Kontribusi agroforestri suren yaitu pendapatan dari agroforestri suren terhadap total pendapatan petani. Selain itu, hasil dari non agroforestri dan pertanian monokultur juga dapat dihitung kontribusinya. Pada umumnya, kontribusi yang diperoleh dari hasil agroforestri sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Jika besar kontribusi yang diberikan lahan agroforestri mencapai 10% dari total pendapatan, maka sudah sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan (Suharjito, 2000 dalam Rajagukguk, 2015). Hal ini melebihi lahan agroforestri suren di Kelurahan Sipolha Horison dan Desa Pematang Tambun Raya, kontribusi yang diperoleh dari hasil agroforestri suren jauh di atas 10%.
Besarnya persentase kontribusi agroforestri (kayu suren, tanaman MPTS, dan palawija) terhadap pendapatan petani adalah 55.1%, lebih besar dibanding kontribusi non agroforestri suren yakni sebesar 44.89%. Berdasarkan kriteria variabel kontribusi, besarnya nilai kontribusi agroforestri suren ini termasuk
dalam tingkatan kontribusi yang sedang. Hal ini membuktikan, bahwa lahan agroforestri suren merupakan sumber pendapatan utama petani.
Tabel 16. Persentase Kontribusi Pendapatan Agroforestri Suren
Sumber Pendapatan Kontribusi terhadap Pendapatan (%)
1. Agroforestri suren
a. Kayu suren 13.67
b. Tanaman palawija/pertanian 15.22
c. Tanaman MPTS 26.22
2. Non agroforestri suren 44.89
Total 100
Sumber : Data olahan, 2018
Berdasarkan penelitian Rajagukguk dkk (2015) yang juga dilaksanakan di sekitaran Danau Toba, tepatnya di Desa Janji, Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir, dengan sistem agroforestri yang diterapkan adalah sistem agroforestri sederhana yang ditanami tanaman kopi dengan jenis pohon lainnya termasuk suren (Toona sureni) maupun tanaman palawija, melaporkan bahwa kontribusi agroforestri terhadap pendapatan petani adalah sebesar 55.24%. Hal tersebut membuktikan, bahwa lahan agroforestri berperan sangat penting dan merupakan sumber pendapatan utama petani. Selain itu, lahan yang dikelola juga memberikan dampak yang positif baik pada aspek ekonomi maupun ekologi, serta sosial.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Tingkat motivasi yang paling tinggi melatarbelakangi para petani dalam pengelolaan agroforestri suren (Toona sureni) ini adalah motivasi ekologi dengan nilai 85.33%. Hal ini membuktikan, bahwa alasan kuat petani adalah untuk menjaga dan mempertahankan kelestarian hutan, menjaga tata air, kesuburan tanah, serta terjaganya kesegaran dan kebersihan udara. Motivasi lain yang mendorong adalah motivasi sosial budaya (75.25%), yakni penentuan sikap masyarakat terhadap hutan dan motivasi ekonomi (74.75%) yang terkait dengan dorongan petani untuk mendapatkan materi dari pengelolaan agroforestri suren (Toona sureni) ini.
2. Sistem agroforestri suren yang diterapkan oleh petani di Kelurahan Sipolha Horison dan Desa Pematang Tambun Raya adalah menggunakan sistem agrisilvikultur. Secara umum, ada tiga jenis pola agroforestri suren yang diterapkan, yaitu: Pola A (kombinasi antara suren dengan kopi); Pola B (kombinasi antara suren, cengkeh, dan kopi); dan Pola lainnya (pola tanam acak).
3. Besarnya rata-rata kontribusi agroforestri suren (kayu suren, tanaman MPTS, dan palawija) terhadap pendapatan total rumah tangga petani adalah Rp14.605.000 (55.1%). Lebih besar dibanding besarnya rata-rata kontribusi non agroforestri suren, yakni Rp11.900.000 (44.89%). Berdasarkan kriteria variabel kontribusi, besarnya nilai kontribusi agroforestri suren ini termasuk dalam tingkatan kontribusi yang sedang.
Saran
1. Pengelolaan agroforestri suren yang ada di lokasi penelitian sudah layak untuk diterapkan berdasarkan analisis finanasial maupun dari segi kontribusi yang diberikan. Tetapi, perlu dilakukan perencanaan yang lebih matang dalam manajemen pengelolaan yang baik, mulai dari praktek silvikultur maupun praktek pertanian berkelanjutan, sehngga hasil yang diperoleh juga akan bisa lebih dimaksimalkan.
2. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai jarak tanam yang optimal pada tanaman suren dengan tanaman pokok, seperti kopi maupun cengkeh.
Sehingga, akan diperoleh jarak tanam terbaik untuk mendukung dan memaksimalkan kegiatan agroforestri suren ini dari segi ekonomi, segi ekologi, dan segi sosial budaya.
DAFTAR PUSTAKA
Amalia, IN dan Mahmudiono, T. 2017. Hubungan Pendapatan, Total Pengeluaran, Proporsi Pengeluaran Pangan dengan Status Ketahanan Rumah Tangga Petani Gurem (Studi di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember). Amertra Nutr. 1(i2).143-152.
Ardhana, A dan Susanti, PD. 2013. Corporate Social Responsibility sebagai Alternatif Pembiayaan Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat untuk Mendukung Sistem Agroforestri dan Ketahanan Pangan. Banjarbaru:
Balai Penelitian Banjarbaru.
Ariani, RD. 2013. Analisis Finansial Budidaya Sengon dan Salak pada Sistem Pengelolaan Agroforestri di Desa Kalimendong Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Aryadi, dkk. 2013. Evaluasi Komponen Penyusun Sistem Agroforestri di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat.
Asmaliyah. 2013. Kajian Pola Tanam Terhadap Serangan Hama dan Penyakit di Hutan Rakyat Sumatera Bagian Selatan. Palembang: Balai Penelitian Kehutanan.
Darwiati, W. 2009. Uji Efikasi Ekstrak Tanaman Suren (Toona Sinensis Merr) Sebagai Insektisida Nabati dalam Pengendalian Hama Daun (Eurema Spp. dan Spodoptera Litura F.) [Tesis]. Bogor (ID) : Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.
Ekawati, dkk. 2016. Mendorong Pengembangan Danau Toba Sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim.
Guntara. 2013. Agroforestri Sebagai Alternatif Pemanfaatan Lahan Bawah Tegakan untuk Peningkatan Pendapatan Petani di Kabupaten Lumajang.
Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang. Lumajang.
Hairiah, dkk. 2003. Sistem Agroforestri di Indonesia. Bogor : World Agroforestry Centre (ICRAF).
Hairiah, dkk. 2004. Fungsi dan Peran Agroforestry. Widianto dkk, editor. Bogor : World Agroforestry Centre (ICRAF).
Hairiah, dkk. 2003. Pengantar Agroforestri. Widianto dkk, editor. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF)
Hairiah, K dan Ashari, S. 2013. Pertanian Masa Depan: Agroforestri, Manfaat, dan Layanan Lingkungan. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
Harum, F. 2012. Apa itu Agroforestri?. Jakarta: PNPM Mandiri.
Fathurrohmah. 2014. Pengaruh Pohon Penaung Leda (Eucalyptus deglupta Bl.) dan Suren (Toona sureni Merr.) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kopi (Coffea Arabica L.) [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID):
Institut Pertanian Bogor.
Irianto. 2010. Kreativitas dan Motivasi. Modul: tidak diterbitkan.
Kristiani, H. 2001. Kajian Sistem Pengelolaan dan Kontribusi Kebun Campuran terhadap Pendapatan Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Jlarem, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah [Skripsi].
Fakultas Kehutanan. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor.
Madyantoro, dkk. 2015. Kajian Kontribusi Sistem Agroforestri Terhadap Pendapatan Petani (Studi kasus : Desa Cibatok Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat). Jurnal Nusa Sylva: 15 (1): 11-16.
Massiri, dkk. 2015. Preferensi dan Motivasi Masyarakat Lokal dalam Pemanfaatan Sumberdaya Hutan di Taman Nasional Lore Lindu, Provinsi Sulawesi Tengah. J. Manusia Dan Lingkungan. 23(2): 215-223.
Mayrowani, H dan Ashari. 2011. Pengembangan Agroforestry untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani Sekitar Hutan. Bogor:
Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
Meilani, SW. 2006. Uji Bioaktivitas Zat Ekstraktif Kayu Suren (Toona Sureni Merr.) dan Ki Bonteng (Platea latifolia Bl.) Menggunakan Brine Shrimp Lethality Test. [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Naibaho, dkk. 2014. Jenis Produk dan Pola Agroforestri di Desa Sosor Dolok, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Medan : Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Nurnazati. 2010. Pelatihan Manajemen Ekonomi Rumah Tangga (ERT).
Palembang: Yayasan Kesejahteraan Masyarakat Desa ( KEMASDA).
Nursyamsi dan Suhartati. 2013. Pertumbuhan Tanaman Mahoni (Swietenia Macrophylla King) dan Suren (Toona Sinensis ) di Wilayah Das Datara
Olivi, dkk. 2015. Kontribusi Agroforestri terhadap Pendapatan Petani di Desa Sukoharjo 1 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Jurnal Sylva Lestari. Vol. 3 No. 2, Mei 2015: 1-12.
Pambudi, RA. 2013. Analisis Finansial dan Kontribusi Hutan Rakyat Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani (di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat) [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Pardede, M. 2010. Kecamatan Pematang Sidamanik Dalam Angka 2010.
Pematang Sidamanik. Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun.
Pardede, M. 2014. Statistik Daerah Kecamatan Pematang Sidamanik 2014.
Pematang Sidamanik. Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun.
Pardede, M. 2015. Statistik Daerah Kecamatan Pematang Sidamanik 2015.
Pematang Sidamanik. Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun.
Puspita, ID. 2006. Motivasi Petani dan Peranan Kelompok Tani Hutan (KTH) dalam Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) di Desa Warnasari, BKPH Pangalengan KPH Bandung Selatan Skripsi].
Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Putri, AAM. 2011. Peran Usaha Hutan Rakyat dalam Perekonomian Rumah Tangga di Desa Legokhuni, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Propinsi Jawa Barat [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Priyono. 2007. Pengantar Manajemen. Chandra, editor. Surabaya: Zifatama Publisher.
Rachman, RM. 2011. Kontribusi Pengelolaan Agroforestri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani (Studi Kasus: Desa Bangunjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat) [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Rajagukguk, dkk. 2015. Kontribusi Agroforestri terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani (Studi Kasus: Desa Janji Raja, Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara). Jom Faperta 2(2): Oktober.
Rakhman, AN. 2012. Beberapa Sifat Dasar Kayu Surian (Toona sinensis) Asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Setyadi, LB. 2009. Analisis Kelayakan Usaha dan Kontribusi Pengelolaan Hutan Rakyat Koperasi Hutan Jaya Lestari Kabupaten Konawe Selatan, Propinsi
Sulawesi Tenggara [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut
Sudibjo, NE. 1999. Kajian Agroforestry Karet dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Sepunggur, Kecamatan Muara Bungo, Kabupaten Bungo Tebo, Propinsi Jambi) [Skripsi].
Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Sundawati, dkk. 2008. Pemasaran Produk-produk Agroforestri. Sundawati dan Nurrochmat, editor. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Supriadi, H dan Pranowo, D. 2015. Prospek Pengembangan Agroforestri Berbasis Kopi di Indonesia. ISSN: 1412-8004. 14(2 ): 135 -150.
Susiati, Ika. 2007. Analisis Finansial Agroforestry di Desa Cikarenye, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID):
Institut Pertanian Bogor.
Sutjiono, D. 2010. Modul Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga (PERT). Jakarta:
Suyanto dan Khususiyah. 2015. Kontribusi Agroforestri dalam Meningkatkan Pendapatan dan Pemerataan Pendapatan Masyarakat Pengelola Hutan Kemasyarakatan di Sesaot Lombok. World Agroforestry Centre (ICRAF).
Tanjung, Mf. 2014. Kontribusi Hutan Rakyat Terhadap Pendapatan Usaha Tani di Desa Bayasari, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat [Skripsi]. Fakultas Kehutanan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Wahyuno, D dan Martini, E. Pedoman Budi Daya Cengkeh di Kebun Campur.
Paramita, editor. Bogor: World Agroforestry Centre (ICRAF)
Wawo, dkk. 2013. Konservasi Tumbuhan Bernilai Ekonomi Tinggi Melalui Pengembangan Model Agroforestri. Bandung: Puslit Biologi LIPI.
Widayanti, W dan Hermawan Z. 2013. Motivasi Masyarakat Desa Jetis Kecamatan Saptosari dalam Pengelolaan Hutan Negara “Ab” (Afkiren Bosch). Yogyakarta (ID): Fakultas Kehutanan UGM.
Yunianti, Ad. 2003. Kualitas Kayu Surian (Toona Sureni Merr) sebagai Kayu Unggulan Kabupaten Tana Toraja. Makassar (ID): Universitas Hasanuddin.
Yuyun, AS. 2015. Potensi Agroforestry untuk Meningkatkan Pendapatan Kemandirian Bangsa dan Perbaikan Lingkungan. Padjajaran: tidak diterbitkan.
Zega, dkk. Analisis Pengelolaan Agroforestry dan Kontribusinya terhadap Perekonomian Masyarakat. Medan (ID): Universitas Sumatera Utara.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Tabel Identitas dan Karakteristik Reponden
No Nama Umur
(Thn) Lokasi Pendidikan
Terakhir
Tabel Identitas dan Karakteristik Reponden (Lanjutan)
No Nama Umur
(Thn) Lokasi Pendidikan
Terakhir
Jumlah Anggota Keluarga
Pekerjaan Utama Pekerjaan Sampingan
Luas lahan / Jumlah pohon suren 28. Mangidup
Damanik 53 Sipolha Horison SMP 6 Petani - 0.2 ha / 20 Pohon
29. Hotman Damanik 39 Sipolha Horison SMA 5 Petani - 0.2 ha / 13 Pohon
30. Salmen Ambarita 49 Pematang Tambun Raya SMA 4 Petani - 0.26 ha / 15 pohon
Lampiran 2. Tabel Hasil Penilaian Tingkat Motivasi Ekonomi Petani
Lampiran 3. Tabel Hasil Penilaian Tingkat Motivasi Ekologi Petani
Lampiran 4. Tabel Hasil Penilaian Tingkat Motivasi Sosial Budaya Petani
Lampiran 5. Kuisioner Penelitian
11. Luas kepemilikan lahan agroforestri suren : ... (Ha/m² ) 12. Jumlah pohon suren yang dimiliki (jenis dan jumlah) : -
13. Jumlah pohon yang dimiliki -
16. Usaha peternakan yang dilakukan :
17. Usaha dagang yang dilakukan
KUISIONER 2
(JUMLAH DAN SUMBER PENDAPATAN PETANI AGROFORESTRI SUREN)
1. Nama Responden :
2. Pendapatan dari penjualan kayu suren pada agroforestri
... (per bulan / per tahun)*
Kayu yang dijual dalam bentuk : (kayu bakar / pohon utuh / sortimen)* atau lainnya, sebutkan ...
3. Tanaman pertanian / palawija dari agroforestri suren :
a. Kopi : Rp...(per bulan / per tahun)*
b. Kemiri : Rp...(per bulan / per tahun)*
c. Jagung : Rp...(per bulan / per tahun)*
d. Singkong : Rp...(per bulan / per tahun)*
e. Kacang tanah : Rp...(per bulan / per tahun)*
f. Buah-buahan : Rp...(per bulan / per tahun)*
e) Tanaman pertanian/palawija lainnya jika ada (sebut jenis dan jumlah) ...(Rp/bulan atau Rp/tahun)
Hasil pertanian/palawija dijual: (per kg / per karung)*
Jumlah hasil tanaman pertanian/palawija yang dijual per tahun ...
4. Peternakan :
Jumlah dan jenis ternak yang dijual per tahun ...
5. Perdagangan
Jenis usaha : ...
Pendapatan : Rp ...(perbulan / pertahun)*
6. Lain – lain (upah / gaji dari sumber lain)
Rp ... (perbulan / pertahun)*
KUISIONER 3
(ALAT UKUR MOTIVASI PETANI AGROFORESTRI SUREN) II. ALAT UKUR MOTIVASI RESPONDEN
A. Motivasi Ekonomi
1. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren dilakukan untuk diambil hasilnya.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
2. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
3. Menurut Bapak/Ibu, budidaya dan pemeliharaan tanaman yang diusahakan di lahan usaha tani agroforestri suren dilakukan untuk memenuhi permintaan suatu lembaga, atau pasar, dll.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
4. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren dilakukan untuk mendapat kepuasan pribadi sebagai suatu kegiatan sampingan.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
5. Menurut Bapak/Ibu, menguntungkan menanam tanaman pertanian yang diusahakan bersama-sama tanaman lain, terutama suren di lahan pertanian Bapak/Ibu.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
6. Menurut Bapak/Ibu, usaha tani (agroforestri suren) yang diusahakan memberikan keuntungan yang terbesar dibandingkan dengan tanaman lainnya.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
7. Menurut Bapak/Ibu, hasil tanaman dalam kegiatan usaha tani agroforestri suren untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
8. Menurut Bapak/Ibu, lahan agroforestri suren atau hutan merupakan lahan yang menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat desa sekitar hutan.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju B. Motivasi Ekologi
1. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren dapat menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah agar tetap produktif.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
2. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestry suren dapat menjaga tanah dan tata air agar tidak menimbulkan longsor, erosi, dan banjir.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
3. Menurut Bapak/Ibu, selain tanaman yang diusahakan dalam kegiatan usaha tani agroforestri suren, tanaman berkayu (kehutanan) lain juga baik untuk ikut dipelihara.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
4. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren dapat mempertahankan kelangsungan hutan di masa yang akan datang.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
5. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan kegiatan usaha tani agroforestri suren dapat membantu kelestarian hutan.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
6. Menurut Bapak/Ibu, yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pelestarian hutan adalah pemerintah dan masyarakat.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
7. Menurut Bapak/Ibu, hutan atau lahan kegiatan usaha tani agroforestri suren dapat berfungsi sebagai paru-paru bumi.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
8. Menurut Bapak/Ibu, selain tanaman yang diusahakan dalam kegiatan usaha tani agroforestri suren, tanaman berkayu (kehutanan) juga dijaga keamanannya.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju C. Motivasi Sosial
1. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren dilakukan untuk memenuhi anjuran dan dorongan dari pemerintah.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
2. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai kegiatan yang bersifat sukarela (tanpa paksaan dari pihak lain).
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
3. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren dilakukan untuk membuka lapangan kerja dan kesempatan berusaha.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
4. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren dilakukan sebagai tabungan hari tua (pekerjaan jangka panjang).
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
5. Menurut Bapak/Ibu, kegiatan usaha tani agroforestri suren merupakan suatu kegiatan yang penting dalam rangka pelestarian nilai-nilai sosial dan budaya.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
6. Menurut Bapak/Ibu, pelestarian hutan yang dalam hal ini kegiatan usaha tani agroforestri suren merupakan tuntutan moral.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
7. Menurut Bapak/Ibu, pelestarian hutan yang dalam hal ini kegiatan usaha tani agroforestri suren merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai warisan nenek moyang.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
8. Menurut Bapak/Ibu, pelestarian hutan yang dalam hal ini kegiatan usaha tani agroforestri suren merupakan tuntutan dan anjuran agama.
a. Sangat setuju b. Setuju c. Ragu-ragu
d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju
Total Skor : ________
Tingkat Motivasi : ________
Lampiran 5. Tabel Data Pendapatan Responden dari Berbagai Sumber
No. Nama
Responden
Agroforestri Suren Non Agroforestri Suren Total Pendapatan Total
Pendapatan
1 Perry Manik 4000000 3600000 4700000 5000000 0 12000000 12300000 17000000 29300000
2 Bintang L. Tobing 1000000 2300000 8500000 0 0 68000000 11800000 68000000 79800000
3 Bendra Siadari 6000000 4500000 8900000 2000000 0 20000000 19400000 22000000 41400000
4 Open Siadari 3000000 2500000 3800000 1000000 10000000 2500000 9300000 13500000 22800000
5 Daniel Purba 6000000 6700000 7600000 0 0 6000000 20300000 6000000 26300000
6 Delina Br.
Damanik 1500000 8000000 7000000 0 0 5000000 16500000 5000000 21500000
7 Heni Br. Saragih 7500000 6500000 8300000 0 0 6300000 22300000 6300000 28600000
8 Arni Br. Munthe 5000000 3700000 7600000 0 18000000 3000000 16300000 21000000 37300000
9 Edison Tambunan 10000000 4000000 4300000 1000000 0 2500000 18300000 3500000 21800000
10 A. Manik 3500000 5600000 6500000 0 0 5000000 15600000 5000000 20600000
11 Ika Damanik 4700000 4200000 6500000 1500000 0 6500000 15400000 8000000 23400000
12 Putri Siadari 3000000 2000000 8800000 0 0 25000000 13800000 25000000 38800000
13 Galung Manik 1000000 4900000 7200000 2100000 0 4800000 13100000 6900000 20000000
14 Aladin Sidabutar 6000000 3600000 8100000 1600000 0 7000000 17700000 8600000 26300000
15 Tumpal Damanik 4500000 5500000 7700000 500000 0 6600000 17700000 7100000 24800000
16 Tawon Purba 7000000 3000000 9000000 650000 6000000 4700000 19000000 11350000 30350000
17 Binser Sidabutar 4000000 2700000 8500000 2300000 0 6400000 15200000 8700000 23900000
Tabel Data Pendapatan Responden dari Berbagai Sumber (Lanjutan)
No. Nama
Responden
Agroforestri Suren Non Agroforestri Suren Total Pendapatan Total
Pendapatan
20 Maruk Sinaga 2300000 3800000 5000000 1700000 0 8800000 11100000 10500000 21600000
21 Ridon Sidahuruk 2000000 3000000 8600000 2000000 0 7600000 13600000 9600000 23200000
22 Robet Purba 4000000 2650000 7500000 1000000 0 6200000 14150000 7200000 21350000
23 Burhan Ambarita 3200000 2800000 6000000 0 8000000 4500000 12000000 12500000 24500000
24 J. Naibaho 6000000 4800000 6900000 0 0 4900000 17700000 4900000 22600000
25 Josua Naibaho 1500000 3900000 6800000 500000 0 7200000 12200000 7700000 19900000
26 Sy. R. Damanik 1500000 3700000 5900000 0 0 9800000 11100000 9800000 20900000
27 Rona Naibaho 3000000 3700000 7000000 0 0 6400000 13700000 6400000 20100000
28 Mangidup Damanik 1000000 4500000 5000000 1200000 0 7900000 10500000 9100000 19600000
29 Hotman Damanik 1500000 4000000 4800000 700000 0 8800000 10300000 9500000 19800000
30 Salmen Ambarita 500000 4400000 7400000 0 0 8400000 12300000 8400000 20700000
Jumlah 108700000 121050000 208400000 24750000 42000000 290250000 438150000 357000000 795150000
Lampiran 6. Foto-foto Selama dalam Penelitian di Kelurahan Sipolha Horison dan Desa Pematang Tambun Raya
Gambar 1. Foto Wawancara dengan Responden
Gambar 2. Foto Produk Agroforestri Suren, yaitu Kakao, Kopi, Kacang Merah, dan Kayu Suren
Gambar 3. Foto Berbagai Pola Agroforestri Suren yang ada di Lokasi Peneliti