A. Hasil Penelitian
1. Konstanta sebesar -6796 menunjukkan bahwa jika variabel indefenden (manajemen laba) tidak ada maka nilai variabel dependen (biaya modal
ekuitas) adalah sebesar -61.796
2. Koefisien variabel manajemen laba (X )sebesar0,283 berarti setiap kenaikan manajemen laba sebesar 1(satu) maka biaya modal ekuitas akan meningkat sebesar 0,283 dengan ketentuan variabel lain tidak berubah (konstan).
b. Pengujian Hipotesis 1. Uji t
Digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variable, penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel devenden.Uji ini digunakan untuk menguji pengaruh variable indevenden yaitu.
Manajemen Laba terhadap variable dependen yaitu. Biaya Modal Ekuitas.
Berdasarkan analisis melalui SPSS statistic 23,0 yang dapat dilihat pada table ,dapat disimpulkan bahwa Manajemen laba mempunyai nilai singnifikan=
0,004yang lebih kecil dari nilai dari=0,05 berarti hipotesis HO ditolak dan hipotesis HI diterimah yang berarti manajemen laba berpengaruh singnifikan terhadap baiaya modal ekuitas (pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
2.Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi norma atau tidak,salah satu cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat uji statictic non parametik kolomogorov-smimov yang dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.4 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardi zed Residual
N 30
Normal Parameters
a,b
Mean .0000000 Std. Deviation 33.3416073
7
Most Absolute .239
Sumber: Output SPSS 23,0 (2019)
Cara untuk menentukan data terdistribusi normal dengan uji statistiknon parametik kolmogorov-smirnov adalah nilai singnifikansi harus di atas 0,05 pengujian terhadap normalitas residual dengan menggunakan uji Smirnov, mempunyai nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,832 dengan nilai singnifikansi sebesar 0,249.Hal ini berarti data resedual terdistribusi normal.
3. Uji Koefisiensi Determinan
Koefisien determinasi (R2) digunakan dalam mendeteksi seberapa jauh hubungan dan kemampuan model dalam menjelaskan variasi dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel-variabel dependen sangat terbatas.
Tabel 4.5 Hasil Uji koefiensi Determinan (R2)
Sumber: Output Spss 23,0 Asymp. Sig. (2-tailed) .249
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
a. Predictors: (Constant), Manajemen Laba b. Dependent Variable: Biaya Modal Ekuitas
Dari autput diatas diketahui nilai R Square sebesar 0,024. Nilai ini
mengandung arti bahwa Manajemen Laba (x) terhadap Biaya Modal Ekuitas (Y) adalah sebesar0, 24% sedangkan0,76 % Biaya Modal Ekuitas dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
c. Pembahasan
Dari hasil penelititian yang dilakukan, dapat dilihat bahwa manajemen laba bukan satu-stunya faktor yang mempengaruhi biaya modal ekuitas,hal ini bisa dilihat dari besarnya pengaruh manajemen laba terhadap baiaya modal ekuitas yang ditunjukkan pada hasil uji koefisiaen determinasi yaitu di mana pada PT Wilmar Cahaya Indonesia pengaruhnya sebesar 0,881 atau sama dengan 88,1% sedangkan 11,9% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.Selajutya PT Delta Djakarta pengaruh yang dihasilkan hanya sebesar 0,250 atau sama dengan 25,0% sedangkan 75,0% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.Kemudian pengaruh yang dihasilkan oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur sebesar 0,750 atau sama dengan 75,0% dan 25,0%dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.
Sementara itu pada PT Indofood Sukses Makmur pengaruh yang dihasilkan hanya sebesara 0,250 atau sama dengan 25,0% sedangkan 75,0%
dihasilkan variabel lain yang tidak diteliti.Selain itu pengaruh yang dihasilkan oleh PT Multi Bintang Indonesia sebesar 0,725 atau sama dengan 72,5% dan selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Selain itu pengaruh yang dihasilkan oleh PT Nippon Indosari Corporindo hanya sebesar 0,253 atau sama dengan 25,3% sedangkan 24,7% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.Kemudian pengaruh yang dihasilkan oleh PT Sekar Bumi sebesar 0,234 atau sama dengan 23,4% dan selebihnya di pengaruhi variabel lain yang tidak
diteliti. Sementara itu pada PT Ultra Jaya Milk Industri sebesar 0,454 atau sama dengan 45,4% sedangkan 44,6% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.Kemudian pada PT Saraiguna Primatirta pengaruh yang dihasilkan cukup tinggi yakni sebesar 0,980 atau sama dengan 98,0% sedangkan 2% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti. Sementara pada PT Tri Banyang Tirta hanaya sebesar 0,354 atau sama dengan 35,4% sedangkan 64,6% dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahawa manajemen laba mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap biaya modal ekuitas.
Hasil pengujian dengan uji t digunakan untuk menguji pengaruh manajemen laba terhadap baiaya modal ekuitas menunjukkan bahwa manajemen laba memiliki pengaruh yang signifikansi yang diperoleh yaitu 0,004 yang mana tingkat singnifikansi lebih kecil daro 0,005.Apabila pengujian dilakukan dengan memisahkan tiap sampel maka dari 10 sampel terdapat 6 sampel yang menyatakan bahwa manjmen laba memiliki pengaruh singnifikansi terhadap biaya modal ekuitas .Hal ini dibuktikan dari nilai singnifikan yang diperoleh yaitu pada PT Wilma Cahaya Indonesia tingkat singnifikansi yang dihasilkan sebesar 0,004 dimana tingkat singnifikassi lebih kecil dari 0,05%
kemudian koefisien regresi manajemen laba yang dihasilkan mempunyai nilai positif sehingga dapat dikatan bahwa pengaruh positif, Selanjutnya PT Delta Djakarta singnifikansi yang dihasilkan sebesar 0,667 dimana tingkat singnifikansi lebih besar dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa pada perusahaan ini manajemen laba tidak memiliki pengaruh terhadap biaya modal ekuitas
Sementara pada PT Indofood Sukses Makmur nilai singnifikansi yang
0,05%kemudian pada PT Nippon Indosari Corporindo nilai singnifikansi ebesar 0,665 dimana lebih tinggi dari nilai singnifikansi sehingga di simpulkan kedua perusahaan ini manajemen laba juga tidak memiliki pengaruh terhadap biaya modal ekuitas. Kemudian pada PT Sriguna Primatirta nilai singnifikansinya sebesar 0,03 dimana tingkat singnifikansi lebih kecil dari 0,05% sehingga dapat dikatakan bahwa manajemen laba berpengaru terhadap biaya modal ekuitas, Keudian pada PT Tri Banyang Tirta nilai singnifikansin sebesar 0,02 lebih kecil dari 0,05 dengan ini manejem laba berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas.Dan pada PT Sekar Bumi nilai singnifikansi sebesar 0,679 lebih besar dari 0,05 kemudian pada PT Ultra Jaya Milk sebesar 529 dimana kedua perusahaan ini nilaisingnifikan lebih besar dari 0,05 sehingga dapat di dikatakan bahwa pada perusahaan ini manajemen laba tidak memiliki pengaruh terhadap biaya modal ekuitas.
Selanjutnya PT Indofood CBP Sukses Makmur nilai singnifikansi yang dihasilkan sebesar 0,03 dimana tingkat singnifikansi lebih kecil dari0,05%
kemudian pada PT Multi Bintang Indonesia tingkat singnifikansi yang dihasilkan sebesar 0,04 dimana tingkat singnifikansi lebih kecil dari 0,05% sehingga dapat dikatakan bahwa manajemen laba kedua perusahaan tersebut sama-sama berpengaruh singnifikan terhadap biaya modal ekuitas.
Dengan demikian ditetapkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima,sehingga diambil kesimpulan bahwa manajemen laba mempunyai pengaruh yang singnifikan terhadap biaya modal ekuitas, penerimaan hipotesis ini menyatakan bahwa semakin tinggi manajemen laba yang diukur berdasarkan rasio akrual modal kerja terhadap penjualan maka akan semakin tinggi pela baiaya modal ekuitas kerja terhadap penjualan maka akan semakin tinggi pula baiaya modal
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wiwik Utami(2015) dan Yusuf Pratama Wijanarto(2015), Yang hasil penelitianya menyatakan bahwa manajemen laba berpengaruh singnifikan terhadap baiaya modal ekuitas.Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa investor sudah mengantisipasi dengan benar informasi yang terkait dengan manajemen laba.
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh manajemen laba terhadap biaya modal ekuitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018. Pengukuran manajemen laba dalam penelitian ini berdasarkan rasio akrual modal kerja terhadap penjualan, sedangkan biaya modal ekuitas diukur dengan menggunakan model Ohlson.
Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpultan bahwa manajemen laba bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi biaya modal ekuitas, hal ini ditunjukkan oleh angka hasil pengujian koefisien determinan yang dapat dikatakan bahwa pengaruh manajemen laba terhadap biaya modal ekuitas sebesar 24,0% sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain . Berdasrkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen laba terhadap biaya modal ekuitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
B. Saran
Berdasarkan dari kesimpulan peneliti maka penilis mencoba memberikan masukan atau beberapa saran saran sebagai berikut :
1. Bagi para peneliti selanjutnya, untuk mengembangkan fokus penelitian ,bukan hanya pada pengaruh manajemen laba terhadap biaya modal ekuitas saja, sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.
2. Sampel perusahaan dan periode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini masih terlalu sedikit. Sebaiknya menambahkan jumlah sampel dan periode penelitian agar memperkecil persentase kesalahan.
3. Bagi para investor yang akan menginvestasikan uangnya pada suatu perusahaan agar lebih teliti dalam melihat informasi akrual yang disajikan dalam laporan keuangan terkait dengan praktek manajemen laba guna untuk mengurangi resiko kerugian yang akan ditanggung
Anastasia Wenny Manggau, (2016), Pengaryh Asimetri Informasi dan Ukuran Perusahaan Terhadap Manajemen Laba pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.Jurnal Ekonomi Dan Keuangan.
Anastasya Wenny Manggau, (2016), Pengaruh Asimetri Informasi dan Perusahaan Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Pertabanagan Yang Teradafatar di BEI, Jurnal Ekonomi dan Keuanagan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman,Indonesia.
Badruzaman. (2013). Analisis penggunaan laporan keuangan. Bandung Universitas Widyatama.
Brighan dan Houston. (2011). Dasar-dasar Manajemen keuangan. Edisi 10. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
Deddy Kurniawansyah, (2016), Pengaruh Audit Tenure, Ukuran Auditor Spesialisah Audit dan Audit capacity Stess Terhadap Manajmen Laba.
Dwi Martani, dkk. (2012). Akuntansi Menegah Berbasis PSAK. Buku 1. Jakarta.
Salemba Empat.
Kharisma, Annas.‟‟Pengukuran Performansi PT Mitra Jayabadi dengan Metoda Balanced Scorecard‟‟ (2006).
Harahap, Sofyan Syafri. 2011 teori akuntansi. Edisis Revisi. Jakarta:Rajawi Pers Heven Manoppo dan Fitty Valdi Arie (2016). Pengaruh Struktur Modal, Ukuran
Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2014. Jurnal EMBA
Ikatan Akuntan Indonesia. (2015). Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta:
Salemba Empat..
Ketut Gunawan, Nyoman Ari Surya Darmawan dan Gusti Ayu Purnamawati (2015). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Leverage Terhadap manajemen Laba pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). E-journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesa.
Kieso et al. (2013). Financial Accounting : IFRS 2nd edition New Jersy. John Willey & Son..
Kodryah Anisah Fitri, (2017), Pengaruh Free cash flow dan leverange Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan Manufaktur di BEI, Universitas Serang Rya.
Lisa Kurnia, M Yasser Arafah (2015) Pengaruh Manajemen Laba dan Ukuran Perusahaan Terhadap Biaya Modal Ekuitas pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.E-Juournal Akuntansi.
Pria Juli dan Gayatri, (2016), Pengaruh Ukuran Peusahaan Terhadap Manajmen Laba Dengan Pengungkapan corporate social Responsibility Sebagai Variabel Intervening, E-jurnal Akuntansi Universitas Udyana.
Putu Putri Suriyani, Gede Adi Yuniarta dan Ananta Wikrama T.A (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Laba ( Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2008-2013). E-journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesa.
Randy Try Rahmando, (2016), Pengaruh Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaaan Dan leverage Terhadap Manajmen Laba( studi pada perusahaan Yang terdaftar di BEI thn 2009-2013).jurnal Ilmia Universitas Batanghari Jambi.
Resky Zurriah, SE,M.Si, (2017), Pengaruh good corporate governace, Arus Kas Bebas, Ukuran Perusahaan Dan Leverage Terhadap Praktek Manajemen Laba ( studi pada perusahaan yang terdaptar di Jakarta Islamic Index, Jurnal Akuntansi Dan Bisnis.
Rini Dwiyuna Ningsi dan Nita Erika Ariayani. (2016), Pengaruh Asimetri Informasi Pengungkapan Modal Intelektual, dan Kualitas Audit Terhadap Biaya Modal Ekuitas ( studi pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di BEI thn 2012-2014), E-Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi(JIMEKA).
Sadeli,Lili M, Haji. (2015). Dasar-dasar Akuntansi, Jakarta: Bumi Aksara
Sastradipraja, Usman. 2011. Buku Ajar Analisis dan Penggunaan Laporan Keuangan. Bandung: Universitas Widiyatama.
Scoot, RW. (2011). Financial Accounting Theori. Prentice Hall Inc.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta Sugiyono. 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Wijayanti,R. (2016). Pengaruh Pengungkapan Sustainability Report Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Syariah Paper Accounting FEB UMS, 39-51.
Wiwik Utami (2015). Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Biaya Modal Ekuitas (Studi Pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur). Symposium Nasional Akuntansi VII, hlm 100-116.
Yusuf Pratama Wijanarto, (2015), Pengaruh Manajemen Laba Terhadap Biaya Mosal Ekuitas Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa
L A M P I R A N
Lampiran 1