• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.4 Konsep Perancangan

3.4.6 konsep Vegetasi dan Ruang Terbuka

Gambar 3.18 Konsep vegetasi dan ruang terbuka (sumber : data hasil analisis)

Pada site, vegetasi umumnya menggunakan pepohonan kota yang rindang pada umumnya. Akan tetapi pepohonan tersebut juga diselingi dengan pohon rambutan, yang dimana merupakan ciri khas dan tanaman unggulan dari Kota Binjai. Dengan demikian, kawasan ini akan menjadi ikon yang khas dari Kota Binjai, dan juga memperkenalkan enaknya dan betapa terkenalnya buah rambutan kepada orang-orang dan masyarakat yang melewati kawasan ini.

Vegetasi di sekitar site menggunakan pohon rambutan dan dicampur dengan pepohonan kota yang rindang

Taman dengan vegetasi tanaman rambutan

Gambar 3.19 Konsep taman (sumber : data hasil analisis)

Ruang terbuka yang ada pada di belakang dari gereja, akan dimanfaatkan sebagai taman rekreasi dengan vegetasi pohon dan tanaman rambutan. Hal tersebut, dikarenakan rambutan merupakan ciri khas dari Kota Binjai, dan rambutan Binjai telah terkenal hingga ke berbagai pelosok di Indonesia. Dengan adanya taman ini, maka masyarakat dan para komuter dari luar Kota Binjai akan mengetahui lebih detil segala sesuatu tentang rambutan, dan juga bisa menikmati buah rambutan di taman ini. Selain itu, taman ini juga terdapat area permainan anak-anak sebagai hiburan untuk anak-anak, dan juga terdapat jogging track, yang dimana masyarakat dapat berolahraga sambil bersosial di kawasan TOD ini. Keberadaan taman ini, selain bermanfaat untuk masyarakat, juga bermanfaat untuk para pekerja yang bekerja di shopping mall maupun kantor. Taman ini dapat dimanfaatkan para pekerja sebagai tempat komunal terbuka, dan untuk sebagai

short-escape dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Dikarenakan kawasan ini akan dibangun sesuai dengan masterplan TOD, maka kemungkinan besar akan banyak berdatangan masyarakat dari luar Kota Binjai, maka taman ini juga akan memperkenalkan ciri khas dari Kota Binjai ini kepada orang-orang dari luar Kota Binjai, dan juga sebagai upaya untuk mempromosikan kenikmatan dan kelezatan dari buah rambutan ke berbagai wilayah lainnya.

BAB IV

BAB IV

HASIL PERANCANGAN

Pada bab ini, akan dipaparkan hasil dari peracangan dari rancangan “mixed-use shopping mall and office” :

Gambar 4.1 Denah groundplan (sumber : data pribadi)

Gambar diatas merupakan denah groundplan dari rancangan. Entrance dari bangunan A terdapat 3, yaitu dari sebelah timur, barat-daya, dan barat. Entrance dari bangunan B terletak pada sebelah timur, selatan, dan utara,Pada bangunan shopping mall ini, terdapat berbagai retail-retail maupun anchor store, sebagai store yang mampu menarik pengunjung kedalam shopping mall ini. Bangunan ini tidaklah ditutupi dengan fasad massif semuanya, akan tetapi, fasad bangunan ini akan dibuka, dan diletakkan berbagai branded store yang mampu menarik lebih banyak pengunjung lagi kedalam bangunan ini. Pada ruang terbuka di belakang gereja, terdapat taman tanaman rambutan, yang dimana merupakan cirri khas dan oleh-oleh khas dari kota Binjai, yang dimana buah rambutan hasil dari taman ini

A

dapat dinikmati oleh pengunjung untuk mengetahui kelezatan dari rambutan Kota Binjai.

Gambar 4.2 Denah lt.2 (sumber : data pribadi)

Gambar diatas merupakan denah lantai 2 dari rancangan. Seperti umumnya bangunan shopping mall lainnya, bangunan ini juga terdapat berbagai retail, pusat hiburan, rekreasi, maupun pusat-pusat kuliner. Pada bangunan ini, diterapkan konsep mixed-use, sehingga terdapat sky-cross yang menghubungkan antar bangunan shopping mall tersebut.

Gambar berikutnya ini, merupakan denah lantai 3 dari bangunan A, dan denah lantai tipikal office dari bangunan B, yang memiliki tinggi 6 lantai. Pada bangunan A, terdapat sky-cross yang menghubungkan shopping mall ini dengan terminal bus dan stasiun kereta api, sehingga para pengunjung yang datang dengan kereta api dan bus tidak perlu keluar masuk bangunan lagi, melainkan

langsung melewati sky-cross tersebut, dan penggunaan waktu untuk mengunjungi shopping mall ini juga akan menjadi lebih efisien. Pada bangunan B, terdapat void yang dimana void tersebut dari lantai dasar shopping mall dapat langsung melihat ke langit yang ada diatasnya tanpa adanya tutupan, sehingga bangunan menjadi lebih menyatu antara ruang dalam dengan ruang luarnya

Gambar 4.3 Denah lt.3 dan tipikal office (sumber : data pribadi)

Pada gambar hasil perancangan berikut, merupakan denah basement dari rancangan, yaitu :

1. Denah basement dari shopping mall

Pada basement ini, terdapat parkiran mobil dan juga sepeda motor, yang dimana terdapat sekuriti pada bagian entrance dan exit dari basement ini. Area drop-off pada basement terdapat di lobby lift dari masing-masing bangunan tersebut. Selain itu, kantor-kantor pengelola juga terdapat pada area basement,

dikarenakan pada lantai atasnya disewakan kepada penyewa. Tujuan dari peletakkan kantor pengelola di basement dikarenakan untuk mendapat keuntungan dari sewa yang lebih banyak, daripada menghabiskan space tersebut untuk penggunaan kantor pengelola, yang dimana hanya menghabiskan space dari shopping mall tanpa adanya sedikitpun sewa yang didapati.

Gambar 4.4 Denah basement (sumber : data pribadi)

Pada gambar berikutnya ini, merupakan potongan dari rancangan proyek ini.

Gambar 4.5 potongan shopping mall (sumber : data pribadi)

Gambar 4.6 potongan shopping mall dan office (sumber : data pribadi)

Pada potongan diatas, dapat dilihat ketinggian antar lantai, struktur dari bangunan, struktur pondasi, dan void dari bangunan maupunvoid dari lift. Ketinggian antar lantai pada groundplan adalah 6 meter. Penggunaan 6 meter dikarenakan untuk membuat bangunan memiliki kesan lebih wah dan untuk memanipulasikan ruangan yang kecil menjadi kelihatan lebih besar, membuat bangunan kelihatan lebih kokoh, dinamis, luas, dan juga bangunan menjadi megah dibandingkan bangunan lainnya pada kawasan ini. Pada struktur kolom dan struktur beton, digunakan teknologi baja, yang dimana memiliki banyak keuntungan dibandingkan struktur beton biasa / konvensional. Pada struktur kolom, menggunakan baja WF dan kemudian baja tersebut diselimuti dengan beton, untuk menghilangkan kesan seperti bangunan yang belum jadi. Sedangkan pada

bagian pembalokan, digunakan baja dengan honeycomb, yang memiliki berbagai keuntungan seperti yang telah dijelaskan pada subbab 3, yaitu konsep struktur.

Gambar 4.7 tampak utara dan selatan (sumber : data pribadi)

Gambar diatas merupakan tampak-tampak dari sebelah selatan, utara, dan juga selatan. Pembentukan fasad tersebut menggunakan karakteristik dari buah rambutan, yaitu dinamis, tegas, tidak teratur dan memiliki kesan kokoh. Material yang digunakan kebanyakan adalah kaca, aluminium, dinding bata, dan juga material alucobond untuk pembentukan atap. Pada gambar, juga dapat dilihat adanya escalator, hal itu merupakan perwujudan dari konsep integrasi dan mixed- use, sehingga para pengunjung yang datang dari gereja atau tamannya yang ingin langsung balik ke terminal / stasiun, dapat langsung balik tanpa capek-capek

keluar masuk bangunan lagi, melainkan langsung menggunakan akses escalator ke lantai 2 bangunan, kemudian naik 1 lantai dan akan sampai pada terminal / stasiun.

Gambar 4.8 tampak barat dan timur (sumber : data pribadi)

Pada gambar diatas, merupakan tampak dari sebelah timur dan barat dari rancangan. Pada tampak tersebut, terlihat bahwa terdapat sky-cross penghubung antar bangunan tersebut. Penggunaan sky-cross tersebut, merupakan perwujudan dari konsep mixed-use pada bangunan, sehingga bangunan lebih terintegrasi, mudah dicapai, dan dari segi pengunjung lebih menghemat dan mengefisiensi waktu untuk mengelilingi semua area dari shopping mall tersebut.

Gambar 4.9 rencana pondasi (sumber : data pribadi)

Gambar diatas merupakan rencana pondasi dari rancangan ini. Pondasi tersebut menggunakan pondasi tiang pancang, yang dimana penggunaan pondasi tersebut sesuai dengan kondisi tanah dan juga kebutuhannya yang tepat.

Gambar 4.10 rencana pembalokan (sumber : data pribadi)

Pada gambar diatas, merupakan rencana pembalokan dari rancangan ini. Pembalokan rancangan ini, terdapat 2 balok, yaitu balok induk dan balok anak. Balok induk memiiki ukuran 80 x 60, dan balok anak berukuran 60 x 40. Bahan dari balok ini sendiri adalah baja honeycomb.

Gambar 4.11 sirkulasi vertikal (sumber : data pribadi)

Pada gambar diatas, merupakan sistem dari sirkulasi vertical pada rancangan mixed-use shopping mall dan office. Warna merah merupakan tangga kebakaran, warna biru merupakan core dan lift dari rancangan, dan warna biru merupakan escalator dari rancangan ini. Peletakkan dari tangga kebakaran sendiri, yaitu terletak pada bagian ujung dari shopping mall, dikarenakan apabila terjadi bencana kebakaran ataupun gempa bumi, kebutuhan dari tangga kebakaran untuk keluar dari bangunan secepat mungkin dapat terakomodasi dengan baik untuk seluruh rancangan shopping mall ini.

Gambar 4.12 rencana elektrikal (sumber : data pribadi)

Pada gambar hasil rancangan diatas, merupakan sistem pelistrikan dari rancangan mixed-use shopping mall dan office ini. Diketahui dari gambar tersebut, bahwa sumber listrik untuk bangunan ini terdapat 3, yaitu PLN, solar panel, dan genset. Utamannya, tenaga listrik yang akan digunakan adalah PLN. Namun untuk menghemat pengeluaran biaya listrik rancangan, maka dibuat rangkaian solar panel, yang dimana diharapkan mampu mengurangi ketergantungan akan listrik dari PLN untuk pagi hari dan sore hari. Pada solar panel, energy matahari akan di- inverterkan dari arus AC menjadi DC, sehingga dapat disimpan didalam batere cadangan dan dapat dikonversikan ke energy listrik. Setelah arus yang telah dikonversikan ke DC tersebut masuk ke sumber batere, maka selanjutnya akan melewati controller, yang dimana merupakan tempat untuk mengontrol berapa

jumlah watt yang didapatkan dari solar panel, kebutuhan listrik yang sanggup diakomodasi solar panel, dan juga untuk mengatur berapa watt listrik yang disimpan dalam batere cadangan untuk digunakan pada malam hari. Dari controller, energy tersebut akan masuk ke main panel, atau panel utama, dan disalurkan keseluruh bangunan. Genset pada bangunan ini, akan digunakan apabila PLN padam dan tidak terdapat lagi energy listrik yang disimpan pada batere cadangan. Sehingga genset hanya menjadi sumber listrik cadangan / alternatif pada saat sumber listrik utama padam.

Gambar 4.13 rencana air bersih dan kotor (sumber : data pribadi)

Pada gambar perancangan diatas, merupakan sistem air bersih dan air kotor (black water and grey water) dari rancangan mixed-use shopping mall dan office ini. Sistem air ini merupakan sistem yang seperti pada umumnya. Pada air bersih, air didatangkan melaui PDAM, kemudian akan dialirkan dari ruang pompa ke Groud

water Tank dan juga water tank yang ada di atap bangunan. Kemudian, dari water tank akan dialirkan ke seluruh bangunan yang memerlukan air bersih. Pada sistem air kotor, terdapat 2 yaitu air limbah berat (black water) dan air limbah ringan (grey water). Pada air limbah berat yang dihasilkan dari bangunan ini, akan dialirkan ke septictank, kemudian difiltrasi dan di netralisasi, dan terakhir akan dibuang di riol kota. Pada air limbar ringan, yaitu air limbah yang berasal dari air sisa cuci, mandi, dan dll. Air limbah ringan dari bangunan akan dialirkan ke infiltration well, yang kemudian baru dibuang ke riol kota.

Pada gambar-gambar berikutnya ini, merupakan perspektif-perspektif dari rancangan mixed-use shopping mall dan office, yaitu:

Gambar 4.14 perspektif barat daya shopping mall (sumber : data pribadi)

Gambar di atas merupakan perspektif barat daya dari bangunan shopping mall. Dari perspektif ini, tampaklah bangunan shopping mall ini memiliki karakteristik dinamis, tegas, tajam, kokoh, dan juga megah.

Gambar 4.15 perspektif shopping mall dan office (sumber : data pribadi)

Gambar diatas merupakan perspektif dari bangunan shopping mall yang mixed- use dengan office. Dari perspektif ini, tampak escalator yang menguhungkan area gereja dan taman denganlantai 2 dari shopping mall, dan juga tampak sky-cross yang menghubungkan antar bangunan shopping mall sebagai perwujudan dari konsep mixed-use.

Gambar 4.16 perspektif ruang terbuka (sumber : data pribadi)

Gambar diatas merupakan perspektif dari ruang terbuka yang ada di antara shopping mall dengan gereja dan taman, ruang terbuka ini akan menjadi sitting area bagi pengunjung untuk melepas penat, dan juga sebagai selasar dan bisa juga untuk sebagai kegiatan rekreasi maupun untuk pembuatan acara-acara.

Gambar 4.17 perspektif shopping mall (sumber : data pribadi)

Pada perspektif ini, merupakan bangunan A, yaitu shopping mall. Dari perspektif ini, terlihat keindahan dari bentukan fasad yang dinamis dan kokoh tersebut. Selain itu, juga terlihat bagian depan dari branded-branded store, dan juga sky- cross yang menghubungkan antar bangunan tersebut.

Gambar 4.18 perspektif taman pohon rambutan (sumber : data pribadi)

Perspektif ini menunjukkan suasana dari taman pohon rambutan yang ada di belakng gereja. Pada taman ini, pengunjung dapat menikmati kelezatan dari buah rambutan hasil Kota Binjai yang sangat terkenal, dan juga merupakan wadah untuk mempromosikan buah rambutan kota Binjai kepada pengunjung. Taman ini selain berfungsi sebagai taman buah-buahan rambutan, juga dapat berfungsi sebagai jogging track, tempat permainan anak-anak, dan tempat rekreasi.

BAB V

BAB V

KESIMPULAN

Pada rancangan ini akan dibangun shopping mall dan office dengan total luas lahan 15.816,6 m² dan luas total bangunan sebesar 36.450,8 m, yang dimana didalamnya terdapat fasilitas-fasilitas pendukung, yaitu retail, restoran, kafe, branded store, gramedia, timezone, department store, sinema, dan toko-toko lainnya. Adapun kegiatan pendukung lainnya yaitu perkantoran dengan fungsi bekerja dan bisnis. Pada desain ini terdapat 624 unit parkir mobil, dan 423 unit parkir kendaraan roda dua yang dimana telah memenuhi kebutuhan dan tersusun dengan baik untuk kenyamanan pengunjung.

Konsep mixed-use digunakan pada desain ini, yaitu memakai sky-cross ssebagai wadah untuk menuju dari satu bangunan ke bangunan lainnya dan juga menuju ke terminal-stasiun tanpa membuang-buang waktu dan tenaga untuk keluar masuk bangunan demi mencapai bangunan lain. Pada bagian fasad bangunan, akan dihuni oleh Branded Store, yang dimana akan menarik minat pengunjung untuk mengunjungi shopping mall ini. Trotoar pejalan kaki berukuran 4,2m, yaitu ukuran yang lebih besar dari trotoar pada umunya dan juga akan di buffer dengan pepohonan sehingga kawasan rancangan ini walkable, nyaman, dan semakin menambah minat masyarakat untuk berjalan kaki.

Pada rancangan desain ini, juga terdapat fasilitas pendukung lainnya, yaitu taman sebagai pusat rekreasi dan tamasya. Taman ini ditanami pohon rambutan, sebagai upaya untuk lebih mempromosikan rambutan Kota Binjai yang sangat terkenal kepada para pengunjung. Rancangan ini akan merefleksikan buah khas Kota Binjai, yaitu dengan menerapkan konsep dan karakteristik buah rambutan yang tegas, dinamis, dan tidak rata kedalam pembentukan fasad. Bangunan ini juga menerapkan sistem elektrikal yang menghemat biaya, yaitu dengan memakai solar panel sebagai sumber listrik, sehingga bangunan lebih sustainable dan mandiri. Sistem konstruksi menggunakan bahan baja honeycomb, yang dimana lebih hemat dan cepat pembangunannya dibandingkan beton konvensional, dan juga mampu menekan tinggi perlantai sehingga menghemat biaya konsttruksi bangunan.

DAFTAR PUSTAKA

Erick Guerra and Robert Cervero (Spring 2013). "Is a Half-Mile Circle the Right Standard for TODs?", University of California, Berkeley.

"Arlington County, Virginia – National Award for Smart Growth Achievement – 2002 Winners Presentation", gov. Epa.

Calthorpe, Peter: The Next American Metropolis: Ecology, Community, and the American Dream, Princeton Architectural Press, 1993

Calthorpe, Peter: The Pedestrian pocket, in Doug, Kelbaugh (ed.) Pedestrian Pocket Book, 1989

Nadine Beddington, Design for Shopping Centres, 1982

Victor Gruen: Centers for the urban environment: Survival of the cities, Van Nostrand Reinhold, New York, 1973

Victor Gruen, Larry Smith: Shopping towns USA: The planning of shopping centers, Reinhold, New York, 1960

LAMPIRAN

Berikut merupakan foto-foto dari maket rancangan ini :

Dokumen terkait