaran TV, bola lampu, sabun, toko buku, rokok kretek dan semen

Oligopoli longgar Penggabungan empat

perusahaan terkemuka yang memiliki pangsa pasar 40% atau kurang, kesepakatan di antara

mereka untuk mendapatkan harga sebenarnya tidak mungkin

Kayu, perkakas rumah tangga, mesin-mesin kecil, perangkat keras, majalah, batu baterai, obat-obatan

Persaingan monopolistik Banyak pesaing yang efektif, tidak satupun yang memiliki lebih dari 10% pangsa pasar

Pedagang eceran, penjual pakaian

Persaingan murni Lebih dari 50 pesaing yang mana tidak satupun yang memiliki pangsa pasar yang berarti

Sapi dan unggas

Sumber: Jaya, 2001

2. Konsentrasi

Menurut Sheperd (1990) dinyatakan bahwa concentration (pemusatan) merupakan kombinasi pangsa pasar dari perusahaan-perusahaan utama, dimana jumlahnya paling sedikit 2 perusahaan dan paling banyak 8 perusahaan. Kombinasi pangsa pasar membentuk satu tingkat pemusatan dalam pasar.

Penerimaan rata-rata industri yang terkonsentrasi adalah lebih tinggi daripada penghasilan jenis industri yang kurang terkonsentrasi.

Pemusatan merupakan tingkat oligopoli. Para oligopolis merupakan koordinasi yang secara ketat seakan mereka monopolis sejati, sehingga persaingan hebat bisa terjadi di antara mereka atau mungkin mengikuti pola lebih lanjut. Kombinasi kekuatan pasar mereka perlahan mengurangi pengaruh perusahaan yang mempunyai pangsa pasar utama. Pemusatan dapat menghasilkan suatu bentuk industri yang secara rasio dapat diterima (Jaya, 2001).

Menurut Greer (1975), konsentrasi disebabkan 5 faktor, yaitu :

ƒ adanya kesempatan dan keberuntungan

ƒ adanya penyebab teknis berupa skala ekonomi, kemudahan memperoleh sumber daya, tingkat pertumbuhan pasar

ƒ kebijakan pemerintah yang terdiri dari peraturan, pemberian paten, lisensi, tarif dan kuota

ƒ kebijakan usaha berupa merger, dan adanya predatory pricing ƒ diferensiasi produk

3. Hambatan masuk

Menurut Sheperd (1990) dinyatakan bahwa dengan adanya hambatan masuk akan menghalangi pesaing yang potensial untuk memasuki pasar dan menjadi pesaing yang sesungguhnya. Apapun yang mengurangi kemungkinan skala atau kecepatan dari masuknya perusahaan disebut sebagai hambatan masuk.

Menurut Jaya (2001) dinyatakan bahwa sesuatu yang memungkinkan terjadinya penurunan, kesempatan atau kecepatan masuknya pesaing baru

merupakan hambatan untuk masuk. Hambatan tersebut mencakup cara dengan menggunakan perangkat tertentu yang sah (seperti paten, dan franchise), seperti hambatan ekonomi umum lainnya.

2.1.2 Perilaku Industri

Banyak hal yang dapat dipengaruhi dengan kebijakan yang akan diambil oleh suatu perusahaan. Pada kondisi pasar oligopoli perilaku setiap perusahaan akan sulit diperkirakan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi kebijakan yang akan diambil oleh suatu perusahaan. Kondisi pasar oligopoli yang dipimpin oleh beberapa perusahaan dominan, pada umumnya perusahaan yang mendominasi pasar akan berlaku seperti hanya perusahaan monopoli akan menaikkan harga untuk memperoleh keuntungan lebih dan menggunakan diskriminasi harga. Berbeda dengan kondisi pasar persaingan sempurna dimana perusahaan hanya bersifat sebagai penerima harga, pada pasar oligopoli tindakan yang mereka lakukan terkait oleh strategi dimana pilihan tindakannya seringkali tergantung pada kebijakan yang diambil oleh pesaing terdekat. (Jaya, 2001).

Hasibuan (1993) menyatakan bahwa dalam menilai derajat persaingan suatu pasar perlu diperhatikan perilaku dari perusahaan yang berada dalam industri yang bersangkutan. Perilaku dalam hal ini adalah pola tanggapan dan penyesuaian suatu industri dalam pasar sehingga tercapai tujuannya. Perilaku ini jelas terlihat dalam penentuan harga, promosi, koordinasi kegiatan dalam pasar dan juga kebijaksanaan produk. Dalam pengertian koordinasi terjadi sangat luas seperti kolusi dalam bentuk kartel.

Perilaku merupakan tindakan apa yang perusahaan lakukan dengan harga produk, tingkat produksi, produk, promosi dan variabel kunci lainnya. Perilaku dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu harga dan non harga. Kategori non harga termasuk iklan, kemasan, kualitas produk dan sebagainya (Greer, 1992 dalam Safitri, 2006).

2.1.3 Kinerja Industri

Kinerja industri adalah hasil kerja yang dipengaruhi oleh struktur dan perilaku industri (Hasibuan, 1993). Kinerja dalam kaitannya dengan ekonomi memiliki banyak aspek, namun biasanya dipusatkan pada tiga aspek pokok yaitu efisiensi, kemajuan teknologi dan keseimbangan dalam distribusi (Jaya, 2001).

1. Efisiensi

Secara sederhana, pengertian efisiensi adalah menghasilkan output yang maksimum dengan menggunakan sejumlah output tertentu. Baik secara kuantitas fisik maupun nilai ekonomis (harga). Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa sejumlah input yang sifatnya boros dihindarkan, sehingga tidak ada sumber daya terbuang.

2. Kemajuan teknologi

Melalui penemuan dan pembaharuan teknologi, orang dapat membuat suatu karya yang baru serta meningkatkan produktivitas suatu produksi barang yang telah ada. Proses pembaharuan tidak dapat menghindari masalah ketidakpastian, oleh karena itu, ide-ide yang baru membutuhkan suatu penelitian dan percobaan terlebih dahulu.

3. Keseimbangan dalam distribusi

Menurut istilah ekonomi, keseimbangan dalam distribusi disebut dengan keadilan (equity). Keadilan mempunyai tiga dimensi pokok yaitu kesejahteraan, pendapatan dan kesempatan. Secara umum kondisi pasar berdasarkan struktur- perilaku dan kinerja dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 2. Kondisi Pasar berdasarkan Struktur-Perilaku-Kinerja Ciri-ciri Monopoli Perusahaan

dominan Oligopoli Persaingan monopolistik Persaingan murni Kondisi utama Memiliki 100% pangsa pasar Mengasai pangsa pasar 50- 100% tanpa pesaing kuat Gabungan perusahaan terkemuka pangsa pasar 60- 100% Banyak pesaing efektif dan tidak satupun memiliki pangsa pasar >10% Lebih dari 50 pesaing yang tidak satupun memiliki pangsa pasar yang berarti Jumlah produsen

Satu Banyak Sedikit Banyak Sangat

banyak Entry/exit barrier Sangat tinggi Relatif rendah Tinggi Relatif rendah Rendah Diferensiasi produk

Relatif Relatif Relatif Relatif Tidak ada Kekuatan

menentukan

Sangat besar

Relatif Relatif Sedikit Tidak ada Persaingan

selain harga

Tidak ada

Besar Besar Besar Tidak ada

Informasi Sangat terbatas Cukup terbuka Terbatas Cukup terbuka Terbuka Profit Berlebih Berlebih Agak

berlebih Normal Normal Efisiensi Kurang baik Kurang baik Kurang baik

Cukup baik Baik Sumber: Hasibuan (1993).

Dokumen terkait