• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Konteks Sosial Pesan Dakwah dalam Video Ngaji

Dimensi ketiga dari analisis wacana Van Djik adalah konteks sosial. Wacana adalah bagian dari wacana yang berkembang dalam masyarakat, sehingga untuk meneliti teks perlu dilakukan analisis intertekstual dengan meneliti bagaimana wacana tentang sesuatu di produksi dan di kontruksi dalam masyarakat.85 Video ini berisi tentang dalamnya makna cinta ilahiyah dari cerita Layla Majnun.

Konteks sosial dalam hal ini adalah menjawab pertanyaan bagaimana wacana yang berkembang di masyarakat atau gambaran pada umumnya mengenai perilaku sebagian manusia di muka bumi ini. hadirnya kajian bertema filsafat cinta yaitu untuk merayakan bulan cinta, dimana ngaji filsafat ini diadakan pada bulan februari. Bulan ini dikenal sebagai bulan cinta. Maka dari itu di hadirkan sesi ngaji edisi cinta tepatnya alegori cinta ilahiat.86Dalam cerita ini banyak mengajarkan bagaimana

84 John B. Hoben, “English Communication at Colgate Re-examined,”

Journal of Communication 4, (1954), h.77.

85 Eriyanto, Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media, h. 260-270.

86 Wawancara pribadi dengan Nur Wahid, via whatsapp pada tanggal 29 Juli 2021.

94

membangun hubungan dengan tuhan atas nama cinta.

Selain itu juga mengajarkan bagaimana kita hidup berdampingan dengan makhluk lain, baik itu manusia, binatang, tumbuhan maupun alam. Khususnya dengan manusia haruslah berkasih sayang tanpa harus mempertanyakan sekat-sekat agama, ras, suku, bangsa, dan negara, apalagi hanya berlainan kelompok.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian penelitian yang telah peneliti analisis mengenai dakwah Dr. Fahruddin Faiz pada video Ngaji Filsafat 221: Nizami Ganjavi- Layla Majnun dengan menggunakan analisis model Teun A. Van Djik, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pesan dakwah dalam struktur teks adalah pesan aqidah yaitu perintah mencintai Allah Swt. dengan mencintai Allah Swt. akan menciptakan konsep (hablum minallah) yaitu hubungan manusia dengan Allah, (hablum minannas) hubungan manusia dengan manusia dan (hablum minal‟alam) hubungan manusia dengan alam.

Pesan dakwah akhlak yaitu anjuran untuk mengambil hikmah bagaimana kita sebagai muslim bisa menambah keimanan dengan mencintai Allah Swt. juga menerapkan akhlak mahmudah di kehidupan sehari-hari. Dan pesan ibadah anjuran untuk selalu mengingat Allah dengan berdzikir juga menjauhi apa yang dilarang oleh Allah Swt.

2. Pesan dakwah pada kognisi sosial adalahsecara umum video ini mengangkat tema cinta. Maka dari itu, pesan dakwah yang terkandung mengarah kepada pesan aqidah yaitu kita sebagai manusia bisa belajar mencintai Allah Swt.

96

3. Pesan dakwah pada konteks sosial adalah pesan aqidah dimana kita bisa memetik hikmah dari cerita Layla Majnun yang mengajarkan bagaimana membangun hubungan dengan Allah Swt. atas nama cinta.

4. SARAN

Berdasarkan penelitian dari analisis pesan dakwah Dr.

Fahruddin Faiz dalam video Ngaji Filsafat 221: Nizami Ganjavi-Layla Majnun terdapat beberapa saran dari penulis sebagai berikut:

1. Kepada akademisi peneliti menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi tersebut. Penulis berharap kepada peneliti selanjutnya agar memperbanyak referensi terkait video-video dakwah agar dapat melakukan penelitian yang lebih baik dan membuat inovasi penelitian yang terbaru.

2. Bagi pembaca khususnya mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bahwa pesan yang terkandung dalam video Dr Fahrudin Faiz mempunyai pesan dakwah yang sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Alangkah baiknya untuk bisa dikembangkan agar memberikan informasi yang bisa diambil hikmahnya.

97

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah. (2019). Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: Peneribit Qiara Media.

Jurnaji, A.-S. A. (2015). Kitab At-Ta'rif. Beirut: Dar Kutub Al-Ilmiah.

Amin, S. M. (2009). Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.

Amin, S. M. (2013). Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.

Anggito, A. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.

Ardhana, S. E. (1995). Jurnalistik Dakwah. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.

Arifin. (1997). Psikologi Dakwah Suatu Pengantar. Jakarta: Bulan Bintang.

Aziz, M. A. (2004). Ilmu Dakwah. Jakarta: Prenada Media.

Aziz, M. A. (2019). Ilmu Dakwah: Edisi Revisi. Jakarta: Kencana.

Bungin, B. (2010). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Djamaly, A. (1988). Menerobos Kritis Pendidikan Dunia Islam. Jakarta:

Golden Terayon Press.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media.

Yogjakarta: Lkis Pelangi Aksara.

Ermanto. (2011). Kajian Wacana Jurnalistik: Mengungkap Perjuangan dan Pertarungan Kekuasaan. Padang: Sukabina Press.

Gunawan, I. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasanuddin. (2010). Hukum Dakwah: Tinjauan Aspek Hukum dalam Berdakwah di Indonesia. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.

98

Ilaihi. (2010). Komunikasi Dakwah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Ilaihi, W. (2013). Komunikasi Dakwah. Bandung: PT. Rosdakarya.

Ilyas, Y. (2007). Kuliah Akhlak. Yogyakarta: Lppi.

Ishak, S. (2015). Dakwah Sambil Ngenet. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Moleong, L. J. (2016). Metode Penelitian Kualitatif . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhammad Munir, W. I. (2006). Manajemen Dakwah. Jakarta:

Prenada Media.

Muhammad Munir, W. I. (2009). Manajemen Dakwah. Jakarta:

Kencana.

Muhammad Munir, W. I. (2017). Manajemen Dakwah. Jakarta:

Kencana.

Nawawi, I. (2008). Risalah Pembersih Jiwa. Surabaya: Karya Agung.

Prakoso, Y. (2009). Lebih Kreative dengan Youtube. Yogyakarta: Andi Offset.

Raco. (2010). Metode Penelitian Kualitatif: Jenis, Karakteristik, dan Keunggulannya. Jakarta: Grasindo.

Ramlan. (2005). Sintaksis. Yogjakarta: CV. Karyono.

Saleh, A. R. (1986). Manajemen Dakwah Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Sasono, A. (1997). Solusi Atas Problematika Ilmu Dakwah. Jakarta:

Logos Wahana Ilmu.

Schepp, B. &. (2009). How to Make Money with Youtube. New York:

McGraw-Hill.

Shomad, A. (2017). Hukum Islam: Penormaan Prinsip Syariah dan Hukum Indonesia Edisi Revisi. Jakarta: Kencana.

99

Sobur, A. (2015). Analisis Teks Media. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sobur, A. (Bandung). Analisis Teks Media: Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis dan Framing. 2002: PT Remaja Rosdakarya.

Syahibi, R. (2008). Metodologi Ilmu Dakwah: Kajian Ontologis Dakwah Ikhwan Al Safa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syukir, A. (1983). Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Al-Ikhlas.

Thabari, A. J. (2009). Tafsir Ath-Thabari. Jakarta: Pustaka Azzam.

Yakan, M. H. (Jakarta). Hati-Hati Terhadap Media yang Merusak Anak.

1998: Gema Insani Press.

Yusuf. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.

100

LAMPIRAN-LAMPIRAN Transkip Wawancara

Nama : Nur Wahid

Jabatan : Admin Lini Media dan Penerbitan Majid Jendral Sudirman

Hari/Tanggal : 29 Juli 2021

Waktu : 09.21 WIB – 11.13 WIB Tempat : Via whatsapp

Penulis: Kapan dan bagaimana sejarah lengkap dalam membuat akun YouTube mjs channel?

Narasumber: MJS Channel merupakan kanal YouTube official/resmi yang dikelola oleh Lini Media Masjid Jendral Sudirman, kami peruntukan sebagai media dakwah dan penyebaran informasi kajian dan ngaji yang diselenggerakan Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta. Joined May 19, 2016.

Penulis: Selain youtube, adakah akun media sosial lainnya untuk berdakwah?

Narasumber: Kunjungi juga media resmi Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta, antara lain :

Website :

http://mjscolombo.com/

101 Podcast :

Spotify : https://open.spotify.com/show/4MDawWe...

Apple Podcasts : https://podcasts.apple.com/us/podcast...

Google Podcasts : https://www.google.com/podcasts?feed=...

Media Sosial :

Facebook: https://www.facebook.com/masjid.sudir...

FP: https://www.facebook.com/mjscolombodo...

Instagram: https://www.instagram.com/masjidjendr...

Twitter: https://twitter.com/MJS_Jogja?s=09

Lapak Jual Beli :

https://www.instagram.com/lapakmjs/

Penulis: Apakah visi dan misi dari akun tersebut?

Narasumber: visi dan misinya mengisi kekosongan kajian yang dibanyak masjid belum digarap; buat menyebarkan informasi kajian/ngaji di MJS

102

Penulis: Sejak kapan kajian ngaji filsafat dimulai? hingga saat ini sudah berapa tahun berjalan?

Narasumber: Ngaji Filsafat dimulai sejak April 2013 sampai sekrang, rutin berlangsung setiap Rabu malam Kamis, jam 20.00 s.d 22.00, hingga kini sudah berlangsung 302 sesi ngaji.

Penulis: Siapa target ngaji filsafat tersebut?

Narasumber: tergetnya siapa saja yang mau belajar

Penulis: Menurut anda, bagaimana sosok Dr. Fahruddin Faiz dan apa keunikannya sehingga bisa menarik banyak peminat di kajian ngaji filsafat?

Narasumber: Pak Faiz orangnya santai, mengerti audiens yang dihadapi, sementara materi filsafat yang beliau sampaikan, mampu dibawakan secara sederhana,. Banyaknya peminat juga berkat media sosial yang memanfaatkan materi ngaji filsafat menjadi konten dalam beberapa menit dari meteri utuh sekitar 2 jam dari kanal MJS Channel

Penulis: Hal apa yang paling berkesan dari beliau untuk anda?

Narasumber: Yang berkesan, salah satunya, memberi kemantapan dalam menghadapi kenyataan hidup. semisalnya dalam memilih sesuatu atau ketika menghadapi persoalan

103

Penulis: Menurut anda, dari mana sajakah kognisi pemikiran beliau dalam mengkaji filsafat terutama pada tema Nizami Ganjavi-Layla Majnun?

Narasumber: Nizami Ganjavi - Layla Majnun dari Ngaji Filsafat ke-221 pada Edisi Alegori Cinta Ilahiat dijadikan sebagai tema ngaji bisa jadi berangkat dari kisahnya sebagai gambaran bagaiman cinta ilahiat itu

Penulis: Menurut anda, bagaimana konteks sosial dalam ngaji filsafat pada tema Nizami Ganjavi-Layla Majnun?

Narasumber: Konteks sosial dari tema Nizami Ganjavi - Layla Majnun pada 27 Februari 2019 pada bulan Februarinya. Bulan Februari dirayakan sebagai bulan cinta pada sesi ngaji dihadirkan edisi cinta, tepatnya Alegori Cinta Ilahiat.

Dokumen terkait