• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebelum dilakukan tahap pembangunan prototipe maka dibuat suatu model terlebih dahulu. Model dibuat dengan skala 1 : 5. Komponen yang dibuat model hanya pada bagian rangka dan mekanisme lengan ayun. Setelah dilakukan pembuatan model, maka dapat diketahui kesulitan-kesulitan yang nantinya akan dihadapi pada saat pembangunan prototipe yang sebenarnya. Gambar model disajikan pada Gambar 41.

Gambar 41. Modelditcherlengan ayun.

Sebelum bahan besi konstruksi disusun, dipersiapkan mal atau pola dasar untuk memotong besi terutama besi plat. Komponen dipotong dengan menggunakan las LPG berdasarkan pola dasar yang telah dibuat. Setelah bahan-bahan dan peralatan sudah tersedia maka perakitan dapat dilakukan.

Beberapa komponen dari ditcher memerlukan perlakukan khusus dalam pembuatannya. Jika ada keterbatasan alat dan bahan maka dimensi disesuaikan dengan alat dan bahan yang ada tanpa mengurangi aspek kelayakan teknik. Salah satu perlakuannya adalah dengan digerinda. Gambar 42 menyajikan proses penggerindaan yang sedang dilakukan.

Urutan pemasangan suatu komponen dimualai dari yang paling mudah untuk pemasangan komponen yang lainya.

Gambar 42. Proses penggerindaan bahan besi.

Ditcher yang telah dibangun disajikan pada Gambar 43 dan terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:

Gambar 43.Ditcheryang telah dibangun dan bagian-bagiannya. 1. KakiDitcher

Kakiditcherdibuat dari besi plat dengan ketebalan 30 mm. Bahan besi plat dipotong sesuai dengan pola dasar yang telah dibuat. Terdapat dua lubang sebagai lubang baut pengunci. Pembuatan lubang dilakukan

Pisau penusuk Pisau bajak

kaki

Sayap

dengan cara mengebor dengan mata bor M23. Terjadi kesulitan saat melakukan pengeboran di antaranya: bahan kaki sulit dibuat dudukan yang pas pada meja bor, keterbatasan tenaga untuk mengangkat, memutar dan mengepaskan titik yang akan dibor. Oleh karena itu, untuk mengatasi kesulitan tersebut perlu dibuat lubang pada pola dasar sehingga pembuatan lubang dapat dilakukan dengan las potong.

Kaki ditcher dipasang berdiri tegak pada suatu dudukan remanen berbentuk persegi. Kaki disokong pada bagian belakang dan dengan besi siku ukuran 30 mm × 30 mm tebal 3 mm. Penempelan kaki pada besi siku penyokong dan dudukannya dengan cara dilas titik. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam pelepasan dan pengoreksian bila terjadi kesalahan. Posisi kaki pada dudukan remanen (jig) disajikan pada Gambar 44.

Gambar 44. Komponen kaki dan posisi kaki pada dudukan remanen. 2. Pisau Penusuk

Pisau penusuk memerlukan kekuatan dan ketajaman yang lebih. Oleh karena itu, setelah besi plat dipotong membentuk pola dasar pisau penusuk, maka bahan tersebut selanjutnya ditajamkan dan dikeraskan di tempat pandai besi. Pisau penusuk dipasang miring dengan sudut 15°. Pemasanganya dengan cara meratakan dengan ujung atas kaki yang pola dasarnya sudah diset 15° pada saat pemotongan.

3. Pisau Bajak

Perlakuan pada pisau bajak juga sama seperti pada pisau penusuk. Pisau ditajamkan dan dikeraskan di tempat pandai besi. Pisau yang dibuat memiliki sudut potong 35° dan sudut pengangkatan tanah sebesar 15°. Pembuatan lubang baut pengunci dilakukan bersamaan dengan pembuatan lubang pada dudukannya. Pisau dan dudukan pisau ditumpuk dari sisi atas atau bawah, kemudian dilas titik pada bagian pinggirnya. Setelah dibor dengan mata bor M12, keduanya dipisahkan. Pada bagian sisi atas pisau, lubang bor diperbesar dengan mata bor M20 tetapi dengan kedalaman hanya ¼ dari ketebalan. Hal ini dimaksudkan untuk ruangan baut tirus sehingga pada saat pisau dipasang, terlihat rata atau sebidang. Penggunaan baut tirus penting agar aliran tanah yang terpotong oleh pisau lebih lancar. Dudukan pisau dilengkungkan dengan cara ditempa beberapa kali sehinggga didapatkan kelengkungan yang diinginkan.

Pemasangan dudukan pisau dilakukan dengan cara dilas titik pada dudukan remanen dan pada kaki sehingga didapatkan sudut-sudut yang diinginkan seperti pada posisi pisau.

4. Sayap

Sayap dibuat dibuat dari besi plat 8 mm dengan dilakukan perlakuan pelengkungan. Pekerjaan ini adalah yang terberat dan sulit dilakukan. Bahan sayap dipanaskan dengan gas LPG (Liquid Petroleum Gas) kemudian dipukul sesuai garis kelengkungannya. Penempaan dilakukan berulang kali sampai mendapatkan kelengkungan dengan diameter 65 cm. Pola kelengkungan dibuat dari bahan tripleks, dibuat bentuk ¼ silinder. Hasil kelengkungan kurang mulus karena keterbatasan tenaga untuk menempa. Bentuk sayap sesudah dilengkungkan disajikan pada Gambar 45.

Untuk memudahkan pemasangan sayap digunakan bantuan besi siku penyokong ukuran 30 mm × 30 mm tebal 3 mm yang bersifat sementara. Siku penyokong tersebut juga untuk membentuk sudut profil saluran drainase yang diinginkan, dilas titik pada dudukan remanen dengan kemiringan 55°. Ada 4 batang besi siku penyokong yang digunakan untuk

menbentuk sudut tersebut. Dua bagian dipasang pada bagian depan dan sisanya di bagian belakang, dengan posisi yang sama pada sisi kanan dan kiri. Pada bagian belakang sayap diberi batang penyokong sekaligus penahannya (Gambar 46).

Gambar 45. Bentuk sayap/singkal setelah dilengkungkan.

Gambar 46. Posisi batang penopang dan penahannya. 5. Pisau Samping

Pisau samping ditajamkan di pandai besi. Bagian yang ditajamkan adalah bagian yang akan memotong profil dinding samping saluran drainase. Plat setebal 10 mm digunakan sebagai bahan pembuat pisau samping. Pisau samping menempel di pinggir luar kanan dan kiri dari bagian sayap dengan kemiringan 55° terhadap horizontal. Pemasangannya juga mengikuti 4 batang siku penyokong yang digunakan pada pemasangan sayap.

Batang penopang Batang penahan

6. Rangka

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan rangka adalah tiga batang pipa kotak. Konstruksi rangka yang berbentuk segitiga disusun di atas suatu dudukan remanen (jig). Kedua batang pipa kotak yang panjang disatukan membentuk sudut 28° dengan menggunakan besi siku ukuran 30 mm × 30 mm tebal 3 mm yang bersifat sementara. Tiga titik gandeng dibuat dari besi plat dengan ketebalan 10 mm yang dilas dengan rangka segitiga yang telah dibuat. Pada rangka juga dilengkapi dengan penahan segitiga atas dan bawah yang dibuat dari besi plat tebal 30 mm. Keduanya dilas pada dua pipa kotak yang berada di tengah segitiga rangka. Untuk memperkuat antara top link dengan segitiga atas maka digunakan tambahan penguat dengan cara dilas.

Dudukanditcherdibuat dari besi siku ukuran 100 mm100 mm, tebal 8 mm dengan panjang 40 cm. Besi siku tersebut dibuat dua pasang untuk posisi atas dan posisi bawah. Pemasangannya pada dua pipa kotak yang berada di tengah segitiga rangka menggunakan baut M16 sebanyak 8 buah. Untuk mengunci ditcher pada dudukan ditcher, digunakan baut M20 sebanyak 2 buah (untuk posisi atas dan bawah, Gambar 47). Selain menjepit kakiditcher, dudukan ini juga menjepit segitiga atas dan segitiga bawah.

(a) (b)

Gambar 47. Posisi siku dudukanditcher:(a) bagian atas; (b) bagian bawah.

Konstruksi dari ditcher lengan ayun yang telah dibuat disajikan pada Gambar 48.

Gambar 48. Tampilanditcherlengan ayun.

Dokumen terkait